Note =Novel ini sudah sampai season 3.
Setiap season sudah di selesai kan dengan baik, jika ingin membaca satu season saja tidak akan tergantung.
Bagaiaman perasaan mu jika di hari ulang tahun mu adalah awal dari kehancuran hidup mu, mungkin itulah yang di rasa kan oleh Agnes. Di ulang tahun nya yang ke 23 tahun perusahaan orang tua nya hancur beserta orang tua nya yang menghilang bak di telan bumi, di tambah lagi kakak kandungnya mengalami kecelakaan yang membuat nya koma...
Hancur itulah kata yang bisa mewakili perasaan nya saat ini, ia bersumpah pada diri nya sediri akan membalas semua ini pada orang yang menghancurkan keluarga nya itu...
Takdir satu kata yang tidak bisa manusia prediksi kehadiran nya. Demi kesembuhan kakak nya ia rela menjual diri nya pada seorang ceo yang amat kejam dan dingin. Ia juga harus rela mengingkari janji nya dengan seorang pangeran kecil yang menyelamatkan nyawa nya pada saat kecil dulu...
Alex seorang Coe perusahaan terkenal, nama nya sangat tersohor di penjuru muka bumi. siapa yang berani berurusan dengan ku maka di akan hancur, satu kalimat yang membuat nya di takuti oleh banyak orang. Ia menikah dengan agnes hanya untuk menghindari perjodohan yang di atur oleh kedua orang tua nya. Awal nya ia sangat membenci agnes tapi dengan seiring berjalannya waktu benci itu berubah menjadi cinta...
Apakah Agnes bisa membalaskan dendam nya atau justru melupakan dendam itu ?...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerita_Bahagia12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27
Dan tak lama alex masuk dengan keadaan wajah yang kusut dan lusuh, alex sengaja memasang wajah seperti itu karena kesal dengan perbuatan agnes tadi...
"Sudah selesai..." tanya agnes...
Alex tidak menganggapi ucappan dari agnes ia naik keatas kasur dan merebahkan diri nya di atas kasur dengan posisi tengkurap, agnes yang melihat kelakuan alex sedikit bingung, dan akhirnya ia tersadar kenapa alex seperti itu...
"Sayang..." ucap agnes dengan suara se imut mungkin sambil menggoyangkan tubuh alex...
"Hmmm..." jawab alex...
"Kamu ngambek ya..." tanya agnes...
"Hmmm..." jawab alex...
Agnes dengan paksa membalik tubuh alex agar tidak tengkurap, dengan usaha yang besar agnes pun berhasil membalik tubuh alex tetapi alex malah memejam kan mata nya...
"Sayang..." ucap agnes...
Kali ini alex tidak menanggapi ucapan dari agnes ia dengan sengaja melakukan nya karena benar-benar kesal dengan perbuatan agnes tadi...
Agnes merasa harus berbuat lebih untuk membujuk suami nya yang sedang ngambek itu. Agnes mendekati wajah alex dan mencium nya secara lembut dan alex masi tidak merespon ia masi memejam kan mata nya...
Agnes mendekati bibir alex, yap pertahanan terlemah alex. Agnes mencium bibir itu dengan lembut sesuai yang di pelajari nya dari alex, ia menggigit bibir alex sampai bibir itu terbuka ketika sudah terbuka ia memperdalam ciuman itu. Alex yang pertahanan nya goyang akhirnya membalas ciuman itu kini mereka berdua saling membalas ciuman panas itu...
Alex mulai tidak mengontrol nafsu nya tangannya mulai merabah setiap inci tubuh agnes, saat alex ingin membuka baju agnes, agnes menghentikan itu karena menurut nya itu sudah terlalu jauh, Alex yang paham maksud dari agnes langsung menghentikan aksi nya...
"Maaf..." ucap alex...
"Maaf, belum saat nya..." ujar agnes...
"Aku mengerti..." ucap alex...
"Kamu sudah tidak marah pada ku kan..." tanya agnes...
"Mana mungkin aku bisa marah pada wanita secantik dan seimut kamu..." ucap alex sambil memeluk agnes...
"Pulang yuk, seperti nya sudah mulai gelap..." ujar agnes...
"Ya sudah ayo kita pulang..." ucap alex...
Dan mereka berdua pun pergi meninggalkan ruangan itu, saat melewati meja sekretaris agnes sedikit bingung karena tidak ada nama yasmin lagi di situ, ia berniat untuk menanyakan hal itu ketika sudah di rumah nanti...
Sesampai nya dirumah mereka bedua langsung masuk kedalam kamar untuk membersikan diri setelah itu mereka turun kembali ke ruang makan untuk makan malam...
"Enak ya satu hari keluyuran tidak jelas..." ucap erina...
Agnes yang di sindir ibu mertua nya hanya cuek, ia tidak memperdulikan ucappan dari erina berbeda dengan akex yang kesabaran nya sudah berada di ubun-ubun kepalah nya...
Alex mememukul meja dengan keras sampai semua orang yang berada di situ kaget...
"Alex apa maksud mu..." ucap abraham dengan nada yang tunggi...
"Harus aku yang bertanya, apa maksud perempuan tua ini..." ucap alex dengan nada yang dingin...
"Alex jaga ucappan mu, dia ini ibu mu..." ujar abraham...
"Ibu..." ucap alex dengan nada yang sinis...
"Alex sejak kapan kamu bersifat kurang ngajar begini pada ibu mu, pasti gara-gara perempuan ini..." ujar erina...
"Cukup..." teriak alex yang membuat erina diam seketika...
"Alex..." ucap abraham dengan nada suara yang tinggi...
"Jika rahasia mu ingin aman, mulai sekarang jaga sikap mu, dan jangan perna salah kan istri ku dengan semua yang terjadi..." ucap alex dan menarik agnes untuk pergi meninggalkan ruangan makan...
"Apa dia ingat semua nya..." batin erina...
"Rahasia apa mah..." tanya abraham...
"Tidak ada pah, oh iya jihan tidak pulang pah katanya tadi mau nginap tempat temannya..." jawab erina...
Abraham sedikit curiga dengan tingkah laku istri nya itu, ia berniat ingin menyelidiki semua ini...
Alex yang masi dalam keadaan emosi masuk kedalam kamar nya, ia membanting pintu sangat keras sampai agnes kaget. Agnes yang melihat kondisi alex yang sedang tidak baik perlahan mendekati alex...
"Tenanglah..." ucap agnes dengan memeluk alex dengan erat...
"Ini sudah keterlaluan..." ujar alex...
"Tenang lah, dia ibu kandung mu jangan sampai menyakiti hati nya..." ucap agnes...
"Ibu, dia bukan ibu ku..." ujar alex...
"Maksud mu..." tanya agnes...
Air mata alex tiba-tiba menetes saat mengingat kejadian 20 tahun lalu, kejadian yang selama ini sangat sulit ia lupakan...
"Kamu menangis..." ucap agnes...
Alex mengusap air mata nya ia tidak ingin terlihat lemah di depan istri nya, setelah 20 tahun lalu baru kali ini ia menetaskan air mata lagi...
"Kata ayah menangis itu tidak buruk, aku selalu menangis ketika merasa takut..." ujar agnes...
Perkataan agnes menggoyangkan hati alex, memori 20 tahun lalu yang selama ini ia lupakan satu persatu pun mulai memenuhi kepalah nya, air mata nya tidak bisa ia bendung lagi, alex menangis sambil memeluk agnes dengan sangat erat....
Agnes yang melihat sisi lemah alex juga tidak bisa membendung kesedihannya, alex yang selama ini dikenal dingin dan kejam kini di hadapan agnes menjelamah menjadi manusia biasa yang juga memiliki kesediaan...
Setelah beberapa menit alex menumpahkan kesediaan di pelukan agnes perahan ia melepaskan perlukan nya, agnes mengusap air mata yang yang tersisah di wajah alex...
"Apa perasaan mu sudah membaik..." tanya agnes...
Alex hanya mengangguk pertanda ia sudah mulai membaik...
"Tersenyum la..." ucap agnes sambil menunjuk kan senyuaman manis nya...
Alex tersenyum saat melihat senyuman dari agnes yang membuat hati nya terasah lebih tenang...
"Aku lapar..." ucap alex...
"Hmmm, bagiamana kalau kita masak kedapur..." ujar agnes...
"Aku tidak ingin bertemu dengannya..." ucap alex...
"Kalau begitu kita tunggu sampai mereka selesai makan..." ujar agnes...
"Apa wajah mu masi terasah sakit..." tanya alex...
"Sudah tidak..." jawab agnes...
"Jika dia berbuat macam-macam pada mu, patahkan saja tangan dan kaki nya..." ujar agnes...
"Maksud kamu..." tanya agnes...
"Aku sudah tau semua nya, dan aku tidak menyangka jika istri ku yang imut ini bisa bella diri..." jawab alex...
Jangan lupa like comen dan vote ya...
tp di audio suaranya tenggelam malah musik yang kekencengan jadi enggak kedengaran