Di dunia yang penuh dengan keajaiban, di mana yang Abadi mampu membelah lautan dan menghancurkan gunung, di mana Akar Roh menjadi penentu antara yang fana dan yang Abadi, jiwa lain bangkit di tubuh manusia fana.
Dengan kitab harta karun yang ia peroleh, jiwa itu membawa tekad untuk bertahan di dunia yang kejam. Ia melangkah ke dunia kultivasi, menciptakan klan kultivasinya sendiri. Setiap langkah adalah perlawanan, setiap kemajuan dipenuhi berbagai rintangan dan cobaan.
Namun ia ditakdirkan untuk tidak menjadi biasa-biasa saja.
Ia ditakdirkan untuk mencapai sesuatu yang besar.
Saksikan bagaimana seorang manusia fana memulai jalan kebangkitan untuk klannya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hdibibu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch.28 - Masalah Datang
Setelah menyisihkan beberapa sebagai benih, Yan Xuanlei lalu membawa panen itu ke Paviliun Harta Karun. Paviliun tersebut masih kosong, dan bahkan tidak ada satu pun Jimat atau Artefak di dalamnya. Hanya ada Tanaman Spiritual yang pernah ia beli di Lembah Berkabut, dan itu bahkan sudah hampir habis.
Yan Xuanlei memanggil seluruh anggota klan dengan membunyikan lonceng raksasa di aula.
Sekali lonceng berbunyi, itu artinya panggilan untuk seluruh anggota klan. Jika berbunyi dua kali, itu artinya panggilan bagi setiap Tetua untuk sebuah dikusi, dan jika berbunyi tiga kali, berarti ada sesuatu yang berbahaya yang sedang mengintai klan.
“Hmm.. sudah waktunya mengambil jatah bulanan ya?”
Yan Xuanlui saat itu sedang bermeditasi ketika mendengar bunyi lonceng. Tiga bulan yang lalu, dia berhasil menerobos ke Pemurnian Qi tingkat 1. Dan selain dia, Yan Xuansui juga berhasil menerobos dua bulan yang lalu.
Dia segera meninggalkan meditasinya dan berjalan menuju puncak bersama dengan yang lain.
Setibanya di sana, mereka langsung menuju Paviliun Harta Karun seperti biasanya, di mana mereka melihat kepala klan secara pribadi memberi mereka jatah untuk kali ini.
Setiap anggota klan memperoleh 30 pon Beras Roh Hijau untuk satu bulan, standar yang diberikan oleh klan secara gratis.
Hanya ketika mereka memasuki Pemurnian Qi tingkat Rendah, mereka akan memperoleh 15 pon Beras Embun Merah setiap bulan, dan tambahan 30 pon Beras Roh Hijau lagi.
Perawatan seperti ini sudah terbilang mewah dibanding klan yang lain. Dengan dukungan Tanaman Spiritual setiap harinya, kecepatan kultivasi mereka jauh di atas rata-rata.
Sudah enam bulan berlalu sejak mereka mulai menikmati perawatan tersebut, sehingga bahkan mereka dengan Akar Roh Lima Elemen diperkirakan dapat mengaktifkan seluruh titik akupunturnya dalam waktu enam bulan lagi.
Itu tiga kali lebih cepat dari biasanya!
Ketika mereka membuka setiap kantong yang diberikan dan berpikir bahwa jatah bulan ini akan sama seperti bulan biasanya, sesuatu yang bersinar keemasan menyilaukan mata mereka.
“Beras Qi Emas!” teriakan Yan Xuanlui membuat mereka terkejut.
“Xuanlui, apa maksudmu?” Yan Xuansui, si penari, bertanya dengan bingung.
“Saudari Xuansui, kau tidak tahu? Ini adalah Tanaman Spiritual Kelas Satu Tingkat Tinggi!” Yan Xuanlui berkata dengan sedikit tidak percaya.
Perawatan mereka selama ini sudah sangat memuaskan, dan dia bahkan bersyukur karena telah tinggal di klan seperti ini.
Tapi sepertinya kebaikan klan tidak terbatas. Bahkan Beras Qi Emas pun diberikan pada mereka secara cuma-cuma.
Mereka bahkan belum berkontribusi apa pun untuk klan!
Yang lain segera berceloteh heran dan memandang kepala klan dengan rasa hormat dan terima kasih yang dalam. Klan seperti ini, mereka harus berjuang untuknya!
Meskipun Beras Qi Emas hanya diberikan pada anggota klan yang mencapai Pemurnian Qi tingkat Rendah, dan hanya 8 pon per bulan, itu adalah Tanaman Spiritual Kelas Satu Tingkat Tinggi! Jumlah energi yang terkandung masih sangat besar bagi mereka.
Adapun anggota klan yang masih mengaktikfan titik akupunturnya, mereka juga memperoleh 15 pon Beras Embun Merah kali ini.
Mereka bahkan belum memasuki alam Pemurnian Qi tetapi sudah menikmati Tanaman Spiritual Kelas Satu Tingkat Menengah.
Kemajuan kultivasi mereka akan memasuki tahap yang baru lagi!
Mereka dengan Akar Roh empat elemen;Yan Xuanyang, Yan Xuanyan, dan Yan Xuanxen; tiga sahabat Yan Xuanlei, dan bocah Yan Xuanling, sudah dekat dengan ambang terobosan. Dan dengan adanya Beras Embun Merah, paling lambat akhir bulan ini mereka menerobos Pemurnian Qi.
Dan anggota klan dengan Akar Roh lima elemen dapat menerobos paling lama dalam waktu tiga bulan.
Inilah kekuatan dari sumber daya yang memadai!
Dunia kultivasi memiliki tiga fondasi utama, yaitu sumber daya, bakat, dan keberuntungan.
Dan sumber daya tidak hanya mengacu pada sumber daya secara umum tetapi juga mengacu pada teman, keluarga dan pasangan yang membantu saat mereka kehilangan arah atau saat terjebak hambatan dalam kultivasi.
Itulah mengapa kultivator yang bergabung dengan sebuah kelompok jauh lebih mudah berkembang dibanding kultivator lepas.
Setelah membagikan jatah bulanan anggota klan, Yan Xuanlei kembali ke ruangannya dan membuka lapisan kedua Kitab Ungu Surgawi.
Setiap hari, ia menggunakan ruang pencerahan untuk berlatih teknik tombak dan mantra, mencoba untuk memahami lebih jauh Dao Tombak dan Dao Elemen.
Mantra tidak memiliki tingkatan penguasaan. Kekuatan mantra didasarkan pada pemahaman seseorang terhadap Dao Elemen yang ada.
Dan jika pemahaman terhadap suatu Dao semakin dalam, seseorang akan memasuki Alam Niat Mantra; yang sama seperti Niat Pedang atau Niat Tombak, dan kekuatan mantra akan mengalami lonjakan peningkatan yang besar.
Tapi Yan Xuanlei tahu bahwa ia masih jauh dari memasuki Alam Niat. Itu hanya alam yang dapat disentuh oleh para kultivator Inti Emas, dan hanya jenius yang mampu memasuki Alam Niat saat masih di tahap Rumah Ungu.
Adapun memasuki Alam Niat di tahap Pembentukan Fondasi, beberapa sejarah memang pernah mencatatnya, tapi mereka adalah monster yang hidup di eranya. Yan Xuanlei tidak pernah membidik sejauh itu.
Satu jam di ruang pencerahan berlalu sangat cepat. Sebelum Yan Xuanlei puas, dia sudah dikeluarkan dengan paksa dari sana.
“Jika saja ruang pencerahan dapat digunakan dengan bebas, saya mungkin dapat memasuki Alam Niat di tahap Pembentukan Fondasi,” Yan Xuanlei mendesah tak berdaya.
Seperti kata pepatah, manusia tak pernah puas. Meskipun permainan tombak dan kekuatan mantranya semakin kuat, dia masih ingin lebih.
Dia bersila, dan hendak bermeditasi ketika teriakan panik terdengar dari luar aula.
“Xuanlei..tidak, kepala klan! Ini buruk!” Yan Xuanyan, si gemuk sahabatnya, berteriak dengan panik.
Yan Xuanlei mengerutkan kening dan buru-buru keluar. “Xuanyan, apa yang terjadi?”
“Bocah... tiga bocah itu! Dua kultivator lepas tiba-tiba muncul di gunung dan menculik mereka saat mereka sedang bermain!” jawab Yan Xuanyan cepat.
Ekspresi Yan Xuanlei berubah dingin, “dan di mana mereka sekarang?”
Yan Xuanyan dengan gemetar memberikan secarik kertas pada Xuanlei dan berkata, “para kultivator lepas itu meninggalkan secarik kertas yang berpesan bahwa mereka membawanya 1 mil dari gunung, dan memintamu untuk menemui mereka secara pribadi.”
Setelah mendengar jawabannya, Yan Xuanlei langsung membentuk segel Langkah Awan dan meninggalkan puncak dengan kecepatan tercepatnya, meninggalkan Yan Xuanyan begitu saja.
Ekspresi Yan Xuanlei sangat marah saat dalam perjalanan. Ia tidak mengerti bagaimana bisa mereka menembus Formasi Roh Lima Elemen tanpa menciptakan gangguan apa pun.
“Para kultivator lepas ini sangat licik. Mereka tahu bahwa ada Formasi di gunung sehingga mereka langsung meninggalkan gunung setelah menyandera ketiganya,” gumamnya pelan.
Hanya butuh beberapa detik baginya untuk mencapai tempat tersebut.
Dan di sana, ia melihat ketiga bocah itu terbaring pingsan, dengan dua kultivator pria berusia sekitar 40 tahun menjaga mereka.
Mereka berdua mempunyai bekas luka yang mencolok. Salah satunya buta sebelah, dan satunya lagi kehilangan satu telinganya.
Yan Xuanlei mengerutkan kening. Dia merasakan tekanan Pemurnian Qi tingkat 7 dari mereka berdua.
Rencana saya update 2 chapter/hari.
Bagi kawan2 yang menyukai cerita ini, bantu like dan komen skuyy.
Dukungan kalian jadi motivasi buat Author.
Salam membaca, Salam dari dunia kultivasi. Gua tunggu lu pada di sana.