Dihina, dipandang rendah, dan hidup tanpa harapan di dalam Keluarga Zhang, Zhang Tian tumbuh sebagai pemuda lemah yang bahkan tidak mampu membangkitkan energi spiritual.
Di mata semua orang, hidupnya tidak lebih dari beban dan aib keluarga.
Namun semuanya berubah karena Sambaran petir yang membuat hidupnya hampir di ambang kematian.
Ini membuat Zhang Tian memperoleh warisan legendaris yang telah hilang selama ribuan tahun. Itu adalah warisan Kaisar Naga Petir, penguasa petir kuno yang pernah mengguncang dunia kultivasi di era kuno.
Sejak hari itu, takdirnya berubah.
Dia bangkit menjadi tak terkalahkan setelah di kenal sebagai sampah di seluruh kota.
Lalu bagaimana kisah selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niana Eve., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perbedaan Langit dan Bumi
Aura Luo Han yang menekan memenuhi seluruh arena keluarga Zhang.
Tekanan tingkat Pengumpulan Qi itu membuat banyak murid keluarga Zhang yang berada di alam penempaan tubuh tingkat tujuh kebawah menjadi pucat.
Beberapa di antaranya bahkan kesulitan berdiri.
Bagi Kota Qing yang kecil, ahli Pengumpulan Qi sudah dianggap termasuk sosok besar, apalagi Luo Han masih sangat muda. Jelas dia memiliki potensi yang melebihi kultivator alam pengumpulan Qi.
Itulah alasan kenapa Sekte Pedang Langit begitu ditakuti oleh semua orang di kota Qing, karena mereka mampu membina jenius-jenius mengerikan seperti ini. Dan Luo Han mungkin hanya salah satu dari banyak jenius yang ada.
Di tengah arena, Luo Han menatap Zhang Tian tatapan di matanya sangat dingin. “Jika kamu berlutut sekarang mungkin aku masih akan menyisakan sedikit harga dirimu dan mengampuni nyawamu.”
Zhang Tian mengabaikan Luo Han, Petir kecil mulai muncul lebih banyak di sekitar tubuhnya. Tatapannya bahkan tidak menunjukkan rasa takut sedikit pun.
“Kalau ingin bertarung cepat lakukan, tidak perlu bertele-tele.” Ucap Zhang Tian dengan malas.
Meskipun dia tahu Luo Han sangat kuat, namun dia tidak merasa takut sedikit pun. Justru dia ingin mengukur batas kekuatannya saat ini. Karena setelah dia menerima warisan dari kaisar naga petir, dia tidak benar-benar tahu sekuat apa dirinya saat ini.
Semua orang menahan napas karena tidak ada yang menyangka Zhang Tian benar-benar berani melawan Luo Han.
Zhang Guocheng buru-buru melangkah maju lalu berkata sambil memohon, “Tuan Muda Luo, anak ini masih muda dan emosional. Harap tuan muda Luo bisa beri keluarga Zhang sedikit muka.”
Namun Luo Han bahkan tidak menoleh dan mengabaikan Zhang Guocheng. Jangankan keluarga Zhang, bahkan jika sepuluh keluarga Zhang datang memohon padanya, dia tidak akan memberikan wajah pada mereka.
Tatapannya tetap tertuju kepada Zhang Tian, karena satu-satunya orang dari keluarga kecil yang terang-terangan tidak takut padanya hanya Zhang Tian ini.
“Harus aku akui nyalimu memang besar. Entah itu nyalimu yang besar atau kamu yang terlalu bodoh.” Luo Han berkata datar, “Namun tidak perduli apa, aku akan memberimu pelajaran yang akan kamu ingat seumur hidup. Jika tidak memberimu pelajaran, maka semua orang akan mengira murid Sekte Pedang Langit mudah dihina.”
Aura spiritualnya di tubuhnya kembali meningkat semakin kuat.
“Alam pengumpulan Qi tingkat ketiga?” Wajah Zhang Guocheng berubah jelek.
Dia tidak menyangka tingkat kultivasi Luo Han sebenarnya berada di tingkat ketiga alam pengumpulan Qi. Selain itu, Luo Han kali ini benar-benar marah.
Apa yang harus dia lakukan? Zhang Guocheng sangat panik seperti semut di atas panci.
Dia ingin menghentikan Luo Han namun dia tidak berani, menasehati Zhang Tian untuk meminta maaf juga dia tidak mendengarkan.
Dalam hati dia hanya bisa menghela nafas, dia sudah siap jika Zhang Tian jika harus dibunuh. Setidaknya dibandingkan seluruh keluarga Zhang, nyawa satu orang seperti Zhang Tian masih layak.
Disisi Zhang Tian, dia perlahan mengepalkan tangan dengan erat menahan tekanan milik Luo Han.
Dia bisa merasakan dengan jelas tekanan besar dari lawannya, itu bahkan hampir dua puluh kali jauh lebih kuat dibanding Zhang Lei yang berada di tingkat kedelapan alam penempaan tubuh.
Energi spiritual di tubuhnya mulai terasa berat karena kesulitan menahan tekanan.
Namun pada saat ini, roh Kaisar Naga petir di dalam tubuhnya mendengus, “Hahaha aura tingkat Pengumpulan Qi saja sudah membuatmu tegang seperti ini?”
Zhang Tian menggertakkan gigi lalu berkata dengan kesal, “Kalau kau hebat, kenapa tidak kau saja yang melawannya?”
“Hei nak, aku hanya roh. Kau harus bertarung mengandalkan dirimu sendiri.” suara roh
Kaisar Naga petir kembali terdengar di benak Zhang Tian.
Petir di tubuh Zhang Tian mulai bergerak tak terkendali dan semakin liar.
Meskipun tekanan yang diberikan Luo Han besar, dia justru merasakan semangat bertarung yang belum pernah ada sebelumnya.
Dia juga ingin menguji kekuatan seorang jenius dari sekte besar itu seperti apa.
Luo Han perlahan mengangkat tangan kanan.
Energi spiritual biru berkumpul di telapak tangannya lalu membentuk sebuah garis bayangan pedang.
“Teknik Pedang Langit…” Luo Han meraung.
Dia mengarahkan telapak tangannya ke arah Zhang Tian yang berdiri tak jauh di depannya.
Syushhh!
Energi seperti pedang di telapak tangannya langsung melesat maju secepat kilat.
Gelombang energi menghantam udara dan membelahnya menjadi dua.
“Sangat cepat dan kuat.”
Inilah yang terlintas di kepala murid keluarga Zhang saat melihat serangan itu.
Mata Zhang Tian justru menyipit tajam, dia merasa jika serangan ini mengenai titik vital di tubuhnya, dia pasti akan mati.
Petir ungu langsung berkumpul di lengannya membentuk cetakan tinju yang sangat besar.
“Tinju Petir.” Zhang Tian meraung dan menyambut gelombang pedang yang datang dengan tinju di tangannya.
Saat tinju dan pedang beradu…
Boomm…
Ledakan keras mengguncang arena membuat debu beterbangan ke segala arah.
Brakk!
Tubuh Zhang Tian terpental puluhan meter karena gelombang dari serangan mereka barusan. Kakinya menyeret tanah hingga membentuk jejak panjang sepanjang tiga meter.
Darah mengalir dari sudut bibirnya.
Sementara Luo Han, dia hanya mundur setengah langkah sebelum berhasil menstabilkan tubuhnya.
Kerumunan langsung gempar karena Zhang Tian tidak mati menghadapi Serangan kuat Luo Han.
Zhang Guocheng menghela nafas tak berdaya, “Perbedaannya terlalu jauh.”
Zhang Xue yang saat ini berdiri di sampingnya juga mengangguk setuju. “Memang tidak mungkin menang, sepertinya Luo Han juga belum menggunakan pedang!”
“Memang belum menggunakan pedang,” Zhang Guocheng mengangguk, “Jika Luo Han menggunakan pedang, Zhang Tian pasti akan mati dalam satu serangan.”
Zhang Tian menatap lengannya yang terasa mati rasa dengan ekspresi serius. Dia tidak menyangka kekuatan Luo Han tanpa menggunakan pedang saja sudah sekuat ini.
Sekte pedang langit semuanya menggunakan pedang, jadi jika mereka belum mengeluarkan pedang, berarti mereka belum serius bertarung. Inilah yang di pahami oleh
Zhang Tian. Bukan hanya Zhang Tian, bahkan seluruh orang di keluarga Zhang dan kota Qing juga mengetahui hal ini.
Matanya menatap serius ke arah Luo Han. Dan dia juga sadar sesuatu, meskipun Luo Han kuat, dia masih bisa menahan serangan darinya tanpa cedera parah. Artinya serangannya tidak begitu kuat.
“Apakah ini serangan terkuatmu? Jika hanya ini, maka aku benar-benar harus kecewa karena aku bahkan masih bisa berdiri.” Zhang Tian menggelengkan kepala.
Melihat Zhang Tian masih mampu berdiri, bahkan berbicara untuk memprovokasinya, Luo Han sedikit terkejut.
“Humm apa yang kau banggakan?” Luo Han mendengus, “Meskipun fisikmu lebih keras dibanding orang yang pernah aku temui sebelumnya, namun sayang sekali.” dia menggeleng pelan.
“Semut tetaplah semut.”
Setelah berkata, Tubuh Luo Han tiba-tiba menghilang di depan semua orang.
Namun tidak ada yang berfikir Luo Han melarikan diri dari Zhang Tian. Justru sebaliknya, mereka berfikir Luo Han sedang menyerang Zhang Tian dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat oleh sebagian orang.
Mata Zhang Tian langsung membesar.
“Sial, cepat sekali.” Zhang Tian bergumam dengan ekspresi terkejut. Bahkan dia tidak bisa melihat dengan jelas arah gerakan Luo Han. Dia hanya melihat bayangan karena luo Han terlalu cepat!
Sebelum Zhang Tian sempat bereaksi…
Bammm!
Sebuah tendangan menghantam perut Zhang Tian dengan keras membuat tubuhnya langsung terpental ke udara seperti burung yang kehilangan sayap.
“Uekk!” Zhang Tian kembali memuntahkan darah.
Belum sempat dia mendarat dia mendengar deru angin di atas kepalanya. Saat dia melirik ke atas, Luo Han sudah muncul lagi di atasnya dan melayangkan tinju ke arah wajahnya.
Zhang Tian reflek menghindari tinju yang akan menghantam wajahnya. Namun meskipun dia berhasil menghindari wajahnya, Tinju yang penuh energi spiritual itu tetap menghantam punggungnya dengan keras..
Booommm, krakk!
Suara menggema dan suara retak bersamaan terdengar di arena. Sementara Tubuh Zhang Tian kembali menghantam tanah dengan benturan yang lebih keras membuat debu langsung mengepul tinggi di atas arena keluarga Zhang.
Beberapa murid keluarga Zhang menelan ludah karena terkejut.
“Apakah Zhang Tian akan mati?” Seorang murid bertanya sambil mengedipkan mata ke arah tubuh Zhang tian.
Tidak ada yang menjawab atau memastikan, namun yang jelas serangan itu terlalu brutal.
Bahkan jika tidak mati, setidaknya Zhang Tian akan patah tulang.
Bahkan Zhang Lei yang tadi kalah dari Zhang Tian juga terlihat pucat.
Kalau tadi Zhang Tian melawannya serius seperti ini, dirinya mungkin sudah lumpuh atau mungkin mati.
Di tengah debu, Luo Han berdiri sambil mendengus dingin.
“Apa hanya segini kekuatanmu namun kau masih berani menentangku? Benar-benar katak di dasar sumur.”
Suasana sunyi keluarga Zhang menjadi sunyi, semua mata mereka tertuju pada sosok Zhang Tian yang terkapar tertutup debu di atas arena. Entah dia mati atau masih hidup.
“Sepertinya Zhang Tian sudah mati?” Zhang Yu yang sebelumnya memiliki konflik dengan Zhang Tian berkata dengan ekspresi terkejut.
Bukan hanya Zhang Yu, banyak orang lain mulai berpikir pertarungan sudah selesai karena Zhang Tian sudah mati.
“Sayang sekali.” Zhang Xue menggelengkan kepala. Nafasnya terasa berat mengingat Zhang Tian yang baru saja akan membangkitkan keluarga Zhang harus berakhir menyedihkan seperti ini.
Krakk.. krakk..
Suara petir kecil terdengar dari dalam debu membuat orang-orang kembali sadar lalu terkejut.
Di tengah kepulan debu, Siluet seseorang berdiri perlahan lalu petir ungu mulai menyebar seluruh tubuhnya.
“Hah, dia belum mati?” Luo Han menatap Zhang Tian dengan mata menyipit.
Dia melihat petir di tubuh Zhang Tian yang awalnya sedikit, semakin lama semakin banyak.
Adapun para tetua keluarga Zhang, mata mereka semua membelalak tak percaya. Tidak ada satupun di antara mereka yang percaya Zhang Tian masih bisa bertahan hidup saat ini.
Selain itu aura di tubuh Zhang Tian tidak melemah namun justru semakin kuat.
Boomm!
Debu langsung pecah seolah tertiup angin saat Zhang Tian berdiri. Nafasnya memburu sementara darah mengalir dari dahinya.
Di sekujur tubuhnya petir yang mengelilinginya kini jauh lebih liar dan agresif.
Matanya juga perlahan mulai memancarkan cahaya ungu samar, terutama pupil matanya yang sepenuhnya berwarna ungu.
Suara Roh Kaisar Naga Petir terdengar kembali di benak Zhang Tian, “Bagus. Saat ini tubuhmu mulai terbiasa dengan kekuatan petir. Jadi mengendalikan petir yang lebih kuat tidak akan langsung menghancurkan tubuhmu.”
Zhang Tian perlahan mengangkat tangannya dan merasakan kekuatan petir yang sangat besar mengalir kedalam tubuhnya. Saat ini dia merasa jika dia bertarung dengan Luo Han lagi, dia bisa imbang atau sedikit lebih unggul darinya.
Lalu tatapan matanya menatap ke arah Luo Han, “Apakah hanya segini kekuatanmu yang paling kuat? Jika hanya segini, maka selanjutnya aku yang akan menyerang balik.”
Mendengar kata-kata percaya diri dari Zhang Tian, suasana langsung membeku.
Luo Han perlahan menyeringai bengis, “Sampah kau benar-benar mencari mati.”
Wushhh!
Dia melesat maju lagi dengan kecepatan yang sama seperti sebelumnya, namun kali ini sebuah pedang biru muncul di tangannya.
Aura tajam langsung menyebar saat Luo Han mengeluarkan pedang di tangannya.
“Dia menggunakan Pedang Roh tingkat rendah!” Zhang Guocheng menarik nafas dingin.
Dia tahu kali ini Zhang Tian pasti akan mati.
Suasana orang di keluarga Zhang menjadi semakin tegang saat menyaksikan Luo Han menggunakan pedang.
Sementara Zhang Tian juga tak kalah serius. Dia tau Luo Han benar-benar serius kali ini.
Bahkan entah kenapa Naluri tubuhnya langsung memperingatkan bahaya.
Namun selain ada rasa waspada, juga ada rasa semangat yang menggebu-gebu dari dalam
dirinya karena dia bisa memaksa murid dari sekte besar untuk menggunakan kekuatan penuhnya.
Petir mulai berkumpul di bawah kaki Zhang Tian membuat tanah yang dia injak langsung retak membentuk jaring laba-laba.
Dalam sekejap Zhang Tian juga menghilang dari pandangan semua orang. Kemudian kedua sosok bertabrakan di tengah arena.
Klang! Klang! Klang!
Tinju petir dan pedang terus bertabrakan membawa gelombang energi menyapu arena dan memekakkan telinga.
Setiap mereka berbenturan, energi pedang dan Kilauan petir yang jauh lebih kuat juga terus menyambar dalam jarak ratusan meter. Oleh sebab itu saat ini murid-murid keluarga zhang semuanya menjaga jarak yang sangat jauh dari Arena pertandingan.
Melihat Zhang Tian benar-benar mampu melawan Luo Han tanpa ada yang kalah, kerumunan langsung tercengang.
“Bukankah Zhang Tian hanya berada di tingkat tujuh alam penempaan tubuh? Lalu bagaimana bisa dia imbang melawan Luo Han yang berada di tingkat tiga dan bahkan dia belum tumbang.” Zhang Guocheng bertanya dengan heran.
Meskipun dalam setiap benturan dia bisa melihat Zhang Tian sedikit di bawah angin, namun bisa melawan Luo Han beberapa gerakan itu sudah bisa dianggap tidak masuk akal. Karena perbedaan satu alam kecil saja perbedaannya sudah seperti jurang yang besar apalagi satu perbedaan alam besar.
Namun Zhang Tian bisa melawan Luo Han beberapa kali, perbedaan tingkat tetaplah perbedaan tingkat.
Setelah puluhan pertarungan….
Srasshh!
Pedang Luo Han berhasil melukai bahu Zhang Tian yang kehilangan konsentrasi. Darah segar menyembur keluar dari bahunya yang terluka.
Tubuh Zhang Tian mundur beberapa langkah sambil menstabilkan napas. Saat ini nafasnya mulai kacau karena energinya tetap kalah melawan orang yang berada di tingkatan pengumpulan Qi.
Sementara Luo Han tetap terlihat santai seolah-olah tenaganya tak terkuras sedikitpun.
“Sekarang mengerti, ini yang disebut perbedaan langit dan bumi.” Luo Han berkata datar, “Meskipun kamu bisa bertarung beberapa jurus, tetap saja kapasitas energi di tubuhmu terbatas.”
Yah, Zhang Tian harus mengakui apa yang dikatakan Luo Han itu benar. Rasa sakit dari lukanya itulah hasil perbedaan tingkatan mereka.
Pada saat Zhang Tian tidak tahu harus melakukan apa, Roh Kaisar Naga Petir tiba-tiba berbicara,
“Bocah, gunakan teknik pertama yang aku wariskan padamu.”
Jantung Zhang Tian sedikit bergetar. Dia ingat dalam warisannya memiliki teknik pertarungan yang belum sempat dia latih.
Mata Zhang Tian langsung menyipit lalu dia mengingat informasi besar yang saat itu dia dapatkan. Seketika tiba-tiba muncul sebuah informasi warisan bertarung di kepalanya.
Teknik ini adalah teknik bertarung yang yang memadatkan petir hingga titik ekstrem di telapak tangan. Ini versi yang jauh lebih kuat dari tinju Petir. Tinju Petir itu hanya mengalirkan petir melapisi tangan. Sementara Teknik ini memadatkan petir di seluruh tubuh hingga hanya terfokus pada tinju di telapak tangan.
Jika di amati dengan seksama mungkin terlihat mirip, namun dari segi kekuatan dan daya rusak, perbedaanya sangat jauh berbeda.
Zhang Tian perlahan menarik napas, setelah mengingat semua informasi tentang teknik tinju ini, dia mengerahkan petir di sekitar tubuhnya mulai berkumpul di telapak tangannya lalu di kompresi semakin padat.
Saat Zhang Tian sedang memusatkan petir di telapak tangannya, Luo Han sedikit mengernyit karena dia merasakan bahaya.
Tak berani lalai, dia kembali mengangkat pedang di tangannya lalu berkata, “Aku tidak percaya sampah sepertimu bahkan masih memiliki kartu as di tangan.”
Aura pedangnya langsung meningkat lalu Luo Han berteriak, “Teknik Pedang Langit
Tebasan Pemutus Gunung!”
Wushhh…
Pedang biru raksasa langsung terbentuk di udara membawa tekanan mengerikan menyelimuti seluruh arena.
Kali ini banyak murid langsung pucat ketakutan, bahkan yang paling lemah langsung mengeluarkan darah dari tujuh lubang di tubuh mereka.
Melihat hal ini, Zhang Guocheng dan tetua lain dari keluarga Zhang langsung membawa murid keluarga Zhang menjauh dari arena. Jika mereka terus berada disini, mereka akan mati lebih dulu.
Di tengah arena yang sudah hancur porak-poranda, Zhang Tian tetap berdiri kokoh seperti gunung Thai.
Petir di tinjunya kini berubah menjadi bola cahaya ungu kecil, dan jika seseorang memperhatikan, di dalamnya ada bayangan seekor naga yang bergerak-gerak.
Tepat pada saat itu juga, pedang Luo Han turun menghantam ke arah Zhang Tian.
“Mari kita lihat siapa yang paling kuat di antara kita.” Mata Zhang Tian bersinar ungu, lalu suaranya menggema, “Tinju Kaisar Petir..”
Duar….
Suara ledakan memekakkan telinga menggema saat pedang dan tinju Zhang Tian beradu di udara.
Kilat menyambar dimana-mana menyebabkan ledakan besar mengguncang seluruh keluarga Zhang, sementara bayangan pedang menyebar ke segala arah dan memotong apapun yang menghalangi jalannya.
...----------------...
Dan plot twistnya:
Game Changer: Zhang Tian dihadapi suara kuno yang menyambarnya dengan petir (Di sini kondisi Zhang Tian gaakan sama lagi, set-up yang harus dibayar di konflik ke depannya).
Rating 8/10 dari segi aspek storytelling.
Rating 7/10 dari segi narasi.
Rating 9 dari segi tone.
Rating 8, pacing aman walau agak terasa cepat, dan bagus karena ini bisa dibilang chapter prolog (pembukaan), dan langsung menanamkan benih konflik.
saranku, bisa dipadatkan jadi lebih simple langsung dekat kepala tokoh utama, agar lebih hidup tokohnya.
Zhang Tian meremas tangannya hingga jari-jari tangan memutih, ia bisa menerima segala hinaan yang tertuju padanya, tapi tidak demikian jika ayahnya diperlakukan sama seperti dirinya.
Mendengar ayahnya direndahkan, mata Zhang Tian menatap dingin.
Itu apa naga petir ungu masuk ke raganya Zhang ?