Viola pranindhita(29) seorang perempuan independen yang sukses di segala bidang usaha hingga berhasil menjadi CEO perusahaan ternama.terpaksa menerima perjodohan nya dengan Evan Erlangga(27). seorang pembisnis muda yang sekaligus saingan bisnis nya yang terkenal angkuh dan dingin terhadap wanita..
akankah keangkuhan, keras kepala, dan sifat individulis dari ke duanya bisa menciptakan sebuah ikatan rumah tangga yang manis dan romantis???Jika ada trauma di masa lalu tentang pernikahan...bagaimana cara mereka untuk berusaha memahami tentang arti pernikahan yang sebenarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iis Surya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masalah baru
Viola bergegas menuju ruang makan untuk sarapan. terlihat Evan sudah tersenyum menunggu dengan nasi goreng seafood kesukaannya.
Viola menarik kursi di depan evan, membuat evan tau ..mood Viola pagi ini,sedang tidak baik-baik saja.
"Ini, aku masak nasi goreng kesukaan mu cobain ya.. "Evan menyodorkan nasi goreng buatannya.
Dengan acuh Viola mengambil dan memakan nya tanpa reaksi apapun. Evan menarik napas nya dan menatap Viola.
"Vi.. nanti, setelah sarapan kita ngobrol dulu sebentar ya .. "
"Aku lagi buru-buru, mau berangkat sama sopir aja.. "
Lagi-lagi evan hanya bisa mendesah pelan. dia tau Viola lagi ngambek karena perkataan tiara yang menyebut kemarahan nya semalam gara-gara dia cemburu sama Rico.
"Vi, aku belum menceritakan semua nya sama kamu.. jadi kamu nggak usah marah gitu ya.. " ujar evan masih berusaha mengerti sikap Viola.
"Aku selesai,..Terima kasih sarapan nya.. aku berangkat duluan... "
Evan segera mencekal tangan Viola yang sudah beranjak dari tempat duduknya.
"Vi, tunggu aku dong... kasih kesempatan aku untuk ngomong dulu.. "
"Mau ngomong apa.. aku nggak ada waktu dengerin kamu, pagi ini aku ada rapat.. " Viola melepaskan genggaman evan.
"Ya, udah kalau gitu tunggu aku sebentar... aku antar kamu.. " Evan segera berlari ke kamar untuk mengambil kunci mobilnya.
"Ayo, kita berangkat.. " ajak evan dengan napas terengah-engah.
Viola mengikuti evan dari belakang, wajah masih terlihat datar tanpa ekspresi.
"Evan,.. mau ke kantor ya.. aku ikut ya.. sekalian aku mau nge gym.. dekat kantor mu itu.. "
Evan dan Viola menoleh berbarengan ke arah suara di belakang mereka.
"Sorry, aku buru-buru mau nganter Viola ke kantor.. jadi nggak sempet... " jawab Evan acuh.. dia segera membuka pintu mobil untuk Viola.
Evan kemudian duduk di belakang kemudi, tiba-tiba ia terkaget ketika melihat tiara sudah duduk di jok belakang mobilnya.
"Ti, please jangan cari masalah turun.. aku nggak ada waktu.. buat berdebat.. "
"Evan, kamu nggak perlu marah gitu dong dari semalam kamu marah terus sama aku.. salah aku apa sih..? " tanya tiara dengan manja.. matanya melirik ke arah Viola yang duduk tepat di depannya. Viola menarik napas nya..
kemudian dia menoleh dan menatap tajam pada evan seolah meminta penjelasan.
"Tiara, keluar.. atau aku seret kamu keluar!! "wajah evan mulai memerah.dia tidak ingin Viola makin salah paham padanya.
Tiara terkejut dengan bentakan evan, dengan kesal dia segera turun dari mobilnya.
Tanpa aba-aba lagi Evan langsung melajukan mobilnya meninggalkan tiara yang menatapnya dengan amarah.
Tiara membalikkan tubuh nya, ia terkejut ketika Rico sudah ada di belakangnya.
"Rico.. gil* lo hampir aja gua jantungan.. "
Rico menatap tiara dengan tajam.
"Ngapain lo masuk ke mobil evan..? "
"Gua mau ngegym.. sekalian nebeng mobil nya evan.. " tiara melangkah melewati Rico dengan acuh.
"Tia,.. denger ya... gua bawa lo kesini karena gua kasihan sama lo.. tapi, kalo lo sampai ganggu evan atau Viola... gua akan ngusir lo dari sini..!! "
Tiara menghentikan langkahnya mendengar ucapan Rico.
"Lo ngancam gua... coba aja, gua nggak akan pergi dari sini.. yang ada malah lo yang akan di usir kakek dari sini.. " tiara tersenyum smirk pada Rico.
Rico mengernyitkan dahi nya.
"Maksud lo..? "
"Gua akan bilang semua nya sama kakek, kita lihat siapa yang akan di percaya kakek.. lo atau gua...?"
Rico membelalakan matanya tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar.
"Tunggu, lo udah janji kalo lo nggak bakal cerita ini sama kakek... lo bilang gua hanya perlu bikin alasan agar lo bisa tinggal di sini.. tanpa harus menceritakan masalah sebenarnya.. "
"Iya,.. gua bilang gitu.. tapi, itu kalo lo nurut sama gua... kalo macam-macam atau menghalangi rencana gua siap-siap aja lo di keluarkan dari keluarga ini..! " Tiara bergegas meninggalkan Rico yang tampak menyesali kebod**an nya.
...****************...
Evan melajukan mobil nya pelan. Sesekali dia melirik ke arah Viola yang masih memasang wajah cemberut nya.
"Vi, maafin aku ya.. aku belum menceritakan semua nya sama kamu.. "
Viola masih terdiam dengan aksi tutup mulutnya.
"Vi, ngomong dong.. jangan nyuekin aku gitu..! " evan merasa frustasi dengan tingkah Viola.
"Aku ada rapat evan.. aku buru-buru.. nggak ada waktu untuk masalah lain.. " Viola memalingkan wajahnya menatap ke luar jendela mobil.
"Ok.. nanti sore aku jemput kamu.. " ujar evan, menyerah.
Viola hanya mengangguk pelan.
Evan segera melajukan mobilnya cepat.. dia tidak mau Viola terlambat untuk rapat..terlebih dia tidak mau Viola punya alasan untuk terus ngambek padanya.
...****************...
Evan menutup pintu mobil nya keras ketika dia sudah sampai di rumah nya. dengan gusar dia melangkah menuju paviliun ,dimana Rico dan tiara juga sedang berdebat.
"Tiara.. aku mau ngomong sama kamu..!! "
Rico dan tiara menoleh ke arah evan berbarengan.
Rico menatap evan dengan canggung.. sungguh dia benar-benar merasa bersalah karena telah membuat evan tidak nyaman berada di rumah nya sendiri.
"Van, tunggu lo nggak perlu marah-marah gitu.. kita bisa bicara baik-baik.. " Rico berusaha menenangkan evan.
"Diam lo, gua nggak ngomong sama lo.. gua ngomong sama tiara.. "
Tiara melangkah ke hadapan evan.
"Apa.. apa yang mau kamu omongin..? "
"Kamu ngomong apa sama Viola..? cemburu? kamu bilang ke Viola kalau aku cemburu sama kamu dan Rico?? "evan tersenyum smirk.
Rico terkejut dengan perkataan evan.. dia segera menoleh pada tiara.
"Evan, ko bisa kamu percaya gitu aja sama Viola.. aku cuma bilang aku minta maaf kalau aku udah bikin kamu marah tadi malam.. aku nggak bilang kamu cemburu..!! " kilah tiara berusaha meyakinkan evan.
"Jangan bohong kamu.. aku tau persis siapa Viola ,dia nggak mungkin marah sama aku kalo kamu nggak ngomong macam-macam sama dia..!! "
"Ya, terserah kamu percaya atau nggak.. aku nggak pernah bilang apa-apa sama Viola.. ! "tiara masih kukuh dengan jawaban nya.
"Kamu pikir, aku akan percaya sama kamu... ingat tiara ,dulu.. berapa kali aku harus membela mu..karena aku percaya ,kamu selalu di bully oleh teman-teman kamu.. tapi, akhir nya aku tau kalau sebenarnya kamu lah yang suka cari gara-gara ,hingga kamu tidak pernah akur sama teman-teman kamu!! "Ujar evan seakan mengingatkan tiara akan kisah nya yang lalu.
"Evan, kenapa kamu jadi gitu sama aku.. padahal dulu kita sangat dekat.. kamu selalu berada di samping aku, lindungin aku.. sekarang kamu telah banyak berubah.. kamu lebih percaya orang lain daripada aku..! "
Evan tersenyum sinis.
"Dengar tiara, aku nggak mau kamu salah paham.. dulu.. aku menganggap kamu saudara aku, karena kakek mengharuskan aku dan Rico menjaga kamu.. sebenarnya aku capek harus selalu melindungi kamu dari orang-orang.. sementara sebenarnya yang selalu cari masalah itu kamu..!! "
"Evan,.. kamu nggak boleh gitu sama aku.. aku lakuin itu karena aku ingin mereka tau.. kamu selalu membelaku, Evan.. hanya kamu yang bisa aku percaya untuk bersama aku..! " tiara meraih tangan evan dan menggenggamnya erat.
Evan segera melepaskan nya dengan kasar.
"Tiara ,sekali lagi aku ngomong.. aku nggak ada perasaan apa-apa sama kamu.. baik itu saudara atau teman sekalipun... karena kamu tidak pantas untuk di lindungi.. dan satu lagi.. jangan pernah kamu mengusik Viola.. atau kamu akan tau akibatnya..! " ancam evan dengan mata memerah.
Dia segera pergi meninggalkan tiara dan Rico yang hanya bisa mengacak rambutnya frustasi.
Tiara merasa tubuh nya kaku.. tangannya gemetar, hingga dia meremas ujung bajunya.
"Viola, awas saja.. aku akan membuat evan kembali percaya padaku.. " gumam nya lirih.
Rico menatap tiara nanar.
"Tia, sudahlah lebih baik kita pergi dari sini... masalah kita, jangan sampai mempengaruhi evan... "
Tiara menoleh dan menatap Rico tajam.
"Jangan coba-coba menyuruh aku pergi dari sini..."
Ucap tiara sinis.kemudian dia pergi meninggalkan Rico yang hanya bisa mendengus kesal.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...