"Tolong lepaskan saya!" seru gadis cantik itu saat tubuhnya di seret menuju ke kamar yang sangat ingin dia hindari, salah rasanya dia telah menerima tawaran dari teman nya karena dia sangat butuh uang sekali.
"KAU! BISA DIAM ATAU TIDAK, ATAU KAU INGIN AKU PENGGAL DI SINI JUGA KEPALAMU!" teriak pemuda tampan namun sangat mematikan itu, bahkan wanita yang tadi di bentak oleh pria itu langsung diam dengan tubuh bergetar hebat.
"Tolong lepaskan saya tuan." seru gadis itu memohon.
"ck kau lupa bahwa aku sudah membeli mu dengan harga mahal." seru pria itu.
"Akan saya ganti tuan, tapi mohon lepaskan saya."
"Aku tidak butuh uang mu, karena mulai sekarang kau akan menjadi pemuas dan j*lang ku." bisik pria itu dengan begitu tegas dan dinginnya yang terdengar sangat menyeramkan.
Bagaimana kelanjutannya??
kepoin ceritanya yaaa!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28_Baby Sagara
Sedangkan di mansion Lani baru saja selesai dari markas, dia melihat bi Siti yang sudah kembali dari pasar karena tadi bi Siti izin untuk ke pasar beli bahan makanan yang habis dan berpapasan dengan Mikaila tadi.
"Bi Mikaila udah turun buat makan?" tanya Lani karena hari sudah mulai sore dan Mikaila bilang kalau akan turun sore hari.
"I... Itu belum Lani, nanti coba bibi panggil." ucap bi Siti dengan mencoba menormalkan dirinya jangan sampai merasa curiga.
"Gak usah bi biar lani aja sekalian mau cek kondisi mikaila kayaknya dia sedang sakit." sahut Lani kemudian mulai naik ke lantai atas.
Sampai di depan kamar bos nya di pun mengetuk pintu sambil memanggil nam Mikaila dengan cukup kencang karena lama sekali mikaila tidak menjawab.
"Mikaila, kamu bisa denger aku gak?!" tanya Lani yang mulai khawatir karena Mikaila tak kunjung menjawab semua pertanyaan nya.
Dia pun membuka pintu tersebut yng ternyata tidak di kunci, hal pertama yang dia lihat dalah kosong, kamar bos nya terlebih rapi dan kosong tidak ada orang di dalam nya.
Hati nya mulai tidak tenang, pikiran negatif pun langsung menjalar, Lani segera menyuruh seluruh anak buah yang bertugas di sana mencari keberadaan nona mereka.
"Bagaimana ini Mikaila tidak juga ditemukan bi? Kalau bos tahu bisa marah besar!" seru Lani.
Tapi dia juga tidak bisa kalau tidak memberitahukan bos nya jadi mau tidak mau dia harus segera mengabari soal hilang nya Mikaila.
^^^Dave: [Ada apa?] serunya dengan suara yang begitu dingin menusuk ke tulang.^^^
Lani: [Bos mikaila hilang.]
^^^Dave: [APA!!]^^^
Setelah itu sambungan telepon pun terputus membuat lani begitu takut, entah apa yang akan dia dapatkan kali ini tapi dia berharap semoga Mikaila segera di temukan.
Sedangkan di sisi lain setelah mendapat kan kabar bahwa Mikaila hilang Dave langsung pergi dari meeting yang sedang berlangsung, dia sebelum nya tidak pernah seperti ini tapi sejak dengan mikaila semuanya berubah.
"Max segera periksa semua cctv dan juga area sekitar mansion tempat di mana mikaila berada, aku mau dia segera di temukan!" seru Dave dengan terburu-buru karena dia langsung pergi dari kantor.
"Mana Lani?!" tanya Dave yang baru beberapa menit sudah sampai mansion karena saking cepatnya dia melakukan kendaraan.
"Bos." sapa Lani dengan wajah takut.
"Katakan bagaimana bisa dia hilang?!" tanya Dave mencoba menahan amarahnya, dia ingin mendengar bagaimana penjelasan dari Lani terlebih dahulu.
Lani pun menjelaskan semuanya tanpa ada yang di tambah-tambahi maupun di kurang-kurangi.
"BAGAIMANA KAU JAGA HAH?! DAN KALIAN BAGAIMANA BISA SEBANYAK INI PENJAGA TAPI TIDAK BISA MENGAWASI SATU ORANG SAJA?!" teriak Dave dengan suara gang begitu menggelegar.
Semua orang di sana takut bahkan semua sedang berkumpul di sana seperti Tara, Wina, Robi, Jonathan, Willy dan yang lainnya.
"Maaf bos." jawab lani dengan takutnya.
"Maaf tuan." sahut penjaga yang lain karena sudah lalai menjaga nona mereka.
"Segera cari di mana keberadaan nya." seru Dave.
Akhirnya misi pencarian Mikaila pun di lakukan, bahkan sudah terhitung satu minggu berlalu namun Dave tak kunjung menemukan keberadaan nya.
Setiap hari yang di lakukan hanyalah minum, minum dan minum, bahkan perusahaan pun harus di handle oleh max karena Dave yang tidak bisa fokus dan selalu marah jika melihat karyawan nya.
"Mikaila kamu di mana?" lirih Dave merasa frustasi dengan hilang nya seorang mikaila.
Dave baru menyadari bahwa perasaan nya dengan Mikaila bukan lah perasaan yang hanya sekedar n*fsu antara lelaki dn wanita tetap rasa cinta yang sudah mulai tumbuh dalam dirinya.
Bodoh sekali dia sangat telat menyadari perasaan ini, dia selalu mengelak nya namun baru terasa saat wanita itu pergi.
Sudah hampir sembilan bulan mikaila pergi, di sini lah dia sekarang di sebuah desa terpencil kampung halaman bi Siti, kehamilannya sudah cukup membuatnya kesusahan karena sudah semakin besar, untung saja selama hamil dia tidak pernah merasa ngidam, hanya beberapa kali namun bisa dia atasi.
"Sayang, maafin bunda ya karena pisahan kamu sama papa kamu tapi bunda tidak bisa hidup tanpa kamu sayang." lirih Mikaila mengelus perut buncitnya.
"Waktunya sarapan, ayo nyonya kita makan." ucap bi Siti yang memang kebetulan meminta izin libur beberapa waktu karena beralasan anaknya akan lahiran padahal bi Siti merasa kasihan jika mikaila melahirkan tapi tidak ada orang di rumah.
"Bi kan Mikaila udah bilang jangan panggil kayak gitu." seru Mikaila tidak suka.
"Maaf nyonya saya tidak bisa." tutur bi Siti dan akhirnya membuat Mikaila hanya bisa pasrah saja.
"Aduh bi kok perut aku sakit banget ya gak kayak biasanya." ucap Mikaila yang merasakan perutnya begitu sakit.
"Nyonya seperti nya nyonya mu melahirkan." seru bi Siti yang ikut panik karena Mikaila merintih kesakitan.
Bi Siti pun membawa mikaila ke puskesmas terdekat karena jarak rumah ke rumah sakit cukup jauh.
"Ayo Mikaila kamu pasti bisa, sedikit lagi ya." intruksi bu bidan kepada Mikaila yang sedang berjuang mati-matian untuk mempertahankan anaknya.
Jangan tanya lagi bagaimana khawatir bi Siti melihat mikaila berjuang, rasanya beliau ingin kasih tahu kesusahan ini kepada tuan nya tetapi beliau juga menghargai keputusan Mikaila.
OEK OEK OEKKK
Suara tangis bayi pun terdengar menandakan perjuangan Mikaila akhirnya berhasil, hal itu membuat bi Siti begitu terharu begitu pun mikaila, dengan sisa tenaga nya dia melihat sang anak sedang di bersihkan oleh bu bidan.
"Selamat bu Mikaila anaknya berjenis kelamin laki-laki, semuanya normal dan sehat." ucap bi bidan memberikan bayi tersebut kepada Mikaila untuk di berikan asi.
"Sayang, terima kasih sudah hadir dan menyemangati bunda ya." lirih mikaila dengan air mata yang sudah turun karena perasaan haru.
Mikaila sudah di bawa ke ruang inap, bi Siti masuk terburu-buru dan bayi nya sedang tidur di box bayi.
"Nyonya selamat ya." ucap bi Siti dengan terharu.
"Terima kasih bi." jawab Mikaila.
"Tampan sekali nyonya." ucap bi Siti saat melihat wajah bayi tersebut , gen unggul memang tidak bisa di bantah kan lagi.
"Siapa namanya nyonya?" tanya bi Siti.
"Namanya adalah Sagara Davandra." jawab Mikaila dengan haru menyebutkan nama sang anak.
anaknya sangat begitu mirip dengan ayah nya, bahkan bisa di bilang sembilan puluh delapan persen wajah Sagara mirip dengan Dave membuat Mikaila iri sekali, dia yang hamil, yang melahirkan tapi sang anak malah tidak mirip dengan nya.
"Halo baby Sagara." sapa bi Siti ikut seneng sekali.
.
.
Bersambung.....
Jangan lupa follow akun author, favorit kan cerita ini, vote, like, komen dan gift nya juga boleh biar tambah semangat buat nulis nihhh....
Ditunggu ulasan dan bintang 5 nya yaaa
FOLLOW IG AUTHOR : @LALA_SYALALA13
Mantap 🌹🌹🌹🌹
Terus berkarya dan sehat selalu ✌️