Terlahir dari rahim seorang wanita yang mendapat julukan sebagai pelakor atau orang ketiga bukan kemauan Kanza Qiara Mecca. Gadis cantik yang kini sudah menjadi piatu sejak usia nya tiga bulan itu harus menanggung keras nya hidup di keluarga orang yang telah ibu hancurkan. Setiap hari dia selalu mendapatkan perlakuan yang tidak adil dari ibu dan kakak tiri nya. Sosok ayah yang selama ini diaharapkan pun tidak bisa melakukan apa pun melihat hal itu.
Penderitaan Kanza tidak berhenti di situ saja, sebulan sebelum pernikahan sang kakak justru dia mendapati dirinya berada dalam satu kamar dengan calon kakak ipar nya dan hal itu membuat dia harus terjebak dalam sebuah ikatan pernikahan tanpa cinta dengan sosok pria angkuh, dingin dan arogan Kenan Diyaksa.
Bagaimanakah kehidupan Kanza setelah mendapat gelar seorang istri dari calon kakak ipar nya? Apakah kebahagiaan yang selama ini dia harapkan akan dia raih?
Yuk….kepoin karya baru author “ Ikatan Tanpa Cinta “happy reading gaes😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ny.Irawana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 24 Aku harus kerja mas
"Ayo kita pulang Za", ucap Kenan tiba - tiba.
Tidak ada angin tidak ada hujan tiba - tiba laki - laki angkuh itu mengajak Kanza untuk pulang bersama.
"Aku ngga salah dengar kan? Mas Kenan ngajak aku pulang bareng? Ini orang salah makan apa gimana?" batin Kanza yang terheran - heran mendengar suami nya berkata seperti itu.
"Ayo Za.."
Kenan langsung menarik tangan Kanza begitu saja, bahkan Arabella yang berada di samping nya dia abaikan.
"Mas...kenapa kamu tarik tangan Kanza!" teriak Arabella kesal.
Kenan mengabaikan teriakan Arabella pria itu tetap berjalan dengan menggandeng tangan Kanza menuju ke mobil nya.
"Lepaskan mas, aku ngga mau pulang bareng kamu. Aku harus kembali ke kantor pak Arga sekarang. Lagian ini masih jam kerja mas", ucap Kanza sambil berusaha melepaskan cengkraman tangan Kenan di pergelangan tangan nya.
Arga sendiri sejak tadi hanya berdiri dan diam memperhatikan sikap Kenan sambil tersenyum tipis.
"Nggak kamu ngga boleh kembali ke perusahaan laki - laki brengsek itu".
Kenan semakin mempererat cengkraman tangan nya sehingga membuat Kanza meringis kesakitan. Bahkan pergelangan tangan nya sekarang sudah memerah.
"Mas Kenan apa - apaan sih, tanganku sakit mas tolong lepaskan dan biarkan aku kembali ke perusahaan pak Arga. Aku harus bekerja mas!"
"Uang yang aku kasih ke kamu kurang banyak hah ! Sampai kamu harus bekerja di perusahaan itu, sekarang kamu harus nurut sama suami mu, ikut aku pulang. Kalau kamu mau bekerja, kamu bisa bekerja di kantor ku tidak perlu bekerja di kantor manusia satu itu", kata Kenan ber api - api.
Melihat Kanza yang meringis kesakitan akibat cengkraman tangan Kenan, Arga pun berjalan maju ke depan dan melepaskan cengkraman tangan Kenan di pergelangan tangan Kanza dengan kasar. Dengan sekali hentakan tangan Kenan pun terlepas dari pergelangan tangan Kanza.
Kenan menatap tajam ke arah Arga," jangan ikut campur kamu !"
"Maaf pak Kenan, saya rasa apa yang anda lakukan pada sekertaris saya sudah melebihi batas. Anda tidak bisa melihat jika Nona Kanza kesakitan akibat ulah anda".
Kenan tersenyum miring," yang anda bilang sekertaris itu adalah istri saya ! Jadi apa pun yang saya lakukan pada istri saya, anda tidak berhak untuk ikut campur tuan Argantara Kalendra!"
"Jika ini di rumah anda, maka saya tidak akan ikut campur tapi saat ini masih dalam jam kerja, dan Nona Kanza datang ke sini bersama saya. Maka dari itu keselamatan Nona Kanza adalah tanggung jawab saya. Jika ada orang yang terang - terangan di hadapan saya menyakiti karyawan saya maka saya tidak akan segan - segan untuk memberi pelajaran pada orang itu. Tidak peduli jika orang itu adalah seorang yang berstatus sebagai suami karyawan saya!" ucap Arga begitu tenan namun sirat akan ketegasan dalam setiap perkataannya.
Tanpa banyak berkata - kata lagi atau menunggu respond dari Kenan, Arga langsung menyuruh Kanza untuk segera mengikuti nya ke mobil.
"Maaf mas, aku harus kembali bekerja", setelah mengatakan hal itu Kanza langsung berjalan mengikuti Arga ke mobil.
Sedangkan Kenan sendiri masih dalam keadaan emosi, muka nya memerah dada nya naik turun dan kedua tangan nya mengepal erat. Pandangan mata nya tidak lepas dari Kanza sampai gadis itu masuk ke dalam mobil Arga dan berlalu pergi meninggalkan area parkir.
"Mas...ngapain sih kamu peduli ma dia, pakai mau ngajak pulang bersama segala. Kamu sudah mulai suka ma Kanza mas!" kata Arabella dengan nada yang kesal.
"Ngomong apa sih kamu!"
"Ngga usah ngeles kamu mas, aku tahu kamu mulai peduli kan pada istri kamu itu! Bukti nya melihat Kanza bersama Arga kamu langsung marah seperti itu!"
Kenan menghela nafasnya berat, tidak munafik di dalam hati nya memang merasa kesal saat melihat Kanza datang berdua dengan Arga tadi, di tambah saat di dalam ruang meeting tadi Arga dan Kanza nampak sangat intim sekali saat kedua nya mengobrol. Bahkan Kanza sempat tersenyum manis dan sesekali tertawa kecil menanggapi apa yang Arga bicarakan.
Hal itu membuat hati Kenan panas, dan konsentrasi nya buyar sehingga dia kurang fokus dalam menyampaikan materi persentasi nya tadi.
"Ngga usah ngaco kamu Ara, sekarang kamu pulang aku sedang tidak ingin di ganggu", ucap Kenan yang nampak acuh pada Arabella bahkan laki - laki menghempaskan dengan kasar tangan kekasih nya itu yang melingkar di tangan nya.
"Mas...kok kamu jadi kasar sih ma aku!"
Arabella menghentakkan kaki nya berkali - kali di tanah. Wajah gadis itu langsung muram, tangan nya terkepal kuat.
"Aku sudah transfer di rekening mu, aku rasa cukup untuk kamu shopping siang ini", kata Kenan sambil berjalan meninggalkan Arabella.
Senyum gadis itu langsung terbit setelah melihat notif M banking di ponsel nya.
"It's Oke ngga jadi lunch date bareng Kenan siang ini, asal rekening ku terisi full seperti ini ", ucap Arabella tersenyum bahagia.
Rasa marah dan kesal pada Kenan langsung hilang seketika saat melihat saldo nya bertambah. Gadis itu langsung menekan nomer seseorang di ponsel nya. Tidak butuh waktu yang lama, sambungan teleponnya pun terhubung.
"Hai...kita senang - senang hari ini, aku tunggu ya di tempat biasa".
**
Selama dalam perjalanan ke kantor Kanza hanya terdiam. Pandangan gadis itu lebih banyak ke arah luar jendela. Sebenarnya Kanza merasa sedikit bersalah pada Kenan karena tidak menuruti suami nya. Namun dia juga harus tegas pada pria itu supaya dia tidak diperlakukan semau nya.
"Maaf ya Za, jika tindakan saya tadi berkenan. Saya tahu Pak Kenan itu suami mu tapi saya tidak suka dia memperlakukan kamu seperti itu tadi", ucap Arga memulai membuka obrolan.
Kanza menengok ke arah atasan nya itu sambil tersenyum tipis," tidak apa - apa pak, justru saya yang seharusnya minta maaf pada pak Arga, atas kejadian tadi".
Setelah obrolan itu mereka pun kembali diam, tidak ada obrolan lagi sampai mereka tiba di kantor. Arga langsung masuk ke dalam ruangan nya, dan Kanza pun kembali ke meja nya.
"Za, ini ada hadiah buat kamu", tiba - tiba Arga sudah ada di depan Kanza dengan menenteng sebuah paper bag.
Kehadiran Arga yang tiba - tiba sampai membuat Kanza terlonjak kaget. Pasal nya bos nya itu baru saja masuk ke dalam ruang nya dan ini tiba - tiba sudah berada di depan mata nya kembali.
"Apa ini pak?" tanya Kanza sambil menerima paper bag yang diberikan oleh Arga.
"Buka lah".
Kanza pun menuruti apa yang di perintahkan oleh atasan nya itu. Seketika bola mata nya langsung membelalak melihat sepasang sepatu mahal yang dia inginkan selama ini. Tangan nya sedikit gemetar menyentuh sepatu bewarna cream itu tanpa sengaja mata melihat nominal harga yang tertera di label yang ada di sepatu itu.
Dengan cepat Kanza menutup kembali box sepatu itu, memasukkan ke dalam paper bag dan menyerahkan pada Arga.
"Ehm...maaf Pak Arga, saya tidak bisa menerima hadiah ini. Karena saya tidak pantas menggunakan sepatu semahal ini pak".