VANO SALVATRUCHA
Putra dari Vino Salvatrucha dan Vira Laurent. pria yang mengambil hampir seluruh sifat ayahnya itu kini tumbuh dewasa, Vano mengambil alih seluruh kekuasaan Salvatrucha dari tangan orangtuanya. Sebagai pewaris satu satunya Vano harus bekerja keras untuk mengembangkan seluruh perusahaan Salvatrucha namun disamping itu sifat gilanya terhadap senjata senjata tajam dan berbahaya memang sudah tidak bisa dihilangkan oleh karena itu selain menjadi pemimpin Salvatrucha Group vano adalah pemberantas mafia terbesar dinegara nya.
Vallen
Gadis delapan belas tahun yang sudah mendapat gelar sebagai pembunuh tanpa ampun, Valen adalah gadis bermata dingin dan tajam. Valen tidak memiliki hati ketika membunuh seseorang, sekali saja dia tahu dirinya dibohongi oleh musuh maka orang itu akan habis ditangan sang mafia unik ini, namun karakter yang dimiliki Vallen berbeda beda. ada saatnya dia menjadi kucing kecil penurut namun ada saatnya dia menjadi gadis tangguh yang membunuh seluruh musuhnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma Yulianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 28
Kali ini Vallen tidak terlihat kepolosan nya ketika ia tahu sedang menjalankan aksi, untuk pertama kalinya Vallen menjalankan aksi di jalan kebenaran.
"Vallen!" Panggil Vano.
"Mm?"
Tanpa aba aba Vano mengeluarkan borgol dari sakunya lalu memasang borgol di satu tangan kirinya dan satu lagi ditangan kanan Vallen.
"Apa ini?" Tanya Vallen bingung melihat tangannya diborgol.
"Agar kau tidak hilang atau pergi" jawab Vano datar.
"Cih itu yang namanya tidak peduli? Hanya orang gila yang memborgol dirinya untuk pergi berperang" gerutu Ethan kesal melihat tingkah bosnya.
Ternyata seluruh sifat Vino mengalir di darah putranya, selain berwajah datar Vano juga cukup posesif pada Vallen agar tidak menghilang berkali kali dari sisinya.
Selesai drama borgol, Vano, Vallen, Farel, dan Ethan bergegas mendekati tempat yang terlihat sepi ditengah hutan belantara namun terdapat gedung tua didalamnya.
"Biasanya mereka melakukan transaksi disini, aku juga sering dilepas ditempat ini" ucap Vallen meneliti tempat yang sangat ia kenal.
"Kenapa transaksi kelompok mu biasanya sepi? Ku dengar mereka adalah kelompok yang cukup besar" ujar Vano mengikuti arah pandangan Vallen.
"Dibawah gedung ada ruang rahasia, ketika keadaan sangat darurat maka seluruh pengawal akan keluar dari sana tapi ketika keadaan terlihat kondusif maka pengawal yang akan keluar hanya beberapa" tutur Vallen menerangkan seluk beluk keadaan.
"Lalu kenapa malam itu kau sendiri yang bertindak?"
"Aiihh banyak sekali pertanyaan mu, nanti saja" jawab Vallen kesal terus menerus ditanya.
"Sssttt seseorang datang!" Bisik Ethan pada semuanya.
Keempatnya bersembunyi didalam semak semak, Farel dan Ethan terpisah dari Vano karena borgol ditangannya.
"Sebentar!" Vallen mulai berpikir cerdas dan mengeluarkan seringainya.
"Kenapa kita harus bersembunyi, aku bisa menghabisi mereka." ucap Vallen menepuk keningnya baru sadar dialah primadona sebelum keluar dari tempat itu.
"Jika kau tidak ada aku sudah menyerang, jangan gegabah!" Kata Vano memperingati Vallen.
Alih alih mendengar Vallen malah keluar dari persembunyiannya menantang beberapa pengawal yang berjaga didepan gerbang.
"Hay!!" Sapa Vallen tersenyum manis pada pengawal di depan mereka.
"No,,, nona anda kembali syukurlah nona kami sangat lega" ucap salah satu pengawal dengan senyum sumringah.
"Iya aku kembali tapi maaf kali ini kita lawan bukan kawan, ayo bertarung!!" Tantang Vallen dengan gampangnya.
"Tidak mungkin nona, anda bukan lawan kami!!" Tolak pengawal lainnya.
"Hey walaupun kau tidak berani padaku aku akan tetap membunuh mu kenapa? Karena kau sudah bohong padaku saat aku bertanya apakah ada hal lain selain bulan sekarang terimalah takdir mu akan berakhir hari ini. Ketika kau sudah bangun kau ada di,,,, di,,,"
"Dimana namanya jika kita sudah mati?" Tanya Vallen berbisik ditelinga Vano.
"Neraka" jawab Vano ikut berbisik.
"Iya kau akan membusuk di neraka" ucap Vallen menyambung kalimat nya.
"Neraka itu apa nona?" Tanya pengawal didepannya.
Vallen kikuk tidak tau akan menjawab apa
"Neraka itu apa?" Tanya Vallen kembali berbisik ditelinga Vano.
Bagaimana menjelaskan neraka disaat ingin bertarung, Vallen kenapa tingkat kecerdasan mu sangat rendah. Batin Vano
"Neraka itu berisi api yang sangat panas tidak ada yang lain" jawab Vano seadanya.
"Iiiiii apa kita akan masuk kesana? Apa tidak ada es krim? Atau tidak ada AC?" Tanya Vallen bertubi tubi berharap akan ada keringanan.
Vano menepuk keningnya dengan tingkat kebodohan Vallen, padahal musuh didepan mata masih saja dia bertanya hal hal bodoh.
"Tidak ada!! Sudah sekarang ayo serang tapi ingat jangan sampai membunuh, lumpuhkan kelemahan mereka saja!" Titah Vano lalu berjalan cepat menyerang pengawal pengawal didepannya.
Vallen juga begitu, 10 pengawal tidak ada artinya untuk Vallen walaupun ia tidak menggunakan senjata.
"Hey maaf!!" Ucap Vallen mengalungkan tangannya dari belakang lalu memukul punggung pengawal itu.
Tidak ada satupun yang berani melawan Vallen ataupun Vano karena jika mereka melawan sudah dipastikan tubuh mereka akan lebih sakit jadi mereka pasrah dengan segala pukulan dari Vallen hingga berangsur-angsur mereka pingsan ditempat dengan lebam diwajah masing-masing.
"Ikuti aku!!" Ucap Vallen berjalan terlebih dahulu.
Ethan dan Farel hanya berjalan santai dari belakang untuk berjaga-jaga, tentu kehadiran Vallen disana sangat berguna untuk mereka.
Braakkk!!!
Salah satu pintu gedung terbuka lebar karena dobrakan kaki dari kaki mungil Vallen, matanya menyusuri apa yang ia cari.
"Sarah!!" Panggil Vallen menatap sekeliling.
"Sarah keluar!!" Teriak Vallen hingga menggema ke seluruh ruangan.
Dari balik tembok seorang gadis dengan mata kosong dan sayu keluar melangkahkan kaki perlahan hingga wajahnya terlihat jelas dimata keempat orang yang sedang menyelesaikan aksi ini.
Ya dia adalah asisten dari Vallen namun mereka sangat jarang bertemu, tapi atasan mereka sudah memberikan gelar untuk Sarah agar mengabdi pada Vallen dan mematuhi seluruh ucapannya.
"Ayo ikut!! Kau ku tangkap!!" Ucap Vallen mendekati Sarah.
Sarah mengeluarkan seringainya lalu menghantam Vallen dengan samurai yang ia pegang, Vano terkejut bukan main melihat tangan Vallen hampir terkena oleh samurai.
Vano langsung menendang samurai itu dengan kakinya lalu menyerang Sarah sebagai garda terdepan untuk melindungi Vallen.
"Aduh aduh!!!" Pergerakan Vano yang begitu cepat membuat Vallen meringis karena borgol ditangannya.
"Hey!!! Aku kesakitan!! Aku saja yang menyerang!!" Teriak Vallen kesal lalu maju dan menggantikan Vano.
"Hay sarah!!" Sapa Vallen menyeringai, gadis itu sadar bahwa temannya kini berada dibawah kendali gelang, kalung, alat dikepala yang tersalur dengan lensa mata.
Sarah tidak tersenyum sama sekali, matanya penuh kebencian menatap Vallen lalu menyerangnya lagi, Vallen santai menepis seluruh serangan Sarah hingga Farel dan Ethan berpikir kedua gadis itu adalah pemain film action yang sedang beradu akting untuk menyerang.
"Hati hati sayang!" Ucap Vano khawatir walaupun dirinya sangat dekat dengan Vallen hingga tidak sadar telah mengucapkan kata haram yang ia Black list dari hidupnya
"Sayang??" Ujar Ethan dan Vallen bersamaan karena terkejut dengan satu kata yang belum pernah bergema di bumi persada Vano Salvatrucha.
Buugghh!!!
Vallen menendang keras perut asistennya hingga Sarah mundur dan menunduk kesakitan, Vallen sudah memperingati gadis itu sekali namun tidak ia dengarkan jadi tidak ada pengampunan untuk kedua kalinya.
Vallen menghajar Sarah habis hingga gadis itu pingsan dengan pisau ditangannya, Vallen tersenyum puas dengan kemampuannya yang tidak berkurang sama sekali walaupun sudah lama tidak bertarung.
"Kau mau apakan orang ini?" Tanya Vallen kembali pada sifat gadis polosnya.
"Ethan bawa kerumah!!" Titah Vano datar.
"Tidak!! Kau ingin memiliki dua gadis? Mimpi saja hidup mu. Ethan buang saja dia dihutan!!" Titah Vallen ketus.
"Ethan kau tuli?" Ucap Vano ketus.
"Ethan dengarkan aku, buang Sarah ke hutan. Aku tidak mau dia masuk kerumah!!" Saut Vallen.
"Ethan kau lupa dengan black card yang ku tawarkan?"
"Siap bos!!" Jawab Ethan patuh lalu mendekati Sarah.
Sebelum sempat mengangkat gadis itu, samurai yang diambil alih oleh Vallen ditodongkan didepan wajah Ethan.
"Kau memilih kartu atau nyawa? Hanya sekedar informasi bahwa jiwa pshycopat ku masih belum sembuh" ucap Vallen dingin.
Glek!!!
Bahkan meneguk saliva pun Ethan sulit ketika melihat ujung samurai sedang tersenyum menatapnya dan siap menerkam.
Ethan berdiri pelan mengangkat kedua tangannya, selain tidak berani dengan Vano ternyata diam diam Ethan cukup takut dengan kemampuan berpedang Vallen.
"Ck!!!" Vano mulai kesal dan langsung menepis samurai ditangan Vallen lalu menggendong gadis itu seperti anak kecil didepannya.
"Jangan bawa dia pulang!!! Awas saja jika aku melihat tubuhnya, aku akan mencincang mu Ethan!!!" Teriak Vallen dari jarak jauh.
🌿🌿
sempatkan jari cantik kalian tkn tombol like guys,,,umi tunggu komen kalian😁😁😚😚😚🌹🌹🌹