NovelToon NovelToon
Samudra Di Atas Langit

Samudra Di Atas Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: puput11

Sepuluh tahun lalu, tragedi berdarah menghancurkan keluarga Samudra. Langit Bumi Samudra (7 tahun) tewas dalam sabotase kecelakaan mobil, sementara adiknya, Cakrawala Bintang Samudra (3 tahun) dinyatakan hilang dan dianggap tewas juga oleh publik. Nyatanya, Sang Kakek menyembunyikan Cakra di luar negeri dengan identitas rahasia demi melindunginya dari musuh.

Kini, Cakrawala kembali sebagai pemuda tampan dan jenius. Di bawah nama samaran Gala Putra Langit, ia menyusup ke dunianya sendiri sebagai mahasiswa biasa. Ia harus menghadapi pengkhianatan Om dan Tantenya sendiri yang haus harta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon puput11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Badai Puncak Hari Ketiga

Atmosfer di dalam aula utama pagi ini terasa seratus kali lebih menegangkan dibandingkan hari-hari sebelumnya. Para mahasiswa, jajaran dosen, dan dekan fakultas bisnis sudah memadati aula sejak pukul tujuh pagi.

Di barisan kursi VVIP terdepan, Kakek Wijaya duduk tegap dengan kedua tangan bertumpu pada tongkat kayu naga emasnya, diapit oleh Tuan Baskara dan Nyonya Shinta yang memancarkan aura wibawa dingin. Pak Surya berdiri kokoh di belakang mereka, matanya menyapu tajam ke seluruh penjuru aula.

Tidak jauh dari mereka, Bramantyo dan Ratna duduk dengan dagu terangkat tinggi, memamerkan senyum penuh kemenangan universal yang sangat angkuh kepada para pengusaha dan konglomerat negeri yang menyalami mereka. Di meja kompetisi, Kenzo, Davin, dan anggota gengnya sudah mengambil posisi. Kenzo melipat kedua tangannya di dada, menatap layar monitor dengan pandangan meremehkan.

"Davin, pastikan malware pembajak kita langsung mengunci pergerakan mereka begitu bel berbunyi," bisik Kenzo sembari melirik tajam ke arah meja tim lawan dengan senyum miring yang licik.

Davin terkekeh pelan, jemarinya mengetuk-ngetuk sisi meja komputer dengan santai. "Beres, Ken. Hari ini kita bakal bikin anak beasiswa itu merangkak ke lantai bursa depan kakek lo."

Tepat pada saat itu, pintu belakang aula terbuka. Langkah kaki yang tegap dan berwibawa seketika memicu keheningan instan di barisan meja peserta. Gala melangkah masuk, memecah kepanikan visual yang biasa melekat pada dirinya. Pagi ini, ia tidak lagi memakai kacamata tebal berbingkai hitam atau jaket slengean miliknya. Gala datang dengan mengenakan setelan jas hitam formal berpotongan premium yang melekat sempurna di badan tegapnya, menampilkan aura mutlak seorang pewaris tunggal takhta Samudra Group.

Aluna yang sedang merapikan berkas portofolio langsung membekap mulutnya sendiri, matanya membelalak tak percaya.

"G-Gala? Lo... kok penampilannya beda banget hari ini?" tanya Aluna terbata-bata, wajah cantiknya mendadak merona merah melihat ketampanan Gala yang sangat menawan tanpa kacamata tebalnya.

Adit yang sedang meminum kopi kalengnya bahkan sampai tersedak, terbatuk-batuk sembari menggebrak meja. "Uhukk! Gila, Gal? Lo kesurupan setan pialang saham mana semalam? Keren bener setelan lo!" seru Adit dengan mata yang hampir melompat keluar.

Gala hanya menyunggingkan senyum manis yang tulus kepada sahabatnya, lalu duduk di kursi tengah dengan gerakan yang sangat anggun dan tenang. Aura santainya menguap total, menyisakan ketegasan dingin. Ia menoleh ke arah Reza yang sudah menatapnya dengan tatapan mengerti.

"Re, semua koordinat digital dari modal ilegal Om Bramantyo semalam sudah siap?" tanya Gala dengan dengan suara rendah yang berat dan penuh tekanan intimidasi.

Reza menyeringai kaku, jemarinya bergerak secepat kilat di atas papan ketik hingga menimbulkan bunyi ketukan beruntun yang rapat.

"Semua sudah mengunci, Kapten. Begitu pasar dibuka, umpan beracun kemarin akan berbalik menyedot seluruh sisa likuiditas publik anak perusahaan teknologi mereka secara riil."

Teeeeeet!

Siren panjang tanda dimulainya perdagangan hari ketiga berbunyi nyaring memenuhi aula. Seketika itu juga, papan LED raksasa di tengah ruangan menyala terang menampilkan pergerakan grafik yang bergerak liar. Kenzo dengan cepat menekan tombol eksekusi modal tambahan untuk menggulung saham tim Gala.

Namun, belum sempat Kenzo bersorak, monitor komputernya mendadak berkedip merah dan menampilkan kode eror masif. Detik berikutnya, grafik saham kelompok Kenzo yang semula berada di puncak langsung terjun bebas, runtuh secara vertikal menembus angka minus dalam hitungan detik.

"L-Loh? Davin! Apa-apaan ini?! Kenapa modal kita malah amblas?!" teriak Kenzo dengan wajah yang mendadak pucat pasi, tangannya menggebrak meja komputer dengan sangat keras hingga monitornya bergetar.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!