NovelToon NovelToon
Love Comes From Allah

Love Comes From Allah

Status: sedang berlangsung
Genre:Dijodohkan Orang Tua / Cintapertama
Popularitas:304
Nilai: 5
Nama Author: Yushang-manis

Laki-laki muda yang menikah karena perjodohan dengan wanita yang tak ia kenali dan wanita yang sedang sakit akibat kecelakaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yushang-manis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 28

Sudah satu bulan berlalu setelah kejadian kebakaran dan kecelakaan yang menimpa khaulah dan keluarga nya. Kini semuanya sudah kembali membaik, rumah Alie dan fatemah sebentar lagi akan rampung. Sementara khaulah dan Fatih kini tinggal di rumah mereka sendiri yang di beli oleh Fatih. Rumah mereka dekat dengan pondok pesantren milik Alie, sehingga sesekali Alie dan fatemah menginap di rumah anak mereka.

Hari ini libur, dan Fatih memanfaatkan hari libur ini untuk berpacaran dengan istrinya. Rencananya Fatih akan mengajak istrinya ke lembah yang ada di sekitar sana. Namun rencananya harus gagal karena orang tuanya yang bertamu ke rumah. Membuat khaulah memutuskan untuk tidak jadi pergi, sedangkan Fatih merajuk kesal. Bukannya ia menolak orang tuanya datang, tetapi baru kali ini ia bisa mengajak istrinya jalan-jalan tapi malah tidak jadi.

Khaulah merasa gemas melihat suaminya yang sedang ngambek. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya, sedari tadi ia memperhatikan interaksi suami dan mertuanya sebelum menyuguhkan minuman untuk tamunya.

"Kalau lagi ngambek tuh lucu banget, meskipun lagi kesal mas Fatih tetap mengajak ngobrol orang tuanya." ucapnya. Kemudian dia melangkah membawa minuman untuk mertua nya.

Hafsah menghampiri khaulah lalu memeluknya. "Salma anakku... Apa kabar sayang?" tanyanya seusai pelukan.

"Alhamdulillah Uma, sehat. Uma sama aba bagaimana?"

"Alhamdulillah nak, aba sama uma sehat."

"Abi dan umi mu bagaimana kabarnya Salma?" kini Ahmed yang bertanya.

"Alhamdulillah aba, umi sama Abi sehat."

Setelah mengantar ke dua orang tuanya Fatih kembali masuk ke dalam rumah, lalu mencari keberadaan istrinya yang ternyata sedang sibuk mencuci piring di dapur. Dengan langkah gontai Fatih menghampiri istrinya lalu memeluknya dari belakang. Membuat khaulah terperanjat.

"Mas...."

"Hm?" khaulah menghela napas pelan. "Minggir dulu ya? Sebentar lagi selesai kok."

Fatih semakin mempererat pelukannya dan menghirup aroma manis pada ceruk leher istrinya. Membuat khaulah merasa geli, lantas ia menyelesaikan pekerjaan nya, setelah itu balik badan menghadap suaminya yang masih memeluk dirinya. Khaulah mengalungkan tangannya pada leher suaminya lalu keduanya saling menatap, keningnya saling menyentuh.

Cup

"Makasih..."

Khaulah mengangguk. "Sama-sama, jangan cemberut lagi yah? Besok kita bisa pergi kok, yah kan?"

"Hm."

Yasmine duduk di roof top seorang diri hanya ditemani oleh secangkir kopi panas yang masih mengepul. Tangannya menggenggam jaket milik seseorang yang telah diberikan kepada nya. Ingin sekali ia bertemu dengan pemilik jaket itu namun sayangnya orang itu telah pergi entah kemana, setelah kejadian malam itu.

Malam telah larut Alie, fatemah, Fatih serta khaulah sudah tidur sedangkan Yasmine masih terjaga. Pikirannya penuh memikirkan ayahnya yang kini di penjara serta seseorang yang telah hadir kembali. Hembusan napas berat nya mengisyaratkan betapa lelahnya ia, matanya menatap kosong pada dinding putih ruang rawat itu. Lamunan nya seketika buyar mendengar dering handphone nya.

"Bunda?" Yasmine menggigit bibirnya. "Pasti ini masalah ayah." Yasmine melihat sekitar memastikan mereka masih tertidur, lalu setelah yakin ia keluar dari kamar rawat. Menutup pintu dengan perlahan agar tidak ada yang sadar akan kepergian dirinya. Berjalan pelan hingga jauh dari kamar rawat khaulah barulah ia mempercepat langkah nya. Pendar telah menghubunginya berkali-kali namun tak kunjung tersambung, hal itu sukses membuat nya kesal.

"Lama banget sih! Angkat telepon doang!"

"Maaf, bunda."

"Ah sudahlah, bosan saya dengar maaf kamu."

Yasmine terdiam hatinya mencelos mendengar pernyataan pendar.

"Kamu yang sudah melaporkan ayah kamu hah?! Anak gatau di untung kamu yah! Gara-gara kamu, saya yang kena marah ayah kamu tahu gak?! Kapan sih kamu tuh berguna buat orang tua kamu hah?! Kerjaan nya nyusahin doang."

"Maaf bunda..., tapi bukan aku yang laporin ayah." Suara serak Yasmine mendominasi di taman yang sepi itu. Tenggorokannya tercekat menahan tangis yang kapan saja bisa lolos begitu saja.

"Halah, sudah pintar bohong yah kamu? Pasti karena ajaran temen kamu yang sok suci itu kan?"

"Berhenti menyalahkan dia bunda! Dia gak pernah sekalipun mengajarkan aku untuk berbohong." Marahnya. Matanya memerah karena menahan air mata buku-buku jarinya terluka karena terlalu keras mengepal.

"Terus saja kamu belain temen kamu itu, sampai kamu berani membentak saya!"

Yasmine terkekeh getir. "Bunda yang ngajarin kan?" Air matanya jatuh bersamaan dengan hujan yang turun dengan deras.

Pendar mengepalkan tangannya. Bukan waktunya dia berdebat dengan Yasmine karena masih ada Yuan yang lebih penting.

"Cabut laporannya dan temui saya besok di kantor polisi, paham?!"

"Sudah aku bilang bukan aku yang laporin ayah, bunda!"

"Hahaha, lalu siapa lagi kalau bukan kamu hah? Anak durhaka!"

"Al, dia yang laporin ayah ke polisi, dan itu wajar. Karena Salma, istrinya al."

"Apa?!"

Tutt

Panggilan telepon dimatikan sepihak oleh Yasmine yang tak bisa lagi menahan isakan nya. Seseorang memperhatikan dirinya dari jauh, hatinya ikut sakit melihat perempuan yang dirinya cintai menangis di bawah guyuran hujan. Saat hendak melangkah seseorang lebih dulu menghampiri Yasmine dan memeluknya erat.

"Kenapa kamu di sini?"

Yasmine menoleh dan terkejut melihat kehadiran Fatih sekarang. Fatih memeluknya erat dan di balas oleh Yasmine yang masih menangis.

"Kamu ngapain ke sini al? Salma siapa yang jaga?"

"Kamu yang ngapain di sini hm? Sudah ayo kita minggir dulu."

Kai menatap sendu Yasmine yang kini tengah berjalan ke arahnya dengan dipapah oleh Fatih. Pandangan mereka bertemu, Yasmine terkejut melihat keberadaan kai yang tak jauh dari tempatnya sekarang. Sejak kapan dia berada di situ. Ketika mereka lewat kai hanya bisa berpura-pura untuk tidak saling mengenal satu sama lain. Namun tatapannya tak pernah luput menatap manik mata Yasmine yang juga menatapnya.

"Aku yakin kamu bisa lewatin hari berat ini. Sama seperti sebelumnya." Ucapnya dalam hati. Kai menatap punggung Yasmine hingga hilang dari pandangan nya. Seorang perawat datang membuyarkan lamunannya.

"Dok, dipanggil dokter Rama."

"Baik sus."

"Mari dok." Kai berjalan lebih dulu diikuti oleh suster dibelakang nya.

Kini Yasmine duduk di depan ruang rawat khaulah, menunggu Fatih yang sedang mengambil baju ganti dan selimut untuknya.

"Ganti baju dulu, nanti masuk angin." Fatih menyerahkan Tote bag yang berisikan baju ganti.

"Makasih." Yasmine menerimanya lalu beranjak dari duduknya pergi ke toilet untuk mengganti bajunya.

"Apa yang sudah dikatakan perempuan itu." Fatih menggertakkan gigi nya.

Saat hendak masuk ke toilet Yasmine tidak sengaja bertemu dengan Kai. Untuk ke sekian kalinya keduanya kembali beradu tatap. Langkahnya dengan pelan membawa dirinya mendekat pada mantan kekasihnya.

Kai memberikan jaket dan segelas susu jahe pada Yasmine.

"Pakailah..., kamu pasti kedinginan. Istirahat yang cukup, jangan lupa di minum Supaya kamu tidak sakit. Supaya kamu bisa melewati hari berat ini. Karena aku yakin kamu bisa." Ujarnya. Yasmine hanya diam tak bergeming. "Aku ada di sini, kalau kamu butuh sesuatu."

Yasmine menerima jaket serta susu jahe yang diberikan kai.

"Makasih."

Kai tersenyum, lalu melenggang pergi dari hadapannya. Menyisahkan rasa hangat dihatinya. Matanya tak mau berhenti menatap punggung tegap yang telah jauh dari pandangannya. Hatinya menolak untuk berhenti mencintai nya.

"Maaf kai, dari dulu gue cuman menjadi penghalang Lo aja. Kalau sekarang Lo pergi jauh, maka pergilah gue rela, karena kebahagiaan serta keberhasilan Lo itu juga menjadi kebahagiaan gue. Makasih untuk 4 tahun yang Lo kasih buat gue." ujarnya. Matanya menerawang jauh ke langit biru yang cerah. Hatinya sesak mengingat betapa tulusnya ia dicintai oleh kai laki-laki yang tak pernah memandang dirinya sebelah mata.

1
Zenny_ Jason
wow, thor! Gak sabar nunggu karya selanjutnya!
Yu shang-manis: thank you 😍 @
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!