Areksa Rexander seorang selebriti yang bertemu dengan seorang gadis cantik pemikat hatinya bernama jesselyn stevania yang merupakan mantan pacar dari sang kakak.
bagai manakah kisah cinta Areksa dan Jesselyn???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Izza naimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Bruk..
keduanya terjatuh dan Jesslyn terjatuh tepat di atas tubuh Alaska dan bibirnya mendarat di dada bidang Alaska. Jesslyn masih belum sadar dan malah terhipnotis oleh aroma parfum Alaska, dia memejamkan matanya untuk mencium lebih dalam aroma itu.
sedangkan Alaska terdiam terbaku saat tubuh mungil itu berada di atasnya, terlebih Jesslyn seperti sangat menikmati momen itu dan Alaska membiarkannya. secara bersamaan garis bibir Alaska melengkung ke atas.
" nyaman banget ya Kak?" goda Alaska.
Mendengar hal itu Jesslyn terdiam sesaat.
" eh sorry" Jesslyn langsung terbangun dari tubuh Alaska dengan perasaan gugup.
" nggak papa sih Kak, kalau nyaman peluk aja. Aku kan pernah bilang kalau aku milik kakak" Alaska terkekeh melihat Jesslyn tergugup seperti itu, dan sayangnya Jesslyn tidak bisa menyembunyikan kegugupannya itu.
" Kenapa kamu bilang seperti itu? kita Udah impas kan? kamu harus nurut keinginan aku dan aku minta kamu untuk terlepas dari menjadi budak ku" Jesslyn mengingatkan kembali.
" nggak gitu cara mainnya Kak"
" aku nggak main-main, aku serius!"
" Aku juga serius"
Jesslyn mulai pusing menanggapi Alaska dan Entah kenapa dia menjadi sedikit tengil seperti ini. Bukankah dia memang tidak pernah tertarik dengan wanita yang jauh lebih tua? Ah ngomongnya hal seperti itu hal yang biasa Alaska lakukan kepada siapapun bukan hanya kepada dirinya saja, pikir Jesslyn.
Setelah sedikit berdebat dengan Jesselyn akhirnya Alaska memutuskan untuk masuk kedalam kamar yang berada di samping Jesselyn.
Alaska menghela nafas.
"kk jessy pasti marah"
Diapun heran ada apa dengan dirinya, kenapa Alaska seolah cemburu pada Mahesa padahal niatnya dari awal Alaska akan menjodohkan mereka.
"ada apa sma gue?" Alaska mengacak-acak rambut frustasi.
"kayaknya otak gue rada geser gara-gara Willa!" sentak Alaska menyalahkan orang lain yang tidak lain adalah mantan tercintanya.
"dari pada pusing, mending gue live aja" putus Alaska.
Dia pun membuka ponselnya dan sebelum live Alaska sempat berselfie dan Meng-uploadnya di story.
Okey kita live dari pada mumet!"
Alaska membuka salah satu aplikasi media sosialnya dan mulai live. dari 0 penonton dan dalam beberapa menit di serbu dengan ratusan bahkan ribuan penonton.
"Hai selamat malam" sapa Alaska dengan begitu ramah.
" kak Alaska mana kak sofia?"
"kak Alaska ganteng"
"kak Alaska udah jadian sama ka sofia?"
"Hai pangeran aku!"
"Bisa ga orang biasa kaya gue di cintai sama lo Alaska?"
"couple goal Alaska dan sofia"
"kak aku Alfia garis kasar"
"kawal Alfia sampai pelaminan"
Alaska tertawa membaca beberapa komentar yang sempat dia baca.
"sofia ada fi rumahnya kayaknya" balas Alaska.
"thank you ya semua selalu dukung gue"
"kak Alaska ada projek baru lagi gak bareng sofia?"
" kalau projek baru ada, tapi bukan bareng sofia " jawab Alaska menjawab salah satu komentar.
" bang, kapan ngoten bareng sofia? "
"Ditunggu aja ya, tinggal upload aja kok"
" I love you Alaska"
" I love you more-"Alaska membaca nama akun itu
"Arini"
" menurut kak Al , Kak Sofia cantik nggak?"
"cantik"
Alaska selalu menikmati saat dirinya sedang live karena begitu banyak orang yang sangat antusias dan mendukung Alaska. baik mengidolakan secara pribadi ataupun mengidolakannya karena menyukai dirinya berjodoh dengan Sofia.
hal seperti ini seolah menjadi penghibur untuk Alaska, mau serumit apapun masalahnya jika membaca semua komentar-komentar fansnya mood-nya seolah kembali membaik.
sedangkan di kamar lain, Jesslyn nampak sedang merasa bersalah setelah dengan lancang menutup pintu kamarnya saat Alaska masih di depan pintu kamarnya.
" apa gue keterlaluan ya?"
Jesslyn dibuat tidak fokus dengan pekerjaannya karena dia tidak pernah bersikap tidak sopan kepada orang lain. dia selalu menanamkan attitude tapi kenapa tindakan Alaska begitu menyebalkan sampai membuat Jesselyn kesal.
" ah sial! dia yang salah kenapa gue yang terus merasa bersalah sih!"
Jesselyn keluar dari kamarnya dan menuju ke dapur. terlihat di meja makan masih tersisa makanan bekas Alaska dan itu masih sangat banyak, sudah pasti Alaska hanya memakan sedikit makanannya.
" gara-gara gue dia nggak lanjut makan, pasti dia lapar banget" ucapnya merasa bersalah.
Jesslyn membereskan piring kotor dan membuatkan sesuatu untuk mengganti makanan Alaska.
15 menit Jesslyn berkutat di dapur dan akhirnya sepiring sub kepiting tahu kesukaannya sudah siap.
"hmm enak! semoga Alaska juga suka" lagu mom Jesslyn sembari mencicipi sub itu. Jesslyn memang tidak tahu makanan kesukaan Alaska. dia hanya berharap Alaska menyukai masakannya.
Setelah memasukkan sub itu ke dalam mangkuk, Jesslyn membawanya ke kamar Alaska.
Tok
Tok
Tok
" Alaskaaa"
Tok
Tok
Tok
" Alaska, kamu udah tidur? Jesslyn sedikit berteriak karena Alaska tidak menyahut, Jesslyn melihat lampu kamar Alaska masih menyala dan Jesslyn mencoba mengetuk pintu yang ternyata tidak dikunci oleh Alaska.
"Al "panggil Jesslyn dan Alaska menoleh ke arahnya tanpa menyahuti.
" kamu lanjutin makannya, aku tahu tadi kamu makan cuman sedikit" titah Jesslyn, dia tidak sadar bahwa Alaska sedang melakukan siaran langsung dan jesslyn mendekati Alaska Seraya menyerahkan semangkuk sup hangat.
" apa ini?" tanya Alaska.
" sup kepiting tahu"
" Oh makasih ya" takutnya dingin dan menerima mangkok sup itu.
Alaska menyendokan sup itu kemudian meniupnya sebelum memakan sup itu.
"enak?" tanya Jesslyn menantikan jawaban Alaska yang terlihat masih mengunyah.
" enak" jawabnya dingin kembali.
" Oke kalau gitu Lanjutin makanya ya aku mau ke kamar lagi" ucap Jesslyn yang merasa berat untuknya mengucapkan kata maaf.
"kak" Panggil Alaska saat Jesslyn berada di ambang pintu.
"ya"
" terima kasih"
" iya"
Jesslyn pun kembali ke kamarnya dengan perasaan sedikit saja walaupun kata maaf tidak terucap dari mulutnya meski Alaska bersikap sangat dingin.
Jesslyn membuka ponselnya berniat mengumpulkan semangat baru untuk memulai bekerja kembali. Jesslyn membuka salah satu aplikasi sosial medianya, terlihat akun Alaska sedang melakukan siaran langsung menekan tombol itu.
Jesslyn tersenyum saat melihat Alaska memakan sup buatannya, wajahnya begitu ramah berbeda dengan apa yang Alaska Tunjukkan kepadanya tadi.
" Wah Kak Al siapa cewek tadi? kayaknya bukan Sofia deh"
" itu mah bukan Sofia, wajahnya agak bule"
" Kak Alaska, itu kah pacar Kak Alaska yang asli?
" cantikan Kak Sofia"
" cewek itu cantik banget deh cocok sama Bang Al"
" romantis banget dibuatin sup malam-malam begini"
" patah hati kalau Alaska nggak sama Sofia"
" Kak Jawab dong cewek tadi siapa?"
" Itu Kakaknya woi, orang tadi Ke Alaska manggilnya Kakak"
Jesslyn terkejut dengan komentar para fans Alaska. ternyata tadi Alaska sedang melakukan live dan Jesslyn dengan lancang masuk ke dalam kamar Alaska lebih parahnya Jesslyn sepertinya menampakkan diri di siaran langsung Alaska.
" mampus gue! bisa ngerusak nama baik orang gue" Jesslyn semakin merasa bersalah dan pantas saja tadi Alaska bersikap dingin seperti itu kepadanya. seharusnya Jesslyn sadar dan bisa membaca kode dari Alaska bahwa dia tengah melakukan siaran langsung.
Jesslyn terus membaca komentar yang masuk dan 80% itu membahas tentang dirinya. banyak fans Alaska Yang penasaran tentang Jesslyn itu siapa walaupun Alaska tidak menjawabnya sama sekali dan terus mengabaikannya.
"hadeeh... gue bikin ulah ini, Gimana kalau fans-fansnya mencari tahu tentang gue? Gimana kalau Alaska digosipin pacaran sama tante-tante kayak gue?"
Jesslyn dibuat semakin pusing dan semakin bersalah.
" gue harus menghindari Alaska! Kasihan dia kalau sampai digosipin yang nggak-nggak!" putus Jesslyn dan akhirnya semalaman Jesslyn tidak fokus dengan pekerjaannya Bahkan dia tidak bisa tidur karena memikirkan nasib karir Alaska kedepannya. hanya karena kebodohannya nama baik Alaska akan jatuh.
" semoga kak Mahesa segera melamar gue. Gue janji bakalan nerima dia Dan kalau ada yang gosipin gue sama Alaska gue tinggal bilang kalau gue bukan pasangan Alaska dan Mahesa lah pasangan gue! gue nggak mau ngerusak nama Alaska!"
Jesslyn berharap lebih kepada Mahesa bahkan jika Mahesa tidak juga mengungkapkan perasaannya, Jesslyn Cinderella yang akan mengungkapkan hal itu walaupun dia tidak begitu yakin dengan perasaannya, tetapi itu tidak ada salahnya kan? hanya Mahesa lah yang paling mengerti dan paling tahu tentang dirinya dan itu juga akan bisa menyelamatkan karir Alaska.
" gue harus segera melepas masa lajang gue! gue yakin Mahesa yang terbaik buat gue!"
.
.
.
.