NovelToon NovelToon
Jatuh Cinta Bukan Dalam Kontrak

Jatuh Cinta Bukan Dalam Kontrak

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Nikah Kontrak
Popularitas:815
Nilai: 5
Nama Author: Royo Ekek

Anya Anandita tidak pernah menyangka hidupnya akan sekacau ini. Di tengah himpitan utang medis mendiang ayahnya dan ancaman kehilangan tempat tinggal, ia justru dipertemukan lewat insiden memalukan dengan Devan Alfarezel CEO muda berhati dingin, arogan, dan perfeksionis yang paling dihindari semua karyawan di perusahaannya. Pertemuan pertama mereka berjalan buruk, menyisakan kekesalan mendalam di hati masing-masing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Royo Ekek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah Kontrak Di Atas Mejas

Suara gemerisik kertas yang dibalik terdengar begitu nyaring di dalam mobil yang terus melaju membelah jalanan malam Jamarta.

Anya menatap lembaran di tangannya dengan tangan yang mulai gemetar. Setiap klausul yang tertulis di sana terasa seperti fiksi ilmiah yang mendadak menjelma menjadi realita di depan matanya.

...Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat untuk menjalin hubungan pernikahan hukum selama jangka waktu 12 (dua belas) bulan...

...Pihak Kedua akan menerima kompensasi finansial bulanan serta pelunasan seluruh beban utang pribadi pada awal penandatanganan...

"Anda... Anda pasti sudah gila," desis Anya, suaranya tercekat di tenggorokan. Ia menoleh lambat, menatap Devan yang masih duduk dengan tenang di sampingnya seolah mereka baru saja membahas laporan keuangan triwulan biasa.

Devan tidak membantah. Ia hanya menaikkan sebelah alisnya, lalu memperbaiki posisi duduknya hingga menghadap Anya sepenuhnya. Jarak mereka yang dekat di dalam kabin mobil membuat aura menindas pria itu terasa dua kali lipat lebih kuat.

"Aku tidak gila, Anya. Aku adalah seorang pebisnis, dan ini adalah murni transaksi bisnis," jawab Devan, suaranya bariton teratur tanpa riak emosi. "Kakekku menuntutku untuk segera menikah dalam waktu tiga bulan atau aku akan kehilangan posisi CEO di Alfarezel Group. Aku butuh seorang istri di atas kertas demi reputasi dan warisanku. Dan kau..."

Devan menggantung kalimatnya sengaja, matanya menyipit menatap sisa air mata yang mulai mengering di pipi Anya. "...kau membutuhkan uang tiga puluh juta rupiah malam ini juga untuk menyelamatkan fasilitas medis ibumu, bukan? Bahkan kau butuh ratusan juta lagi untuk melunasi sisa seluruh utang peninggalan mendiang ayahmu."

Anya membelalak. Rasa terkejutnya berubah menjadi kilat amarah yang membakar dada.

"Anda... Anda memata-matai saya? Anda menyelidiki latar belakang pribadi saya?!"

"Itu disebut riset kelayakan, Nona Anya," potong Devan ketus, sama sekali tidak merasa bersalah.

"Aku tidak akan sembarangan memilih orang untuk masuk ke dalam lingkaran hidupku.

Aku memilihmu karena kau berada di posisi yang sangat terdesak, kau tidak punya latar belakang keluarga konglomerat yang penuh intrik politik, dan yang paling penting: kau punya otak yang cukup cerdas untuk diajak bekerja sama dalam sandiwara ini."

Anya tertawa hambar, sebuah tawa defensif untuk menutupi rasa ngeri yang merayap di dinding hatinya. "Anda meremehkan saya, Pak Devan. Hanya karena saya miskin dan butuh uang, bukan berarti saya mau menjual harga diri dan status pernikahan saya untuk menjadi boneka pajangan Anda!"

Anya melemparkan map kulit itu kembali ke atas pangkuan Devan dengan kasar.

"Hentikan mobilnya. Saya ingin turun," perintah Anya tegas kepada sopir di depan.

Namun, sopir tersebut sama sekali tidak bergeming. Ia tetap melajukan mobil mematuhi kode diam dari Devan melalui kaca spion tengah.

Devan mengambil map yang dilempar Anya, merapikan letaknya dengan gerakan yang teramat tenang, lalu menatap Anya dengan pandangan merendahkan yang dingin tatapan yang sama seperti malam pertama mereka bertemu di lobi hotel.

"Pernikahan ini tidak akan melibatkan kontak fisik jika kau tidak mengizinkannya, Anya. Aturan nomor satu tertulis jelas di sana

Dilarang melibatkan perasaan asli dan dilarang melewati batas profesional. Setelah satu tahun selesai, kita bercerai secara baik-baik, dan kau akan mendapatkan rumah, mobil, serta tabungan yang cukup untuk menjamin masa tua ibumu dengan sangat layak," ujar Devan, nadanya beralih menjadi bisikan persuasif yang berbahaya.

Pria itu memajukan tubuhnya, menatap lurus ke dalam manik mata Anya yang mulai goyah.

"Pikirkan baik-baik menggunakan logikamu, bukan egomu. Harga dirimu yang setinggi langit itu tidak akan bisa membeli obat untuk ibumu malam ini, Anya. Sementara tanda tanganmu di atas kertas ini... bisa menyelesaikan semua penderitaan hidupmu dalam satu detik."

Anya terdiam seribu bahasa. Kata-kata Devan menghantamnya tepat di ulu hati. Ia ingin berteriak memaki pria arogan ini, namun logikanya mendadak berteriak bahwa setiap kata yang diucapkan si iblis berjas hitam ini adalah kebenaran yang paling mutlak dan kejam.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!