Ami adalah sahabat Diva. Merka berteman sudah dari semenjak SMP hingga sekarang. Diva mempunyai seorang kakak laki - laki yang sangat tampan membuat Ami jatuh cinta.
Wisnu nama kakak laki - laki Diva tengah galau dengan nasib rumah tangganya merasa terhibur dengan kehadiran Ami. Mereka mulai sering bertemu dan jalan bareng.
Hubungan keduanya semakin jauh dan tidak terkendali sehingga membuat Ami hamil. Semua keluarga Wisnu jelas saja kaget dan tidak terima. Tapi berkat perjuangan Wisnu yang menjelaskan keadaan rumah tangganya yang sebenarnya membuat kedua orang tuanya memberi restu,asalkan Wisnu terlebih dahulu menceraikan istrinya yang tertangkap basah berselingkuh dengan atasannya dikantor.
Takdir berkat lain saat Wisnu akan meminang kekasihnya tiba - tiba ia mengalami kecelakaan dan membuat memorynya tentang Ami hilang. Ami yang sudah lelah berusah memulihkan ingatan Wisnu memilih pergi.
Akankah ingatan Wisnu kembali?Bagaiman nasib Ami? Akankah cinta mereka bisa bersatu ke
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Pagi menyapa kembali, matahari perlahan merangkak keluar dari peraduannya. Rembulan dan bintang memilih mundur karna kalah pamor dari matahari. Bumi yang semula remang - remang terlihat jelas saat matahari bersinar dengan gagahnya.
Wisnu mengeliat dari balik selimutnya. Tenaganya sudah kembali terisi setelah pertempurannya dengan sang kekasih. Senyum merekah terbit di bibirnya saat kembali membayangkan kejadian di Villa kemaren.
Nia baru saja keluar dari kamar mandi, melihat suaminya senyum - senyum sendiri. Ia merasa aneh dengan tingkah suaminya. Pikiran buruk mulai berputar dikepalanya tapi sebisa mungkin ia tepis, ia percaya sepenuhnya pada suaminya.
"Mas." sapa Nia membuat Wisnu tersadar dari lamunannya dan menoleh kearah istrinya. Ia sama sekali tidak berkata apapun langsung turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.
Nia membiarkan saja tingkah suaminya itu. Ia lekas berpakain dan menyiapkan pakaian kerja suaminya. Pagi ini ia harus buru - buru berangkat karna ada meeting para petinggi perusahaan.
Ia takut bertanya pada suaminya karna ia tidak mau terjadi lagi pertengkaran diantara mereka. Ia tidak mau pagi ini moodnya rusak karna ribut dengan suaminya.
Saat Wisnu keluar dari kamar mandi, Nia sudah rapi dengan stelan kantornya. Kalau di perhatian Nia itu sebenarnya cantik, badanya profesional, tinggi semampai. Tapi karna ia sering mengabaikan tugasnya sebagai istri membuat Wisnu mulai jengah.
"Mas aku berangkat duluan ya. Aku ada meeting penting pagi ini." Nia berniat hendak mencium suaminya tapi Wisnu memilih menghindar dengan langsung mengambil baju yang sudah Nia siapkan.
Dengan perasaan kecewa Nia berjalan buru - buru meninggalkan Wisnu sendiri dikamar dan langsung menuju mobilnya. Ia sama sekali tidak berpamitan pada mertuanya karna tidak sempat
Saat di meja makan mama Wisnu menanyakan tentang keberadaan istrinya.
"Nia mana, Nu?" tanya mama.
"Udah berangkat duluan, ma." jawab Wisnu menyuap sarapannya.
"Tumben ga pamit sama mama."protes mama.
"Mungkin ia ga sempat ma, buru - buru." Bela Wisnu.
"Ga sopan. " umpat mama.
"Mas, minta uang dong?" tegur Diva.
"Baut apa?bukanya kamu sudah dikasih uang saku dari papa?" Ujar Wisnu.
"Rencananya nanti sehabis dari sekolah aku dan Ami mau jalan - jalan ke mall. Cuci mata gitu." kekeh Diva.
"Sama siapa aja?" selidik Wisnu.
" Berdua doang sama Ami." jawab Diva.
"Bener ga bohong?" tanya Wisnu.
"Ya elah, kalau ga mau ngasih bilang aja. Nanyanya sampai segitunya." sungut Diva menyudahi sarapannya.
Wisnu akhirnya memberikan beberapa lembar uang bewarna merah ketangan Diva. Diva tersenyum dan langsung mencium pipi masnya.
"Makasih, mas. Mas Wisnu memang the best." kekeh Diva.
"Lebay."
"Ma, pa Diva berangkat dulu. Nanti pulangnya agak telat ya. Aku mau jalan - jalan dulu bareng Ami." Diva pamit pada kedua orang tuanya dan masnya.
Hari ini semua kegiatan sekolah sudah selesai, mereka datang kesekolah cuma mau melihat pengumuman saja.
Sebenarnya ga datang juga ga apa - apa. Tapi karna malas berada di rumah mereka berdua janjian jalan - jalan untuk menghilangkan stress sehabis ujian akhir.
Keduanya berjalan dengan riangnya. Masuk dari satu outlet ke outlet yang lain. Ada yang dibeli ada juga hanya sekedar liat - liat saja.
Ami sama sekali tidak membeli apa - apa. Padahal sudah ditawarkan oleh Diva jika mau beli sesuatu ia yang akan membayarnya. Sebenarnya Ami bisa saja membeli apa yang ia mau karna sudah di bekali oleh kekasihnya. Tapi ia tidak mau menapakkan pada Diva.
*****
Terimakasih atas like dan komennya kakak - kakak pembaca setia karya - karya aku. Tanpa kalian aku bukan siapa - siapa,tanpa kalian aku tidak akan bisa samapi di titik ini. 🙏😊😘😘
like dan komen dari kakak semuanya adalah penyemangat bagi author untuk menulis bawa selanjutnya 😊😚😘🙏