NovelToon NovelToon
Kutukan Santau

Kutukan Santau

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Iblis
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: glaze dark

kisah ini menceritakan seseorang yang menggunakan santet untuk guna-guna orang lain dengan menggunakan santau.
Siap. Ini narasi yang bisa kamu pake buat sinopsis/blurb Noveltoon _Kutukan Santau_:

---

*NARASI*
Santau. Racun yang dikirim lewat angin, menumpang di makanan, menyelip di tatapan mata.
Katanya tak berbekas, tapi membusukkan tubuh dari dalam dan pada akhirnya orang tu lah yang akan tersakiti

pesan:
*"Santau itu perjanjian. Sekali kau lepas, dia akan pulang menagih nyawa. Kalau bukan nyawa musuhmu... ya nyawamu sendiri."*

_Siapa yang menggunakan santau, pada akhirnya dia yang akan mendapatkan balasannya._

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon glaze dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 28

Di rumah Sitoh, lampunya menyala terang dan setelah pulang dari rumah kakaknya bibah, ia hanya duduk dan melamun, anak-anak memanggilnya, ia tidak menyahut dan akan menjawab seadanya. Sekejam-kejamnya ia, masih ada setitik nurani, tapi karena tidak ada pilihan, dia harus melakukannya atau anak-anaknya yang menjadi korban.

Tangan yang tadi menyerahin bungkusan ayam goreng itu sekarang gemetar dan tidak berhenti. Di luar, hujan mulai turun pelan. Tapi didalam rumah sitoh semakin panas seperti memakan bara api.

Samsul yang melihat istrinya melamun setelah pulang dari rumah kakaknya, langsung menghampiri."kau kenapa tohh...! Apakah kau menyesal sudah menumbalkan keponakanmu sendiri".

"iya bang, aku menyesal dan bagaimana pun dia keponakanku satu-satunya."tangis sitoh

"tidak perlu kau tangisi atau kau rela menumbalkan aku atau anak-anakmu untuk jin itu, ingat sitoh.... walaupun keponakanmu nanti akhirnya mati, setidaknya bibah masih bisa memiliki anak lagi."marah samsul seperti ngomongin ayam mati dan bukan manusia

setelah mengatakan itu Samsul langsung pergi meninggalkan sitoh sendirian diruang tamu, diluar masih hujan deras dan didalam terjadi perang dingin dan sitoh sungguh menyesali pernah bersekutu dengan jin untuk menjadi lebih kaya. Akhirnya keponakannya yang menjadi korban.

Di rumah Pak Kadir, semua anak, cucu, dan menantunya lagi berkumpul. Malam ini acara tahlilan Midah yang ke-3. Uap kemenyan campur bau kopi tubruk memenuhi ruang tamu. Di luar, hujan semakin deras. Suaranya beradu sama bacaan tahlil yang pelan tapi tidak putus.

"Pak," suara Samsir pecah di tengah jeda doa.

Dia menantu paling muda, duduk paling pojok dekat pintu. Mukanya pucat, matanya tidak lepas dari jendela yang ketutup tirai basah.

"Pak, apakah makhluk itu akan datang lagi?"

Pak Kadir yang tangannya tidak berhenti mengusap tasbih dan tatapannya tajam. Dia tidak langsung menjawab. Dia melihat wajah anak cucunya—ada yang menunduk, ada yang pura-pura kuat. "Bapak tidak tahu," katanya pelan. "Yang jelas kita harus bersiap-siap. Karena malam ini tahlilan ke-3 hari Ibu kalian."

Suara petir menggelegar tepat setelah kata memecah kesunyian dirumah sitoh.

Hening.....Cuma suara hujan dan nafas anak dan menantu kadir yang ketahan."Dan kalian semua," lanjut Pak Kadir dan suaranya berat, "tetap harus waspada. Jangan sampai lengah."

"Jangan keluar rumah setelah adzan isya selesai dan Jangan menjawab kalau ada yang memanggil nama kalian dari luar. Dan yang paling penting…"Dia berhenti."Jangan percaya kalau Ibu kalian akan datang malam ini.Karena Ibu kalian sudah tenang di kubur dan Yang datang… bukan dia, karena jin bisa menyerupai siapapun termasuk orang yang sudah meninggal."

ayu yang duduk disamping Wati hanya bisa diam dan menunduk, karena dari semua saudaranya, hanya dia yang menjadi incaran mahkluk tersebut, jika bukan karena penjaga dari kakeknya, mungkin dia sudah lama mati

Tangannya dingin, padahal ruangan penuh orang dan matanya sering ketemu sama bayangan hitam di sudut rumah Cuma dia yang sering mimpi dikejar suara yang mirip dengan ibunya. Kalau bukan karena penjaga yang ada ditubuhnya, mungkin jiwanya sudah lama dihisap oleh mahluk itu. Wati...kakaknya, merasa ada yang aneh.

"Ayu, kamu tidak apa-apa?" bisiknya pelan, sambil mengusap punggung Ayu yang gemetar. Ayu tidak menjawab, Dia cuma mengangkat sedikit kepalanya. Di luar, di balik tirai jendela yang ketiup angin, ada bayangan hitam dengan mata merah. tidak basah kehujanan, tidak bergerak dan Cuma menunduk seperti mengintip.

Pak Kadir yang melihat itu, Tanpa banyak omong, dia merogoh saku baju koko tuanya dan mengeluarin sebungkus garam kasar.

ia taburin pelan di depan pintu, sambil komat-kamit."Dia datang," bisik Pak Kadir cukup buat didengar semua penghuni rumah kadir. "Bukan buat kita semua, Dia datang buat Ayu."

Ayu makin menunduk, Air matanya jatuh ke tikar. Dia ingat pesan kakeknya saat dalam mimpi malam itu."Selama kamu masih ingat nama Allah dan tidak menjawab kalau dipanggil, dia tidak bisa menyentuh kamu. Tapi kalau kamu lengah sedetik aja... dia bawa kamu pergi dan yang bisa memutuskan ini semua hanya kamu."

Ayu menggigit bibirnya sampai berasa amis darah. Di luar bilik bambu, suara itu berhenti sejenak. Hanya ada bunyi angin yang menyeret dedaunan pisang, pelan, seperti orang sedang menyeret kaki.

“...Ayu.”Kali ini bukan bisikan, Suaranya berat, serak, keluar dari bawah tanah Dan yang paling bikin bulu kuduk berdiri, dia menyebut nama....ayu.

Dari celah bilik, bau anyir amis tanah basah masuk dan mahkluk bayangan tinggi besar masih berdiri tepat di dekat jendela, tidak masuk dan seperti menunggu diizinin.

Di kepalanya, suara kakek kembali, kali ini lebih pelan dan terdengar ditelinga ayu.“Kalau dia tahu namamu... Ayu! berarti dia sudah pernah dekat sama orang di rumah ini dan dia tidak akan pergi sendiri.”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!