Di dunia di mana energi gaib dan iblis berkeliaran, Nam Ling adalah pemburu iblis yang telah hidup lebih dari seratus tahun berkat kekuatan pedang abadi yang menyatu dengan dirinya. Dulu seorang prajurit kerajaan yang terhormat, dia kehilangan segalanya ketika iblis membanjiri daratan dan membunuh orang tersayangnya.
Setelah menghabiskan abad untuk memburu makhluk kegelapan, Nam Ling tiba di Desa Hua—tempat yang dikabarkan menjadi sarang energi jahat baru yang lebih kuat dari iblis biasa. Di sana, dia bertemu dengan Yue Xin, seorang gadis muda yang memiliki kemampuan melihat jalur energi gaib dan menyimpan rahasia besar tentang asal-usul kekuatan pedang Nam Ling.
Saat makhluk kegelapan yang lebih kuat mulai muncul dan mengancam keselamatan seluruh daratan, Nam Ling harus memilih antara melanjutkan dendam pribadi atau bekerja sama dengan Yue Xin dan penduduk desa untuk menghentikan bahaya yang akan menghancurkan dunia. Di balik pertempuran yang tak berkesudahan, tersembunyi rahasia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keiro_ganteng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28 (REVISI) – PERTEMPURAN NYATA,
Setelah berbulan-bulan membangun kerja sama dan memperkuat aliansi, kabar buruk datang seperti kilat yang menyambar – pasukan gelap dari “Dimensi Bayangan” mulai menyerang wilayah perbatasan, menghancurkan desa-desa kecil dan merusak sumber energi alam yang stabil. Ini bukan masalah cinta atau persaingan hati lagi – dunia menghadapi bahaya nyata yang bisa menghancurkan segala yang telah dibangun.
SERANGAN TAK TERDUGA
Pada tengah malam, sebelum matahari terbit, pasukan bayangan muncul dari bawah tanah, sungai, dan pepohonan – mereka adalah makhluk dengan tubuh berwarna hitam pekat, mata menyala merah menyala, dan senjata yang terbuat dari energi gelap yang mematikan. Mereka menyerang tanpa ampun, menghancurkan segala yang ada di depan mereka.
“SEMUA ORANG BERBARIS!” teriak Nam Ling dengan suara yang menggema. “Ini bukan waktu untuk urusan cinta atau persahabatan – kita harus bertempur!”
Liya langsung berdiri di sisinya, tangan mereka saling menyatu erat. “Serangan utama akan datang dari arah utara! Kita harus membentuk garis pertahanan!”
Elara yang sedang memeriksa peta energi alam berteriak dengan keras: “Mereka menggunakan jalur bawah tanah yang sama seperti yang kita temukan di Candi Kuno! Mereka akan muncul dari segala arah!”
PERTEMPURAN YANG MEMILIKI
Nam Ling mengangkat Pedang Abadi dengan kedua tangan, api energi menyala terang di sekitar bilahnya. “Serangan bersama – mari kita tunjukkan bahwa dunia ini tidak akan mudah ditempati!”
Liya berdiri di sisinya, mengeluarkan energi es yang menusuk seperti kristal. “Serangan Gabungan: Pelangi Malam!”
Cahaya merah dari Pedang Abadi dan cahaya biru dari Energi Es Suci menyatu, membentuk pedang energi raksasa berwarna-warni yang memotong udara dengan suara SIUUUSH!
Di sisi kanan, Lira memimpin pasukan dari Sekte Gurun dengan tombak panjang yang menusuk seperti ular beracun. “Serang dari kiri! Jaga jarakmu, jangan biarkan mereka mendekat!”
Marina dari Sekte Laut mengangkat tangan dengan cepat, mengeluarkan energi air yang membungkus pasukan musuh seperti gelembung besar. “Jangan biarkan mereka menyentuh sumber energi apa pun!”
Sementara itu, Serena dari Sekte Hutan menggunakan kekuatan penyembuhannya untuk membantu anggota tim yang terluka, sambil berteriak: “Bersihkan area sekitar dengan energi alam! Mereka lemah terhadap cahaya!”
SAAT YANG MENENTANG
Pasukan bayangan semakin banyak datang, membentuk dinding hitam yang menghalangi jalan. Nam Ling melihat bahwa musuh itu menggunakan taktik yang sama seperti yang pernah mereka hadapi di Gunung Berkabut – membuat ilusi untuk menggoyahkan kepercayaan diri.
“Salah satu dari mereka akan menyerang dari belakang!” teriak Liya dengan cepat, melihat bayangan yang muncul dari kabut. “Jangan tertipu oleh ilusi mereka!”
Nam Ling mengangguk dan mengeluarkan sedikit Energi Nol dari tangannya yang menyatu dengan Liya. Cahaya ungu keemasan menyebar seperti pelindung. “Semua orang tetap bersama! Jangan terpisah!”
Namun salah satu anggota tim terjebak dalam ilusi, melihat sosok yang menyerupai orang tersayang mereka terluka parah. Saat mereka ingin membantu, musuh itu menyerang dengan cepat.
CLANG!
Sebelum bisa menyentuh, Liya muncul dengan cepat, membentuk perisai es yang kuat. “Jangan gerakkan tanganmu! Itu ilusi!”
Nam Ling mengerti dan segera mundur, sambil mengeluarkan energi untuk membungkus seluruh tim dalam pelindung cahaya. Saat cahaya menyentuh musuh, mereka berhenti dan tampak tenang.
“Salah satu dari mereka ingin berkomunikasi,” ucap Nam Ling, merasakan pikiran musuh itu melalui ikatan energi. “Mereka adalah prajurit kerajaan kuno yang terperangkap dalam waktu…”
PERTEMPURAN PENENTU
Nam Ling dan Liya berdiri bersama, mengeluarkan Energi Nol bersama. Cahaya ungu menyala terang, membentuk bola pelindung yang hangat. Ketika cahaya menyentuh musuh, mereka berhenti dan merespon dengan tenang.
“Kita adalah prajurit kuno… kita terpaku di sini setelah perang… tolong bantu kita menemukan damai…” suara samar terdengar di pikiran semua orang.
Liya mengirimkan energi hangat. “Kita akan membantu kamu. Tapi beritahu kami di mana kekuatan gelap itu sekarang?”
“Kekuatan gelap itu… ia adalah Raja yang tersesat… dulu teman terbaik raja… tapi keinginannya akan kekuatan membuatnya terpengaruh… ia tidak mati… hanya tertidur di gua bawah tanah…”
Sebelum bisa berkata lebih banyak, bayangan itu menghilang bersama yang lain. Kabut mulai menipis, memperlihatkan jalan menuju lembah dengan tebing tinggi. Di tengahnya, sebuah gua besar seperti rahang buas.
“Itu tempat mereka maksud,” kata Arjuna, melihat ke dalam dengan hati-hati.
Nam Ling dan Liya berdiri bersama, tangan mereka saling menyatu erat. Energi mereka menyatu, membentuk pedang energi yang memancarkan kehangatan. Dengan satu ayunan kuat, mereka menghancurkan bayangan yang menyerang, membuat mereka menghilang dan kabut mulai mereda.
Di kejauhan, bulan mulai muncul, menyinari langit dengan cahaya keemasan yang menyatu dengan energi mereka berdua. “Kita telah melihat masa depan yang lebih baik. Sekarang kita bisa membantu mereka menemukan kedamaian yang sesungguhnya.”
Setelah itu, mereka berdiri bersama di tepi tebing, melihat matahari terbit yang indah dari puncak bukit. Cahaya menyinari dunia dengan hangat, seperti janji akan masa depan yang lebih baik.
SETELAH PERTEMPURAN
Setelah pertempuran usai, mereka berdiri bersama di atas bukit yang menangkap sinar matahari pagi. Udara segar dan bersih menyegarkan paru-paru mereka. Liya mengambil tangannya dengan lembut, mengirimkan energi hangat ke arah musuh yang lemah.
“Terima kasih telah membantu kami menemukan jalan keluar dari siklus yang tak berkesudahan,” ucap Nam Ling, merasakan pikiran musuh itu melalui energi yang menyatu. “Kita akan selalu ada di sini untukmu…”
Setelah itu, mereka menghilang bersama yang lain. Kabut mulai menghilang, memperlihatkan jalan menuju lembah dengan tebing tinggi dan gua besar yang seperti rahang buas.
“Itu pasti tempat mereka maksud,” kata Elara, melihat ke arah dengan penuh keyakinan. “Kita akan membantu mereka menemukan damai yang mereka cari.”
Nam Ling mengangguk, merasakan energi yang semakin kuat menyatu dengan Liya. “Kita akan membantu mereka menemukan kedamaian yang sesungguhnya.”