NovelToon NovelToon
31 Days Of Chasing Love

31 Days Of Chasing Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Bad Boy
Popularitas:35.3k
Nilai: 5
Nama Author: crowell

BIANCA DEALOVA, gadis tengil yang suka sekali dengan tantangan,ia menjadi pusat perhatian di SMA Karya Bakti semua murid cowok pasti mengenalinya.Hingga pada akhirnya, dia ditantang oleh teman-temannya untuk menaklukkan hati seorang siswa baru, EDGAR GRISSHAM pemuda berwajah dingin dan misterius.

"apakah Allexa berhasil menaklukkan hati seorang pemuda dingin itu atau tidak.yuk, Kepoin kisah mereka selanjutnya!!"👋🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon crowell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31 Days Of Chasing Love

Almira gadis itu tengah ber malas malasan di kantor ayah nya,sejak berusia 17 tahun, gadis itu sudah memiliki gelar menjadi CEO muda

setelah gabut dan bosan di kantor gadis itu berjalan keluar dari ruangan itu dengan wajah yang tak mendukung

tapi tampak dari kejauhan seorang pria tampan sedang berdiri menatap ke arahnya, Almira menyipitkan matanya bagimana tidak om tampan itu

Visual Samuel

"OM,OM TAMPAN!!"teriak Almira saat tau orang yang sedang melihat adalah Samuel.

__________________

Brak

"Bianca, Lo di mana!!" teriak Edgar saat membuka pintu apartemen, tapi tidak ada sahutan dari Bianca.

"Ca, Bianca!!" panggil Edgar mencari dari kamar dapur dan kamar mandi, suaranya semakin keras dan penuh dengan kekhawatiran.

Edgar pemuda itu kini seperti orang gila, mencari Bianca ke segala arah dengan mata yang liar dan wajah yang pucat. Ia membuka lemari, mengecek di bawah tempat tidur, dan bahkan memeriksa balkon, tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan Bianca.

"Bianca, jawab gue!!" teriak Edgar lagi, suaranya sudah parau dan penuh dengan ketakutan. Ia merasa seperti kehilangan akal, tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk menemukan Bianca.

"ngak cukup, cukup! Cukup Ailiy, Bianca jangan Tuhan!" teriak Edgar, duduk di sofa dengan tangan yang meremas rambutnya, wajahnya penuh dengan kesedihan dan ketakutan.

"Tuhan, tolong aku! Jangan ambil mereka dariku!" Edgar berdoa, suaranya lirih dan penuh dengan harapan. Ia merasa seperti berada di ujung tanduk, tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

"Ed!" panggil Bianca dari ambang pintu, lalu berlari menghampiri Edgar dengan wajah yang penuh dengan kekhawatiran.

"Ca," lirih Edgar, suaranya lembut dan penuh dengan kelegaan saat melihat Bianca. Ia langsung memeluk Bianca dengan erat, seperti tidak ingin melepaskannya lagi.

"Lo kenapa ?" tanya Bianca, suaranya penuh dengan kepedulian.

Edgar tidak menjawab, ia hanya terus memeluk Bianca, menikmati kehangatan dan keamanan yang diberikan oleh kehadiran Bianca. Ia merasa seperti telah menemukan kembali sebagian dari dirinya yang hilang.

Setelah beberapa saat, Edgar melepaskan pelukannya dan menatap wajah Bianca dengan mata yang masih merah. "lo dari mana, gue mohon jangan tinggalin gue ,"

"Gue dari cafe," ujar Bianca, masih mencoba memahami situasi yang terjadi.

"Mulai hari ini, detik ini, Lo nggak boleh pergi ke mana pun tanpa gue," ujar Edgar, kembali memeluk Bianca dengan erat. Ia seperti tidak ingin melepaskan Bianca lagi.

"Ha? Lo kenapa sih?" tanya Bianca, heran dan sedikit kesal karena Edgar terlalu posesif. Ia mencoba melepaskan diri dari pelukan Edgar, tapi Edgar tidak melepaskannya.

"Mulai sekarang, Lo jauhin Aksara," ujar Edgar, suaranya tegas dan penuh dengan ketegasan. Ia tidak ingin Bianca berada di dekat Aksara lagi, takut sesuatu yang buruk terjadi.

"Apa? Kenapa? Aksara baik kok," tanya Bianca, rasa ingin tahunya muncul. Ia tidak mengerti mengapa Edgar begitu membenci Aksara.

"Dia nggak sebaik apa yang Lo kira, Ca," ujar Edgar, suaranya penuh dengan keyakinan. Ia seperti telah mengetahui sesuatu yang tidak diketahui oleh Bianca.

"Ha? Dia baik kok sama gue," ujar Bianca, sedikit defensif. Ia merasa bahwa Aksara memang benar-benar baik padanya.

"Dia jahat, Ca! Dia bunuh Ailiy, dia pembunuh!!" Teriak Edgar, wajahnya merah karena kemarahan.

"Pe-pembunuh?" ulang Bianca, terkejut dan tidak percaya. Ia tak bisa membayangkan Aksara melakukan sesuatu yang begitu kejam.

Edgar mengangguk, matanya dipenuhi air mata. "Gue tahu, Ca. Gue punya bukti. Aksara ngak seperti yang Lo pikir," ujarnya, suaranya penuh dengan emosi.

"Lo karena Lo dekat sama gue, makanya dia incar Lo," ujar Edgar, suaranya penuh dengan kekhawatiran.

"Ha? Padahal kita nggak sedekat itu kok, Lo. Kalo gue dekatin, selalu kasar," ujar Bianca, sedikit tersinggung.

"Huh, ah, mulu Lo," kesal Edgar, menggigit bibirnya karena frustrasi. "Lo nggak ngerti, Ca. Aksara itu licik. Dia bisa pura-pura baik, tapi sebenarnya dia punya agenda sendiri," ujarnya, suaranya penuh dengan ketegasan.

Bianca mengerutkan keningnya, "Tapi gue nggak pernah lihat dia berbuat jahat sama gue. Malah dia selalu baik dan ramah," ujarnya, masih tidak percaya.

Edgar menggelengkan kepalanya, "Itu karena dia sedang memainkan perannya, Ca. Gue tahu apa yang gue lihat. Dan gue nggak akan biarkan dia yakiti Lo," ujarnya, suaranya penuh dengan tekad.

"Tunggu, tunggu, Lo nggak bikin gue sebagai pancingan kan?" tanya Bianca, mata lebar dengan rasa curiga.

"Ga-gak," jawab Edgar, suaranya ambigu

Bianca memandang Edgar dengan skeptis, "Lo yakin? Gue nggak mau jadi umpan buat Lo," ujarnya, suaranya penuh dengan kekhawatiran.

Edgar menghela napas, "Ca, gue janji. Gue nggak akan biarin Lo jadi korban. " ujarnya, suaranya penuh dengan ketulusan.

Bianca memandang Edgar, mencoba membaca ekspresi wajahnya. "Gue percaya Lo, tapi gue juga nggak mau jadi beban buat Lo," ujarnya, suaranya lembut.

Edgar tersenyum, "Lo bukan beban, Ca. Lo adalah alasan gue untuk terus berjuang,"

krucuk ......krucuk

1
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪
iya sih /Cry/ jd ingat pas sekolah dulu ada yg kesurupan di toilet
Dasyah🤍: wkwkwk pantas Bianca takut 🤣
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪
ya bangga dong, gak sia² berjuang kejar² Edgar 🤣👍
Dasyah🤍: benar banget dapatin nya butuh perjuangan lagi
total 1 replies
Ikhlas Maulana
Pusing kayaknya gurunya juga
Dasyah🤍: tuju keliling kak
total 1 replies
Ikhlas Maulana
Waduh main terus sih
Rezqhi Amalia
Bianca kok ngerokok 😭. anak cowok aja dilarang ngerokok disekolah, apa lagi kamu yang cewek😭
Rezqhi Amalia
ini mksudnya jatah apaan ya😭
MARDONI
Dialognya natural tapi nusuk. Serius, adegan ini satisfying banget.
Cahaya Tulip
gitu dong ca, psti ada tuh titik lemahnya si edgar..
@dadan_kusuma89
Kelvin, teganya kau melukai hati istrimu. Kau akan menyesal nanti setelah mengalami apa yang namanya kehilangan.
@dadan_kusuma89
Hmmm... Kelvin, kita liat nanti seberapa kuat dan berapa lama kamu bisa bertahan merahasiakan Gabriella dari Varsya.
@dadan_kusuma89
Edgar, kehilangan Bianca sebentar saja membuatmu gelisah tak tau arah. Apalagi jika kehilangan untuk selamanya.
@dadan_kusuma89
Untung saja tidak meledak ponselmu, Edgar. Bisa-bisa rambutmu berdiri semua kalau tadi meledak😁
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪
ada gunanya juga Askara muncul 🤭🤭 si Edgarr jadi jujur sama perasannya
Mira
Gapapa itu bisa jadi kesempatan gak sih
Mira
Hayolohh gimana tuhh
Cahaya Tulip
wah ternyata ini taruhan? bisa-bisanya ini bocah-bocah taruhannya motor sport SM bmw..menangis dompet emak..🫣
MARDONI
Bianca beneran kuat banget. Kalau aku ditatap datar kayak gitu, udah uninstall perasaan dari tadi 😭💔.
Ikhlas Maulana
Ibunya lagi marah malah di kenalin sama om-om. Padahal kenalin sama brondong aja kayaknya rekomen banget
Rezqhi Amalia
wih kenalan baru. mending sama ini lah😂
Rezqhi Amalia
cewek Kudis nggak tuh😂.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!