Athena clarisa mahendra. Adalah sosok gadis tangguh yang hidupnya penuh dengan siksaan yang ia dapat justru dari keluarganya sendiri. Di tindas oleh abang kembarnya dan selalu di siksa oleh ayahnya sendiri. Selama hidupnya bahkan tak pernah sedikit pun merasakan hidup bahagia. Keluarganya justru lebih menyayangi anak angkatnya yang memiliki sifat lembut,pintar dan baik hati.tanpa mereka tahu jika dibalik wajah lugu anak angkatnya itu tersimpan sifat licik dan maipulatif. Karna perlakuan keluarganya itu sudah mencapai batas sabar dan membuat Athena memiliki dendam dan janji untuk menghancurkan keluarga gilanya itu. Lalu bagaimana dengan kelanjutan hidup Athena?,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandhyaruntala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28: De Luca Family
Matahari mulai meninggalkan takhtanya, menyisakan semburat jingga di ufuk barat yang menandakan waktu sudah memasuki malam hari.
Kenzo, yang sudah berada di rumah sakit sejak sepulang sekolah, akhirnya memutuskan untuk pamit pulang ke rumahnya.
"Tante, Kenzo pamit pulang dulu, ya. Besok Kenzo pasti datang lagi ke sini," pamitnya sopan kepada Bunda Nana.
Bunda Nana menoleh ke arah Kenzo, lalu mengulas senyum ramah yang tulus. "Sekali lagi, terima kasih banyak atas pertolonganmu untuk Athena ya, Nak Kenzo," ucapnya penuh rasa syukur.
"Sudah menjadi kewajiban Kenzo, Tante," jawab Kenzo lembut, lalu meraih tangan Bunda Nana untuk menyalaminya dengan takzim.
Kenzo kemudian beralih menatap dua pemuda di dekat sofa. "Gue balik dulu, Bang," pamitnya pada Vano dan Arga, yang langsung dijawab dengan anggukan kepala oleh keduanya.
"Thanks," ucap Arga akhirnya. Kalimat singkat, namun itu adalah bentuk pengakuan pertama Arga atas kehadiran Kenzo di sisi adiknya.
"Hmm," jawab Kenzo singkat.
Cowok itu kemudian melangkah mendekati brankar tempat Athena terbaring. Ia sedikit menundukkan tubuhnya.
"Aku pamit pulang ya. Besok aku datang lagi, Manis," bisik Kenzo tepat di dekat telinga Athena.
Athena langsung memutar bola matanya malas.
"Nah, bagus! Pulang gih lo, males gue liat muka lo," jawab Athena ketus, masih setia menyimpan kekesalan akibat kejadian salah tingkah sebelumnya.
"Jangan ketus-ketus begitu, Cantik. Nanti aku malah makin gemas," ledek Kenzo dengan senyum miring andalannya, lalu dengan cepat melangkah lebar meninggalkan ruang rawat VIP itu sebelum diamuk oleh Athena.
"Niel sialan!" umpat Athena kesal, merutuki Kenzo yang langsung kabur begitu saja setelah membuatnya kesal.
...***...
Sementara itu, di kediaman megah keluarga Kenzo.
"Dari mana, Boy?" tanya Mommy Sienna langsung saat melihat putra sulungnya baru saja melangkah masuk melewati pintu utama mansion, padahal waktu sudah menunjukan pukul tujuh malam dimana kenzo melewatkan waktu makan malam di rumahnya.
Kenzo yang mendengar pertanyaan dari sang mommy pun melangkah mendekat. Ia langsung memeluk dan mengecup sayang pipi wanita yang paling dihormati dan di sayanginya itu.
"Aku dari rumah sakit, Mom," jawab Kenzo singkat, lalu mendudukkan tubuhnya di samping Mommy Sienna.
"Rumah sakit?" beo Mommy Sienna dengan dahi sedikit mengernyit. "Siapa yang sakit, Sayang?" tanya Sienna kemudian, menatap putranya dengan penuh perhatian.
"Teman Ken, Mom," jawab Kenzo. Ia membuang muka ke arah lain, berusaha menyembunyikan semburat merah tipis yang mendadak muncul di wajah putihnya karena mendadak salah tingkah.
Melihat perubahan ekspresi yang sangat langka di wajah putra semata wayangnya itu membuat penasaran Mommy Sienna.
"Teman mana yang bisa membuat seorang Kenzo Nathaniel salah tingkah seperti ini, Boy?" tanya Mommy Sienna menyelidik dengan senyum penuh arti.
Belum sempat Kenzo menjawab pertanyaan sang mommy, sebuah suara bariton yang berat mendadak terdengar menggema, memotong pembicaraan mereka.
"Ck, anak kurang ajar! Kenapa kau memeluk istriku?!" ketus suara bariton yang baru saja muncul dari arah tangga.
"Dia mommy-ku, Dad. Kenapa Daddy harus cemburu padaku?" ujar Kenzo jengah, menatap malas ke arah sang ayah yang sedang berjalan mendekat.
"Tapi dia tetap istriku, anak nakal! Bahkan aku belum menciumnya sepulang kerja tadi, tapi kau sudah mendahuluiku!" kesal pria paruh baya itu, merasa kalah cepat dari anak kandungnya sendiri.
Kenzo mendengus remeh. "Siapa suruh Daddy lamban?" ejeknya terang-terangan pada Alex De Luca, pria yang dikenal dunia sebagai pengusaha terkaya nomor satu, namun mendadak kehilangan wibawanya di depan sang anak.
"Minggir kau! Cari saja kekasihmu sendiri, jangan merebut istri orang!" ketus Daddy Alex seraya menarik kasar lengan Kenzo untuk menjauhkannya dari sisi Sienna.
Sedangkan Sienna yang melihat perdebatan di hadapannya hanya bisa menggelengkan kepala jengah. Sudah sangat biasa bagi dirinya melihat pertengkaran semacam ini di dalam rumah, yang ujung-ujungnya selalu membuat sang suami kalah telak oleh putranya sendiri.
"Jangan remehkan aku, Dad," ujar Kenzo pongah.
"Jika aku mau, ada banyak sekali wanita yang mengantre hanya untuk menjadi kekasihku," ujarnya dengan percaya diri tinggi. Daddy Alex mendengus tidak terima.
"Kau jangan salah, ya. Dulu Daddy juga sangat tampan dan menjadi rebutan para wanita di luar sana!" jawab Daddy Alex tak mau kalah saing.
"Tapi tetap aku pemenangnya. Aku bahkan jauh lebih tampan dari Daddy," jawab Kenzo datar, yang sialnya, perkataan spontan itu adalah sebuah kenyataan telak yang tidak bisa diganggu gugat.
Daddy Alex seketika bungkam, meratapi gen unggulnya yang ternyata menurun terlalu sempurna pada sang anak.
"Sial! Mau dibantah pun tapi itu memang kenyataan," gerutu Daddy Alex kesal pada putranya yang berwajah rupawan itu.
"Hahaha!" Sienna yang sejak tadi menahan diri akhirnya tidak bisa membendung tawa lagi. Menyaksikan suaminya yang berkuasa di dunia bisnis internasional tetapi selalu kalah telak oleh putra mereka sendiri benar-benar berhasil menggelitik perutnya.
"Ngomong-ngomong, Ken, siapa gadis yang kau bawa ke rumah sakit siang tadi?" tanya Alex tiba-tiba, menatap intens pada putra tunggalnya.
Mendengar pertanyaan telak itu, Kenzo hanya bisa menghela napas pasrah. Daddy-nya itu memang selalu mengawasi setiap jengkal gerak-geriknya di luar rumah.
"Teman," jawab Kenzo singkat, berusaha bersikap seacuh mungkin.
"Benarkah? Teman mana yang bisa membuat seorang Kenzo Nathaniel cemas setengah mati, bahkan sampai hampir hilang kendali?" selidik Alex lagi dengan senyum miring yang memprovokasi.
Kenzo mendengus pelan, menatap sang ayah dengan malas. "Ck, Daddy terlalu ikut campur."
"Yuhuuuu! Spadaaa! Sekumpulan pria tampan datang berkunjung!" teriak sebuah suara menggelegar yang tiba-tiba terdengar dari arah pintu utama mansion.
Alex seketika memutar bola matanya malas. "Huft... sekumpulan pembuat onar datang," gerutu Alex lelah, yang langsung disambut oleh kekehan geli dari Sienna yang duduk di sampingnya.
Tak berselang lama, beberapa pemuda tampan berjalan masuk ke dalam ruang tengah.
"Mommy Sie!" teriak Dante heboh saat melihat wanita paruh baya tersebut.
Dante berlari kecil ke arah Sienna, lalu langsung memeluknya erat.
"Dante kangen Mommy," ucap Dante manja.
"Mommy juga kangen sama Dante. Kenapa Dante enggak pernah main ke sini lagi? Mommy sedih, loh," ujar Sienna lembut seraya membalas pelukan hangat Dante, mengusap punggung keponakannya itu penuh kasih sayang.
Di antara mereka semua, Dante memang merupakan anak bungsu yang sangat manja kepada Sienna, yang tidak lain adalah kakak kandung dari papanya sendiri.
"Daddy, awas! Dante mau sama Mommy," ucapnya seraya berlagak menyingkirkan Alex dari samping Sienna.
"Karma begitu instan," sindir Kenzo pelan, yang langsung dijawab dengan dengusan sebal oleh daddy-nya sendiri karena merasa posisinya tergeser kembali.
"Malam, Mom, Dad," sapa Victor dengan sopan saat dirinya sudah sampai di ruang tengah.
"Ada apa kalian berkunjung malam-malam begini?" tanya Alex dengan suara datarnya yang berwibawa.
"Ah, betul juga! Ken, Jaxon besok akan pindah ke sekolah kita," ujar Marco, menyampaikan berita penting yang mereka bawa malam ini.
Pandangan Kenzo seketika menajam. "Apa dia sudah menemukan titik terang tentang pencarian adiknya?" tanya Kenzo serius.
"Belum. Tapi dia memutuskan untuk melanjutkan pencariannya di Indonesia," jawab Victor menimpali.
Mendengar hal itu, Kenzo menganggukkan kepalanya perlahan, memahami situasi pelik yang sedang dihadapi sahabat mereka."Kita bantu pencarian itu setelah bertemu dengan Jaxon besok," ucap Kenzo dengan nada tegas dan mutlak yang tidak menerima bantahan.
...****************...
WELCOME TO MY 2ND BOOK! ✨
Mari kita temani Athena membalaskan dendamnya pada keluarga yang selalu menyiksanya.🔥
STAY TUNE TERUS SETIAP HARI YA GUYS! Karena bab baru akan selalu UP SETIAP PAGI DAN MALAM jam 07.00 dan 17.00 😙
JANGAN LUPA YAAA
LIKE 👍🏻 DAN KOMENNYA 💬, KARENA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI DAN BUAT AKU SEMANGAT BERKARYA. THANK YOU! 🥰
nempel terooosssss.....😁😁😁.....
bocil salin cakar
ayo dong bls mntan kluargamu.....ga sbr nungguin....
Nah loohhh.....abangnya udh ska,d tmbh emaknya,skrng adeknya yg tantrum.....gmna caranya tuh bjukin bocil.....😁😁😁
ogah bgt kaleee....tar mlah jd gatal....😫😫😫
apa nanti kepala keluarga mahendra ini yg menukar bayi baru lahir dengan bayi yg meninggal 🤔🤔🤔🤔🤔
mga cpt trungkap kl thea anknya....
mskpn bs bls mreka,tp lbh seru kl bnyak orng yg bntu....😁😁😁....
athena bentar lagi kamu berkumpul lagi dengan keluarga kandung kamu dan balas dendam lah pada keluarga mahendra buat mereka menyesal sudah menyayangi orang picik seperti ayusita
cpt ktmu sm kluarga kndungnya thea...aku gemes......
setelah ini keluarkan sisi iblismu kepada keluarga mahendra Karna mereka membuat kamu menderita
dan ungkap kenapa kamu waktu kecil diculik
mngkn abs ni athena bkln jd iblis bnrn.....tp aku syuka.....