(Belum Revisi)
Menceritakan pernikahan seorang "Raka wijaya" yang merupakan CEO tampan tapi playboy dengan "Raina Agestia" gadis biasa dari kalangan bawah. dan kisah pertemuan antara "Reno" playboy kelas kakap sekaligus sahabat "Raka" dengan "Nela Sasmita" biduan dangdut yang merupakan sahabat Raina.
Penasaran kan??
yukkk mari kepoin!!!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amallia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part.28
Reno membawa nela ke sebuah taman yang sangat indah untuk mengobrol dan bercanda ria. akhirnya dengan segala rayuan mautnya nela mau diajak reno ke tempat tujuan yang sesungguhnya.
Kenapa perasaanku tidak karuan "batin nela saat sudah memasuki kamar yang dipesan reno.
"Kenapa pakaiannya dilepas "tanya nela melihat reno melepas pakaian miliknya tinggal menyisakan celana boxer yang dipakainya.
"Gerah "jawabnya cuek lalu mengotak-atik romote tv mencari acara kesukaannya.
"Duduklah" pintanya sambil mnepuk-nepuk kasur sampingnya yang sedang digunakan duduk selonjoran.
Reno yang melihat nela fokus melihat acara tv langsung memulai aksinya. nela diam dan menikmati semua yang dilakukan reno. tentu ini membuat reno bersemangat.
"Mas reno ngapain "tanya nela saat reno mendekatkan wajahnya ke arah nela.
"Bolehkah "tanyanya sambil menatap ke dua mata nela dengan intens.
Nela yang sudah terhipnotis dengan ketampanan reno akhirnya menganggukan kepala. reno terus melakukan aksinya dan tentu nela menikmatinya walau awalnya ada rasa takut. kini keduanya sudah sama-sama polos. dengan tidak sabaran reno segera memulai aksinya.
Reno melihat nela yang beberapa kali meberontak dan sudah berteriak kesakitan. tapi reno mengabaikannya dan terus melanjutkan aksinya.
Dan sore menjelang malam itu terjadilah sesuatu yang tidak seharusnya terjadi antara reno dan nela.
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
"Nela kemana yah ko belum pulang-pulang. "gumam bu sri gelisah
"Jeng sri kenapa? "tanya bu rumi yang melihat bu sri sedang mondar-mandir depan rumahnya.
"Ini loh jeng, nela belum pulang. tadi pagi pergi sama teman-temannya ke acara raina tapi belum pulang juga. "jawabnya dengan perasaan khawatir.
"Terus sudah tanya ke temannya? "tanya bu rumi
"Sudah jeng tapi katanya mereka pulang duluan karena nela ngomongnya ada urusan. "jawabnya
"Ya sudah ayo kita ke rumah raina, barang kali tau keberadaan nela. "ajaknya
Akhirnya bu sri dan bu rumi pergi ke rumah raina.
"Permisi "teriknya sambil mengetuk pintu
"Sebentar "jawabnya dari dalam rumah
"Silahkan masuk "ucap raina
"Tidak usah rai, kami cuma sebentar.
rai kamu tau nela kemana. tadi pagi dia datang ke acara kamu tapi sampai sekarang belum pulang juga. "tanyanya dengan penuh khawatir
"Rai nggak tau bu, tadi rai cuma ketemu nela sewaktu mengucapkan selamat sama teman lainnya. "jawab raina jujur
"Ada apa ini "sahut raka yang berjalan ke arah raina.
"Ini loh mas nela anaknya bu sri belum pulang dari acara kita. ucap raina
"Apakah ada fotonya bisa saya lihat, siapa tau tadi saya melihatnya. "ucap reno
Lalu bu sri mencari foto nela di galeri ponselnya dan memperlihatkan ke raka.
Gadis ini bukannya yang tadi siang di ajak reno pergi. jangan-jangan reno beneran membawanya ke hotel. cari masalah saja itu anak. "batin raka
"Mas kenapa melamun, lihat dia nggak "tanya raina
"Tidak lihat "jawabnya berbohong
Maaf terpaksa bohong, bukan berarti mau membela reno tapi kalau melihat situasi yang seperti ini nggak mungkin bicara jujur. biar mereka yang nanti jawab sendiri. "batin raka
Mas raka kenapa yah"batin raina
ah sudahlah ngapain dipikirin.
Setelah bu sri dan bu rumi pulang mereka melanjutkan istirahatnya.
"Mas kira-kira nela kemana yah "tanya raina
"Mana saya tau "jawabnya
"Aishh mas raka memang tidak ikut khawatir. "tanyanya
"Ngapain khawatir bukan siapa-siapanya. "jawab raka
Mas raka kenapa berubah-ubah sikapnya. kadang ketus, kadang kasar, kadang baik, kadang perhatian. dasar manusia aneh. kuatkan diri rai mulai sekarang tidak boleh kalah kalau berdebat dengan manusia aneh ini. "batin raina yang masih fokus pandangannya ke arah raka.
"Kenapa lihatin suamimu seperti itu, apa sudah terpesona. "tanya raka yang sudah duduk di sebelah raina.
"Ah ti..tidak "jawab raina gugup
"Terpesona juga tak masalah, itu artinya kita boleh melakukannya. "bisik raka dengan suara sexynya.
Ah sial mending dikasarin dari pada so manis kaya ginih nih jadi takut diapa-apain. "batin raina membayangkan sikap raka yang berubah-ubah.
••••••••••••••••••••••••
Di lain tempat tepatnya di malam pertama acara resepsi sedang ramai-ramainya. apalagi banyak tamu undangan dan penonton dari daerah lain yang sengaja datang hanya untuk menonton pertunjukan wayang kulit.
Wayang kulit sendiri merupakan kesenian yang bayarannya paling mahal menurut warga setempat. wayang kulit di mainkan oleh seorang dalang yang juga menjadi narator dialog tokoh-tokoh wayang. dengan diiringi oleh musik gamelan yang dimainkan oleh sekelompok nayaga dan tembang yang dinyanyikan oleh sinden.
para penonton dapat melihat bayangan wayang dari balik layar.
"Pah lihat deh, penonton disini kelihatannya serius banget liat pertunjukannya. tapi ko mamah nggak ngerti maksudnya yah. "ujar bu sandra heran.
"Papah juga nggak ngerti mah, "jawab pak wijaya
"Tapi coba mamah lihat disini semua penontonnya rata-rata udah berumur bahkan udah sepuh. memang pertunjukannya mungkin di tunjukan buat yang udah tua. "ucapnya lagi
"Jadi maksud papah kita masih muda karena tidak ngerti nonton acara ginian. "ujar bu sandra
"Mungkin.. hehe "jawab pak wijaya sambil tertawa kecil.
🍁🍁🍁🍁🍁
HAPPY READING......
sabar ya Nela
bodohnya raina.
penyesalan itu, selalu datang diakhir.
kalo diawal namanya pendaftaran.
msih jauh dri kata Hot.