Namanya Esterlita Hanggara Suparapto, putri bungsu pengusaha transportasi terkenal Anthony Hanggara Suprapto dan Hagia Selvia Suprapto.
Ester adalah gadis cantik berusia 20 tahun, karena statusnya yang merupakan putri bungsu ia mendapatkan kasih sayang berlebih dari kedua orang tuanya dan kedua kakak perempuannya.
Namun ternyata perlakuan itu menjadikan Esterlita menjadi sosok nona muda dengan segudang sifat dan sikapnya yang menyebalkan. Estelerlita menjadi sosok yang sangat arrogant dan suka merendahkan orang lain.
Pergaulannya kian liar,
Keributan demi keributan seringkali ia ciptakan, Titik kesabaran tuan Anthony mencapai batas ketika ia bertemu dengan sang putri di loby hotel bersama seorang pria yang sangat tidak ia suka.
Tuan Anthony marah bukan main,
keputusan di buat,
Jika Ester tak ingin kehilangan haknya atas semua fasilitas dari sang ayah maka ia harus mau menikah dengan Yoga Setyawan.
Supir pribadi sang ayah,
brugh....
Ester pingsan....
apa yang akan terjadi.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 22 mengikuti
Yoga tak jadi berlalu, ia mengurungkan niatnya meninggalkan area parkir kampus Ester itu.
Yoga mencari tempat strategis dan sedikit tersembunyi untuk menunggu Ester.
Ia memutuskan untuk menunggu Ester sampai selesai kuliah.
Entah kenapa ia merasa tak baik baik saja melihat gelagat Pietter tadi.
Yoga memang tak tahu siapa nama laki laki itu, tapi yang ia tahu dia adalah pacar Ester.
Usai menghubungi dan meminta izin meski tak mengatakan yang sebenarnya kepada tuan Anthony.
Yoga benar benar menunggu Ester.
Netra Yoga terus menatap Pietter yang kini nampak berbincang dengan dua orang pemuda yang gelagatnya tak kalah mencurigakannya dengan Pietter.
Mereka bertiga tak jarang melihat ke kanan dan kekiri sebelum mereka saling bertukar sesuatu. Tak lama setelah berhasil, mereka bubar.
Dua orang itu nampak melangkah ke arah berlawanan dengan Pietter, sementara Pietter melangkah ke arah mobilnya yang ternyata ia parkir di seberang jalan.
Waktu terus berlalu, tiga jam tanpa terasa telah Yoga lalui,
Dari kejauhan, ia melihat Ester melangkah keluar area kampus bersama dua orang temannya.
Tak lama ketiganya berpisah dan Ester terus melangkah.
Yoga terus mengawasi ketika Ester melangkah ke arah lain,
Bahkan gadis itu mengabaikan pesan papanya agar pulang di jemput olehnya.
Ester melangkah, tepatnya ke arah seberang jalan dan Yoga tahu siapa yang di tuju Ester saat ini.
Ester terlihat masuk ke dalam mobil Pietter dan tak lama mobil itu mulai melaju meninggalkan tempat itu.
Yoga pun mengikuti.
Beberapa waktu perjalanan, mobil Pietter terlihat masuk ke arah parkiran sebuah kafe.
Pietter dan Este terlihat keluar dari mobil dan masuk ke dalam kafe.
Lagi lagi Yoga mengikuti keduanya,
Yoga mencari tempat di mana ia bisa melihat Ester tapi keberadaannya juga tersembunyi dari gadis itu.
Kening Yoga berkerut ketika ia melihat Pietter berdiri dan melangkah kebelakang.
Yoga pun segera bangkit dan mengkuti Pietter. Dari balik pilar besar dan tinggi yang tak jauh dari keberadaan Pietter yang kini sedang bersama seseorang,
Yoga mengawasi pemuda itu.
Dugaannya sepertinya tak keliru, Pietter yang kebelakang terlihat menemui seseorang yang sepertinya memang sudah menunggunya.
Sebuah bungkusan kertas kecil Pietter berikan kepada seseorang yang berseragam pelayan itu.
" taburkan ke dalam makanan yang kami pesan nanti,
seperti biasa....
Jika berhasil, bayaranmu akan aku tambah " ucap Pietter pada seseorang itu.
" seperti biasa,
tugasku darimu tak akan pernah gagal, ku tunggu transferannya " ucap lawan bicara Pietter itu.
Wajah Yoga seketika memerah mendengar percakapan dua orang itu,
Ia juga pernah menjadi seorang mahasiswa, pergaulannya juga cukup luas dan beragam. Karenanya...
Ia paham betul apa rencana Pietter dan temannya kepada Ester.
Tapi masalahnya, ia sadar tak akan mudah baginya membuat Ester percaya padanya sementara ia tak punya bukti apapun.
Pietter telah berlalu begitu juga dengan temannya itu,
Sementara Yoga masih berada di tempatnya dan berfikir keras.
" ah masa bodoh dia mau percaya padaku atau tidak,
niatku baik...aku hanya ingin menyelamatkannya, lagi pula diakan calon istriku.
Bukankah keselamatannya adalah tanggung jawabku...?! " monolog Yoga sebelum akhirnya ia memutuskan untuk menemui Ester dan akan membawa gadis itu pergi dari Pietter dengan cara baik baik atau secara paksa.
Yoga melangkah lebar ke arah depan, tepat bersamaan dengan itu...ia melihat orang suruhan Pietter telah datang ke meja Pietter dengan membawa nampan berisi makanan dan minuman.
" brengsek, cepat sekali...sepertinya mereka memang sudah merencanakan semuanya sebelumnya " rutuk Yoga dan semakin mempercepat langkahnya hingga ia seperti berlari kecil.
Sementara di meja Ester,
Gadis itu nampak terkejut ketika seorang pelayan telah datang ke mejanya dengan membawa nampan berisi makanan.
" lho....kok sudah datang aja makanannya... ?! Perasaan aku belum pesan lo mas " ucap Ester kepada pelayan itu.
" itu aku yang pesen yang...dari toilet tadi, nggak papakan ?!
habisnya takut kelamaan kalau pesennya nunggu kamu yang pesen,
aku udah laper banget soalnya...." Pietter yang menjawab,
Wajah Ester berubah kian sebal,
Pietter paling tahu kalau ia tak suka di pesankan makanan tanpa ia tahu apa yang ia pesan, tapi masih saja Pietter melakukannya.
" udahlah yang makan aja...lagian ini makanan kesukaan kamu semua kok.
lihat deh... " bujuk Pietter sambil mengumpat di dalam hati.
( sialan nih cewek....
Sulit sekali menundukkannya, baru kali ini aku di buat kayak gini...
ribet banget....., pekara memesan makanan saja dia sangat pemilih.
Harus dia yang pilihlah....
dia harus tahu dulu pilihan makanannyalah....alahhhh ribet lo jadi cewek,
Awas lo ya kalau udah aku dapetin perawan lo, bakal aku buang lo ke tong sampah dan bakal aku mau noleh lagi ke kamu meski kamu ngemis ngemis ke aku.
Dan lagi....sory aja kalau aku mau nurutin semua keribetanmu )
Omel Pietter di dalam hati.
makasih udah up di hari Minggu ya Kak Thara, aku beneran ga nyangka, love sekebon deh😍😍😍😍
ngakuuuuuuuuuu udah mulai tersepona dan teryoga yoga🤣🤣🤣