NovelToon NovelToon
Swapped Souls (Jiwa Yang Tertukar)

Swapped Souls (Jiwa Yang Tertukar)

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Teen School/College / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:889
Nilai: 5
Nama Author: Yourbee Lebah

Menceritakan Kayla Eleody Seorang gadis kaya raya dengan kehidupan glamour sempurna, gadis pemberani ini tiba tiba saja bertukar jiwa dengan Zara seorang gadis miskin yang menjadi korban bully di sekolah, mampukan Kayla hidup dalam raga Zara dengan segala kesulitannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourbee Lebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 : Amir

Alisha dan nessy menarik Kayla menuju salah satu pusat perbelanjaan paling besar dikiranya, kaya berkali kali merasa kagum dengan kemegahan bangunan ini.

"Besar banget!" Kayla berseru heboh.

"Aneh banget deh lo! kita udah ratusan kali kesini" cibir nessy.

"Ini impian aku sejak kecil, ibu gak pernah bisa bawa aku kesini, hebat banget" Batin zara.

"Lo mau beli apa kay?" Tanyanya.

"Hah?" Kayla terperanjat dari lamunannya.

"Pasti barang barang di sini mahal, aku mana punya uang" Batin nya.

"E-enggak deh lagi gak pengen apa apa" Jawab Kayla.

"Tumben lo?"

Nessy dan Alisha mengendikkan bahunya acuh, mereka berjalan menyusuri aneka toko Aksesoris baju dan fashion lainnya.

"Kay sini bajunya bagus bagus banget!" Nessy berseru saat menunjukkan sepasang baju berwarna biru muda.

"Lo suka nih pasti, beli aja cuma limaratus ribuan" Katanya.

"Limaratus ribu?" Kaget Kayla sembari menunjukkan telapak tangan dengan lima jari yang mengacung.

"Murah kan? baju lo mana anda yang di bawah lima ratus" Katanya.

"Mahal banget" Batin zara.

"Lo bawa kartu kredit kan?" Tanya Alisha.

Kayla menggeledah isi tasnya, pagi tadi sang ayah sempat menyerahkan dompet yang baru untuknya, laki laki setengah tua itu bilang dompetnya hilang karena tenggelam

"Tadi om Harris ngasih ini ke aku, baru aku ambil uangnya aja buat beli makan siang" Ujarnya polos.

Nessy menyahut dompet yang ada di tangan Kayla, gadis 18 tahun itu menggeledah isinya dan menemukan sebuah kartu kredit berwarna hitam.

"Nih! biasanya lo belanja pake ini! lo inget kan?"

Kayla mengangguk walaupun ia tak mungkin bisa mengingatnya.

"Jangan jangan lo lupa lagi pin nya" Sindir Alisha.

"Mana aku tau, itukan bukan punyaku"

"I-iya" Jawabnya ragu.

"Kayanya lo harus periksa ke dokter deh!" Ketus nessy.

"Yaudahlah hari ini kita bayarin dia dulu, nanti lo Tanya sama bokap lo pin ATM nya" Ujar Alisha.

"O-oke deh"

...****************...

"Nih!" Amir menyerahkan seekor ikan yang sudah di panggang matang untuk zara, gadis itu masih menatap api yang menyala dengan alis yang bertaut tajam.

"Kamu kenapa deh zara? kok makin aneh gitu, dulu seinget aku kamu tuh orangnya gampang senyum ramah sekarang kok jadi judes gini"

Zara melirik Amir tak suka, menurutnya pemuda itu terlalu banyak bicara.

"Banyak omong banget!" Balasnya ketus.

Zara merebut ikan bakar yang di ulurkan Amir, ia memakan nya dengan hati hati.

"Kok lo gak sekolah?" Tanya Zara, lagi.

"Kan udah ku bilang, aku miskin, bapakku gak mampu buat bayar sekolah, terpaksa aku putus sekolah deh pas kelas 11, aku kan gak sepintar kamu buat dapet beasiswa" Katanya.

"Terus kalo gak sekolah, lo ngapain?"

"Bantuin bapak kerja, ya palingan nunggu orang nyuruh ke sawah, petik cabai, panen padi dan lain lain"

"Pantesan lo item" Sarkasnya.

"Tapi bisa dapet duit, kalo sekolah mana bisa dapet duit"

"At least gue gak bego" Jawab Zara tak santai.

"Walaupun aku gak pinter tapi aku juga gak bego bego banget, satu tambah satu sama dengan dua kan?"

"Anak TK juga tau, lagian sekolah itu penting, mau jadi apa nanti negara ini kalo banyak orang yang tidak berpendidikan kaya lo!"

"Kamu tuh gak bisa mengukur segala sesuatu pakai ilmu pengetahuan, berarti memang aku gak di takdirkan buat membanggakan negeri, setidaknya aku bisa bantu pakai pengalaman, kalo gak ada orang orang kaya aku kamu mana bisa makan beras, ya gak?"

"Gue gak pernah makan beras kampung, beras gue beras jepang!" sombongnya.

"Yang dari Jepang juga pake pengalaman namemnya, bukan pake ilmu matematika atau fisika" Balas Amir.

"Issh ngeselin lo!" Zara menggeram kesal, yang lebih membuatnya kesal adalah saat melihat Amir tertawa.

"Hari rabu kemaren aku liat baju kamu kena air kotor, habis jatuh?" Tanyanya.

"Kapan?"

"Udah agak lama sih, kamu bersihinnya di pancuran sungai deket tempatku kerja, makanya aku Tanya, sekolahmu baik baik aja kan?"

"Gak baik, lo gak liat gue di scors?

"Aku takutnya kamu kena bully, kamu tau kadang orang kaya tuh suka semena mena" Balas Amir.

"Emang gue gak pernah cerita sama lo?"

"Cerita apa?" Amir bertanya penasaran.

"Ya tentang sekolah gue"

"Enggak sih, aku udah beberapa kali liat kamu nangis pas pulang sekolah, tapi pas aku liat kamu kamu langsung menghindar, baru ini kamu mau cerita sama aku lagi" Ungkap Amir.

"Kenapa nangis?" Batin Kayla.

"Aku harap kamu baik baik aja di sekolah mahal itu, ibu mu pasti bangga kamu berasal dari lulusan sana, aku do'ain nanti bisa masuk universitas juga" Katanya.

Zara terdiam, ia mendengar semua harapan baik dari Amir untuknya, pemuda ini terlihat tulus mengatakannya.

"Thanks"

"Kalo besok masuk sekolah jangan sampai di skors lagi, kasian ibumu"

"Hmm" Dehem Zara malas.

...****************...

Zara kembali menatap diri nya di depan cermin, ia bertanya tanya darimana gadis ini mendapat luka sebanyak itu, apakah Zara mengalami perundungan?

tok tok tok...

"Neng?" Panggil sita.

Zara berjalan ke arah pintu dan membuka pintu untuk sita.

"Ini hape mu" Sita menyerahkan sebuah ponsel padanya.

"Kemaren kemasukan air, udah ibu benerin" Katanya.

Zara meraih benda kotak itu dengan pasti, ia tak pernah merasa sangat penasaran dengan masalah orang lain, namun benda ini mungkin akan sedikit memberi petunjuk untuknya.

"Ibu sholat dulu ya? kamu udah sholat?" Tanyanya.

"Udah" Bohongnya.

Sita mengangguk, mengusap pipi sang anak sekilas dan berlalu pergi.

Zara menutup pintunya cepat, ia duduk pada ranjang dan mengotak atik ponsel milik Zara.

"Ck! pake pin lagi!" Dengusnya.

"Tanggal lahir?" Tanyanya bergumam

Zara berlari ke arah meja belajar, ia mencari cari kartu pelajar milik Zara, mungkin saja gadis itu menyetel pin ponselnya dengan tanggal lahir miliknya.

"15 juni 2009" Gumamnya setelah menemukan kartu tersebut.

Zara kembali mengotak atik ponsel itu, mengetik pin menggunakan tanggal lahir Zara, namun hasilnya gagal.

"Bukan? apa dong?"

...****************...

Zara berlari melewati gerbang besar sekolahnya, sebelumnya ia memang sudah mengetahui kelas baru miliknya, namun kali ini tujuannya bukan itu, ia akan pergi ke kelas Kayla dan berharap bisa menemui gadis itu kali ini.

Zara melewati pintu kelas Kayla, mencari ke setiap sudut ruangan keberadaan gadis itu.

"Nyari siapa?" Teman sekelasnya, prilly bertanya heran.

"Kayla mana?"

"Belum dateng" Balas prilly.

Zara dengan percaya diri berdiri di depan kelas itu dan menunggu kehadiran Kayla.

"Lo ngapain di sini? lo kelas 11 kan?"

Lirikan tajam prilly dapatkan dari Zara, "Gak sopan" Gumamnya pelan lalu pergi.

"Ayo dateng! gue yakin lo masuk ke tubuh gue" Batin Kayla.

Dari kejauhan ia melihat seseorang yang sangat familiar, itu adalah dirinya, Kayla.

Zara berlari menghampiri Kayla di ujung lorong, sementara Kayla terdiam membeku di tempatnya melihat Zara berlari ke arah nya.

"Zara!"

1
Yourlovelife
ayo baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!