Cinta Palsu adalah hal yang amat menyakitkan dibanding apapun. Setidaknya itulah yang Lucyana rasakan. Bukan penghianatan tapi kebohongan yang di ciptakan dengan sengaja oleh orang yang paling dia sayangi.
Lucyana Shava Herman alias Lucy adalah wanita mandiri, kuat dan penuh percaya diri. Namun hidup Lucy mendadak berubah 180 derajat setelah mengetahui sebuah fakta yang di sembunyikan suami nya selama bertahun-tahun.
Apakah Lucy akan bertahan dengan pernikahan nya seteleh mengetahui fakta kelam tersebut....
Happy Reading ✨
Enjoy 💜
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ratu_halu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Dalam perjalanan pulang, Lucy cukup terkejut saat ponselnya berdering dan mengetahui siapa yang menelpon nya. Mama nya Fajar. Dia menghubungi Lucy pasti ingin menanyakan tentang barang-barang di rumah nya yang telah berhasil Lucy jual.
Lucy menghela napas panjang sejenak, sebelum mengangkat panggilan dari wanita yang sebentar lagi statusnya akan menjadi mantan mertua itu.
"Halo, Ma ?!" Sambut Lucy tetap menjaga kesopanan meskipun putranya telah menggoreskan luka batin yang begitu dalam.
["Halo, nak. Kamu dimana sekarang ? Bisa kita bertemu dan bicara berdua ?"]
["Aku dekat bandara."] jawab Lucy tetap tenang.
["Ba-bandara ? Ka-kamu mau pergi ?"] Suara Mama Wati terdengar panik.
["Maaf, Ma. Memangnya mau bicara apa, ya ? Kalau penting besok Mama datang saja ke kantorku, seperti kemarin itu. Mama nggak lupa kan jalan nya."] Lucy sengaja menyinggung kejadian tempo hari saat mertuanya itu tiba-tiba datang ke pabrik.
Hening sesaat.
Di ujung sana, Mama Wati tersentak mendengar ucapan Lucy.
["Maaf, Ma. Aku sibuk. Aku tutup telepon nya, ya."]
Lucy langsung menutup telepon, rasanya tak ingin mendengar apapun lagi dari Fajar maupun Mama nya. Bujukan-bujukan dari mereka sudah tak mempan.
Dan kemudian Lucy pun melajukan kembali mobil nya menuju rumah.
Sampai di rumah, Lucy kembali menghela napas saat melihat mobil Fajar sudah terparkir disana.
"SIAL! Aku harus secepatnya mengusir benalu itu keluar dari rumah ku!!" Desis Lucy menahan emosi.
Lucy masuk ke dalam rumah seperti biasa, dan seperti dejavu, Fajar sudah menunggunya duduk di sofa entah dari jam berapa.
"Luc...aku ingin bicara." Fajar bersuara sangat lembut dan terdengar seperti sebuah bujukan halus.
Lucy membiarkan Fajar menghampiri nya. Tatapan nya dingin pada Fajar. Tak ada lagi cinta yang tersisa, mungkin sudah habis karena pengkhianatan keji yang suami nya lakukan.
"Luc...A-apa kamu sudah tau.....??" Tanya Fajar ambigu. Mungkin Fajar ingin memastikan dulu, apa benar Lucy tau hubungan nya dengan Ravi atau tidak.
"Tau apa ?" tanya Lucy dengan nada dingin. Kedua tangannya terlipat di depan dada.
"Em....Ta-tau kalau aku...." Fajar tidak berani untuk melanjutkan. Jantungnya berdebar hebat saking takutnya.
"Ck! Apaan, sih ? Nggak jelas banget!" Lucy memandang Fajar remeh. Lucy pun berbalik, namun belum sempat dia melangkah tangannya sudah di cekal Fajar.
Lucy yang kaget di sentuh Fajar langsung menghempaskan tangan Fajar dengan kasar.
"Jangan sentuh aku dengan tangan mu yang kotor itu!!" bentak Lucy berapi-api.
Fajar tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya saat di perlakukan dan di bentak seperti itu oleh Lucy.
"Kemasi barang-barang mu dan keluar dari rumah ku malam ini juga! Aku nggak sudi lagi menampung benalu seperti mu!!" Setengah berteriak Lucy mengusir Fajar dengan suara nya bergetar, matanya pun sampai memerah menahan amarah yang mungkin sudah hampir mencapai puncak. Tatapan Lucy begitu tajam menghunus langsung ke sanubari Fajar.
Deg!
Fajar tak bergerak. Dia belum pernah merasa sehancur ini. Selama pernikahan mereka Fajar tak pernah membayangkan hal seperti ini akan terjadi. Fajar pikir dia punya kendali atas Lucy karena cinta Lucy yang Fajar yakini begitu besar hanya untuk dirinya.
Tapi malam ini, semua keyakinan itu runtuh.
Dan pengusiran tadi bukanlah sebuah ancaman di tengah emosi, melainkan keputusan yang sudah matang. Fajar bisa melihat dari tatapan Lucy yang dingin dan raut wajahnya yang tanpa ragu.
Fajar segera berlutut, memohon pengampunan. Terlihat menyedihkan. Bahkan dia sendiri pun jijik melihat dirinya.
"Sayang, aku salah...tapi, aku nggak bisa hidup tanpa kamu."
"Jangan membual, Fajar! Cukup menjadi orang menjijikan saja jangan jadi munafik! Disini bukan hanya kau yang salah, tapi Aku pun punya andil besar. Aku terlalu lama menutup mata dengan kelakuan bejat mu di belakangku!!"
Lucy menyingkirkan Fajar dengan hentakan kakinya, Fajar hampir tersungkur.
"Pergi dari rumahku saat aku masih berbaik hati mengusir mu dengan halus! Jangan sampai aku bertindak lebih jauh!!"
Brakkk!!!
Lucy masuk ke kamar sambil membanting pintu dengan kencang.
Lutut Fajar kehilangan tenaganya, dia ambruk duduk di lantai marmer. Matanya menatap kosong ke pintu kamar tamu yang di tempati Lucy tiga hari ini.
"Lucy....." Suara Fajar pecah di ruangan yang kosong itu.
Bayangan kisah romantisnya bersama Lucy selama lebih dari lima tahun ini tiba-tiba terlintas di pikirannya.
Ravi hanyalah kegilaan penyimpangan seksualnya. Sementara Lucy adalah ketenangan nya selama bertahun-tahun. Dan dia telah menghancurkan semua nya dalam sekejap.
Fajar mencintai Ravi. Ya, dia mengakui itu. Ravi membawa gairah, tantangan dan kegembiraan yang tidak pernah dia rasakan dalam pernikahan nya bersama Lucy. Ravi adalah api yang membakar hasratnya.
Namun Lucy....Lucy adalah fondasi hidupnya. Bersama Lucy, Fajar bisa hidup dengan tenang.
Fajar menjambak rambutnya sendiri. Tapi Otaknya kini hanya di penuhi satu nama, Lucy.
Semua ucapan Lucy tadi bagaikan pukulan godam yang merobohkan seluruh dunia nya.
Penyesalan, kemarahan dan keputusasaan bercampur menjadi satu.