NovelToon NovelToon
Error 404: Pahlawan Tidak Ditemukan

Error 404: Pahlawan Tidak Ditemukan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Reinkarnasi / Sistem
Popularitas:551
Nilai: 5
Nama Author: EsKobok

Charlotte tidak pernah meminta dilahirkan kembali sebagai mekanik kelas teri di zona perang paling mematikan. Namun, sebuah antarmuka Sistem yang dingin dan sarkastik muncul di pelupuk matanya, mengubah setiap tetes keringat dan darah menjadi poin statistik yang berharga.
​Masalahnya, sistem ini tidak didesain untuk menjadi pahlawan. Sistem Charlotte bekerja seperti algoritma pemangsa yang mengoptimalkan penderitaan demi keuntungan pribadi. Baginya, para "Pahlawan" terpilih hanyalah sumber daya pengalaman yang bisa diperas, dan kiamat yang mengancam dunia hanyalah sebuah fluktuasi data yang perlu dikelola.
​Dengan kunci inggris berlumuran oli dan logika mesin yang tanpa ampun, Charlotte mulai memanipulasi takdir. Jika dunia harus hancur, setidaknya ia harus memastikan bahwa dialah yang memegang kendali atas rongsokannya. Siapa sangka, menjadi dalang di balik layar ternyata jauh lebih menguntungkan daripada menyelamatkan dunia yang sudah rusak ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28: BLUEPRINTS RAHASIA

Kegelapan menyelimuti bengkel pribadi Charlotte, hanya menyisakan pendaran ungu dari monokel miliknya yang terus bergerak memindai barisan kode di udara. Setelah menetapkan nama Aegis sebagai identitas baru bagi ambisinya, Charlotte kini berada dalam tahap yang paling krusial: penciptaan fisik. Ide hanyalah sebuah hantu sampai ia diberi bentuk dari baja dan sirkuit. Di hadapannya, terminal hologram menampilkan desain tiga dimensi dari sebuah prototipe perisai energi portabel yang sangat ramping, jauh lebih estetis dibandingkan zirah kasar yang biasa diproduksi oleh faksi Radiant.

​Udara di ruangan itu terasa statis, dipenuhi oleh panas yang dihasilkan oleh superkomputer yang bekerja di balik dinding baja. Bau khas tembaga dan resin pelapis sirkuit tercium tajam setiap kali tangan mekanik Phantom Reach milik Charlotte bergerak melakukan penyesuaian pada struktur internal blueprint tersebut. Ini bukan sekadar mendesain senjata; ini adalah proses menanamkan sebuah pengkhianatan yang sangat halus ke dalam setiap molekul material.

​Sistem, aktifkan modul desain tingkat lanjut. Fokuskan pada integrasi modulator frekuensi variabel pada inti kristal kuarsa, perintah Charlotte dengan suara yang hampir berupa bisikan.

​[Modul Desain Aktif. Memulai Simulasi Struktural Blueprints Aegis-01.]

[Efisiensi Pertahanan: 98,5 Persen terhadap Serangan Plasma Standar.]

[Integritas Material: Stabil pada Tekanan Tinggi.]

[Peringatan: Struktur Sirkuit Terlalu Sempurna, Membutuhkan Penyesuaian untuk Protokol Tersembunyi.]

​Charlotte menyipitkan matanya, menatap jaring-jaring sirkuit yang menyerupai saraf manusia di dalam hologram tersebut. "Itulah intinya. Kesempurnaan adalah topeng yang terbaik. Para pahlawan itu akan melihat angka efisiensi ini dan menganggapnya sebagai keajaiban teknologi. Mereka tidak akan pernah curiga pada apa yang terkubur di bawah lapisan perlindungan ini."

​Jemari mekanik Charlotte bergerak lincah, membedah lapisan firmware dari perangkat tersebut. Ia mulai memasukkan baris-baris kode yang sangat kompleks, tersembunyi jauh di dalam sub-rutin manajemen daya yang biasanya diabaikan oleh teknisi standar. Ini adalah Backdoor pertama yang ia ciptakan. Sebuah pintu belakang digital yang memberikan Charlotte akses penuh untuk mematikan, mengubah, atau bahkan meledakkan perangkat tersebut dari jarak jauh melalui sinyal enkripsi tingkat tinggi yang hanya dimiliki oleh sistem miliknya.

​"Masukkan protokol Shutdown Seketika jika menerima pulsa frekuensi 44.0 Hz terenkripsi. Beri label pada kode ini sebagai Rutin Penghemat Daya Darurat agar tidak terdeteksi saat audit teknis oleh faksi pahlawan," instruksi Charlotte.

​[Memasukkan Backdoor Pertama. Menyamarkan Kode dalam Sub-Rutin Manajemen Daya.]

[Status: Berhasil Terintegrasi.]

[Efek: Anda Dapat Menonaktifkan Seluruh Perisai Aegis dalam Radius 5 Kilometer secara Simultan.]

​Charlotte bersandar pada kursi logamnya, memperhatikan bagaimana sistem saraf buatan yang ia tanamkan mulai menyatu dengan desain Aegis. Backdoor ini adalah asuransi jiwanya. Ia tidak akan pernah menjual sesuatu yang benar-benar bisa mengancam dirinya. Aegis akan membuat penggunanya merasa seperti dewa di medan perang, namun dewa itu akan kehilangan kekuatannya hanya dengan satu ketukan jari di terminal Charlotte.

​Desain ini tidak hanya berhenti pada perisai. Charlotte mulai mengembangkan blueprints untuk varian senjata jarak jauh yang menggunakan teknologi serupa. Sebuah senapan plasma dengan presisi luar biasa yang memiliki modul sinkronisasi saraf. Para pahlawan akan merasa senjata itu adalah perpanjangan dari tangan mereka sendiri, menciptakan ketergantungan psikologis yang sangat kuat.

​"Identifikasi kebutuhan energi untuk modul sinkronisasi saraf. Pastikan ia mengambil sedikit daya dari detak jantung pengguna untuk menciptakan ikatan biometrik," kata Charlotte.

​[Analisis Selesai. Ikatan Biometrik Akan Meningkatkan Loyalitas Pengguna terhadap Produk Aegis Sebesar 75 Persen.]

[Risiko: Ketergantungan Fisik. Jika Senjata Dimatikan Secara Mendadak, Pengguna Akan Mengalami Syok Saraf Ringan.]

​"Itu adalah fitur, bukan bug, Sistem," balas Charlotte dengan senyum dingin yang tersirat di sudut bibirnya. "Jika mereka merasa sakit saat senjata itu mati, mereka akan belajar untuk tidak pernah melanggar aturan yang aku tetapkan."

​Sepanjang malam, Charlotte tenggelam dalam simulasi perakitan. Tangan-tangan robotik di belakang kaca bengkel mulai bekerja mengikuti instruksi blueprint rahasia yang baru saja ia selesaikan. Suara desis laser pemotong dan dentuman alat pres terdengar seperti simfoni kemenangan di telinganya. Setiap komponen yang dihasilkan telah melewati pemindaian sistemnya untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam penanaman pintu belakang tersebut.

​Aroma logam panas dan gas argon memenuhi ruangan manufaktur. Charlotte berjalan mendekati unit perakitan, melihat bagaimana pelat zirah hitam dengan ukiran heksagonal ungu mulai terbentuk. Cahaya dari laser las terpantul pada monokel miliknya, menciptakan kilatan cahaya yang menakutkan di wajahnya yang tenang.

​"Sistem, bagaimana perkembangan enkripsi jalur komunikasi untuk Backdoor kita?" tanya Charlotte sambil memeriksa ketebalan pelat pelindung dengan tangan kirinya.

​[Enkripsi Menggunakan Protokol Bayangan 128-bit. Mustahil bagi Teknologi Faksi Pahlawan Saat Ini untuk Membedah atau Menghalangi Sinyal Tersebut.]

[Status Produksi Prototipe: 90 Persen Selesai.]

[Estimasi Waktu Sampai Demonstrasi Pertama: 4 Jam.]

​Charlotte mengambil sebuah chip memori kecil dari meja kerjanya. Chip itu berisi inti dari seluruh skema Aegis—blueprints rahasia yang tidak boleh jatuh ke tangan siapa pun, bahkan ke tangan Jenderal Kaelen sekalipun. Ia memasukkan chip tersebut ke dalam kompartemen rahasia di dalam lengan mekaniknya, menguncinya dengan kode biometrik yang hanya merespons detak jantungnya sendiri.

​Ia menyadari bahwa apa yang sedang ia bangun saat ini akan mengubah peta kekuatan dunia. Dengan Aegis, ia bukan lagi seorang pelayan perang; ia adalah pengatur jalannya perang. Para pahlawan akan menganggapnya sebagai jenius penyelamat, sementara ia melihat mereka sebagai domba-domba yang sedang mengenakan kalung kendali yang sangat indah.

​"Para jenderal lama berpikir bahwa menguasai wilayah adalah segalanya," gumam Charlotte, menatap unit Aegis pertama yang telah selesai dirakit dan kini berdiri tegak di atas penyangga. "Mereka bodoh. Menguasai peralatan yang digunakan untuk merebut wilayah adalah penguasaan yang jauh lebih absolut."

​Unit Aegis-01 itu tampak luar biasa. Permukaannya yang hitam dop tidak memantulkan cahaya, namun sirkuit ungu yang melingkar di sekeliling generator pusatnya berdenyut pelan seperti napas mahluk hidup. Desain ini mencerminkan filosofi Charlotte: elegan, misterius, dan penuh rahasia mematikan.

​Ia mengambil perisai portabel itu, merasakannya di lengannya. Perangkat itu sangat ringan, namun sistem saraf mekaniknya melaporkan bahwa integritas strukturalnya mampu menahan ledakan yang bisa meratakan sebuah gedung kecil. Charlotte menekan sebuah tombol tersembunyi di pergelangan tangannya, mengirimkan sinyal Backdoor pertama sebagai uji coba.

​Seketika, denyut ungu pada perisai itu meredup dan mati total. Perangkat itu kini hanyalah potongan logam mati yang tidak berguna. Charlotte menekannya sekali lagi, dan Aegis kembali menyala dengan kekuatan penuh.

​[Uji Coba Protokol Backdoor: Sukses 100 Persen.]

[Respon Sistem: Kurang dari 0,01 Detik.]

[Anda Kini Memiliki Kendali Penuh atas Produk Pertama Aegis.]

​Charlotte meletakkan kembali perisai itu. Ia merasa sangat puas. Pekerjaan desainnya telah selesai, dan blueprints rahasia ini sekarang siap untuk dipamerkan kepada dunia. Ia tahu bahwa Jenderal Kaelen sudah menunggu hasil pekerjaannya dengan cemas di ruang komando, berharap ada mukjizat teknis yang bisa menyelamatkan reputasi faksi Radiant yang sedang goyah.

​"Beri mereka mukjizat yang mereka inginkan, Sistem," kata Charlotte sambil merapikan jubah teknisnya. "Biarkan mereka memuji kinerja optimal ini. Biarkan mereka merasa bahwa kemenangan sudah di depan mata."

​Ia berjalan menuju pintu keluar bengkel, namun langkahnya berhenti sejenak di depan cermin besar di lorong. Ia melihat pantulan dirinya—seorang pemuda dengan monokel ungu dan lengan mekanik yang terlihat seperti pahlawan dalam kegelapan. Ia tahu bahwa mulai hari ini, tidak akan ada jalan kembali. Dengan blueprints ini, ia telah memulai sebuah monopoli yang akan mencekik seluruh dunia.

​"Masa depan tidak dibangun dengan keberanian para pahlawan," bisik Charlotte pada bayangannya sendiri. "Masa depan dibangun di atas meja desain yang penuh dengan rahasia dan pintu belakang yang terkunci rapat."

​Pintu bengkel terbuka dengan desis hidrolik, melepaskan uap dingin ke koridor markas yang sepi. Charlotte melangkah keluar, membawa kotak berisi unit Aegis pertama. Di luar sana, faksi pahlawan sedang menunggu untuk diselamatkan, dan Charlotte siap memberikan mereka "keselamatan" yang paling mahal dan paling terkendali dalam sejarah umat manusia.

​[Sistem: Persiapan Demonstrasi Pertama Siap. Target: Jenderal Kaelen dan Unit Elit Radiant.]

[Poin Administrator yang Digunakan untuk Manufaktur Prototipe: 10.000 MP.]

[Status: Administrator Siap Beraksi.]

​Langkah kaki Charlotte bergema di sepanjang lorong beton, terdengar seperti detak jam yang menghitung mundur kehancuran kemandirian faksi pahlawan. Setiap langkah membawanya lebih dekat ke podium kekuasaan baru, di mana senjata bukan lagi alat bela diri, melainkan instrumen kepatuhan mutlak yang dibalut dengan merek Aegis.

1
Langit Biru (Ig: cholil.gtg)
dekstra typo kah thor
Langit Biru (Ig: cholil.gtg)
The Matrix
Dzuan 017
keren bang 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!