Pernikahan Aulia di uji melalui suami dan keluarganya. Hidup bahagia yang dia bayangkan kini sirna sejak hadirnya orang ketiga. Bahkan anak kandungnya sendiri pun tak pernah mendapat perhatian dan kasih sayang dari ayahnya. Perhatiannya hanya di tu jukan pada ponakan satu-satunya. Tanpa keluarga sang suami tau jika wanita yang seringkali mereka hina dan rendahkan, bukanlah wanita biasa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliyah Ramahdani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Putri keluarga Horizon
Keluarga pak Rasyid mendapat sebuah undangan pernikahan oleh salah satu kenalannya. Dengan penampilan yang sangat cantik, Aulia pun turut serta menemani sang papa dan mamanya
Acara besar itu di adakan di salah satu hotel terbesar di sana. Aulia pamit kepada kedua orangtuanya untuk ke toilet
" Aduh.., maaf mbak saya gak sengaja" ucap Aulia tak sengaja menabrak seorang wanita cantik
" Santai aja, gak apa-apa kok" jawabnya tersenyum. Namun tiba-tiba senyumnya memudar melihat wajah di depannya
" Tunggu, bukannya kamu yang waktu itu?" Ucapnya menunjuk Aulia
" Maaf, mbak siapa ya? Apa Mbak mengenal saya?" Tanya Aulia
" Kamu yang tempo hari di rumah Vita, kan? Kamu adik iparnya Vita? Aku yang sempat menahanmu saat itu" ucapnya membuat Aulia mengingat kembali
" Ya ampun, jadi mbak yang waktu itu. Astaga.. maaf, aku tak mengenali mbak" jawab Aulia tersenyum
" Kok kamu di sini? Kamu sedang bersama suami kamu?" Tanyanya
" Aku sudah cerai sama pria itu"
" Benarkah?"
" Iya, dia menceraikanku saat acara ulang tahun anak mbak Vika selesai. Mereka lebih memilih wanita lain"
" Maksud kamu wanita yang bernama Astrid itu? Aku dengar dia anak pemilik perusahaan horizon, tapi aku kurang yakin"
" Mbak kok gak yakin? Bukannya Mbak berteman juga dengannya?"
" Karena menurutku, mana ada seorang wanita kaya dan berkelas memilih jadi selingkuhan? Dan juga andai saja pria itu masih lajang, aku yakin dia tak akan memilih pria seperti itu jika memang dia putri keluarga Horizon"
" Maksud Mbak gimana? Apa salahnya jika memang putri keluarga Horizon memilih pria itu?" Tanya Aulia
" Itu namanya bodoh...!! Di luar masih banyak pria yang lebih baik darinya. Hanya karena dia tampan sampai dia menjadi wanita bodoh" jawabnya
" Iya, putri keluarga Horizon itu memang sangat bodoh karena memilih pria itu. Bahkan dia tak di anggap dan hanya di jadikan babu gratis mereka" ucap Aulia
" Ya udah, kalo begitu aku permisi. Aku juga mendapat undangan untuk hadir di sini" ucap Aulia tersenyum
" Baiklah, oiya namaku Clara" ucap Clara mengulurkan tangannya
" Salam kenal mbak Clara, aku Aulia" jawabnya sebelum berlalu
Sejam berlalu, pemilik acara menghampiri keluarga pak Rasyid
" Wah.. selamat atas pernikahan putra anda, tuan Atmaja" ucap pak Rasyid
" Terima kasih pak Rasyid. Terimakasih juga karena menyempatkan diri dan keluarga untuk menghadiri pernikahan anak kami. Lain kali kami akan membalas untuk menghadiri pernikahan anak anda, hahaha" ucapnya tertawa
" Hahahah... Doakan saja pak. Oiya kenalkan ini istri dan putri saya" ucap pak Rasyid
" Selamat malam om, Tante. Saya Aulia" ucap Aulia mengulurkan tangan
" Salam kenal ya nak Aulia. Kami juga punya seorang putri, sepertinya kalian seumuran. Mungkin sebaiknya kalian harus saling mengenal" ucapnya berlalu mencari keberadaan sang anak
" Sayang... Sini " ucap Bu Atmaja memanggil sang putri
" Ada apa ma?"
" Di sana ada pemilik perusahaan horizon dan juga putrinya. Mama rasa kamu seumuran dengannya, gimana kalo kalian saling berkenalan" usul mamanya
" Keluarga horizon? Benarkah? Sepertinya aku harus bertemu dengan putri mereka ma, aku ingin memastikan sesuatu" ucapnya tersenyum
" Ya sudah kalo gitu, ayo kita ke sana" ajak mamanya segera menggandeng sang putri
" Maaf menunggu lama, ini putri kami. Namanya Clara. Clara dia putri pak Rasyid, namanya Aulia" ucap mamanya
Aulia dan Clara sama-sama terkejut
" Kamu?" Ucap mereka bersamaan dan saling menunjuk
" Hahahaha" tawa keduanya terdengar membuat orangtua mereka saling berpandangan
" Kalian sudah saling mengenal? Sejak kapan?" Tanya pak Atmaja
" Baru saja di toilet, pa" jawab Clara
" Ya sudah kalo begitu, ajak nak Aulia ngobrol" pinta mamanya
" Iya ma. Yuk kita ke sana" ajak Clara pada Aulia Aulia pun mengikuti langkah Clara. Mereka mengambil dua gelas minuman
" Astaga... Jadi wanita bodoh itu kamu, aulia? Hahaha.. maaf aku tak tau jika kamu dalah putri perusahaan horizon. Aku sempat bilang, kan? Kalo aku sepertinya pernah melihatmu sebelumnya"
" Iya aku lah wanita bodoh itu. Wanita yang rela kehilangan semuanya, hanya demi mengejar cinta pria brengsek itu" ucapnya
" Aku penasaran dengan respon mereka saat tau bahwa wanita pelakor itu adalah seorang penipu. Mereka sangat mengagungkan wanita itu, bahkan membuang yang asli demi yang palsu, hahahah...." Tawa Clara terdengar
" Tapi kenapa kamu tak katakan saja pada mereka tentang keluargamu?" Tanya Clara menatap Aulia
" Aku tak berhak mengatakannya. Karena aku memilih sendiri keluar dari rumah, dan saat itu aku rasa jika aku bukan lagi putri mereka. Aku telah mengecewakan mereka" jawabnya
" Lalu, selama pria itu mengenalmu, apa dia tak pernah tau status sosialmu?"
" Tidak. Dulu, aku memang sengaja menutupinya, untuk menyakinkan ketulusan pria itu"
" Lalu, apa kau tak ingin memberitahu mereka tentang siapa kamu sebenarnya?"
" Belum waktunya mereka tau, tapi akan ku pastikan, mereka akan sangat menyesal seumur hidup mereka karena telah membuangku dan putriku" ucap Aulia mengepalkan tangannya
********
Di rumah, Bu ayu sedang menonton tivi bersama Alvaro, cucunya. Sementara Vita sedang keluar entah kemana
Tok.. Tok... Tok..
Suara ketukan pintu membuat Bu ayu bangkit dan melangkah keluar
" Siapa ya?" Tanyanya pada tiga orang pria bertubuh tinggi besar yang berdiri di pintu. Bu ayu sampai mendongak saat berbicara pada pria itu
" Apa benar ini rumah valdo?" Tanya pria itu dengan suara berat
" Iya benar, ada apa ya?"
" Kami sedang mencari valdo. Panggilkan dia kemari sebelum kami yang menyeretnya keluar" ucapnya lagi
" Apa urusan kalian dengan anakku?"
" Anakmu meminjam uang pada kami. Tapi sampai hari ini belum di bayar juga" jawabnya
" Meminjam uang? Jangan bohong kalian. Anakku tidak mungkin meminjam uang pada kalian. Tampang kalian saja seperti preman begini, mana ada punya uang. Anakku itu punya uang banyak, aku dan kakaknya selalu memberinya banyak uang. Jadi aku tidak percaya dengan kalian" ucapnya
" Panggilan saja dia sekarang"
" Dia sedang gak di rumah. Dia sedang berada di kota besar bersama kekasihnya yang anak orang kaya. Dan kakaknya pun juga di kota. Dan asal kalian tau, calon menantuku itu putri pemilik perusahaan horizon solutions. Kalian tidak tau kan perusahaan apa itu? Jadi kalian pergilah, jangan ganggu anakku. Dia tak mungkin meminjam uang pada kalian. Atau kalian yang selalu meminta duit padanya?"
" Jika dia sudah kembali, katakan padanya untuk segera mengembalikan uang pinjaman itu. Kalo tidak, maka dia akan tau akibatnya" ucap pria itu kemudian pergi
" Dasar aneh, enak saja mau meminta uang anakku. Kalian pikir semudah itu membodohiku?" Gumam Bu ayu kesal
" Atau mereka itu yang pernah berantem sama valdo? Dasar kurang ajar..!! Jadi mereka yang membuat wajah tampan anakku jadi terluka, sialan...!!" Gumam Bu ayu lagi teringat saat valdo pulang malam itu dengan wajah sedikit babak belur
" Bu, siapa mereka?" Tanya Vita yang baru saja memarkirkan motornya saat pria itu melangkah pergi
" Darimana saja kamu, Vita! Seharian keluar gak ingat anak" ucap Bu ayu kesal tanpa menjawab pertanyaan Vita
" Biasalah Bu, aku lagi nongkrong sama teman-teman aku. Tadi siapa sih?"
" Gak tau, mereka datang nyariin valdo. Katanya valdo meminjam duit pada mereka. Padahal dilihat dari tampangnya saja mereka orang kere. Teman kamu si clara itu?" Ucapnya
" Bukan. Clara mah sibuk Bu, sekali-kali aja dia di sini, kalo ada urusan. Trus ibu bilang apa sama mereka?"
" Ibu bilang valdo gak ada. Enak aja mau minta duit sama valdo. Ibu yakin mereka itu tukang palak yang suka palakin valdo" ucap Bu ayu
" Mungkin saja Bu. Oiya valdo sudah menghubungi ibu? Apa mereka sudah bertemu dengan Astrid?"
" Vino yang menghubunginya ibu, dan katakan mereka sudah makan malam bersama. Tapi ibu kesal banget sama vino" ucapnya
" Kenapa Bu?"
" Sampai sekarang belum juga bertemu dengan keluarganya si Astrid. Padahal kan hubungan mereka juga sudah lama banget" jawabnya
" Mungkin Astrid yang belum mau vino bertemu keluarganya, Bu"
" Makanya kamu bantuin untuk meyakinkan Astrid dong. Kamu kan temannya, kalo perlu minta bantuan Clara juga. Mereka kan di kota yang sama, ibu yakin Clara pasti siap membantumu"
" Iya Bu, nanti aku coba menghubungi Astrid" jawab Vita kemudian masuk ke dalam rumah