NovelToon NovelToon
System Kultivasi Level Maksimal

System Kultivasi Level Maksimal

Status: tamat
Genre:Sistem / Fantasi Isekai / Kultivasi Modern / Tamat
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Note: Ini cuma sekedar novel santai aja, kemungkinan besar dari kalian akan bosan membacanya. karena alurnya yang lambat, jadi jangan tanya author masalah debeh, aksi gelut gelut dan semacamnya yaa...😀

Xiao Yan bereinkarnasi ke dunia kultivasi modern sebagai bayi dengan status dan keahlian maksimal menyentuh angka 9999. Di tengah tragedi serangan monster yang merenggut nyawa ayahnya dan mengancam ibunya, dia tanpa sengaja melepaskan satu tembakan energi mematikan yang menghapus sang monster beserta daratan sejauh tiga kilometer dalam sekejap. Demi kehidupan yang damai dan tenang, Xiao Yan memutuskan untuk menyembunyikan identitasnya, meski takdir dan sistem di kepalanya seolah terus memaksanya untuk bertindak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Kabut putih kelabu menyelimuti pepohonan di Zona Selatan. Jarak pandang kelompok Xiao Yan kini kurang dari tiga meter. Tanah yang mereka pijak terasa basah dan licin.

"Srek."

Lin Fan menginjak tumpukan daun kering yang membusuk.

"Ugh... Sepatuku kotor semua," keluh Lin Fan dengan suara bergetar. Dia memegang Pedang Angin Puyuh miliknya dengan kedua tangan, siap menebas apa pun yang muncul dari balik kabut.

"Hah... Jangan banyak mengeluh. Perhatikan langkahmu," balas Xiao Yan datar dari belakang.

"B-Berapa jauh lagi kita harus berjalan?" tanya Chen Ping sambil melihat kompasnya yang masih berputar tidak karuan. "Kita sudah berjalan selama tiga puluh menit. Peta ini sama sekali tidak berguna di dalam kabut."

Song Jia berjalan merapat di dekat Chen Ping.

"Ugh... Aku merasa suhu udaranya semakin turun," ucap Song Jia pelan. Tangannya memeluk tas medisnya semakin erat.

"Kita sudah dekat," jawab Xiao Yan.

Xiao Yan tidak butuh peta atau kompas. Radar energinya mendeteksi sebuah pusat tarikan gravitasi buatan berjarak seratus meter di depan mereka. Ada belasan titik kehidupan manusia berkumpul di sana.

"Berhenti," perintah Xiao Yan tiba-tiba.

Lin Fan, Chen Ping, dan Song Jia langsung membeku di tempat.

"Ada apa? Kau melihat serigala lagi?" bisik Lin Fan panik.

"Di depan ada tebing kecil. Kita merayap perlahan dan lihat ke bawah," kata Xiao Yan.

Mereka berempat berjalan mengendap-endap. Tanah di depan mereka tiba-tiba terputus, membentuk sebuah lereng berbatu yang mengarah ke sebuah lembah melingkar yang cukup luas. Lembah itu bersih dari pohon besar. Anehnya, kabut tebal tidak masuk ke dalam area lembah tersebut, seolah ada dinding tak kasat mata yang menahannya.

Mereka bersembunyi di balik batu besar di tepi lereng dan mengintip ke bawah.

Pemandangan di bawah sana membuat napas Lin Fan, Chen Ping, dan Song Jia tercekat.

"Kring!"

Suara rantai besi yang bergesekan terdengar jelas dari dasar lembah.

Di tengah lembah, terdapat sebuah formasi lingkaran cahaya berwarna merah darah yang tergambar langsung di atas tanah. Di dalam formasi itu, enam orang siswa berseragam emas Kelas Unggulan duduk di tanah dengan tangan terikat rantai energi.

Salah satu dari mereka adalah Su Xue, gadis berambut hitam panjang dari keluarga militer. Seragam emasnya kotor oleh tanah, tetapi wajahnya tetap terlihat dingin. Di sebelahnya, beberapa siswa laki-laki terlihat menunduk ketakutan.

"Ugh... Itu Su Xue! Dan anak-anak Kelas Unggulan lainnya!" bisik Lin Fan. Matanya membelalak lebar. "Siapa orang-orang berjubah merah itu?"

Di sekeliling formasi, berdiri sekitar sepuluh orang dewasa yang mengenakan jubah berwarna merah gelap dengan tudung menutupi wajah mereka. Masing-masing membawa pedang bergerigi yang meneteskan cairan hijau.

"Mereka bukan staf akademi," jawab Chen Ping dengan suara gemetar. "Ugh... Pakaian merah itu... Aku pernah membacanya di buku sejarah kriminal. Itu adalah seragam Sekte Bayangan Darah!"

"Sekte Bayangan Darah?" tanya Song Jia bingung. "Siapa mereka?"

"Mereka adalah kelompok kultivator buronan yang menggunakan sihir darah terlarang," jelas Chen Ping cepat.

Di bawah sana, salah satu pria berjubah merah yang memakai topeng logam hitam melangkah maju. Dia berdiri tepat di depan formasi cahaya yang mengurung Su Xue. Pria itu tampaknya adalah pemimpin kelompok tersebut.

"Hah... Ternyata rumor itu benar. Darah dari keluarga militer Su memiliki daya tahan yang tinggi," kata pria bertopeng itu. Suaranya berat dan kasar.

"Apa yang kalian inginkan?!" teriak Su Xue. Matanya menatap tajam ke arah pria bertopeng itu. "Akademi akan menyadari Formasi Isolasi ini dalam waktu dekat. Ayahku akan membawa pasukan militer untuk menghancurkan kalian!"

Pria bertopeng itu tertawa pelan.

"Militer tidak akan sempat datang," jawab pria itu. Dia menunjuk ke arah tanah di tengah formasi merah. "Kami tidak peduli pada nyawa kalian. Kami hanya butuh darah segar kalian untuk membuka segel Pusaka Jantung Bumi yang ditanam oleh pendiri akademi ini lima ratus tahun yang lalu."

"Pusaka Jantung Bumi?" Su Xue mengerutkan kening.

"Ya. Benda itu ada tepat di bawah lembah ini," pria bertopeng itu mengangguk. "Energi dari pusaka itu akan membuat Sekte Bayangan Darah kembali berjaya. Tapi segelnya sangat merepotkan. Segel itu butuh pengorbanan nyawa dari kultivator muda berbakat. Dan kalian berenam adalah kandidat yang sangat sempurna."

Di atas tebing, Lin Fan menutupi mulutnya dengan kedua tangan.

"Ugh! Mereka mau membunuh Su Xue dan yang lainnya sebagai tumbal!" bisik Lin Fan panik. "Xiao Yan, apa yang harus kita lakukan? Kita harus lari dan menekan Gelang Darurat kita!"

"Sudah kubilang, gelang itu dimatikan oleh formasi mereka," jawab Xiao Yan datar.

"Pusaka Jantung Bumi," batin Xiao Yan menganalisis informasi baru tersebut. "Jika benda itu benar-benar ditarik keluar dari bawah tanah, struktur energi Hutan Simulasi ini akan runtuh. Tanah akan amblas. Akademi Awan Putih pasti akan hancur dan ditutup selamanya."

Xiao Yan menatap lurus ke arah pria bertopeng di bawah sana.

"Jika akademi ini ditutup, aku harus mencari sekolah baru. Ibu akan memarahiku karena uang pendaftaran sekolah baru sangat mahal. Membiasakan diri dengan rute jalan kaki ke sekolah baru juga sangat merepotkan. Tidak ada pilihan lain. Sekte ini tidak boleh mengambil pusaka itu," batin Xiao Yan menghitung kerugian hidupnya.

"Brak!"

Suara benturan keras terdengar dari bawah. Salah satu siswa Kelas Unggulan yang diikat mencoba memberontak dan menendang pria berjubah merah di dekatnya, tetapi pria itu langsung memukul wajah siswa tersebut dengan gagang pedang.

"Ugh!" Siswa itu terkapar di tanah.

"Jangan buang waktu!" perintah pria bertopeng hitam. "Aktifkan Formasi Penghisap Darah sekarang! Serap energi mereka!"

Sepuluh pria berjubah merah itu langsung menusukkan pedang mereka ke tanah. Formasi cahaya merah di bawah Su Xue dan teman-temannya menyala semakin terang.

"Uwaaa!" Beberapa siswa mulai berteriak kesakitan saat urat-urat di tangan mereka mulai menonjol dan energi Qi mereka disedot paksa masuk ke dalam tanah. Su Xue menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa sakit, tetapi keringat dingin mulai mengucur di wajahnya.

"Kita tidak bisa diam saja!" Lin Fan berdiri dari balik batu besar.

"Duduk," perintah Xiao Yan cepat.

"Hah! Tidak bisa! Aku adalah pahlawan kelompok ini!" bantah Lin Fan dengan wajah memerah. "Aku membunuh beruang tingkat delapan semalam! Orang-orang berjubah merah ini pasti kemampuannya berada di bawah beruang itu. Aku akan turun dan menebas mereka semua!"

Lin Fan benar-benar termakan oleh kesalahpahaman tentang kekuatannya sendiri. Dia menarik Pedang Angin Puyuh miliknya dengan suara lantang.

"Sring!"

"Ugh... Lin Fan, jangan gegabah!" tahan Chen Ping sambil menarik jaket Lin Fan.

Tapi Lin Fan sudah melangkah maju.

Tanpa mereka sadari, suara pedang ditarik itu terdengar oleh dua anggota sekte yang sedang berpatroli di luar lembah. Keduanya langsung melompat naik ke atas tebing dan mendarat tepat tiga meter di belakang kelompok Xiao Yan.

"Tap. Tap."

"Ternyata ada tikus kecil yang bersembunyi di sini," kata salah satu anggota sekte dengan suara serak. Dia mengangkat pedang bergeriginya yang bersinar hijau.

1
💫Penjelajah Novel💫
kolo gw jadi Xiao yan itu udah gw tunjukkin kekuatan gw. biar semua orang tau. dan gw bakal hidup tenang di pegunungan dan menerima murid yg jenius 😑
petelgeuse romanee-conti: Xiao Yan bocil labil kak, malah ambil pendekatan yang sulit😑
total 1 replies
adib
wah ini.. udah diungkap aja..
Aku anak kecil, Paman.
Lanjut Kak /Smile/, aku tunggu 100 Babnya Kak /Curse//Curse//Curse/
Aku anak kecil, Paman.: Bagus Kak, Kamu harus semngat update Kak /Scream//Scream//Scream/
total 2 replies
Sang M
T A H I........👊stop cerita. cerita gak waras...
Sang M
stop cerita dancokkk ini
Sang M
ganti cerita/ganti Host ini. karakter tikus payah malas dancokk.
Sang M
Coookkkk tikus comberan.
Sang M
matamu...
Sang M
skip....dancokkkk
Sang M
Tahi...
Sang M
cerita seorang host anjing
Sang M
tikus.pengecut. cerita melulu di sekolah. bosan. gak bisa cerita yg lain kah.??????
Sang M
pengguna system goblok. jadi memaksa jadi tikus pengecut. gak punya semangat. payah.. mati aja lu gak berguna. dancok... Otak Thor ini gak benar
Sang M
Bosan..Host gak punya greget.. sikap pengecut kayak tikus takut masalah. sampah...
Sang M
matamu.... karakter Host bocil tolol..
Ari Deo Saputra
semangat Thor
petelgeuse romanee-conti: makasih kak/Smile/
total 1 replies
adib
💪💪 semangat thor
petelgeuse romanee-conti: makasih kak/Smile/
total 1 replies
Ari Deo Saputra
bagus
Imran Syahputra
apaan ini kebanyakan cerita tanpa aksi jadi gk ada gunanya level maksimal
Imran Syahputra
ceritanya membosankn ganti mc aja mendingan gk ada aksi sama sekali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!