Empat kehidupan, satu takdir terlarang. Di balik aura Antartika sang putri tersembunyi, ada pengawal Yakuza yang rela menantang maut demi melindunginya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KimiHaruka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Flexing Lagi.....
Malam harinya usai kepulangan dari kampus, suasana di kediaman utama klan Uchiha kembali dipenuhi aroma santai yang mewah.
Di teras dalam yang menghadap langsung ke kolam koi, Yoona sedang selonjoran melamun di atas daybed kayu cedar.
Penampilan Yoona malam ini mengusung gaya effortless-chic yang amat sangat menawan. Yoona mengenakan Sculpt Denim Bodycon Dress warna biru indigo pekat dari Calvin Klein—sebuah gaun terusan bahan denim berpotongan ketat dengan leher square-neck yang membungkus rapi lekuk tubuh rampingnya hingga paha. Rambut hitamnya dibiarkan terurai acak-acakan, memancarkan aura Ice Queen yang sedang santai maksimal.
REFERENSI OUTFIT by JENNIE BLACKPINK
Di pangkuan Yoona, bertengger sebuah keranjang anyaman kecil yang dipenuhi butiran Shine Muscat Jepang berkulit hijau bening yang gendut-gendut dan manis luar biasa. Anggur impor mahal itu adalah buah tangan dari Shisui, yang tadi sore sempat mampir sebentar ke rumah utama sebelum lanjut mengurus urusan klan.
"Mmm... manis banget anggurnya," gumam Yoona sendirian, memetik butiran Shine Muscat kesembilannya dan mengunyahnya penuh nikmat.
Bosan selonjoran sendirian, Yoona memutuskan untuk mengayunkan kakinya menuju area garasi utama. Yoona berniat memeriksa kondisi mobil-mobil miliknya yang sudah beberapa hari menganggur di pojokan.
Sementara itu, suasana di garasi bawah tanah sudah diisi oleh deru bising dan celotehan gila.
Sasuke si kadal gurun ternyata sudah berada di sana duluan. Pria bermuka model itu sedang jongkok dengan kaus oblong hitam, sibuk mengelap velg motor Ducati Superleggera V4 miliknya pakai lap micro-fiber.
"Woy, Nana! Tumben lu turun ke garasi?" sapa Sasuke begitu melihat kembarannya melangkah masuk dengan gaun denim Calvin Klein sambil nenteng keranjang anggur Shine Muscat.
"Mau ngeliat mobil gue, kangen," sahut Yoona cuek, melemparkan satu butir anggur ke arah Sasuke yang langsung ditangkap tepat oleh mulut si kadal gurun.
"Aaaamm! Anjir manis banget! Minta lagi dong!" pinta Sasuke cengengesan.
"Beli sendiri, ini dari Bang Shisui!" cetus Yoona galak.
Di saat bersamaan, pintu geser garasi terbuka lebar. Langkah kaki tegap Hatake Kakashi melangkah masuk bersama dua orang mekanik khusus berjas hitam. Kakashi mengenakan kemeja taktis hitam, dengan masker hitam yang sudah kembali terpasang rapi menutupi wajah bawahnya.
Namun, yang bikin kaget adalah apa yang mengekor di belakang langkah Kakashi.
Sebuah truk kontainer towing khusus kendaraan eksklusif perlahan bergerak mundur memasuki pelataran garasi utama. Pintu hidrolik kontainer itu terbuka dengan dentuman halus.
HYDRAULIC SSSSHHH!
Dari dalam kontainer berpendingin udara itu, perlahan-lahan meluncur keluar sebuah monster jalanan berharga ratusan miliar rupiah—sebuah Bugatti Chiron Sport edisi Full Stealth Carbon Black dengan guratan garis bodi serat karbon yang berkilat pekat di bawah lampu garasi!
BAM!
Seketika itu juga, lap micro-fiber di tangan Sasuke terlepas dan jatuh melantai.
Shisui, yang kebetulan baru saja memarkirkan motor Vespa nya di pelataran dan berniat melangkah masuk garasi, seketika menghentikan langkahnya di tempat.
Dua saudara Uchiha—Sasuke dan Shisui—berdiri berdampingan. Mata mereka berdua melotot sempurna hingga seukuran bola pingpong, mulut mereka menganga lebar, lalu...
TEPOK JIDAT BERSAMAAN!
"ANJIRRRRRR!" jerit Sasuke histeris sampai suaranya melengking memenuhi ruangan garasi. "APA-APAAN INI WEEEYYY?!"
Shisui memegangi pelipisnya sambil menggeleng-gelengkan kepala dengan ekspresi tak percaya. "Gue kagak salah lihat kan? Ini Bugatti Chiron Stealth Carbon?! Siapa yang beli mobil ratusan miliar malam-malam begini anjir?!"
Cr. Pinterest
Yoona yang berdiri di antara mereka cuma bisa ikut-ikutan melongo absurd sambil memetik butiran anggur Shine Muscat-nya.
FLASHBACK SORE HARI:
Sebelum kehebohan di garasi malam ini terjadi, sebenarnya Kakashi sudah lebih dulu dipanggil ke ruangan kerja pribadi kepala keluarga—Tuan Fugaku Uchiha.
Di dalam ruang kerja bernuansa kayu mahoni yang dingin dan megah, Fugaku Uchiha sedang duduk di balik meja besarnya sambil menyesap teh hitam. Pria paruh baya bernapas dingin itu menatap Kakashi yang berdiri tegap di depan mejanya.
"Kakashi," panggil Fugaku dengan suara beratnya yang penuh wibawa.
"Ya, Tuan Fugaku," sahut Kakashi membungkuk sopan.
Fugaku menggeser sebuah amplop hitam tebal berlambang khusus ke atas meja. "Pengiriman dari Prancis sudah mendarat di pelabuhan Haneda sore ini. Urus berkas bea cukai dan bawa mobilnya ke garasi rumah malam ini."
Kakashi menerima amplop itu. Begitu melihat lembar spesifikasi di dalamnya, alis Kakashi terangkat tipis di balik maskernya.
Bugatti Chiron Sport Stealth Carbon Edition.
"Tuan Fugaku... apakah mobil ini dibeli untuk keperluan pengawalan khusus atau ada acara resmi?" tanya Kakashi formal.
Fugaku mendesis pelan, menyandarkan punggungnya di kursi kulitnya dengan raut wajah paling santai se-dunia. "Bukan. Saya cuma kepingin beli aja."
Kakashi: "..."
"Kemarin saya dengar Sasuke sama Shisui lagi seru bahas mobil hypercar..." lanjut Fugaku lempeng tanpa beban. "Kebetulan agen Bugatti nawarin seri Carbon ini, ya sudah saya beli. Terserah nanti siapa yang mau pakai seperti biasa, kuncinya taruh aja di rak garasi."
Kakashi di balik maskernya hanya bisa menghembuskan napas pelan.
Begitulah Fugaku Uchiha. Di luar dia adalah pimpinan tertinggi Yakuza yang ditakuti seluruh Asia, tapi kalau soal anak-anaknya? Bapak satu ini adalah tipe orang tua yang manjain anaknya sampai ke level yang kagak masuk akal. Beli hypercar seharga ratusan miliar rupiah dianggap kayak beli Hot Wheels di minimarket—tanpa mikir panjang, tanpa alasan rumit, murni karena suka-suka dia dan pengin menyenangkan anak-anaknya.
"Baik, Tuan Fugaku. Saya yang akan mengatur pengirimannya," sahut Kakashi pasrah.
KEMBALI KE GARASI (Masa Sekarang):
"Jadi... Ayah beli ini murni cuma gara-gara pengin beli mobil doang?!" jerit Sasuke dengan muka kicep total, matanya bolak-balik menatap Kakashi dan Bugatti Chiron hitam yang bodinya berkilat tajam di depannya.
Kakashi melipat tangannya di dada, mengangguk pelan di balik maskernya. "Benar, Tuan Muda. Tuan Fugaku bilang beliau cuma kepingin beli setelah mendengar Tuan Muda dan Tuan Shisui mengobrolkan hypercar. Kuncinya ditaruh di rak garasi."
"ANJIRRRR!" tawa Sasuke meledak antara senang dan gila. Pria bermuka model itu langsung berlari mendekati Bugatti Chiron dan mengelus bodi serat karbonnya bagaikan mengelus kekasih sendiri. "Bapak mana lagi di dunia ini yang beliin Bugatti Chiron cuma gara-gara dengar anaknya lagi ngerumpiin mobil?! Emang cuma Fugaku Uchiha yang paling juara!"
Shisui menepuk bahu Sasuke sambil terkekeh yang sangat pasrah. "Bapak kita emang kalau udah kumat manjain anaknya kagak ada obatnya, Sas. Tapi ya bersyukur lah, koleksi garasi kita makin lengkap."
Yoona melangkah mendekat, menyenderkan badannya di kap depan Bugatti Chiron yang masih hangat sambil mengunyah anggurnya.
"Yaudah,...besok mobil ini gue yang bawa." cetus Yoona polos dengan nada Ice Queen-nya
"EHK EHK EHK! JANGAN DONG!" teriak Sasuke panik merentangkan tangannya menghalangi Yoona. "Ini bodi full carbon anjir! Nanti kalau lecet gimana?!"
"Dih, pelit amat lu!!" serobot Yoona sambil melempar kulit anggur ke muka Sasuke.
Tiga bersaudara Uchiha plus Kakashi di garasi itu mendadak larut dalam percakapan absurd nan kocak, sibuk membedah fitur-fitur canggih hypercar baru tersebut sampai suara gelak tawa mereka terdengar ke pelataran luar.
Usai kehebohan mobil baru mereda dan Sasuke sibuk memanaskan mesin Bugatti-nya di dalam garasi, Shisui memberikan kode mata pada Kakashi.
Kakashi mengangguk paham. Kedua pria dewasa itu melangkah meninggalkan garasi, berjalan turun menuju markas komando bawah tanah klan Uchiha yang terletak di balik pintu besi berlapis enkripsi.
Di dalam ruang strategi yang sepi dan berdinding beton kedap suara, aura bercanda yang tadi ada di garasi seketika menguap tanpa sisa.
Shisui menyandarkan pinggulnya di tepi meja taktis, mematikan senyum ramahnya dan menggantinya dengan tatapan mata yang sangat serius dan tajam.
"Kakashi," panggil Shisui dengan suara beratnya.
Kakashi berdiri di depan layar monitor utama, membetulkan posisi maskernya. "Ada info baru soal insiden hacker di pelabuhan kemarin, Shisui-san?"
Shisui mengangguk pelan. Dia merogoh saku jaketnya dan meletakkan sebuah flashdisk enkripsi hitam di atas meja.
"Data yang diambil Haneda dari server pelabuhan kemarin berhasil dibedah tim intel gue," ujar Shisui tenang tapi pekat. "Sinyal enkripsi yang dipakai para peretas itu ternyata tidak cuma berasal dari luar negeri... tapi ada satu node sinyal aktif yang berpusat langsung dari dalam Universitas Tokyo."
Mata kelam Kakashi menyipit tajam. "Kampus Yoona?"
"Tepat," sahut Shisui. "Seseorang di dalam kampus sedang berusaha meretas jaringan internal Uchiha Group menggunakan server universitas sebagai topeng."
Shisui menggeser layar tabletnya, menampilkan sebuah profil data akademis dan foto seorang wanita.
"Gue sudah menyuruh tim pengintai buat menyisir area fakultas," lanjut Shisui. "Ada staf dan dosen baru yang masuk dalam dua minggu terakhir. Salah satunya... cewek bernama Mahira ini."
Kakashi menatap foto Mahira di layar monitor dengan tatapan dingin bagaikan eksekutor Yakuza. "Dosen baru ini berulah?"
"Gue belum bisa menyimpulkan dia agen peretasnya atau cuma umpan," jelas Shisui tenang. "Tapi pergerakannya sangat mencurigakan. Dia sering beredar di sekitar gedung fakultas Yoona dan Sasuke, dan beberapa kali tertangkap kamera CCTV berusaha mendekati area parkir kampus."
Kakashi mengepalkan tangannya di balik saku kemeja hitamnya. Aura membunuh (killing intent) yang dingin membeku perlahan terpancar dari tubuh Kakashi. Siapa pun yang berani membawa bahaya ke area pergerakan Yoona adalah musuh mati baginya.
"Ingin saya selesaikan malam ini, Shisui?" bisik Kakashi dengan suara serak yang amat sangat dingin.
Shisui tersenyum tipis, menggelengkan kepalanya pelan. "Jangan terburu-buru, Kakashi. Kita buat rencana penyelidikan terselubung dulu. Gue mau lihat seberapa jauh cewek ini berani main-main di area kita."
Shisui menatap Kakashi lurus-lurus, pendaran mata tegas seorang Uchiha terpancar jelas dari balik binar melankolisnya. "Selasa depan, gue bakal turun langsung ke kampus buat memantau dari dekat. Kalau dia memang terbukti bagian dari musuh yang mau mencelakai Yoona..."
Shisui menggantungkan kalimatnya, menyunggingkan senyum green flag-nya yang mendadak terasa amat sangat berbahaya. "...maka kampus itu akan jadi tempat terakhir dia bernapas."
...----------------...
FYI : Cerita ini mengandung sedikit unsur kekerasan, adegan dewasa dan Age Gap (Cinta beda usia), bagi yang tidak suka boleh skip aja.
Cerita ini hanya fiksi belaka, tidak ada hubungan dengan tokoh atau organisasi manapun. Mohon bijak dalam membaca dan berikan komentar, saran, atau kritik yang sopan dan membangun. Arigatou Gozaimasu.