NovelToon NovelToon
Legenda Kebangkitan Wang Fei

Legenda Kebangkitan Wang Fei

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Jin kazama

Seorang pemuda bernama Wang Fei yang dianggap lemah dan tertindas berusaha mendobrak batasan dan ingin menentukan nasibnya sendiri dengan menjadi lebih kuat.



"Jika langit tidak adil dan ingin membatasi takdirku, maka aku bersumpah akan meruntuhkan langit itu.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jin kazama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12. Terobosan Peningkatan Kekuatan

Bab 12. Terobosan Peningkatan Kekuatan

Mengangguk dengan penuh semangat, Wang Fei berkata dengan percaya diri. Matanya menyala dengan semangat yang berapi-api.

"Tentu saja. Satu bulan lagi, pada saat pertarungan nanti, aku pasti akan lulus seleksi sehingga secara resmi bisa masuk menjadi murid luar."

Menyaksikan ekspresi Wang Fei yang sangat cepat berubah dari sedih kemudian menjadi bahagia dan penuh semangat, ketiganya kembali saling berpandangan. Namun kali ini ada senyum yang terukir di bibir mereka.

Singkat cerita, ketiganya pun keluar, menyisakan Wang Fei yang saat ini berada sendirian.

Setelah ketiganya pergi, Wang Fei tidak lagi tidur, melainkan segera duduk bersila. Hal pertama yang dia lakukan adalah bertanya kepada Xue Jian tentang apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.

Melalui ikatan jiwa serta kilas balik ingatan yang dikirimkan langsung ke dalam pikirannya, Wang Fei pun akhirnya mengerti secara keseluruhan.

Singkatnya, karena beban energi kegelapan dari ribuan jiwa pendendam yang terlalu besar, jiwanya sendiri tidak sanggup mengimbangi sehingga jatuh dalam kelelahan ekstrem. Pada saat itu, jiwa Xue Jian bertindak cepat dan segera mengambil alih tubuhnya. Berkat itu pula, dia berhasil membunuh Harimau Tanduk Petir dengan memaksimalkan potensi dalam tubuh serta niat membunuh yang selama ini dipendam oleh Xue Jian sendiri.

Saat ini, Xue Jian masih tidak bisa berkomunikasi atau bicara secara lisan dengan Wang Fei secara normal. Dia hanya bisa menyampaikan maksud melalui pikiran dan melalui interaksi yang terhubung dengan koneksi jiwa. Dirinya baru bisa berkomunikasi secara normal apabila Wang Fei mampu menemukan beberapa bahan langka agar dirinya kembali utuh dan tidak lagi menjadi pedang patah.

"Jadi begitukah? Kalau begitu... yah, pada akhirnya aku memang masih terlalu lemah. Meskipun kekuatan jiwaku menjadi lebih kuat karena memiliki ribuan jiwa pendendam, tapi aku tidak bisa memaksimalkan potensi mereka. Xue Jian, kali ini aku harus berterima kasih padamu karena berhasil mengambil alih tubuhku tepat waktu. Jika tidak, bisa dibayangkan seperti apa jadinya. Mungkin saja tubuhku akan runtuh dan jika itu benar-benar terjadi, aku pasti akan mati mengenaskan di mulut Harimau Tanduk Petir."

Mendengar itu, Xue Jian bergetar. Melalui pikiran, Wang Fei tahu jika Xue Jian tidak menyukai apa yang dia katakan.

"Hehehe... baiklah, baiklah. Aku tidak akan mengulanginya lagi," kekehnya pelan.

Setelah memutus koneksinya dengan pedang patah, akhirnya Wang Fei mulai serius mengamati seluruh tubuhnya. Detik berikutnya, kesadarannya mulai masuk dan memeriksa Dantian Batu miliknya.

Salah mengerti apa yang dipikirkan oleh sang pemilik, dantian itu mulai bergetar dan tidak lama kemudian segumpal esensi darah, vitalitas, serta jiwa dari Harimau Tanduk Petir pun dikeluarkan. Setelah diolah oleh kekuatan penelan, bentuknya menjadi berubah. Itu seperti cairan yang membiaskan tiga warna, yaitu merah, ungu, dan putih. Warna ungu itu sendiri adalah vitalitas kehidupan berupa percikan-percikan petir halus yang memenuhi seluruh cairan tersebut.

Sementara untuk warna putih, itu adalah bentuk dari jiwanya yang telah dimurnikan.

"Jadi seperti inikah bentuk esensi tersebut setelah dimurnikan oleh kekuatan penelan? Baiklah, kalau begitu mari kita lihat seperti apa efeknya."

Setelah itu, dengan satu pikiran, cairan itu mulai diuraikan oleh kekuatan penelan, dipecah menjadi butiran-butiran cahaya yang langsung disebarkan ke seluruh tubuh Wang Fei.

Di saat yang sama, dia langsung mengedarkan Teknik Tubuh Iblis Hegemon Penelan Langit yang dia pahami. Pada saat itu, energi gelap langsung menyebar ke seluruh tubuh.

Yang tidak Wang Fei pahami adalah ketika dia memulai proses ini, artinya dia memurnikan dan menyerap sepenuhnya jiwa-jiwa dari ribuan jiwa pendendam tersebut. Karena pada dasarnya, Teknik Tubuh Iblis Hegemon adalah menempa tubuh dengan energi gelap sebagai landasan utama, sedangkan ribuan jiwa pendendam yang terkandung di dalamnya itu seperti bahan bakar atau tungku peleburan yang bisa mengokohkan pondasinya.

Jika Wang Fei mengetahuinya, entah seperti apa ekspresi yang akan ditunjukkan oleh wajahnya.

Namun alih-alih menunjukkan penyesalan atau keengganan, sebagian besar dari ribuan jiwa pendendam yang mulai terbakar dan termurnikan itu menunjukkan ekspresi kelegaan yang luar biasa. Mereka secara sukarela mengorbankan diri jika itu memang bisa membuat Wang Fei menjadi lebih kuat. Selain untuk berterima kasih padanya, bagi mereka itu adalah pembebasan terakhir.

Tiba-tiba...

"WUSH! BOOM!"

Ledakan energi terpendam langsung membuat tubuhnya bergetar hebat. Bagaikan ombak raksasa yang menerjang karang, energi yang luar biasa dahsyat langsung menyusup ke dalam tulang, daging, otot, dan darahnya. Itu juga menyebar ke seluruh organ dalam sehingga saat ini tubuhnya mendidih oleh hawa panas yang luar biasa.

Panas itu terus bergolak seolah tubuhnya sendiri sedang dipanggang di atas bara api. Hal itu membuatnya, yang selama ini tidak pernah mengerang bahkan ketika dipukuli hingga babak belur, untuk pertama kalinya merintih kesakitan. Namun karena tidak ingin membuat keributan, dia menggigit bibirnya hingga berdarah lalu segera menggertakkan gigi untuk bertahan.

Tetapi alih-alih mereda, rasa panas itu menjadi semakin liar. Bahkan saat ini seluruh tulangnya terasa berderak dengan hebat. Rasa nyeri yang luar biasa melanda ketika tulang-tulang itu seperti diremas, dipatahkan, lalu dihancurkan menjadi bubuk hanya untuk kemudian dibangun ulang kembali secara perlahan.

Itu adalah rekonstruksi tubuh. Energi gelap yang begitu murni langsung menyebar ke seluruh tubuh sehingga saat ini tubuhnya diselimuti oleh niat membunuh dan aura kematian yang sangat pekat.

Jika ada orang yang melihatnya, tentu saja mereka pasti akan langsung merinding dan menggigil ketakutan oleh aura tersebut.

Seperti disambar ribuan Guntur Ilahi, proses peleburan itu ternyata begitu menyakitkan hingga jiwa Wang Fei terasa melayang. Bahkan saking sakitnya, kesadarannya hampir saja putus.

Dia sendiri juga tidak menyadari bahwa saat ini ribuan jiwa pendendam yang terkandung dalam energi gelap tergerus dengan kecepatan luar biasa dan hampir berkurang setengahnya karena semuanya telah berhasil dia sempurnakan.

Namun dia tidak banyak berpikir, atau lebih tepatnya dia berusaha mati-matian untuk menjaga kesadarannya agar tetap utuh. Untung saja di detik-detik terakhir dia menggigit lidahnya sendiri. Darah merah pun muncrat dari mulutnya. Seketika, rasa ngilu yang tajam langsung menyebar di seluruh indranya, tetapi berkat itu pula rasa sakit tersebut membuat kesadarannya yang nyaris hilang kembali pulih.

Teknik Tubuh Iblis Hegemon Penelan Langit terus berputar dan selama proses itu panas membara yang membakar tubuhnya secara perlahan mulai mereda. Saat yang sama, sisa setengah dari ribuan jiwa pendendam yang ada dalam energi gelap sepenuhnya telah habis tak tersisa. Itu menyatu dengan energi kegelapan yang saat ini telah menyatu sempurna dengan tubuhnya.

Dan pada saat itu, tahap awal dari Teknik Tubuh Iblis Hegemon Penelan Langit berhasil ditembus. Di saat yang sama, kultivasinya juga melonjak dengan dahsyat dan langsung memasuki ranah Pengumpulan Qi level 2 tahap awal.

Dan sesuai dengan deskripsi yang telah dia pahami sebelumnya, setelah menembus tahap awal, kekuatan fisiknya meningkat menjadi tiga kali lipat lintas level. Artinya, meskipun dia berada di ranah Pengumpulan Qi level 2 tahap awal, tetapi dia bisa bertarung imbang dengan kultivator ranah Pengumpulan Qi level 5 tahap awal.

Setelah terengah-engah dan menyadari kekuatan besar yang mengalir di sekujur tubuhnya, seulas senyum puas pun terukir di bibirnya. Namun ketika dia mulai merasakan kekuatan jiwanya yang menjadi semakin kuat dan kokoh, dia tertegun. Sekarang kekuatan jiwanya bukan lagi setara dengan ranah Pembentukan Inti, tapi kini telah berubah menjadi jauh lebih tinggi lagi, dan itu setara dengan kultivator di ranah Gerbang Bumi.

Saat ini kekuatan jiwanya tidak lagi setara ranah Raja, karena, itu smeua energi gelap yang mengandung ribuan kekuatan jiwa pendendam telah melebur saat proses penempaan tubuh sebelumnya.

Tetapi untuk sesaat tidak ada kebahagiaan berlebih di wajahnya. Ada kekosongan besar yang melanda hatinya.

Mengapa demikian? Karena meskipun dia menyadari betapa kuatnya itu, tetapi dia tidak bisa merasakan lagi keberadaan dari sembilan ratus lima puluh ribu jiwa pendendam yang ada di dalam energi gelapnya.

"Hah... apa yang terjadi?" ucapnya sedikit panik.

Di saat yang sama, firasat buruk mulai menyergap hatinya.

Dan benar saja, Xue Jian yang melihat prosesnya dari awal hingga akhir menceritakan semua itu melalui koneksi pikiran.

Bagaikan disambar petir dari sembilan surga, keterkejutan yang luar biasa langsung menerjang Wang Fei seperti badai.

"Apa? Dimurnikan dan dilebur? Apakah aku benar-benar melakukannya?" serunya tak percaya.

Kemudian Xue Jian kembali menjelaskan prosesnya dengan lebih mendetail kepada Wang Fei. Dan barulah saat itu Wang Fei menyadari bahwa ternyata untuk mengkultivasikan Teknik Tubuh Iblis Hegemon Penelan Langit dibutuhkan energi gelap dan juga jiwa yang dipenuhi oleh aura kematian dalam jumlah tak terhitung untuk mengokohkan kekuatan fisiknya.

Kebetulan saja energi gelap yang mengandung ribuan jiwa pendendam tersebut memiliki aura kematian yang sangat kuat sehingga sangat cocok untuk dijadikan sebagai kuali sekaligus bahan bakar, sedangkan vitalitas kehidupan, esensi darah, dan juga jiwa dari binatang buas itu dijadikan sebagai bahan baku untuk memasak.

Awalnya semua ini telah dikumpulkan dengan sangat hati-hati oleh Jie Fang untuk menembus batas dan mempertahankan jiwanya. Sayangnya, dia telah mati di bawah kekuatan Dantian Batu Pelahap milik Wang Fei.

Kembali ke Wang Fei.

"Sialan! Aku tidak tahu jika semua itu akan terjadi. Tahu begini, aku tidak akan pernah mengkultivasikan Tubuh Iblis Hegemon Penelan Langit ini," ucapnya dengan frustrasi.

Di saat yang sama, ada penyesalan yang begitu mendalam di dalam hatinya. Secara tidak langsung, dia telah membunuh ribuan jiwa yang mempercayainya dan menganggapnya sebagai rumah.

Rasa sedih yang begitu dalam pun langsung menyeruak di dalam hatinya.

"Maaf... aku tidak tahu jika akhirnya akan seperti ini," gumamnya perlahan dengan air mata yang mulai menetes.

Seolah merasakan kesedihan Wang Fei, Xue Jian segera mengatakan sesuatu yang cukup menghibur dan membuat kesedihannya banyak berkurang.

"Apakah itu yang mereka harapkan? Apakah mereka dengan sukarela ingin menyatu ke dalam untaian energi gelap sehingga aku menjadi lebih kuat lagi ke depannya?"

"Apakah mereka menganggap pengorbanan itu sebagai penebusan dan kebebasan, dan berharap agar aku terus menjalani hidup dengan baik tanpa penyesalan? Dan berharap aku tidak menjadi seperti Jie Fang yang haus darah dan membantai orang tanpa pandang bulu?"

Seketika perasaan haru yang luar biasa dahsyat menyelimuti seluruh hatinya. Dirinya memang tidak akrab dengan ribuan jiwa pendendam itu. Namun perasaan hangat yang ditunjukkan oleh mereka saat menyatu dengan dantiannya belum lama ini benar-benar mengisi kekosongan di dalam hatinya yang telah lama membeku dalam kesendirian.

"Huft...!"

Setelah menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan, dia pun mengepalkan tangan dan menguatkan tekadnya. Setelah mengusap air matanya dengan kasar, dia berseru,

"Baik. Aku berjanji akan hidup dengan baik. Aku berjanji akan melanjutkan hidupku dan terus menjadi lebih kuat serta hidup bahagia seperti yang kalian inginkan. Dan juga... tenang saja, aku tidak akan menjadi Jie Fang yang haus darah dan membantai orang tanpa pandang bulu. Aku hanya akan membunuh mereka yang layak untuk dibunuh. Aku akan menegakkan keadilan bagi mereka yang tertindas. Melawan siapa pun yang berani menghalangi jalanku untuk menjadi kuat."

Setelah mengatakan itu, entah kenapa dadanya menjadi lebih ringan. Beban yang menghimpitnya seolah langsung sirna begitu saja.

Dan selamanya dirinya tidak akan pernah melupakan pengorbanan dari ribuan jiwa pendendam yang saat ini menyatu dengan dirinya. Dia akan terus ingat bahwa dalam setiap peningkatan kekuatannya, jiwa-jiwa itu akan terus ada dan hidup di dalam ingatannya. Bukan hanya hidup sementara, tetapi akan hidup selama-lamanya.

1
Fiano Yan
Mantap
izin iklan ya guys aku baru up butuh bantuan teman2 buat baca novel ku
Dewa Malaikat
Lanjuut ya thor
Ilham Akbar
Bahasanya mudah dimengerti & semoga ceritanya bagus
utk itu saya uplaus satu vote
Dewa Malaikat
lanjut ya thor. jangan mandek tengah jalan
Dewa Malaikat
mantul thor ceritanya.
Jojo Shua
😍🔥
Jojo Shua
😍
Aman Wijaya
gaaas njeduk Thor lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz pooolll lanjut terus Thor
Aman Wijaya
semangat semangat semangat Thor lanjut
Aman Wijaya
lanjut
Aman Wijaya
gaaas pooolll terus
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Jerry K-el
nunggu banyak dulu, minimal 100 bab br sy coba baca💪💪💪💪thorrrr
Night Guard
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!