Diana seorang gadis pintar dan cantik. Ia dipertemukan dengan seorang bos yang ternyata adalah teman masa kecilnya. Ya teman kecil yang sangat usil padanya.
Selama menjadi salah satu karyawannya, hal-hal konyol selalu terjadi dan membuat si bos dingin itu menjadi bobrok. Adu mulut dan pertengkaran kecil pun tak terhindarkan.
Hingga suatu hari mereka harus menyetujui pernikahan yang tak berlandaskan cinta satu sama lain.
Bagaimana kelanjutannya?
Yuk kita kepoin cerita sama-sama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sripujiayu620, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 28
"Apa taman ini punya mu? " Tanya Diana yang sangat takjub dengan keindahannya.
"Tentu saja ini punya ku, memang punya siapa lagi. " Ucap Rifki dengan bangga.
Diana tidak menjawab karena mulutnya telah di isi camilan, ia hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Kata nya kau mau bilang sesuatu padaku? " Diana baru ingat tujuan Rifki hanya untuk membicarakan suatu hal.
"Habis kan dulu makanan yang masih dalam mulutmu itu, aku merasa jijik melihatnya. " Ucap Rifki merasa risih dengan Diana.
Mendapat teguran dari Rifki, Diana langsung menelan camilan itu.
"Sudah? " Tanya Rifki melihat Diana tidak lagi melakukan aktivitas mengunyahnya.
" Iya sudah. Jadi cepat katakan apa yang harus di bicarakan?" Tanya Diana ketus.
" Sebenarnya.. " Belum sempat Rifki menyelesaikan kalimatnya, Diana sudah lebih dulu menerobos pembicaraan.
"Pembicaraan ini jangan sangkut pautnya dengan biaya yang kau berikan untuk nenek ku. Nanti pasti aku ganti. " Ucap Diana.
"Ya, ya. Tapi bukan itu yang akan menjadi topik pembicaraan." Ucap Rifki sambil memutar bola matanya.
"Ini mengenai perjodohan. " Ucap Rifki menatap serius Diana.
"Tenang saja, aku tidak akan mau perjodohan ini terjadi." Ucap Diana dengan santainya.
"Tapi aku mau! " Ucap Rifki membuat Diana menatap sinis lawan bicaranya.
"Kenapa kau mau? bukannya kau sudah punya si menor itu?" Ucap Diana dengan mata yang melotot tak berkedip sedikitpun.
"Ini demi ibuku. " Ucap Rifki singkat.
"Masa untuk pasangan hidup harus di atur sih?" Sindir Diana.
"Surga kan di telapak kaki ibu? jadi harus berbakti pada ibuku. Apa kau tidak ingin berbakti pada ibumu juga? " Ucap Rifki.
"Aku sudah berbakti ko, buktinya di setiap sholat pasti ku kirimkan doa yang terbaik untuknya. " Jawab Diana.
"Paling juga di setiap sholat tarawih. " Jawab Rifki menahan tawa.
"Di setiap shalat lima waktu cuy. " Jawab Diana.
"Tapi apa kau tidak menjalankan wasiat orang tua mu heh? " Ucap Rifki agar Diana memutuskan matang-matang.
"Apa salahnya kita menikah sih? anggap saja kita teman dengan ikatan suami istri." Ucap Rifki.
"Gimana ya? " Diana tidak mau menikah dengan Rifki. Tapi ini adalah perjodohan antara kedua orang tuanya.
"Gini aja, kita akan menikah. Pernikahan kita cuman sampai satu tahun jika tidak ada kecocokan satu sama lain." Ucap Rifki dengan tatapan serius.
"Lama banget sih satu tahu? bisa gak setengah tahun aja? " Diana mengeluh dengan usulan Rifki.
"Ya udah dua tahun aja. " Ucap Rifki cepat.
Diana mengernyitkan dahinya.
" Aku minta kurangin jangka waktunya bukan minta tambahin. " Ucap Diana langsung menjitak kapala Rifki.
"Awww." Rifki langsung memegangi kepala yang baru saja kena jitak.
"Dasar gak ada akhlak. Mau nyerang gak bilang-bilang. " Gerutu Rifki sambil mengelus-elus kepalanya.
"Emangnya ada apah orang nyerang harus bilang? maling aja masuk rumah gak bilang-bilang. " Jawab Diana.
Rifki tak menggubris ucapan Diana. Ia masih mengusap-usap kepalanya yang masih sakit.
"Ketahuan nih orang gak bisa penjumlahan. " Ucap Diana kembali ke topik pembicaraan.
" Penjumlahan? maksudnya? " Tanya Rifki yang tak mengerti dengan maksud Diana.
"Ya kamu itu gak bisa berhitung. " Ketus Diana.
"Enak saja bilang kalah aku gak bisa ngitung! aku ini bisa tau! " Ucap Rifki.
"Oh ya? tapi kenapa aku minta kurangin jangka waktunya kau malah nambahin jangka waktunya heh? " Diana menatap sinis Rifki.
"Menurutku kalau kau bilang kurangi pasti akan ku tambahin." Ucap Diana terkekeh.
"Ya kalau gitu aku minta tambahin. " Jawab Diana.
" Ya udah tiga tahun. " Jawab Rifki cepat.
"Haduh ni orang nyebelin amat sih!! " Batin Diana.
"Ko jadi tawar menawar ya? " Ucap Rifki tertawa.
Diana melihat ke arah lain. Seakan-akan tidak melihat keberadaan Rifki.
kata Khan peta ,,,
😅😂🤣 ithu Khan kata Dora ,,,
smga kedepan'a lebih seru dan menghibur,,,😅