NovelToon NovelToon
Glow Up Kontrak : Formula Rahasia Sang CEO

Glow Up Kontrak : Formula Rahasia Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:340
Nilai: 5
Nama Author: Syawal Musa

Satu malam mengubah segalanya ketika CEO raksasa kosmetik terjebak iritasi
kulit akut yang mengancam kariernya, dan satu-satunya penyelamat adalah
formula rahasia dari seorang gadis yang dianggap remeh. Sebuah pernikahan
kontrak tanpa melibatkan perasaan dimulai, di mana serum dan ambisi menjadi
mata uang utama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syawal Musa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25 Cinta Sejati Tanpa Batas

Tiga bulan telah berlalu sejak malam penangkapan itu. Berita tentang pembongkaran organisasi kriminal Black Lotus dan penahanan tokoh-tokoh pentingnya menjadi headline besar di seluruh negeri.

Kakek dan Rian kini sudah mendekam di balik jeruji besi, menunggu vonis hukum yang setimpal atas segala kejahatan mereka. Raden Mahardika dan Pak Hendra juga sudah mendapatkan nasib yang sama. Kekosongan kekuasaan di organisasi itu membuat mereka hancur berantakan tanpa pemimpin.

Narendra Cosmetics berhasil bangkit lebih kuat dari sebelumnya. Dengan hilangnya ancaman dan terpulihkannya nama baik perusahaan, sahamnya melonjak tinggi. Kepercayaan publik kembali pulih, bahkan jauh lebih besar daripada sebelumnya.

Namun, bagi Arkan dan Kiara, kemenangan terbesar bukanlah soal uang atau kekuasaan.

Kemenangan mereka adalah kedamaian.

 

SORE ITU DI ATAP GEDUNG UTAMA

Angin sore berhembus lembut, menerbangkan helai rambut Kiara yang dibiarkan terurai. Wanita itu berdiri di tepi pagar pembatas, menatap pemandangan kota yang terbentang luas di bawah sana dengan senyum damai di wajahnya.

Tidak ada lagi rasa takut. Tidak ada lagi bayang-bayang musuh. Hanya ada langit biru yang luas dan masa depan yang cerah.

"Sedang melamunkan apa, Sayang?"

Suara berat dan hangat itu terdengar di belakangnya. Sebuah jaket tebal dililitkan di bahunya, diikuti dengan pelukan hangat yang melingkar dari belakang.

Kiara tersenyum, membalas sentuhan tangan Arkan yang bertaut di depan perutnya.

"Aku sedang berpikir... betapa cepatnya waktu berlalu. Dulu aku pikir hidupku akan hancur, aku pikir aku akan sendirian menghadapi segalanya..." Kiara berhenti sejenak, menoleh sedikit menatap wajah tampan suaminya. "...tapi ternyata Tuhan mengirimkan malaikat dalam bentuk pria yang galak dan dingin sepertimu."

Arkan terkekeh pelan, mencium puncak kepala istrinya penuh sayang.

"Aku bukan malaikat, Kiara. Aku hanya pria biasa yang beruntung mendapatkan istri sehebat dan secerdas kau. Kau yang menjadi kekuatanku, kau yang menjadi alasan aku bertarung sampai akhir."

Arkan melepaskan pelukannya perlahan, lalu berjalan memutar hingga berdiri tepat di hadapan Kiara. Wajahnya tampak lebih serius, namun matanya memancarkan cinta yang begitu dalam.

"Kiara..." panggilnya pelan.

"Iya?"

"Dulu, kita menikah karena sebuah perjanjian. Sebuah kontrak untuk menyelamatkan perusahaan dan nama baik keluarga," Arkan menarik napas panjang, lalu menggenggam kedua tangan wanita itu erat-erat. "Tapi sekarang... kontrak itu sudah tidak ada lagi. Tidak ada kewajiban, tidak ada paksaan."

Arkan perlahan berjongkok di hadapan Kiara, tepat di atas atap gedung yang tinggi itu, di bawah langit sore yang indah.

Dari saku jasnya, ia mengeluarkan sebuah kotak beludru berwarna biru. Ia membukanya perlahan, memperlihatkan sepasang cincin berlian yang sangat indah. Berbeda dengan cincin lama yang penuh misteri dan bahaya, cincin ini bersinar terang, murni, dan indah.

"Kiara..." suara Arkan bergetar sedikit, matanya mulai berkaca-kaca. "Maukah kau menikah denganku... kali ini dengan hatimu sendiri? Tanpa kontrak, tanpa perjanjian... hanya karena kau mencintaiku dan ingin menghabiskan sisa hidupmu bersamaku?"

Hati Kiara serasa meleleh. Air mata bahagia mengalir begitu saja membasahi pipinya. Ia mengangguk berulang kali, tidak sanggup berkata apa-apa selain isakan tangis bahagia.

"Iya... Aku mau, Arkan. Aku mau!" jawabnya akhirnya dengan suara bergetar. "Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu."

Senyum lebar terukir di wajah Arkan. Dengan tangan gemetar karena bahagia, ia memasangkan cincin baru itu di jari manis Kiara, dan memasangkan pasangannya di jarinya sendiri.

Cincin itu tidak memiliki ukiran bunga teratai atau simbol rahasia apa pun. Hanya ada ukiran sederhana di bagian dalamnya: "Selamanya Kita."

Arkan berdiri kembali, lalu langsung menarik tubuh Kiara ke dalam pelukan terkuatnya. Mereka berputar sedikit di bawah langit sore, tertawa dan menangis bahagia.

"Terima kasih..." bisik Arkan di telinga istrinya. "Terima kasih sudah menjadi bagian dari hidupku."

"Terima kasih juga sudah menyelamatkanku," balas Kiara.

Mereka saling menatap, lalu perlahan mendekatkan wajah. Ciuman lembut namun penuh makna mendarat di bibir masing-masing. Ciuman yang menandakan awal baru. Awal dari kehidupan yang sebenarnya, di mana tidak ada lagi kebohongan, tidak ada lagi pengkhianatan, hanya ada cinta yang tumbuh subur di tengah badai yang telah berhasil mereka lewati bersama.

Matahari mulai terbenam, memancarkan cahaya keemasan yang memeluk kedua sosok itu. Kisah panjang yang penuh drama, aksi, dan air mata akhirnya menemukan titik akhirnya.

Dan ini bukanlah akhir...

Ini adalah awal dari kebahagiaan abadi mereka.

TAMAT

1
Syawal Musa
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!