NovelToon NovelToon
Bukan Yang Pertama

Bukan Yang Pertama

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Balas Dendam / Wanita Karir
Popularitas:40.4k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Bagi Alma, Nova adalah segalanya. Pria romantis yang menjadi pusat dunianya, sehingga dirinya mencintai pria itu dengan ugal-ugalan.

Namun, semuanya tak lagi sama, ketika tak sengaja ia mendengar dan melihat sendiri sang suami menyebut istri pada wanita lain. Dan lebih mirisnya lagi dirinya bukan yang pertama.

Danish, sosok pemuda yang hangat pada keluarga, tetapi sangat dingin dan cuek pada wanita setelah cintanya kandas. Akan tetapi, sejak pertemuannya kembali dengan Alma, perlahan sikapnya mulai berubah.

Bagaimana kisah selanjutnya? Mengalami pengalaman pahit yang hampir sama, akankah mereka bersatu?

Yuk, ikuti perjalanan mereka, hanya di sini; "Bukan Yang Pertama" karya Moms TZ. Bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hukuman

Suara benturan map dengan meja membuat Nova tersentak kaget. Pria itu menatap Alma dengan pandangan yang sulit diartikan, antara marah juga tak berdaya.

"Apa maksud ucapanmu? Aku sudah bekerja dengan baik selama bertahun-tahun di perusahaan ini!" balas Nova dengan suara yang sama kerasnya.

Alma berdiri dengan tegap, wajahnya tetap dingin lalu melipat kedua tanganya di depan dada. "Bekerja dengan baik atau hanya bermain-main dan mengandalkan seseorang untuk mengerjakan semuanya?" sindirnya tepat sasaran, membuat Nova bungkam tak berkutik.

Ia lantas mengambil salah satu lembar kertas dan mengibaskannya di depan wajah Nova. "Ini bukan kualitas kerja yang diharapkan dari seorang kepala bagian yang selama ini dianggap kompeten!"

Nova ingin membantah, tetapi kata-katanya terjepit di tenggorokannya saat melihat ekspresi wajah Alma yang sangat serius. Dirinya sadar sepenuhnya bahwa apa yang dikatakan wanita itu benar – laporan yang dibuatnya memang tidak sempurna. Dia mengerjakannya dengan asal-asalan karena selama ini Alma lah yang selalu membantunya menyelesaikan pekerjaannya.

"Anda tidak bisa membantahnya, kan?" tukas Alma penuh tekanan. "Karena selama ini saya yang mengerjakan semuanya. Hal itu lah yang membuat Anda begitu sombong dan terlena."

"Jadi sekarang, kerjakan ulang seluruh laporan ini dari awal. Dan jangan pulang sebelum pekerjaan Anda benar-benar selesai! Tidak ada kompromi!" titah Alma dengan tegas tak ingin dibantah.

"Aku tidak bisa! Ini sudah sore dan aku punya urusan penting di rumah!" gerutu Nova dengan tidak puas.

"Urusan penting? Atau hanya alasan untuk menghindari tanggung jawab?" balik Alma dengan tegas. "Saya tidak peduli apa yang Anda lakukan di luar sana. Tapi di kantor ini, saya adalah atasan Anda dan Anda harus mematuhi perintah saya."

Ia menunjuk ke arah kursi di depan mejanya. "Silakan duduk di sana dan kerjakan mulai sekarang! Tapi ingat, tidak boleh ada satu kesalahan sekecil pun. Paham!"

Nova menatapnya dengan wajah memerah menahan amarah, dia merasa harga dirinya telah diinjak-injak oleh Alma. Namun, akhirnya dia memilih untuk meredamnya, dan mencoba bernegosiasi. Dia memasang raut memelas untuk menarik simpati.

"Alma... Kenapa kamu tega melakukan ini padaku? Aku ada janji dengan Chika..."

Namun, Nova terhenti berbicara, kala Alma menatapnya dengan sengit dan memotong ucapannya.

"Pak Nova, tolong bersikaplah profesional. Jika Anda tak bisa melakukannya, silakan ajukan surat pengunduran diri. Karena di luaran sana masih banyak orang lain yang menginginkan posisi Anda. Mengerti!"

"Sekarang kerjakan cepat! Anggap saja itu sebagai hukuman karena datang terlambat. Waktunya terhitung dari sekarang dan akan terus berjalan jika tak segera Anda kerjakan!"

Nova mengangguk dengan terpaksa dan mendekati kursi yang ditunjuk. Dia sadar bahwa sekarang Alma adalah atasannya, dan dirinya tidak punya pilihan selain mematuhi, meski dalam hatinya memberontak.

"Baiklah," ucapnya dengan suara rendah penuh kekesalan. "Aku akan kerjakan ulang."

Alma hanya mengangguk singkat, lalu kembali duduk di mejanya. "Bagus...! Dan jangan membuang waktu. Saya akan menunggu di sini dan memeriksa ulang hasil kerja Anda. Jangan berharap saya akan melepaskan begitu saja, sebelum semuanya benar-benar sempurna!"

Suasana ruangan kembali hening, hanya terdengar suara keyboard dari komputer, ketika Nova mulai mengerjakan ulang laporan yang membuatnya merasa sangat tertekan.

"Aah...benar-benar wanita sialan. Aku pasti akan membalasmu suatu hari nanti!" gerutu Nova dengan kesal dalam hati.

Sementara Alma tetap duduk di tempatnya, memantau setiap gerakan Nova dengan pandangan yang tak bisa ditebak.

...

Sementara itu, Danish tiba di depan kantor Al Gha Corp Cabang Kedua. Dia datang untuk menjemput Alma, karena pagi tadi dialah yang mengantarnya ke kantor tersebut. Di lobi suasana sepi, karena sebagian besar karyawan sudah pulang, sedangkan sisanya mungkin ada yang masih lembur.

Danish langsung naik ke lantai tiga menuju ruangan Alma. Saat hendak mengetuk pintu, terdengar suara tegas wanita itu dari dalam.

"Ulangi lagi! Cek yang mendetail sampai angkanya sesuai dengan data! Jangan ada selisih sedikit pun!"

Danish tersenyum tipis, seolah merasa puas dengan apa yang Alma lakukan pada Nova. Namun, alih-alih masuk ke dalam ruangan, dia justru melangkah mundur dengan teratur. Kemudian merogoh saku jasnya untuk mengambil ponselnya, lalu menelepon Alma.

"Halo Al, aku sudah di sini. Apa pekerjaanmu sudah selesai? Atau masih ada yang perlu kamu bereskan?" tanyanya santai.

Di dalam ruangan, Alma mengangkat telepon sambil menatap tajam ke arah Nova yang duduk membungkuk di kursinya. Wajahnya sangat serius, sibuk mengetik dan menghitung ulang laporan yang sudah berkali-kali salah dia buat.

"Masih ada sedikit berkas yang harus aku periksa. Tunggu sebentar ya, paling lama lima belas menit lagi selesai," jawab Alma tenang tetapi terdengar dingin.

"Oke, kalau begitu aku tunggu di mobil saja," sahut Danish, lalu menutup telepon.

Alma meletakkan ponsel, lantas melihat jam tangannya. Ia kembali menatap Nova dengan pandangan ambigu.

"Waktunya tinggal lima belas menit lagi, Pak Nova. Kalau masih salah, sebaiknya kerjakan di rumah, anggap saja itu PR."

Bagi Nova, waktu seakan berjalan begitu cepat, hingga tangan dan kakinya mulai gemetar karena belum juga bisa menyelesaikan pekerjaannya. Namun, dia terus memaksakan diri, meski otaknya sudah tak mampu bekerja. Ingin sekali dia melayangkan protes, tetapi nyalinya mendadak ciut. Sebab Alma yang sekarang memegang kendali penuh atasnya.

"Ah... sial bener nasibku hari ini! Dasar perempuan tak punya hati!" rutuknya dalam hati.

Tepat lima belas menit kemudian, Alma bangkit dan berjalan pelan mendekati Nova. Ia mengulurkan tangan meminta berkas yang sedang Nova kerjakan.

"Waktunya sudah habis, Pak Nova. Berikan hasil kerja Anda pada saya," kata Alma tegas seraya menatap Nova. Suaranya datar penuh tekanan.

Nova tersentak kaget. Tangannya bergetar hebat, memegang kertas yang baru saja dia print. Dia menelan ludah, lalu perlahan menyodorkan berkas itu pada Alma. Wajahnya pucat pasi saat wanita itu mengambilnya.

Alma memeriksa isi berkas itu satu per satu dengan teliti. Sementara Nova hanya bisa menunduk diam, tidak berani menatap. Jantungnya berdetak kencang tak beraturan menunggu keputusan apa yang akan wanita itu berikan padanya.

1
sunaryati jarum
Kau sudah tidak bisa mengelak lagi Marsha memang itu kenyataannya
Nar Sih
sekarang sdh kebongkar semua nya shaa ,tinggal runggu nasib mu selanjut nya🤣
Aditya hp/ bunda Lia
mati kau Caca marica hey hey ..... ayo jawab senangnya hatiku 🤭
Aditya hp/ bunda Lia: 😂😂😂🫰🫰
total 2 replies
Siti Muntamah
kamu ketahuan bohong nya maju mundur cantik kyk princess Syahrini kena juga akibat nya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Esther
Wis bener itu Tommy ngaku kalau ayah biologis Niko, sekarang apa yang akan kamu katakan Marsha
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👏👏👏👏👏
total 1 replies
vj'z tri
jreng jreng jreng.....selesai sudah cerita kami ...terima kasih sampai jumpa lagi🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Speechless//Speechless//Speechless//Speechless//Speechless/
total 1 replies
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ edodoeeee masih ngeles juga
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: begitulah... 🤫
total 1 replies
Patrick Khan
wes wes ajor marsa and the ber🤣🤣ketauan
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤫🤫🤫🤫🤫
total 1 replies
sunaryati jarum
Nah akan terbongkar Nova bukan ayah kandung Niko
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm
total 1 replies
Esther
Sama Nova pun darahnya ternyata gak cocok....terbongkar sudah😂
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Nar Sih
saat nya kebongkar kebohongan mu marsha
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
ketahuan dng si niko hasil main samping
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: kan awalnya gak sengaja, akhirnya keenakan🤣🤣🤣
total 3 replies
Aditya hp/ bunda Lia
matilah kau Marsha
Aditya hp/ bunda Lia: 🤐🤐🤐🤐🤐
total 2 replies
Nar Sih
hahaha😂😂bikin ngakak candaan danish dan alma
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Rahmawati
nah jadi penasaran apa niko juga bukan anaknya nova
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤫🤫🤫🤫🤫
total 1 replies
Patrick Khan
ehhhh gk cocok kabeh darah e..kabeh guduk anak e..nasib mu nova apes tenan🤣🤣🤣🤣
Patrick Khan: lah trs nova kyk e gk sehat kah🤔🤔
total 2 replies
vj'z tri
gak cocok lah 🤭🤭🤭🤭,sama Nova jangan jangan juga bukan 🫣🫣🫣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤫🤫🤫🤫
total 2 replies
Aditya hp/ bunda Lia
baru beres kerjaan rumah istirahat sambil ngopi baca novel eeeh ... ngakak aku 😂😂
Aditya hp/ bunda Lia: 👍👍👍👍👍
total 2 replies
sunaryati jarum
Dasar Danish penakut atau cuma mencuri kesempatan, plesetan Alma jelas gitu lho
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: gak kepikiran mak🤣
total 1 replies
Rahmawati
kalian itu cocok, bisa bisanya alma kepincut sama nova
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: itulah, 🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!