NovelToon NovelToon
Pesona Mas Brewok

Pesona Mas Brewok

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: septia19

saat sekolah dulu , Zahra hanya sekedar mengenal nama Rendra saja, tak pernah bertegur sapa sama sekali. setelah lulus, mereka tidak bertemu bertahun tahun , hingga akhirnya di pertemukan kembali.rendra yang mulai duluan menghubungi duluan. padahal awalnya Zahra sama sekali tak memiliki perasaan apapun begitupun rendra.bahkan Zahra ada berniatan menjodohkan Rendra dengan sahabat karibnya yaitu rana. namun anehnya malah zahra yang merasa cemburu melihat kedekatan mereka. padahal tak di sangka, hati rendra tertuju pada Zahra bukan rana. ini lah kisah cinta halal mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon septia19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 29.kasih sayang di balik sikap yang dingin

Hubungan Zahra dan Rendra kini berjalan begitu indah dan damai. Setiap hari diwarnai perhatian kecil yang tulus, tatapan yang penuh rindu, dan janji-janji manis yang diucapkan lewat perbuatan. Namun di tengah kebahagiaan itu, masih ada satu hal yang menjadi tantangan sikap Ayah Zahra yang hingga kini masih terlihat jutek, dingin, dan tak sepenuhnya memberikan senyum tulus bagi kehadiran Rendra. Meski begitu, Zahra tak merasa sendirian ia mendapat dukungan penuh dari Ibunya, sementara Rendra sendiri tak pernah lelah berusaha meluluhkan hati pria yang paling berharga bagi kekasihnya itu.

Bagi mereka, cinta bukan tentang kemewahan, melainkan tentang kehadiran. Rendra selalu menyempatkan diri mengantar Zahra pulang, meski jaraknya dekat. Setiap kali berpisah, ia tak pernah lupa memastikan Zahra sudah masuk ke dalam rumah dengan selamat. Kadang ia membawakan buah tangan kesukaan Zahra, atau sekadar mengajaknya duduk di pinggir sawah menikmati senja sambil bercerita tentang rencana masa depan.

“Suatu hari nanti, aku ingin membangun rumah kecil di dekat sini. Di mana kau bisa melihat pemandangan yang kau suka, dan kita bisa bangun setiap pagi bersama,” ucap Rendra pelan sambil menggenggam jemari Zahra erat.

Zahra tersenyum bahagia, hatinya terasa penuh. “Aku tak meminta rumah yang besar, Mas. Yang penting kau ada di sana bersamaku.”

Momen-momen sederhana seperti itu membuat ikatan mereka semakin kuat. Namun setiap kali berhadapan dengan Ayah Zahra, suasana berubah menjadi tegang. Ayah Zahra yang pendiam dan keras prinsipnya masih belum bisa sepenuhnya menerima pergantian hubungan putrinya baginya, Raka adalah pemuda yang baik dan sudah dianggap seperti anak sendiri, sehingga perubahan ini masih terasa berat untuk diterima begitu saja.

Namun Zahra beruntung memiliki Ibu yang lebih terbuka hati. Ibu melihat bagaimana Rendra memperlakukan putrinya dengan sangat baik, penuh rasa hormat, dan bertanggung jawab.

“Jangan berkecil hati, Nak,” bisik Ibu suatu hari saat mereka berdua saja di dapur. “Ayahmu itu bukan tidak suka pada Rendra. Dia hanya butuh waktu untuk berdamai dengan kenyataan. Dia takut kau terluka, dan dia takut salah mempercayai orang. Tapi Ibu yakin, ketulusan Rendra suatu saat akan menyentuh hatinya.”

Ibu selalu menjadi jembatan yang baik. Saat Ayah diam saja saat Rendra datang berkunjung, Ibu yang akan menyambut, mengajak mengobrol, dan sesekali memberi kode pada suaminya untuk lebih ramah. “Lihatlah betapa sopan pemuda itu, Pak. Dia datang bukan untuk main-main, tapi untuk meminta izin menjaga putri kita.”

Rendra sendiri sadar betul akan sikap Ayah Zahra. Ia tidak pernah mengeluh, tidak pernah memaksa, dan tidak pernah merasa tersinggung. Justru ia berusaha lebih keras menunjukkan keseriusannya. Setiap kali berkunjung, ia selalu menyapa duluan dengan sopan, mencium tangan, dan duduk dengan sikap rendah hati.

Jika Ayah Zahra sedang memperbaiki sesuatu atau bekerja di halaman, Rendra tak segan-segan membantu tanpa diminta mengangkat beban berat, membersihkan selokan, atau sekadar memegang alat kerja. Ia tahu, tindakan bicara lebih keras daripada kata-kata.

Suatu siang, saat hujan deras turun tiba-tiba, Ayah Zahra masih berada di kebun yang agak jauh. Tanpa pikir panjang, Rendra langsung berlari membawa payung dan jas hujan untuk menjemputnya. Saat kembali, tubuh bagian bawah Rendra basah kuyup, namun Ayah Zahra pulang dengan keringat dan pakaian yang tetap kering.

“Kenapa kau repot-repot?” tanya Ayah singkat, namun kali ini nada suaranya terdengar sedikit lebih lembut dari biasanya.

“Bukan merepotkan, Pak. Itu sudah seharusnya saya lakukan. Bapak adalah ayah dari wanita yang saya cintai. Menjaga Bapak juga bagian dari menjaga Zahra,” jawab Rendra tenang dan tulus.

Ayah Zahra hanya diam, namun matanya sempat melirik sekilas ke arah Rendra yang menggigil kedinginan. Di dalam hati pria tua itu, ada sesuatu yang bergetar pelan. Kekakuan yang selama ini ia bangun perlahan retak sedikit demi sedikit melihat ketulusan pemuda berbrewok itu.

Malam itu, saat hendak pulang, Rendra berpamitan seperti biasa. Kali ini, Ayah Zahra tidak hanya sekadar mengangguk pelan. Ia menatap Rendra lekat-lekat, lalu berkata dengan suara berat namun jelas.

“Pulanglah hati-hati. Jaga kesehatanmu.”

Hanya kalimat itu, namun bagi Zahra, Ibu, dan terutama bagi Rendra, itu adalah kemenangan besar. Itu adalah tanda bahwa dinding hati yang dingin itu mulai terbuka celah.

Zahra tersenyum haru saat melihat Rendra keluar dari rumah dengan wajah berseri. “Kau dengar itu, Mas? Ayah bicara lebih banyak dari biasanya.”

Rendra mengangguk bangga, menggenggam tangan kekasihnya. “Aku tahu, Zahra. Kitalah yang akan membuktikan padanya bahwa pilihanku padamu tidak salah, dan pilihannya membiarkanmu bersamaku pun adalah hal yang benar. Aku akan terus berusaha sampai dia tersenyum tulus padaku.”

Cinta mereka makin hari makin hangat, diuji oleh waktu dan sikap orang terdekat, namun justru menjadikan mereka lebih dewasa dan lebih siap menghadapi segala hal yang akan datang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!