NovelToon NovelToon
Senandung Malam Yang Menghancurkan

Senandung Malam Yang Menghancurkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Pelakor / One Night Stand / Selingkuh / Romansa / Playboy
Popularitas:975
Nilai: 5
Nama Author: Siti yulia Saroh

Felix yang kecewa karena kekasihnya berselingkuh dengan orang lain, menghabiskan malam penuh gairah bersama seorang gadis penyanyi bar.

Syerly adalah seorang penyanyi bar yang cantik. Suara Syerly membuat Felix terpesona.

tetapi, semuanya berubah ketika Felix mengetahui kebenarannya.

Syerly ternyata sudah memiliki kekasih, dan kekasih Syerly adalah orang yang berselingkuh dengan pacarnya sendiri.

"Mengapa kau pura-pura tidak mengenaliku? Apa kau takut, pacarmu tahu?" Felix mendorong tubuh Syerly ke dinding.

Syerly hanya tertawa kecil, sambil menatap Felix.

"Kita hanya cinta satu malam. Mengapa kau menganggap serius? Atau... "
Syerly menarik kerah Felix dan wajah mereka sangat dekat.

"Kau mulai ketagihan denganku." Senyum kecil dari bibir Syerly membuat jantung Felix berdetak kencang.

"Ya." Felix tidak menyangkal. dia berbisik didekat telinga Syerly.

"Bahkan suara desahanmu masih aku ingat dengan jelas."

Hubungan mereka makin rumit dan berbahaya. Dan menja

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti yulia Saroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28

Syerly dan Felix berangkat ke kampus bersama pagi itu. Udara masih sejuk dan kampus belum ramai. Saat sampai disana, mereka langsung mampir ke kantin untuk sarapan.

"Fel, aku pergi ke kamar mandi dulu." Kata Syerly ketika mereka sudah memasuki area kantin.

"Kau pergi cari makan dulu!"

Felix mengangguk. Tapi sebelum ia pergi, panggilan telpon dari Gio membuatnya berhenti.

"Ada apa, Gi?" Tanya Felix.

"Ivan tadi malam tidak pulang." Nada suara Gio terdengar cemas.

Felix duduk dikursi kosong sebelahnya.

"Apa kau sudah menghubunginya?"

"Sudah." Jawab Gio.

"Tapi dia tidak mengangkat panggilan dariku."

Gio diam sebentar.

"Mungkinkah dia marah kepadaku?"

Felix terkekeh pelan.

"Kau terlalu banyak berfikir, Gi..."

Gio semakin gugup.

"Atau mungkin Ivan menyukai Elsa?"

Felix mendesah pelan.

"Mungkin itu bisa jadi." Jawab Felix dengan tenang.

"Sialan! Mengapa aku tidak berfikir sejauh ini?" Kata Gio frustasi.

Lalu nadanya berubah panik.

"Jika memang Ivan menyukai Elsa, bukankah ini sangat membahayakan persahabatan kita?"

"Enn." Gumam Felix dengan santai.

"Aku pikir juga begitu."

"Aku harus mencari Ivan dan menjelaskan semuanya." Kata Gio dengan buru-buru.

"Tunggu!!! kau ingin menjelaskan bagaimana?" Tanya Felix.

"Tentu saja meminta maaf karena membuatnya cemburu."

"Ohh." Gumam Felix.

"Kalau begitu aku akan menutup telpon."

"Baik." Jawab Felix.

Tepat panggilan itu berakhir, Hanna mendekati Felix dan duduk disampingnya.

Hanna tersenyum lembut.

"Hallo, Fel."

Felix menoleh.

"Ada apa?"

"Aku melihatmu duduk sendirian."

Hanna perlahan bergerak semakin dekat.

"Apa kau ingin aku menemanimu?"

Tapi sebelum Felix menjawab, Syerly sudah kembali.

Syerly berhenti disamping meja mereka.

"Kenapa masih duduk disini, Fel?"

ia melirik sekilas kearah Hanna dengan senyum kecil, lalu menoleh kearah Felix.

"Bukankah tadi kau akan pergi cari makanan dulu?"

Felix menatap Syerly.

"Aku baru saja menerima panggilan telpon dari Gio." Jawab Felix.

"Ohh." Gumam Syerly.

"Kalau begitu aku akan pergi membeli makanan untuk kita."

Sebelum Syerly benar-benar pergi. Felix menahan tangan Syerly dengan cepat.

"Tunggu, Syer!" Panggilnya.

Felix menoleh kearah Hanna dengan tatapan tenang.

"Han." Panggil Felix datar.

"Sebenarnya aku tahu maksudmu."

Felix diam sebentar, untuk mencari kata-kata tepat.

"Tapi aku minta maaf." Katanya pelan.

"Aku benar-benar tidak bisa membalas perasaanmu."

Hanna menatap Felix dengan mata terbelalak. Ia tidak menyangka akan langsung ditolak oleh Felix.

Hanna menoleh kearah tangan Felix yang memegang erat tangan Syerly. Ia berdiri, menatap Syerly dengan tajam.

Setelah mendengus keras, Hanna berbalik dan melangkah pergi, meninggalkan mereka tanpa menoleh lagi.

Syerly menghelai nafas pelan, merasa sedikit kasihan dengan Hanna. Ia menatap Felix.

"Apa kau harus bersikap kasar seperti itu?" Tanya Syerly.

Felix menoleh.

"Kita harus bersikap tegas kepada beberapa orang yang keras kepala." Jawab Felix dengan nada tenang.

Syerly tersenyum tipis. Meratapi nasibnya dimasa depan, yang harus menghadapi para penggemar Felix.

"Kau benar-benar membuatku dalam masalah." Keluh Syerly.

Felix tersenyum, ia mengelus telapak tangan Syerly dengan lembut untuk menenangkannya.

"Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu." Katanya pelan, tapi penuh tekad.

Felix berdiri dan menghelai nafas.

"Ayo kita cari makan bersama!" Ajaknya lembut sambil menarik tangan Syerly pelan.

Syerly mengangguk, lalu mengikuti Felix disampingnya.

Hanna dari kejauhan masih menatap kepergian dua orang itu dengan perasaan kesal yang belum padam.

"Minum dulu!" Kata Nency sambil mendorong botol air kedepan Hanna.

Nency memperhatikan sahabatnya itu membuka tutup botol dengan tergesa-gesa lalu meminumnya dengan cepat.

"Apa kau sudah tenang?"

Hanna menghelai nafas panjang, mencoba menenangkan nafasnya yang naik turun.

Setelah beberapa saat.

"Sudah." Kata Hanna.

Nancy melirik sekilas kearah Felix dan Syerly yang saling berdekatan. Lalu menolah kearah Hanna.

"Jadi... apa sekarang kau ingin menyerah?"

"Tentu saja." Jawab Hanna dengan cepat.

Hanna mendengus.

"Felix sangat kasar."

Nancy tidak menyangka Hanna akan cepat melepaskan sakit hatinya dengan cepat. Tapi semua itu melegakannya.

Nancy tersenyum.

"Beruntung Felix menolakmu didepan Syerly." Katanya.

"Bagaimana kalau dia menolakmu didepan semua orang? Bukankah kau akan sangat malu?"

Hanna sekilas membayangkannya, tiba-tiba ia bergidik ngeri.

"Kau benar." Katanya.

Lalu beberapa saat kemudian ia tertawa.

Ia tidak tahu mengapa ia tertawa. Mungkin karena ia tidak terlalu aktif mengejar Felix dan memilih menyerah. Ia merasa senang karena selamat dari nasib buruknya.

Nancy juga ikut tertawa sebentar.

"Kau sepertinya tidak merasa sedih?"

Hanna tersenyum tipis.

"Tentu saja tidak." Katanya sambil memainkan rambut panjangnya dengan jari-jarinya.

"Aku cantik." Kata Hanna dengan percaya diri.

"Tentu saja, aku akan dengan mudah menemukan laki-laki tampan lainnya."

Diam-diam Nancy salut dengan kepercayaan diri milik Hanna. Tanpa sadar ia bertepuk tangan untuk temannya itu.

"Kau memang cantik." Katanya sambil terkekeh.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!