NovelToon NovelToon
Akulah Sang Pemakan Takdir

Akulah Sang Pemakan Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Budidaya dan Peningkatan / Action / Sistem / Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

Di hari ketika seluruh mimpinya hancur, Lin Yuan divonis memiliki Akar Roh Rusak Total dan diusir dari Sekte Awan Langit.

Tunangannya meninggalkannya, sahabat menjauhinya, dan musuh-musuhnya memilih membunuhnya agar tak menyisakan ancaman.
Namun di ambang kematian, sebuah sistem kuno terbangun.

**Sistem Pemakan Takdir.**

Selama mampu mengalahkan lawannya, Lin Yuan dapat melahap takdir, bakat, keberuntungan, bahkan kesempatan hidup mereka untuk menjadi miliknya.

Sejak malam itu, seorang "sampah" yang ditertawakan seluruh dunia mulai menapaki jalan yang belum pernah dilalui siapa pun.

Jika langit menolak memberinya takdir...
Maka ia akan memakan takdir langit itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9: Lantai Pertama Makam Takdir

Cincin hitam kuno melayang perlahan di depan Lin Yuan.

Permukaannya memantulkan cahaya redup dari lumut hijau di dinding gua. Aura misterius yang sangat kental keluar dari cincin itu.

Sembilan ukiran gerbang kecil di atas cincin tampak sederhana, tapi menyimpan kekuatan yang sangat besar.

Setiap kali Lin Yuan menatapnya, Gerbang Pemakan Takdir di laut kesadarannya ikut bergetar.

KLANG...

Seolah kedua benda itu memiliki hubungan darah sejak zaman kuno.

Lin Yuan mengangkat tangan kanannya perlahan. Ujung jarinya menyentuh permukaan cincin yang dingin seperti es.

Dingin sekali.

Namun sesaat kemudian, cincin itu berubah menjadi seberkas cahaya hitam yang pekat.

WHOOSH!

Cahaya itu melilit jarinya dengan cepat, lalu berubah kembali menjadi cincin kuno yang pas di jarinya.

Suara sistem langsung terdengar.

[Artefak Takdir terdeteksi! Status: Terikat permanen dengan jiwa Tuan. Nama artefak tidak diketahui.]

[Tingkat kekuatan tidak dapat dianalisis karena di luar cakupan basis data.]

Lin Yuan mengerutkan dahi. "Lagi-lagi sistem tidak bisa menganalisis benda ini?"

Sejak memasuki Makam Takdir, sudah terlalu banyak hal yang berada di luar kemampuan sistem.

Penjaga Makam tersenyum tipis melihat kebingungan Lin Yuan.

"Jangan terlalu bergantung pada benda di jiwamu itu. Gerbang Pemakan Takdir memang kuat, tapi dunia ini jauh lebih luas daripada yang bisa dipahaminya sekarang."

Lin Yuan menatap lelaki tua itu. "Gerbang itu bukan kekuatan tertinggi di dunia?"

Penjaga Makam tidak menjawab. Dia justru berbalik menuju tangga batu di balik gerbang raksasa.

"Berjalanlah bersamaku. Kalau kau ingin tahu jawabannya, turunlah sampai ke dasar terdalam Makam Takdir ini."

Begitu dia melangkah, api hitam menyala satu per satu di kedua sisi tangga batu yang panjang.

WHUUSSH!

Cahaya pekat menerangi jalan setapak yang sebelumnya diselimuti kegelapan tebal.

Tangga itu terlihat sangat panjang. Setiap anak tangga dipenuhi ukiran kuno yang indah.

Sebagian ukiran berbentuk manusia, sebagian menyerupai binatang iblis, dan ada sosok raksasa yang berdiri di atas bintang.

Lin Yuan mengikuti dari belakang dengan langkah yang masih goyah karena luka-lukanya belum pulih.

Setelah melewati beberapa puluh anak tangga, dia memberanikan diri bertanya.

"Berapa banyak lantai yang dimiliki tempat ini?" tanya Lin Yuan sambil mengamati ukiran di dinding.

"Sembilan lantai," jawab Penjaga Makam singkat, tapi memberikan kesan mendalam.

"Sembilan lantai ya..." Lin Yuan menatap kegelapan di bawah dengan perasaan campur aduk antara takut dan penasaran.

"Apa yang tersimpan di lantai kesembilan?" tanyanya lagi.

Langkah Penjaga Makam berhenti sesaat, lalu dia menjawab dengan suara pelan dan misterius.

"Aku sendiri tidak tahu apa yang ada di sana."

Jawaban itu membuat Lin Yuan sangat terkejut.

"Bahkan kau yang sudah lama di sini tidak tahu?" tanya Lin Yuan tidak percaya.

"Aku hanyalah penjaga, bukan pemilik sah tempat agung ini," jawab Penjaga Makam sambil kembali berjalan turun.

"Selama seratus ribu tahun, tidak ada manusia yang pernah berhasil mencapai lantai kesembilan."

"Sebagian besar penantang mati di lantai pertama, sementara lainnya tersesat selamanya di lantai ketiga."

"Dan mereka yang berhasil mencapai lantai kelima... tidak pernah ada satu pun yang kembali untuk menceritakan kisahnya."

Suara langkah kaki mereka bergema panjang di lorong tangga, menciptakan suasana yang sunyi dan mencekam.

Lin Yuan terdiam lama memikirkan informasi itu.

"Kalau begitu, siapa yang membangun Makam Takdir ini?"

Penjaga Makam kembali tersenyum, tapi kali ini senyumnya terasa pahit seolah mengenang masa lalu kelam.

"Aku telah melupakan terlalu banyak hal, termasuk nama agung dari orang yang menciptakan tempat keramat ini."

Tatapan Lin Yuan beralih ke punggung lelaki tua itu. "Lalu siapa namamu yang sebenarnya?"

Lelaki tua itu berhenti melangkah. Api hitam di sekeliling mereka bergoyang pelan seolah ikut merasakan kesedihan mendalam.

"Aku pernah memiliki sebuah nama dahulu, tapi nama itu telah lama dikubur bersama tubuh fanaku."

Dia melanjutkan langkahnya tanpa menoleh. "Sekarang, kau cukup memanggilku Penjaga Makam saja."

Lin Yuan tidak bertanya lagi. Satu hal semakin jelas baginya.

Lelaki tua di hadapannya telah berada di sini begitu lama hingga namanya sendiri tidak lagi memiliki arti.

Mereka terus menuruni tangga batu yang seolah tanpa ujung. Entah sudah berapa lama waktu yang mereka lalui.

Tiba-tiba, cincin hitam di jari Lin Yuan bergetar hebat. Sebuah ruang gelap yang sangat luas muncul di pikirannya.

Ruang itu jauh lebih besar daripada kamar tinggalnya di Sekte Awan Langit.

Di dalamnya hanya terdapat tiga benda: pedang raksasa penjaga elite, sebuah gulungan kuno, dan sebuah batu hitam kecil.

Batu hitam itu berdenyut pelan seolah memiliki jantung yang masih hidup.

DUM... DUM... DUM...

Lin Yuan mencoba memusatkan kesadarannya pada gulungan kuno yang dibungkus rantai merah yang sangat kuat.

Namun sebelum dia sempat mendekat, suara Penjaga Makam terdengar tegas memberikan peringatan keras.

"Jangan pernah menyentuh gulungan itu sekarang!"

Lin Yuan segera membuka matanya dan menatap lelaki tua itu dengan terkejut.

"Kau bisa melihat apa yang ada di dalam cincin ini?" tanya Lin Yuan heran.

"Aku tidak perlu melihatnya langsung, aku tahu persis apa yang telah disimpan gerbang di sana."

Penjaga Makam menatap lurus ke depan dengan tajam. "Gulungan itu belum saatnya menjadi milikmu sekarang."

"Kalau kau memaksakan diri membukanya sekarang, jiwamu akan hancur berkeping-keping sebelum sempat membaca satu kata pun."

Lin Yuan segera menarik kesadarannya kembali karena dia tahu Penjaga Makam tidak sedang bercanda.

Namun tepat ketika kesadarannya meninggalkan cincin, energi hangat tiba-tiba mengalir deras dari lautan kesadarannya menuju seluruh tubuh.

Energi Takdir yang sebelumnya diserap mulai berputar hebat, sementara Gerbang Pemakan Takdir memancarkan cahaya hitam yang pekat.

Suara sistem kembali berbunyi.

[Pemurnian Energi Takdir dimulai! Memperbaiki seluruh luka fisik dan mendorong peningkatan kultivasi!]

Langkah Lin Yuan langsung terhenti saat gelombang energi panas menyebar ke seluruh tubuhnya dengan sangat cepat.

Tulang-tulangnya mulai berbunyi keras seolah sedang disusun ulang.

KRAK!

Aura baru perlahan bangkit dari dalam tubuhnya.

Penghalang menuju Tubuh Fana Tingkat Kedua mulai menunjukkan retakan halus akibat tekanan energi takdir yang besar.

Gelombang energi hitam terus berputar di dalam meridian Lin Yuan, semakin lama putarannya semakin cepat dan kuat.

Lin Yuan segera duduk bersila di atas anak tangga batu, memejamkan kedua matanya rapat-rapat untuk fokus.

Napasnya perlahan menjadi teratur di tengah gejolak energi yang sedang berusaha menerobos batasan kultivasinya.

Penjaga Makam menghentikan langkahnya dan menoleh sekilas ke arah Lin Yuan.

"Proses peningkatannya jauh lebih cepat dari yang kuduga," gumamnya dengan nada terkesan.

Energi Takdir yang sebelumnya diserap kini dimurnikan sepenuhnya oleh Gerbang Pemakan Takdir tanpa ada energi terbuang.

Seluruh energi mengalir menuju setiap bagian tubuh Lin Yuan, memperbaiki tulang yang retak dan menutup luka-luka.

Bekas sayatan pedang di dada dan lengannya perlahan memudar seiring meningkatnya kualitas fisik tubuhnya.

Suara sistem terus memberikan laporan.

[Perbaikan tubuh mencapai 89%. Energi Takdir yang tersisa mulai berkumpul di dantian untuk melakukan terobosan!]

Lin Yuan merasakan kehangatan yang luar biasa. Energi itu tidak hanya menyembuhkan tetapi juga memperkuat setiap otot dan tulangnya.

Dia dapat merasakan jantungnya berdetak lebih kuat, sementara aliran darahnya terasa jauh lebih deras dan penuh tenaga.

Tidak lama kemudian, energi hitam berkumpul di dantiannya, membuat penghalang menuju Tubuh Fana Tingkat Kedua bergetar hebat.

KRAK...

Muncul retakan pertama pada penghalang tersebut, namun Lin Yuan tetap tenang dan tidak terburu-buru.

Dia terus mengendalikan aliran energi dengan tenang, memadatkan setiap bagian energi agar fondasi kultivasinya menjadi kokoh.

Retakan kedua dan ketiga muncul berurutan, menyebar ke seluruh permukaan penghalang yang kini berada di ambang kehancuran.

Penjaga Makam mengangguk pelan melihat ketenangan Lin Yuan.

"Bukan hanya berbakat, kesabaran bocah ini pun sangat baik. Sebagian besar kultivator pasti akan terburu-buru memaksa menerobos, tapi Lin Yuan justru terus memadatkan energinya dengan sabar."

Sesaat kemudian, dia membuka kedua matanya yang kini memancarkan tatapan yang jauh lebih jernih dan penuh kekuatan.

"Sudah waktunya untuk menerobos!" Seluruh Energi Takdir yang tersisa langsung menghantam penghalang kultivasi dengan kekuatan dahsyat.

BOOOOM!

Gelombang aura hitam meledak dari tubuh Lin Yuan, membuat rambutnya berkibar hebat di tengah hembusan angin energi.

Debu di sepanjang tangga batu tersapu bersih, sementara api hitam di kedua sisi tangga bergoyang hebat akibat ledakan tersebut.

Suara sistem berbunyi nyaring.

[Selamat! Tuan berhasil menembus Tubuh Fana Tingkat Kedua. Kekuatan, kecepatan, dan ketahanan fisik meningkat signifikan!]

[Sinkronisasi Gerbang Pemakan Takdir kini mencapai 27%. Otoritas Tuan semakin menguat.]

Lin Yuan perlahan mengepalkan tangan kanannya. Dia hanya menggunakan sedikit tenaga namun suara ledakan udara langsung terdengar nyaring.

PAK!

Matanya berbinar cerah. "Kekuatan fisikku setidaknya meningkat dua kali lipat dari sebelumnya," ucapnya bangga.

Penjaga Makam menggelengkan kepalanya pelan.

"Dua kali lipat? Itu hanyalah peningkatan kekuatan kasar yang kau rasakan sekarang. Gerbang Pemakan Takdir tidak sekadar meningkatkan kultivasimu, ia sedang mengubah dasar keberadaanmu menjadi sesuatu yang jauh lebih agung."

Lin Yuan menatap lelaki tua itu dengan penuh tanda tanya. "Apa maksudmu dengan mengubah dasar keberadaanku?"

Penjaga Makam mengangguk. "Kelak kau akan mengerti sendiri seiring meningkatnya sinkronisasimu dengan Gerbang Pemakan Takdir."

Lin Yuan kembali berdiri tegak, merasakan tubuhnya jauh lebih ringan dan stabil daripada saat pertama memasuki gua.

Bahkan penggunaan Mata Takdir yang sebelumnya sangat menguras energi kini terasa jauh lebih stabil.

Mereka kembali melanjutkan perjalanan menuruni tangga batu hingga akhirnya tangga tersebut berakhir di sebuah dataran batu yang luas.

Di depan mereka terbentang pemandangan dunia bawah tanah yang sangat luas dengan langit berwarna hitam pekat tanpa bintang.

Keheningan yang dalam menyelimuti seluruh dunia itu, sementara di kejauhan berdiri sebuah kota kuno yang telah hancur.

Tembok-temboknya runtuh dimakan zaman, jalan-jalannya dipenuhi retakan, dan patung-patung raksasa tampak kehilangan kepala serta lengan.

Lin Yuan mengamati kota hancur itu dengan hati-hati.

"Ini adalah Lantai Pertama dari Makam Takdir?" tanyanya pelan.

Penjaga Makam mengangguk perlahan.

"Benar, tetapi ada sesuatu yang terasa sangat aneh di tempat ini sekarang," jawabnya serius.

Tatapan Lin Yuan langsung berubah tajam saat mendengar kata aneh.

"Apa yang terasa aneh di kota hancur ini?"

Penjaga Makam memandang ke arah menara tertinggi di tengah kota dengan nada suara yang jauh lebih serius.

.........

Bersambung...

1
Hadi Hadi
😍😍😍💪💪💪
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
sikat 💪
Hadi Hadi
semangat 💪
Hadi Hadi
bunuh
Hadi Hadi
bantai 💪
nanonano
bab mengulang lagi
nanonano: ada 2 bab yang mengulang thor. judul bab beda tp isi sama dengan bab sebelumnya
total 2 replies
Cahya Laela Tsaniya
semangat Thor 💪💪
Otna Forever: Makasih, sehat selalu 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!