NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Pria Beristri

Jerat Cinta Pria Beristri

Status: tamat
Genre:Beda Usia / One Night Stand / Cinta Seiring Waktu / Konflik etika / Showbiz / Tamat
Popularitas:10.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Desy Puspita

Tak terima lantaran posisi sebagai pemeran utama dalam project terbarunya diganti sesuka hati, Haura nekat membalas dendam dengan menuangkan obat pencahar ke dalam minuman Ervano Lakeswara - sutradara yang merupakan dalang dibaliknya.

Dia berpikir, dengan cara itu dendamnya akan terbalaskan secara instan. Siapa sangka, tindakan konyolnya justru berakhir fatal. Sesuatu yang dia masukkan ke dalam minuman tersebut bukanlah obat pencahar, melainkan obat perang-sang.

Alih-alih merasa puas karena dendamnya terbalaskan, Haura justru berakhir jatuh di atas ranjang bersama Ervano hingga membuatnya terperosok dalam jurang penyesalan. Bukan hanya karena Ervano menyebalkan, tapi statusnya yang merupakan suami orang membuat Haura merasa lebih baik menghilang.

****

"Kamu yang menyalakan api, bukankah tanggung jawabmu untuk memadamkannya, Haura?" - Ervano Lakeswara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28 - Masih Dendam

"Ehm, paham."

Haura mengangguk dan menjawab dengan suara yang kini mengecil saking gugupnya. Sungguh terpaksa dia menjawab, karena jika tidak Ervano tidak melepaskannya dan terus bertahan di posisi yang membuat darah Haura seolah tumpah.

Tubuhnya berdesir, mendadak takut karena Ervano bersikap tegas nan menghanyutkan itu. Padahal, tidak ada sedikit pun niat Ervano untuk membuat istrinya takut.

Hanya sedikit lebih tegas saja karena sejak tadi Haura terus berpegang teguh pada prinsipnya. Cara Haura yang sedikit nyolot dan tidak bisa diatur juga menjadi alasan kenapa Ervano sampai bersikap demikian.

Usai membuat Haura ciut, Ervano duduk di sisi Haura dan menghidupkan televisi sebagai cara mengalihkan perhatian. Pelan, tapi pasti tangannya mulai merangkul pundak Haura yang masih bersandar di sofa.

Belum kena, sebentar lagi kena dan Ervano hanya menunggu waktu saja. Walau sudah bebas dan memang haknya, tetap saja Ervano harus berbatas jika tidak ingin diamuk putri kesayangan di keluarganya itu.

Cukup lama keduanya terjebak dalam keheningan. Niat hati menghidupkan televisi agar tidak terlalu canggung, nyatanya semakin jadi saja.

Beberapa kali Ervano mengganti acaranya dan tidak ada yang dia sukai karena hampir semua program televisi membahas hal sama.

"Hoam ...."

Haura mengantuk, sontak Ervano menatap ke sebelah dan nyata sang istri tengah menguap sebegitu lebarnya tanpa ditutup.

Matanya memerah, kemungkinan besar ngantuk karena bosan, bukan kurang tidur sebenarnya.

"Ngantuk?" tanya Ervano baik-baik yang kemudian Haura tanggapi dengan anggukan pelan.

Tidak ada jawaban judes ataupun kata-kata kasar yang terlontar dari mulut Haura, kemungkinan sedang jera saja. Entah berapa lama akan bertahan, tapi yang pasti saat ini Haura tak ubahnya bak kucing penurut di hadapan tuannya.

Saat itulah Ervano menggunakan kesempatan dan benar-benar merangkul pundak sang istri. Meski dengan segenap ketakutan dalam benaknya, Ervano tidak mengurungkan niat kali ini.

Saking takutnya, pria itu sampai menggigit bibir. Hingga setelah cukup lama berperang melawan ketakutan dalam dirinya, Ervano berhasil juga.

Tidak hanya sekadar merangkul pundak, tapi juga membuat Haura bersandar. Tak Ervano duga bahwa sikapnya yang tadi ternyata sukses meluluhkan kerasnya hati Haura.

Cukup lama Haura bertahan dengan posisi itu, tanpa protes dan benar-benar diam sampai Ervano menduga istrinya tertidur.

Perlahan Ervano perhatikan, tapi setelah ditatap mata Haura sama sekali tidak terpejam dan masih fokus menatap televisi di depan sana.

"Katanya ngantuk, kenapa tidak tidur?"

"Ngantuk bukan berarti harus tidur," jawab Haura tanpa menatap lawan bicaranya.

Mata indah wanita itu masih fokus ke layar kaca. Berita yang tengah viral akhir-akhir ini cukup menyadarkan Haura, nasibnya masih begitu baik karena Ervano tidak lepas tangan.

Beberapa wanita bahkan yang masih di bawah umur menjadi korban kekerasan sek-sual dan berakhir dihabisi nyawanya. Fakta itu juga membuat Haura tersadar akan satu hal tentang perempuan.

.

.

"Ternyata benar ...."

"Apa?" tanya Ervano mengerjap pelan.

Tiada angin, tiada hujan secara tiba-tiba Haura mengungkapkan ternyata benar yang berhasil menarik atensi Ervano.

Masih setia dengan posisinya yang terus fokus ke televisi, Haura dengan tegasnya berucap. "Tidak ada tempat yang aman untuk perempuan."

Gleg

Ervano meneguk salivanya pahit, baru satu kalimat yang terlontar dari bibir Haura, tapi jiwanya sudah terpanggil.

"Tuh lihat ... laki-laki tu kenapa ya? Terlahir gatel atau gimana? Nikahi dulu apa salahnya kalau emang suka? Kenapa harus diperkos-a? Apa tidak ada jalan lain yang lebih terhormat? Cupu banget beraninya sama perempuan!! Iya, 'kan?" Jika tadi hanya bicara sembari menatap televisi, saat ini Haura berubah posisi dan menghadap Ervano yang tengah membeku.

Bagaimana tidak? Sebuah ungkapan kekesalan Haura justru tertuju padanya. Sebagai pria yang telah memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan Haura, jelas saja dia sadar.

"Kamu Nyindir?" Langsung pada intinya, Ervano tidak ingin berbasa-basi sewaktu melontarkan pertanyaan balik untuk istrinya.

Haura menggeleng cepat. "Ah tidak, cuma miris saja dengar beritanya."

Jawab Haura sejenak membuat pria itu menghela napas kasar. "Orang gila saja tahu kamu menyindirku, Ra."

"Ups, tersindir ya?" Baru juga jera beberapa waktu lalu, setelah melihat yang tadi Haura justru seolah memiliki kekuatan lagi untuk menghadapi Ervano.

"Menurutmu?"

"Oh, sepertinya benar tersindir ... tapi gimana ya, kalau sekiranya tidak merasa kenapa tersindir?"

"Kamu bicara tepat di sampingku, bagaimana bisa aku tidak merasa?"

"Ya sudah, kan memang kamu begitu ... beraninya sama perempuan, udah dibantuin malah memperkos-aaa!! Tidak tahu diri!!" Tanpa takut, Haura kembali mengungkit kesalahan Ervano dan menjulurkan lidah di akhir kalimat.

"Kamu masih dendam, Ra?"

"Malah ditanya, jelas masih dong!! Coba pikir, wanita mana yang tidak dendam kalau diperko-saa? Hah?"

Dihadapkan dengan Haura yang menyalak-nyalak begini, tentu saja Ervano tidak tinggal diam. "Ehm, sebentar, kamu bilang apa tadi? Diper-kosa?"

"Hem, kenapa memangnya?"

"Tentang ini sudah kita bahas sebelumnya, kamu yang nakal dan memasukkan obat itu ke dalam minumanku ... dan satu lagi, yang kulakukan tidak bisa dibilang pemerko-saan karena di akhir kamu juga menikmati, Sayang."

"Tidak usah membela diri, mau bagaimanapun di akhirnya tetap saja di awal pemaksaan!!"

"Tapi intinya menikmati, 'kan?" tanya Ervano disertai senyum licik di wajahnya.

"Dih, si-siapa yang menikmati? Mimpi kali!!" Haura yang tadi begitu lantang mengungkit kesalahan Ervano mendadak ciut.

Wajahnya memerah dan kembali menghadap ke depan lantaran tidak memiliki keberanian untuk terus menatap mata suaminya.

Gelagat Haura yang demikian seketika membuat Ervano tertawa kecil. Niat hati menyerang, Haura justru balik diserang.

Tampak wanita itu sepertinya kembali kalah dalam perdebatan kali ini karena sudah memilih diam tanpa kata. Ervano sebenarnya tidak lagi mampu menahan diri, tangannya sudah gemas ingin menarik tekuk leher Haura demi menghukum bibir cemberutnya dengan ciuman pagi ini.

Namun, Ervano tidak punya keberanian sebesar itu lantaran khawatir Haura justru semakin membencinya. Terpaksa, untuk saat ini dia hanya bisa memandangi, mengagumi dan memupuk rasa yang sama sekali tidak berubah sejak pertama kali Ervano bertemu Haura sembilan tahun lalu.

Tidak ada yang berubah, Haura masih tetap cantik dan terlihat seperti remaja dengan seragam putih abu-abu di mata Ervano.

Tak sebentar Ervano memandanginya, Haura sudah sadar sejak tadi bahwa dipandangi sampai menutupi wajahnya dengan telapak tangan.

"Kenapa ditutup?"

"Salah sendiri lihatnya gitu banget, lagi ngayal ya jangan-jangan?" tuduh Haura secara terang-terangan dan yakin betul Ervano menjadikannya sebagai bahan fantasi.

Sontak Ervano berdecak sebal. "Ck, kamu pikir aku semes-um itu?"

"Mana kutahu, dari mukanya memang mes-um akut," celetuk Haura yang lagi-lagi memancing Ervano untuk berkata kasar.

"Sempit sekali cara berpikirmu, kalau memang aku semes-um itu, pasti sudah kuambil hakku sewaktu mengganti bajumu tadi malam, tahu?"

"Hah?!"

.

.

- To Be Continued -

Selamat pagi menjelang siang, jangan lupa tinggalkan jejak ... gemparkan kolom komentar teman-teman ❣️

1
Efratha
baca part ini aku sampe ketawak bengek 🤣🤣🤣🤣
Efratha
jangan² Sofia kaum lesbiola 🤭
Efratha
pertengahan part ini hampir mewek saya bacanya,eh tetiba akhir jadi ngakak "anggap aja anak hantu " 🤣🤣🤣🤣
Borahe 🍉🧡
sempet"nya liatin ke mang Udin🙈
Borahe 🍉🧡
Persis Kayla dan Evan😂
Borahe 🍉🧡
bener bener mulut Haura. apa yg ada diotak itu yg diungkapin tanpa filter😂😂🙈
Borahe 🍉🧡
kecintaan banget pak
Borahe 🍉🧡
wihh banyak duit nih Bpk dua bini🤣
Borahe 🍉🧡
hahaah
Borahe 🍉🧡
hahaga panik gak
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙜𝙠𝙜𝙠𝙜𝙠𝙠𝙠... 𝙖𝙠𝙪 𝙠𝙞𝙧𝙖 𝙢𝙖𝙪 𝙣𝙮𝙚𝙗𝙪𝙩 𝙗𝙤𝙩𝙤𝙡 𝙮𝙖𝙠𝙪𝙡𝙩 𝙚𝙝 𝙜𝙖 𝙩𝙖𝙪 𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙤𝙩𝙤𝙡 𝙠𝙚𝙘𝙖𝙥.😆😆😆
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙉𝙖𝙠𝙖 𝙗𝙨 𝙙𝙞 𝙖𝙟𝙖𝙠 𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙟𝙜 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙥𝙖𝙥𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖... 𝙨𝙚𝙙𝙞𝙠𝙞𝙩 𝙡𝙜 𝙡𝙪𝙡𝙪𝙝𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙢𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙝𝙖𝙙𝙪𝙪𝙝𝙝 𝙠𝙙 𝙠𝙬𝙗𝙖𝙬𝙖 𝙟𝙚𝙣𝙜𝙚𝙡 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙀𝙫𝙖𝙣, 𝙥𝙖𝙙𝙖𝙝𝙖𝙡 𝙘𝙪𝙢𝙖 𝙗𝙖𝙘𝙖 𝙣𝙤𝙫𝙚𝙡 𝙩𝙥 𝙥𝙚𝙧𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙃𝙖𝙪𝙧𝙖 𝙨𝙚𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞 𝙨𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙞𝙖𝙩𝙧𝙞 𝙥𝙡𝙞𝙨 𝙞𝙗𝙪 𝙮𝙜 𝙙𝙞𝙠𝙚𝙘𝙚𝙬𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙖𝙠𝙪 𝙟𝙙 𝙞𝙠𝙪𝙩2𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙧𝙖𝙝 𝙟𝙜.𝙬𝙠𝙬𝙠𝙬𝙠𝙠...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙬𝙖𝙟𝙖𝙧 𝙨𝙞𝙝 𝙥𝙖𝙥𝙖𝙝 𝙕𝙚𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙧𝙖𝙝 𝙠𝙧𝙣 𝙮𝙜 𝙣𝙖𝙢𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙡𝙖𝙝𝙞𝙧𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙖𝙚𝙪𝙝 𝙣𝙮𝙖𝙬𝙖 𝙩𝙥 𝙖𝙞 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙜𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙨𝙞 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙞𝙣𝙜𝙣𝙮𝙖 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙧𝙣 𝙣𝙜𝙤𝙗𝙚𝙤𝙡 𝙨𝙖𝙣𝙩𝙖𝙞 𝙙𝙜𝙣 𝙩𝙢𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙚𝙙𝙖 𝙘𝙚𝙧𝙞𝙩𝙖 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙡𝙜 𝙨𝙞𝙡𝙪𝙖𝙧 𝙠𝙤𝙩𝙖/𝙥𝙪𝙡𝙖𝙪 𝙠𝙧𝙣 𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖 𝙢𝙪𝙣𝙜𝙠𝙞𝙣 𝙢𝙖𝙖𝙞𝙝 𝙗𝙨 𝙙𝙞 𝙢𝙖𝙠𝙡𝙪𝙢𝙞.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙧𝙖𝙨𝙖𝙞𝙣, 𝙢𝙜 𝙃𝙖𝙪𝙧𝙖 𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙥𝙚𝙡𝙖𝙟𝙖𝙧𝙖𝙣 𝙩𝙪𝙝 𝙨𝙞 𝙀𝙧𝙫𝙖𝙣𝙤 𝙟𝙜𝙣 𝙙𝙞𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙢𝙖𝙖𝙛 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙠𝙧𝙣 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙖𝙗𝙖𝙞 𝙨𝙢 𝙩𝙪𝙜𝙖𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙥𝙡𝙪𝙨 𝙖𝙮𝙖𝙝 𝙖𝙞𝙖𝙜𝙖.. 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙠𝙖𝙥𝙤𝙠 𝙨𝙚 𝙚𝙣𝙖𝙠𝙣𝙮𝙖.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙠𝙚𝙩𝙚𝙧𝙡𝙖𝙡𝙪𝙖𝙣 𝙨𝙞𝙝 𝙑𝙖𝙣𝙤 𝙞𝙖𝙩𝙧𝙞 𝙡𝙜 𝙠𝙚𝙨𝙖𝙠𝙞𝙩𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙜𝙖 𝙩𝙖𝙪 𝙠𝙧𝙣 𝙤𝙛𝙛 𝙝𝙥 𝙙𝙚𝙢𝙞 𝙜𝙖 𝙩𝙚𝙧𝙜𝙖𝙣𝙜𝙜𝙪 𝙬𝙖𝙠𝙩𝙪 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣𝙢𝙪.. 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙥𝙧𝙞𝙤𝙧𝙞𝙩𝙖𝙨𝙠𝙣 𝙞𝙖𝙩𝙧𝙞 𝙮𝙜 𝙪𝙙𝙝 𝙢𝙖𝙨𝙖 𝙝𝙥𝙡𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙠𝙩..
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙝𝙖𝙙𝙪𝙪𝙝𝙝 𝙒𝙧𝙫𝙖𝙣𝙞 𝙖𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙪 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙣𝙜𝙚𝙙𝙚𝙠𝙬𝙩𝙞𝙣 𝙝𝙥𝙡 𝙩𝙥 𝙝𝙥 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙤𝙛𝙛 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙪 𝙥𝙧𝙚𝙨𝙞𝙠𝙨𝙞 𝙙𝙧 𝙨𝙤𝙠𝙩𝙚𝙧 𝙨𝙞𝙖𝙜𝙖 𝙝𝙥 𝙖𝙠𝙩𝙞𝙛 𝙩𝙧𝙨 𝙡𝙖𝙝 𝙞𝙣𝙞 𝙗𝙞𝙠𝙞𝙣 𝙩𝙚𝙥𝙪𝙠 𝙟𝙞𝙨𝙖𝙠, 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙨𝙚𝙣𝙖𝙣𝙜2 𝙩𝙥 𝙞𝙖𝙩𝙧𝙞 𝙡𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙖𝙧𝙪𝙝 𝙣𝙮𝙖𝙬𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙞 𝙢𝙬𝙡𝙖𝙝𝙞𝙧𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙪𝙖𝙝 𝙝𝙖𝙩𝙞 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙞𝙣.🤦‍♀️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙖𝙬𝙖𝙨 𝙩𝙖𝙧 𝙠𝙚𝙩𝙪𝙡𝙖𝙝 𝙤𝙢𝙤𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞 𝘼𝙗𝙞𝙢, 𝙩𝙖𝙧 𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙣𝙞𝙠𝙖𝙝 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙡𝙜 𝙟𝙖𝙢𝙞𝙡 𝙥𝙖𝙖𝙩𝙞 𝙜𝙞𝙩𝙪 𝙟𝙜 𝙖𝙩𝙖𝙪 𝙢𝙪𝙣𝙜𝙠𝙞𝙣 𝙡𝙗𝙝 𝙙𝙧 𝙮𝙜 𝙀𝙫𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙠𝙪𝙠𝙖𝙣.. 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙘𝙢 𝙙𝙞𝙚𝙡𝙪𝙨 𝙣 𝙙𝙞 𝙖𝙟𝙖𝙠 𝙗𝙞𝙘𝙖𝙧𝙖 𝙙𝙤𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙥 𝙙𝙞 𝙪𝙨𝙚𝙡2 𝙟𝙜.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙬𝙚𝙚𝙚𝙝𝙝𝙝... 𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙣𝙪𝙢𝙥𝙪𝙠 𝙖𝙟𝙖 𝙗𝙖𝙗 𝙙𝙧 𝙨𝙚𝙠𝙞𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙢𝙖 𝙣𝙪𝙣𝙜𝙜𝙪 𝙜𝙖 𝙩𝙖𝙪 𝙣𝙮𝙖 𝙥𝙖𝙨 𝙢𝙖𝙢𝙥𝙞𝙧 𝙣𝙤𝙫𝙚𝙡 𝙤𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙮𝙜 𝙡𝙖𝙞𝙣 𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙥𝙙 𝙩𝙖𝙢𝙖𝙩.🙂
aku baru
suka sekali membaca karya mb desy,,,,,terlebih tentang kisah keluarga megantara,,,,,hampir semua aq baca,,,,,tp kisah zavia ko sulit di cari yah????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!