NovelToon NovelToon
Penjahat Kelas Tertinggi

Penjahat Kelas Tertinggi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Bad Boy / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:815
Nilai: 5
Nama Author: RavMoon

Di dunia di mana kekuatan kultivasi menentukan segalanya, di mana kemampuan dan kekuasaan menjadi ukuran keberhasilan, ada seorang pemuda yang namanya perlahan mulai menancapkan akarnya dan menimbulkan getaran di seluruh wilayah. Dia adalah Xiao Xuan—pria yang tenang, penuh perhitungan, dengan tatapan mata yang tajam yang bisa menilai setiap situasi dalam sekejap, namun menyimpan kelembutan dan perlindungan yang hanya terlihat bagi orang-orang yang dia sayangi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RavMoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8.Topeng Sang Rubah dan Kehangatan sang Penjaga Agung

Di bawah bayang-bayang pohon kuno yang meranggas akibat badai es, Xiao Xuan berdiri tegak. Meski organ dalamnya masih terasa perih, ia perlahan mengangkat kepalanya, menatap Ye Mo dengan sepasang mata yang menyipit tajam—sebuah ekspresi yang sarat akan kewaspadaan tinggi, ketegangan yang terukur, dan jarak yang sengaja dibangun. Kemampuan pria dewasa ini dalam mengendalikan emosi dan gestur tubuhnya benar-benar berada di tingkat tertinggi; tak ada satu pun celah yang menunjukkan bahwa ia mengenali sosok legendaris di hadapannya.

"Siapa Senior? Dan apa alasan Senior turun tangan menyelamatkanku?" Suara Xiao Xuan terdengar rendah, tenang, namun mengunci, seolah siap menarik senjatanya kembali jika ada pergerakan yang mencurigakan.

Melihat respons yang begitu taktis dari seorang pemuda, seulas senyum ramah justru terbit di wajah tua Ye Mo. Ia mengibaskan jubah putihnya perlahan untuk menetralkan sisa-sisa tekanan spiritual yang sempat mengikat udara.

"Teman kecil, jangan tegang. Orang tua ini tidak memiliki niat buruk sedikit pun," ucap Ye Mo dengan nada suara yang berat namun meneduhkan, bagai hembusan angin musim semi. "Menumpas kawanan serigala tadi hanyalah sebuah bantuan kecil yang kebetulan lewat. Namaku Ye Mo, seorang pengembara yang mengabdi untuk Kota Glory. Jika boleh tahu, dari faksi mana pemuda berbakat sepertimu berasal?"

Mendengar nama tersebut bergema, ketegangan di pelupuk mata Xiao Xuan perlahan mencair, digantikan oleh gurat penghormatan yang dalam. Ia menurunkan Tombak Naga Suci, lalu membungkuk hormat dengan derajat yang sangat pas—sebuah gestur yang memancarkan etika tinggi.

"Junior haturkan terima kasih yang teramat dalam atas kemurahan hati Senior Ye yang telah menyambung nyawa Junior," tutur Xiao Xuan, suaranya tulus tanpa kepalsuan.

Bagi pria dengan prinsip hidup yang kuat seperti Xiao Xuan, meski takdir menuntutnya bergerak di jalur kegelapan sebagai "penjaga malam", ia adalah sosok yang memegang teguh garis tegas antara hutang budi dan dendam. Jika ada yang memberi sejumput kebaikan, ia akan membalasnya dengan aliran sungai. Alasan mengapa ia mengincar Nie Li di masa depan hanyalah karena tuntutan mutlak untuk mengamankan posisi faksi dan putrinya dari ancaman takdir yang dibawa bocah itu, bukan karena ia adalah monster tanpa nurani.

Di mata Ye Mo, pemuda di hadapannya ini langsung menempati posisi yang sangat tinggi. *Seorang jenius dengan bakat yang mampu mengguncang langit, memiliki persenjataan tingkat Legenda, namun tetap menjaga tutur kata yang santun dan tahu cara menghormati tetua...* Kesan pertama ini membuat sang pilar Kota Glory itu sangat terpikat.

"Junior bernama Xiao Xuan, berasal dari Keluarga Xiao di Kota Glory. Budi baik Senior Ye hari ini akan selalu terpahat di dalam sanubari. Di masa depan, Junior pasti akan membalasnya dengan setimpal," ucap Xiao Xuan tegas. Sambil berbicara, jemarinya yang kokoh merogoh saku jubahnya, menarik sebuah lencana giok hitam berukir naga emas—kartu identitas resmi faksi yang baru saja ditanamkan Sistem—lalu menyerahkannya dengan kedua tangan kepada Ye Mo.

"Oh? Keluarga Xiao?" Ye Mo menerima lencana giok tersebut. Permukaannya terasa dingin dan menyalurkan riak energi spiritual yang murni khas faksi kuno.

Meski penampilannya tenang, Ye Mo adalah seorang pelindung kota yang telah melewati ratusan intrik; ia tidak akan langsung menaruh kepercayaan mutlak pada selembar token yang bisa saja dipalsukan. Ia memutuskan untuk melakukan pengujian halus melalui subteks percakapan.

"Ah, jadi kau adalah keturunan dari Pak Tua Xiao. Pantas saja, pahlawan memang selalu lahir dari generasi muda!" puji Ye Mo sembari mengembalikan lencana tersebut dengan senyum tipis.

"Senior Ye terlalu memuji. Dibandingkan dengan pencapaian Senior yang menjadi benteng pelindung jutaan nyawa di Kota Glory, kultivasi Junior yang dangkal ini tidak lebih dari setetes air di samudra luas," sahut Xiao Xuan rendah hati, membiarkan selera humor tipisnya menyatu dalam kerendahan hati yang matang.

Keduanya kemudian terlibat dalam obrolan ringan, sebuah tarian kata-kata yang diisi basa-basi diplomatik khas orang dewasa, namun masing-masing pihak saling membaca arah angin dengan tajam. Setelah merasa atmosfer di antara mereka telah mencair seutuhnya, Ye Mo mengalihkan pandangannya pada noda darah di zirah Xiao Xuan.

"Anak muda Xiao, luka dalammu tampaknya cukup mengkhawatirkan, bukan?" tanya Ye Mo, sepasang mata tuanya yang tajam seolah mampu menembus aliran darah di dalam dada Xiao Xuan.

Melihat bahwa sang tetua telah menyadarinya, Xiao Xuan tidak bertindak naif dengan menyembunyikannya. Ia mengangguk pelan. "Benar, Senior. Hantaman dari Kera Raksasa Badai Salju tadi sempat mengguncang fondasiku."

"Jika demikian, urusan memulihkan diri tidak boleh ditunda sedetik pun. Bagaimana jika orang tua ini bertindak sebagai pelindungmu sementara kau menyelaraskan kembali Kekuatan Jiwamu?" ucap Ye Mo tulus. Bersamaan dengan itu, ia menggerakkan jarinya, memicu cincin ruang angkasanya untuk mengeluarkan sebotol pil obat berkualitas tinggi sewarna salju dan menyodorkannya pada Xiao Xuan.

Xiao Xuan tidak menunjukkan penolakan yang kaku. Ia menerima pil tersebut dengan anggukan terima kasih, lalu mencari sebidang tanah yang agak datar di dekat kawah raksasa. Ia duduk bersila, menutup mata, dan langsung mengaktifkan teknik kultivasi inti miliknya: **Seni Hongmeng**.

*Wushhh...*

Seketika, seberkas aura ungu yang teramat murni dan kuno mulai berputar di sekeliling tubuh Xiao Xuan, memperbaiki setiap jaringan otot dan organ dalamnya yang sempat bergeser dengan kecepatan yang mengagumkan.

Berdiri beberapa langkah di sisinya, Kakek Ye Mo merasakan fluktuasi aura Seni Hongmeng tersebut dan perlahan mengembuskan napas lega. Keraguan terakhir di hatinya runtuh seutuhnya. Aura kuno ini memang merupakan ciri khas dari warisan rahasia Keluarga Xiao yang melegenda (meski versi yang dipraktikkan Xiao Xuan saat ini telah dimodifikasi dan diperkuat oleh Sistem agar tidak tumpang tindih dengan hukum dunia luar).

Setelah memastikan identitas Xiao Xuan bersih dari segala kecurigaan faksi gelap, Ye Mo diam-diam membentuk segel mantra rahasia dengan tangan di balik punggungnya, mengirimkan pesan spiritual jarak jauh kepada Penguasa Kota, Ye Zong, mengenai penemuan jenius besar ini. Sebuah senyuman bangga yang amat jarang terlihat kini terukir jelas di wajah tegas sang tetua. Kehadiran tunas muda seperti Xiao Xuan di Kota Glory membuat hatinya dipenuhi harapan cerah akan masa depan kota yang selalu diintai bahaya itu.

Setengah jam berlalu dalam keheningan yang damai.

Xiao Xuan perlahan membuka matanya. Sepasang manik hitamnya berkilat jauh lebih tajam dari sebelumnya. Memanfaatkan sisa tekanan dari pertarungan hidup dan mati melawan Kera Raksasa tadi, serta khasiat obat dari Ye Mo, hambatan kultivasinya terkikis habis. Aliran Kekuatan Jiwanya melonjak, membawanya menembus batas baru: **Alam Perak Bintang 4**.

Ye Mo, yang terus mengawasi setiap pergerakan energi di sekeliling pemuda itu, kembali dibuat terperangah. Kecepatan menerobos yang begitu alami dan kokoh ini sekali lagi menghancurkan batas pemahamannya tentang bakat seorang kultivator.

Bagi Xiao Xuan sendiri, keberadaan Ye Mo di sisinya saat ini adalah sebuah berkah tersembunyi. Pengalaman tempur, wawasan mendalam mengenai hukum alam, serta informasi mengenai berbagai dimensi rahasia yang dimiliki oleh ahli peringkat Legenda ini adalah aset informasi yang teramat ia butuhkan untuk menyusun rencana jangka panjangnya.

"Bagaimana kondisimu, Anak Muda? Apakah luka dalammu sudah sepenuhnya menyatu?" suara berat Ye Mo memecah keheningan pegunungan.

"Seluruh luka telah pulih sempurna, bahkan kultivasi Junior berhasil melompat satu tingkat. Terima kasih banyak atas penjagaan dan pil obat dari Senior Ye," jawab Xiao Xuan, bersiap untuk bangkit dan membungkuk kembali, namun sebuah kekuatan lembut dari lambaian tangan Ye Mo menahan pundaknya dengan hangat.

"Sudahlah, anak muda, tidak perlu terlalu kaku dan formal terus," kekeh Ye Mo, nadanya kini terdengar begitu akrab seolah sedang berbicara dengan cucunya sendiri. "Memiliki bakat yang mampu membalikkan langit namun tetap mempertahankan sikap rendah hati dan santun seperti ini... Aku telah mengembara lebih dari separuh hidupku di bawah kolong langit, dan kau adalah pemuda paling luar biasa yang pernah kutemui."

Rentetan pujian tulus terus mengalir dari bibir sang legenda sepanjang sore itu; mungkin Ye Mo sendiri tidak sadar sudah berapa kali ia berdecak kagum sejak pertama kali melihat perisai emas Xiao Xuan. Berada di dekat pemuda yang tenang, dewasa, namun penuh gairah kultivasi seperti Xiao Xuan membuat Ye Mo merasa seolah energi jiwanya kembali muda.

Kesan baik dan rasa sayang seorang sesepuh terhadap penerus bangsa telah tertanam begitu dalam di dada Ye Mo. Setelah memastikan bahwa tidak ada efek samping yang tertinggal di dalam pembuluh darah Xiao Xuan, sang ahli peringkat Legenda itu menepuk pundak sang pemuda dengan hangat.

"Mari kita pulang, Anak Muda Xiao. Kota Glory menanti kepulanganmu," ajak Ye Mo ramah.

"Tentu, Senior. Mari kita berangkat," jawab Xiao Xuan dengan senyuman tipis yang menawan.

Kedua sosok itu melompat, membelah kabut tebal Pegunungan Leluhur Suci berdampingan, meninggalkan medan pertempuran yang hancur menuju gerbang kota tempat takdir baru telah menanti untuk ditulis ulang.

1
HiaTus
amazing
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
next
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!