NovelToon NovelToon
KETIKA PENGUASA SURGAWI MENJADI HUNTER RANK E

KETIKA PENGUASA SURGAWI MENJADI HUNTER RANK E

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Kultivasi Modern
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: EGGY ARIYA WINANDA

Wu Xuan telah mencapai puncak alam surgawi dan hanya selangkah lagi naik ke alam dewa. Namun saat ia mencoba kembali ke Bumi demi menebus hutang karma kepada kedua orang tuanya, tubuh fananya justru terhempas ke tengah badai kehampaan dimensi.

Dan ketika ia membuka matanya kembali…

Bumi yang ia kenal telah berubah menjadi dunia dungeon dan para hunter.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EGGY ARIYA WINANDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sistem vs Sistem

Wu Xuan menyeringai tipis, melangkah menembus batas dimensi, membiarkan tubuhnya ditelan oleh pusaran biru pekat tersebut, diikuti oleh Yang Chen dan Xu Xin di belakangnya.

Sensasi melewati portal Rank D terasa seperti dipaksa berjalan menembus dinding air es.

Namun, begitu sepatu kulit Wu Xuan menyentuh tanah di dimensi seberang, sebuah penolakan kosmik yang luar biasa brutal langsung menghantam tubuhnya. Di dalam kesadarannya, Sistem Emas miliknya berbenturan keras dengan kehendak Tower Semesta.

Menara raksasa itu menyadari ada sebuah "virus" yang mencoba meretas otoritasnya. Dan hukuman dari Menara Semesta turun secara instan untuk menghancurkan penyusup tersebut.

Di luar Gate, lantai di sekitarnya mulai retak. Puluhan staf Wu Imperial Guild yang berada di lokasi langsung terkejut melihat pemandangan itu.

Pusaran energi yang tadinya berwarna biru gelap, tiba-tiba mendidih. Warnanya membusuk dengan cepat, berubah menjadi hijau yang menyala-nyala. Petir-petir hitam menyambar liar dari bibir portal, menghancurkan barikade besi di sekitarnya hingga meledak.

"G-Gate-nya bermutasi!" teriak kepala peneliti, wajahnya seputih kertas. "Warnanya hijau! Ini bukan Rank D lagi! Ini naik menjadi tingkat C... Tipe Invasi!"

Kepanikan meledak. Tipe Invasi adalah vonis mati. Monster di dalam sana tidak akan diam menunggu diburu. Begitu bos di dalam menyadari ada penyusup, mereka akan mengerahkan seluruh pasukan untuk keluar dari portal dan menghancurkan kota! Dan di dalam gate itu, sang pangeran mahkota terjebak hanya dengan pengawalan dua orang.

Di dalam Gate, langit yang seharusnya meniru warna senja, mendadak runtuh menjadi kegelapan yang pekat. Awan merah darah bergulung-gulung rendah. Udara berubah menjadi racun, memancarkan hawa pembantaian yang sangat kental.

Yang Chen, yang telah melewati ratusan pertempuran hidup dan mati, langsung mencium aroma kematian. Insting tempurnya meledak.

"Formasi pelindung!" raung Yang Chen.

Pria tegap itu melangkah maju menutupi Wu Xuan. Tangan kanannya merobek udara, membuka Inventory, dan menarik keluar sebuah pedang besar (Greatsword) berwarna perak yang memancarkan aura suci keemasan.

"Ada yang tidak beres. Dungeon ini seperti sedang marah. Tuan Muda, jangan berjarak lebih dari tiga meter dari punggungku!" perintah Yang Chen tegas, matanya menyapu tanah tandus di depan mereka.

Bumi di bawah kaki mereka bergetar. Dari balik kabut darah, terdengar suara langkah kaki yang berat dan sangat disiplin. Ini bukan gerombolan monster liar. Ini adalah barisan militer.

Muncul dari kegelapan, sepasukan monster berkulit hijau tua kemerahan, setinggi dua setengah meter, melangkah maju. Mereka mengenakan zirah pelat baja, membawa kapak tempur, dan barisan mereka sangat rapi.

Itu adalah Orc Warrior.

"Bersiaplah, Tuan Muda. Mereka bukan monster bodoh seperti Goblin." bisik Xu Xin, menarik sepasang pedang pendek berwarna zamrud dari pinggangnya. Angin puyuh kecil mulai terbentuk di sekeliling tubuhnya. "Orc Warrior bisa menggunakan seni bela diri dan mengendalikan mana."

Wu Xuan menatap barisan Orc itu dari balik punggung lebar Yang Chen. Alih-alih takut, senyumnya justru melebar. Menara ini rupanya mengirimkan pasukan khusus untuk menghukumnya.

"Paman, Xu Xin. Mundur sedikit," ucap Wu Xuan santai.

Ia berjalan melewati Yang Chen, menarik pedang hitamnya. Melalui sub-bakat Pengendali Jiwa, Wu Xuan memfokuskan energi di dalam dirinya. "Keluarlah."

WUSSS!

Udara di depan Wu Xuan retak. Dua puluh bayangan hitam legam berbentuk goblin, dengan mata biru yang menyala-nyala, melompat keluar dari bilah pedangnya dan mendarat di tanah. Mereka mengeluarkan pekikan melengking, siap mencabik musuh tuannya.

Di belakangnya, mata Yang Chen dan Xu Xin membelalak sempurna.

"S-Sihir pemanggil jiwa?! Ini seperti Necromancy!" gumam Yang Chen, pedang besarnya nyaris tergelincir dari genggamannya. "Bagaimana mungkin... bukankah Asosiasi menilai Tuan Muda sebagai bakat Kelas E Perpustakaan?!"

"Bantai mereka," perintah Wu Xuan pada bayangannya.

Dua puluh bayangan goblin itu melesat maju seperti peluru hitam. Namun, tontonan yang Wu Xuan harapkan tidak terjadi.

Saat bayangan goblin pertama melompat untuk merobek leher seorang Orc Warrior, Orc itu sama sekali tidak panik. Orc itu merendahkan kuda-kudanya, mengalirkan mana merah ke kapaknya, dan melakukan tebasan ke atas dengan teknik bela diri yang sangat berpengalaman.

BAM!

Kapak itu menghancurkan bayangan goblin Wu Xuan hingga kembali menjadi debu!

Dalam hitungan detik, barisan Orc itu membentuk formasi pertahanan berputar. Kapak-kapak mereka menari dengan brutal, menghancurkan seluruh legiun goblin bayangan milik Wu Xuan tanpa ada satu pun Orc yang tumbang. Perbedaan kasta antara jiwa goblin rendahan dan fisik Orc petarung terlalu jauh.

"Tuan Muda, mundur!" teriak Yang Chen.

Sebagai Holy Knight Class A, Yang Chen mengambil alih. Pria paruh baya itu melesat ke depan. Kecepatannya membelah udara hingga menciptakan suara ledakan. Pedang besarnya menyala menyilaukan.

"Matilah untuk kejayaan Wu Imperial!" raung Yang Chen.

Satu ayunan pedang raksasa itu melepaskan gelombang energi suci berbentuk bulan sabit. Gelombang itu menghantam barisan depan Orc, memotong lima monster berbaju baja itu menjadi dua bagian seolah mereka terbuat dari mentega.

Di sisi lain, tubuh Xu Xin menghilang. Sebagai pemegang bakat Elemen Angin Tipe Assasin Class A, asisten cantik itu bergerak layaknya badai tak kasat mata.

Trang! Sring!

Kepala-kepala Orc berjatuhan ke tanah sebelum mereka bahkan bisa mengangkat kapak mereka untuk menangkis pedang pendek milik Xu Xin.

Inilah kekuatan sesungguhnya dari barisan depan umat manusia. Hunter City Tier. Mereka adalah bencana alam berjalan.

Namun, Wu Xuan tidak ingin menjadi penonton.

Ia melesat maju, membidik seorang Orc yang terpisah dari formasi. Dengan kecepatan penuh, Wu Xuan memposisikan dirinya di titik buta sang Orc dan mengayunkan pedangnya ke arah leher monster itu. Ini adalah teknik pembunuhan sempurna.

Namun, saat pedangnya melesat di udara...

[Peringatan Tower: Menekan Fisik Anomali ke Batas Level 9.]

Tubuh Wu Xuan mendadak terasa dirantai oleh balok besi tak kasat mata. Udara di sekitarnya terasa seperti lumpur tebal. Sistem Tower dengan paksa menekan kecepatan dan kekuatannya agar sesuai dengan fisik manusia Level 9 yang lemah! Ayunan pedangnya melambat drastis.

Seketika, Orc itu menyadari keberadaannya. Monster itu memutar tubuhnya dan mengangkat kapaknya untuk menangkis.

TRANG!

Bunga api memercik. Pedang hitam Wu Xuan bertabrakan dengan kapak Orc.

Alih-alih membelah kapak itu, Wu Xuan merasakan getaran keras yang membuat telapak tangannya mati rasa. Tubuhnya yang dibatasi hukum level 9 kalah tenaga dari Orc level 25.

Namun, otak jeniusnya tidak pernah panik.

Wu Xuan dengan cepat melepaskan tekanan pada pedangnya, membiarkan tenaga tolakan dari kapak Orc itu memutar tubuhnya. Memanfaatkan gaya putar itu, Wu Xuan menendang lutut sang Orc dari samping, merusak keseimbangannya. Saat Orc itu goyah, pedang hitam Wu Xuan meluncur dari bawah dalam sudut yang sangat licik, menebas tenggorokan Orc itu hingga putus.

Darah menyembur. Orc itu tumbang.

Wu Xuan menarik napas panjang. Ia tersenyum dingin. Pertarungan ini jauh lebih sulit dari sebelumnya, karena batasan sistem tower. Ia tidak hanya melawan monster, ia sedang melawan gravitasi dan tekanan sistem Tower yang mencoba melumpuhkannya.

Dari kejauhan, Yang Chen yang baru saja menebas tiga Orc sekaligus, matanya membelalak melihat pergerakan Wu Xuan. Insting veterannya dibuat kebingungan luar biasa.

"Kekuatan Tuan Muda sangat aneh," batin Yang Chen, menahan napas. "Terkadang, langkah kakinya dan presisi tebasannya setara dengan ahli Level 20. Tapi terkadang, kecepatannya merosot tajam seolah tubuhnya ditarik oleh beban tak kasat mata! Apa yang sebenarnya terjadi padanya?!"

Setiap kali Sistem Emas milik Wu Xuan berhasil menembus pertahanan Menara selama beberapa detik, kecepatan dan kekuatannya kembali meledak. Namun saat Menara kembali merantainya, ia dipaksa menggunakan kelicikan bela diri murni untuk menutupi kelemahan tenaganya.

Tariannya di medan perang terlihat patah-patah, aneh, namun tetap mematikan.

Pertempuran terus berlanjut di bawah awan merah. Hujan darah membasahi tanah tandus itu.

Pedang jiwa Wu Xuan terus menghisap energi dari tiga puluh Orc yang ia bunuh. Ia seharusnya sudah naik level berkali-kali. Namun, Sistem Tower terus mengejeknya:

[Level Terkunci pada Level 9. Akses Peningkatan Ditolak.]

'Sistem Tower bajingan!! Beraninya kau menahan levelku?' batin Wu Xuan dalam keheningan otaknya, senyumnya semakin tajam. 'Kau memaksaku bertarung di bawah rantaimu. Sayang sekali, rantai ini hanya akan membuat ototku semakin terbiasa dengan tekanan.'

Setelah menghabisi gelombang pertama, mereka berjalan melewati tumpukan mayat menuju pusat dungeon. Di depan mereka, menjulang sebuah benteng batu raksasa yang dijaga oleh pilar-pilar api hijau.

Markas Bos Dungeon.

"Tuan Muda," ucap Yang Chen, napasnya sedikit berat setelah membantai ratusan orc. Pria itu berdiri menghalangi pintu benteng. "Di dalam sana, rajanya menunggu. Kekuatan Anda memang kuat namun tidak stabil saat ini. Kumohon... biarkan aku dan Xu Xin yang memenggal kepalanya. Kami harus memastikan Anda pulang dengan selamat."

Sementara itu, di luar portal di daratan Shanghai, keputusasaan telah menelan semua orang. Berita bahwa pewaris tunggal terjebak di dalam Gate C tipe Invasi. Wu Jiang Sang Guild Master langsung melesat dengan kecepatan supersonik menuju portal tersebut.

Di mata dunia luar, mustahil pangeran cacat itu bisa bertahan hidup di dalam sana.

Di ambang pintu bos dungeon, Wu Xuan hanya merapikan bajunya yang sedikit terkena debu. Ia menatap Yang Chen dengan senyum tenang yang tidak pernah pudar.

"Paman," ucap Wu Xuan santai, matanya memancarkan kepercayaan diri yang tinggi. "Jangan meremehkanku... Aku bahkan bisa membunuh bos dungeon itu sendirian."

Bersambung...

1
Novi Prihartono
lanjuuuuuuuuut
EGGY ARIYA WINANDA: 🫡🫡🫡🫡🫡
total 1 replies
Novi Prihartono
up lagiiiiiiiiiiiiiii
EGGY ARIYA WINANDA: 🫡👍👍👍👍
total 1 replies
EGGY ARIYA WINANDA
Bantu like dan komentar untuk mendukung cerita ini agar terus berlanjut 🫡🫡
Fajar Fathur rizky
thor ini wuxuan jika nunjukin ranah kultivasi apakah dunia bakal hancur thor
Fajar Fathur rizky
di tunggu updatenya thor novel satunya bab 393 dan bab 394 thor
Zzzz
jejak dulu 👣👣
Zzzz
semoga dapat retensi ya/Determined//Determined/semangattt 🔥🔥🔥
Zzzz
/Slight/
Zzzz
/Hunger/
Zzzz
/Proud/
Zzzz
semangat 🔛🔥
Zzzz
/CoolGuy/
Zzzz
🤧bisa dong
Fajar Fathur rizky
cepat naikin level wuxuan
ABSOLUTE [2]
aaaaaaaaahhhhhhhh, lagi seru-seru nya baca malah abis
EGGY ARIYA WINANDA: Teknik marketing 🤭🤭
total 1 replies
Zzzz
👣
Zzzz
/Grimace/
Zzzz
/Slight//Proud/
Zzzz
/Frown/
Zzzz
/Determined/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!