Berkelana ke segala penjuru...
Membasmi semua kejahatan yang dia lewati...
Melampaui batas kekuatan...
Menantang Langit...
Mengukir legenda baru untuk di kenang
sepanjang Masa...
Tidak ada yang dapat menghentikannya, semua berjalan atas kehendaknya! kekuatan mutlak menjadi sumber utama!
MENGUKIR SEJARAH YANG AKAN DI KENANG DARI MASA KE MASA.
Saksikan kelanjutanya!^^
Enjoyy^^
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tika widya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Selisih dengan keluarga bangsawan Wen II
When Zhong menatap Tuan Muda keluarga Wen di sampingnya, dengan sedikit menunduk Wen Zhong berkata maaf.
"Tuan muda maaf karena membuatmu menunggu lama." Katanya sambil menyilangkan sebelah tangan di depan dada.
Wen Zuan adalah nama dari tuan muda keluarga bangsawan Wen.
Wen Zuan melirik Wen Zhong yang kini berada di sampingnya. "Baiklah paman, tapi seharusnya tidak perlu menggunakan kekerasan pada remaja-remaja itu." Ucap Wen Zuan.
Wen Zhong melirik Wen Juan lalu menghela nafas pelan, padahal dia pikir tindakannya barusan sudah benar, tetapi di mata Wen Zuan ternyata salah.
"Maaf tuan muda karena salah mengambil tindakan." Kata Wen Zhong, kembali menundukkan kepalanya.
Wen Juan menghela nafas berat, menurutnya Wen Zhong ini terlalu arogan dan besar kepala. Seharusnya melawan para remaja itu tidak perlu memakai kekerasan, namun sebaliknya Wen Zhong malah menganggap masalah sepele ini terlalu berlebihan.
"Baiklah paman, toh masalahnya sudah terlanjur." Ucap Wen Juan.
Lalu dengan tidak sengaja pandangannya mengarah pada bawahannya dan para remaja yang kini tengah berselisih. Seketika matanya terbuka lebar dan tidak percaya dengan penglihatannya sendiri.
Tapi yang membuatnya terkejut bukan karena kehebatan bawahannya melainkan karena bawahannya yang tidak berkutik sama sekali di hadapan para remaja itu. Bahkan para remaja itu tidak berpindah dari posisi sebelumnya.
"Pa-paman!" Wen Juan menarik-narik jubah yang di gunakan oleh Wen Zhong, membuat pria dewasa tersebut menoleh ke Wen Juan dengan Heran.
Wen Juan mengarahkan jari telunjuknya ke arah para remaja dan bawahannya yang tengah berselisih. Membuat Wen Zhong juga mengikuti arah jari telunjuk Wen Zuan, sedetik kemudian tatapanya tidak kalah terkejut dengan Wen Zuan.
"A-apa!?" Mulut Wen Zhong terbuka lebar saat melihat bawahannya tidak berkutik sama sekali melawan para remaja di depan mereka.
Wen Zhong segera menghampiri para bawahannya tersebut yang sekarang kelihatan konyol. Niat awalnya ingin menegur bawahannya tersebut yang terlihat payah hanya cuman melawan bocah-bocah ingusan itu.
Namun kini dia menyadari dan mulai memahami situasinya sekarang. Para bawahannya tersebut tidak melakukan perlawanan bukan karena tidak mau, melainkan karena adanya tekanan aura kuat yang di keluarkan dari Kang Furu dan Lin Houfeng, sehingga membuat mereka berhenti bergerak.
"Je-jendral!"Ucap salah satu dari bawahan Wen Zhong, saat melihat jendral mereka juga ikut bergabung dengan mereka namun juga tidak berkutik sama sekali.
Lin Houfeng dan Kang Furu tertawa lepas melihat Wen Zhong dan bawahannya yang tidak berkutik sama sekalk menahan Aura kekuatan yang di keluarkan Kang Furu dan Lin Houfeng secara bersamaan.
Karena tawa Lin Houfeng dan Kang Furu yang mengisi udara, Membuat Ken Dai dan pelayan penginapan menoleh ke arah mereka. Dan kedua orang itu segera menghampiri Feng Luozhi dan yang lainya.
"Ada apa ini?!" Seru Ken Dai menatap para muridnya dan orang-orang keluarga Wen.
Membuat Lin Houfeng dan Kang Furu terkejut dan segera menurunkan Aura kekuatan mereka. Memang Aura kekuatan yang di keluarkan dua bocah itu tidak seberapa, namun jika yang menahan Aura kekuatan tersebut masih di tingkat pendekar Dasar ataupun Bumi, maka itu akan terasa sangat nyata dan tekanannya akan terasa begitu dahsyat.
"Tetua! mereka yang memulainya lebih dulu!" Seru Lin Houfeng, diangguki oleh yang lainya.
Lin Houfeng ingin berkata lebih jauh lagi, namun karena Ken Dai langsung menyuruhnya diam, membuat bocah gendut tersebut langsung menutup mulutnya.
Ken Dai kini melirik tajam rombongan dari keluarga Bangsawan Wen, mereka bukan sudah berhasil merebut penginapan yang mereka pesan dan sekarang bahkan mereka ingin melukai para muridnya? yang benar saja, Ken Dai pasti tidak tinggal diam.
"Sebenarnya! apa mau kalian?!" Kata Ken Dai dengan penekanan.
Baru saja Wen Zhong dan anak buahnya lepas dari tekanan Lin Houfeng dan Kang Furu, namun kali ini mereka mendapatkan tekanan yang lebih kuat dari Ken Dai, membuat mereka sedikit sulit bernafas dan tidak bisa bergerak sama sekali.
Kali ini Wen Zhong beserta para bawahannya baru menyadari, bahwa mereka telah berurusan dengan orang yang salah. Jika saja mereka tahu lebih awal bahwa rombongan Ken Dai adalah seorang pendekar yang kuat, mungkin dari awal Wen Zhong lebih memilih berkompromi.
"Apa kalian ingin memilih kekerasan?" Tanya Ken Dai berjalan mendekat, membuat kelompok Wen Zhong bergetar karena menahan Aura kekuatan yang dikeluarkan Ken Dai.
Hingga tiba-tiba teriakan suara tuan muda keluarga Wen terdengar, membuat tatapan semua tertuju kearahnya.
"Tunggu!" Wen Juan segera menghampiri Ken Dai dan yang lainya.
"Tuan pendekar, maaf telah menyinggung anda, tapi sungguh kami tidak memilik niatan buruk sama sekali." Kata Wen Juan.
Ken Dai menaikan sebelah alisnya, niatan buruk? apakah tidak cukup jelas niat buruk mereka dari awal yang merebut ruangan yang ingin di pesannya? dan sekarang bahkan ingin melukai para muridnya, yang benar saja! apa mereka pikir dia bodoh.
Ken Dai tertawa lepas mendengar ucapan konyol dari tuan muda Wen itu.
"Apa kau pikir kami bodoh?!" Seru Ken Dai, dan menambah Aura tekanan yang dia keluarkan hingga membuat bangunan sedikit bergetar, dan kali ini bukan cuma Wen Zhong yang merasakan tekanan aura itu.
Bahkan Wen Zuan, Pelayan penginapan, Feng Luozhi dan yang lainya juga dapat merasakannya.
"Tetua! apa kau juga ingin membunuh kami?!" Teriak Lin Houfeng sambil menahan Aura kekuatan dari Ken Dai.
Sedangkan bagi Feng Luozhi, pemuda itu masih terlihat santai dengan pernapasan yang terlihat normal, padahal temanya yang lain sedikit sulit bernapas termasuk Lim Zxuan yang ada di samping Feng Luozhi.
"Feng-Feng, tetua itu sungguh bodoh!" Ucap Riuzu yang tiba-tiba muncul, dan Feng Luozhi hanya melirik sekilas ke arah Riuzu karena masih ingin di anggap waras.
Lim Zxuan memperhatikan Feng Luozhi yang ada di sebelahnya, ternyata bocah di sebelahnya ini sungguh memiliki banyak kejutan, pikirnya.
Ken Dai melirik para muridnya dan pelayan penginapan yang kini berusaha menahan tekanan aura kekuatannya. Ken Dai menghela nafas pelan, dasar! pikirnya. Kenapa Lin Houfeng menganggu momen-momen terkerennya sih.
Perlahan Ken Dai menurunkan Aura kekuatannya yang berangsur menghilang di sekitar mereka. Tetapi tatapanya kini masih melirik tajam Wen Zhong dan anak buahnya yang masih mengatur pernapasan mereka.
Menyadari tatapan menusuk dari Ken Dai membuat Wen Zhong merasa bersalah karena menganggap remeh Ken Dai beberapa waktu tadi. Dengan jalan sedikit tertatih menuju Ken Dai, Wen Jhong berusaha menjangkau Ken Dai.
"Tuan Pendekar, tolong maafkan perkataan saya tadi." Seru Wen Zhong merasa bersalah.
Ken Dai menatap Wen Zhong, "Tidak masalah, tapi jika kalian berusaha melukai muridku lagi, lain kali aku tidak akan segan-segan!" Kata Ken Dai dengan penuh penekanan, membuat When Zhong menelan ludah.
Tiba-tiba Lin Houfeng bersiul dari tempatnya membuat mereka yang mendengar melirik ke arah bocah itu.
"Tetua Ken, kami tidak tau bahwa kau bisa semanis itu!" Ucap Lin Houfeng sambil tertawa di ikuti Yin Hua dan Kang Furu, sedangkan Feng Luozhi dan Lim Zxuan hanya tersenyum tipis.
Ken Dai berdehem sebentar, apa-apaan! pikirnya. Bukankah hal ini wajar untuk seorang guru, menurut Ken Dai. Tapi tetap saja ucapan muridnya tersebut membuatnya sedikit malu, dan dia berusaha menutupinya denagn melirik tajam ke arah Lin Houfeng dan yang lainya, berusaha menyuruh segera menutup mulut mereka.
Maaf banget semua upnya telat, tadi saya ada masalah dikit jadi menunda sebentar melanjutkan novel ini.
Lain kali akan saya usahakan up yang lebih banyak dan tepat waktu, sekali lagi maaf dan terima kasih karena masih mengikuti cerita saya :)
Mohon dukungannya ya! karena dukungan dari kalian sangat berarti bagi author seperti saya yang pemula ^^
VOTE LIKE KOMEN, DITUNGGU YA!')
#akhirnya mndpt luka yg tdk semestinya
😆😜
🤩😎
😆😜