NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Pria Miskin & Gadis Kaya

Kisah Cinta Pria Miskin & Gadis Kaya

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:718.5k
Nilai: 4.6
Nama Author: Ega Aditya

Apa mungkin gadis kaya itu mencintai pria miskin sepertiku dengan tulus?

Namaku Aditya Pratama, aku adalah seorang musisi jalanan yang setiap hari harus menjajakan suaraku untuk mencari nafkah.

Aku lahir dan besar di Bandung, sudah setahun ini aku merantau di Ibukota untuk mencari pekerjaan agar aku bisa mendapatkan pekerjaan yang layak untuk menghidupi Ibu dan juga Adikku.

Malang betul nasibku, setahun sudah berlalu sejak pertama aku datang ke kota ini, tapi aku belum juga mendapatkan pekerjaan dan akhirnya aku harus tetap mengamen untuk menyambung hidup.

Dalam pekerjaanku tak jarang pula aku menghibur sepasang kekasih dengan suaraku, menyanyikan lagu-lagu cinta untuk mereka.

Tanpa pernah berpikir bagaimana dengan kehidupan cintaku sendiri, selama ini aku memang tak pernah memikirkan hal itu, saat ini yang terpenting bagiku adalah bagaimana caranya agar aku bisa menghidupi Ibu dan Adikku.

Tapi semua itu berubah semenjak aku mengenal seorang gadis bernama Riri, gadis cantik dan kaya raya anak pengusaha ternama dan sukses di negeri ini.

Apakah mungkin gadis populer, cantik dan juga kaya raya sepertinya mencintaiku yang hanya seorang pengamen jalanan.



UPDATE SETIAP HARI

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ega Aditya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Waktu yang tepat

Wajah Sinta semakin mendekat, melihat itu aku seperti terpaku tak bisa bergerak, oh Tuhan apa yang harus kulakukan aku berkata dalam hatiku.

Tiba-tiba saja kami dikagetkan oleh dering ponsel yang berasal dari kantong celanaku.

Yeah waktu yang sangat tepat ini pasti Riri, terimakasih Tuhan karena mengirimkan penyelamat di saat suasana seperti ini.

"Maaf Sin ada telpon, aku angkat dikamarku ya, oh iya flashdisk nya aku pinjam ya biar sekalian aku kerjakan dikamar." Ucapku berkata kepada Sinta sambil meninggalkan kamarnya.

Benar saja telpon itu ternyata dari Riri.

"Kamu sudah sampai Dit?"

"Sudah baru 30 menit yang lalu aku sampai."

"Sekarang lagi apa?"

"Ini lagi rapihin bahan untuk presentasi besok."

"Aku ganggu ya?"

"Iya."

"Ya udah deh aku tutup telpon nya."

"Eh jangan dong tuan puteri aku bercanda kok, masa gara-gara kamu telpon aja keganggu, lagian kerjaan nya cuma sedikit kok, sebentar juga selesai."

"Tutuuuup aja aaaah."

"Eeeh jangan, ngambek mulu pacar aku ini."

"Hehe iya nggak."

"Ri, maaf ya kata-kata Sinta di bandara tadi."

"Ah Adit nggak usah dibahas lagi ya, Riri percaya banget kok sama kamu."

"Ri...."

"Apa...?"

"Laper..."

"Ya ampuuuun kamu belum makan?"

"Belum kan tadi belum sempet makan sebelum berangkat, gak apa-apa deh biar nanti aku cari diluar aja."

"Adit tunggu sebentar ya."

Riri pun kemudian menutup telponnya dan tak berapa lama menelpon kembali.

"Adit tunggu aja ya nanti juga ada yang nganter kok ke kamar."

"Nganter apa Ri?"

"Paket hahahha ya makanan dong."

"Wah udah bisa ngeledek aku ya sekarang."

"Bisa dong kan belajar dari kamu."

"Ri...."

"Iya...?"

"Sekarang kamu pejamkan mata kamu sebentar deh."

"Oke, udah nih Riri udah merem."

"Udah tuh kerasa nggak."

"Kerasa apa?"

"Aku kan barusan cium pipi kamu."

"Iiih Adit pantes pipi aku basah."

Lalu ditengah telpon kami tiba-tiba ada suara ketukan pintu dari luar kamarku.

"Eh Ri sebentar ya ada yang ketuk pintu."

"Oh kayaknya itu makanan kamu dateng deh Dit, ya udah kamu makan dulu sana, Riri juga mau tidur kok."

"Ri makasih ya, mimpi indah dan mimpiin aku."

Telpon pun berakhir dan setelah aku membuka pintu benar saja itu adalah makanan yang dipesankan Riri untukku, setelah selesai makan dan menyiapkan persentasi akupun bersiap tidur tapi kemudian teringat kejadian di kamar Sinta tadi.

"Sinta kenapa ya? Ah mungkin itu hanya perasaanku karena tidak sengaja mengambil flashdisk yang jatuh lalu muka kami bertemu."

Keesokan paginya hari pertama seminar pun dimulai dan semua perwakilan dari Suryo group se Indonesia sudah berkumpul, Sinta duduk di sebelahku, tidak seperti aku yang merasa canggung karena kejadian semalam Sinta tampak biasa-biasa saja bertemu denganku.

"Dit perwakilan Jakarta dapat urutan pertama lho untuk memberikan persentasi mengenai cara HRD kantor kita mencari hingga mendidik karyawan baru."

"Ok Sin semua bahan sudah siap kok di laptop ku."

Kemudian kami berdua pun maju memberikan persentasi.

Akhirnya malam seminar hari pertama telah usai kemudian aku bersiap untuk istirahat di kamar hingga tak lama kemudian telpon kamarku berbunyi.

"Dit temenin aku yuk." ternyata Sinta yang menghubungi.

"Maaf Sin kayaknya aku cape banget nih."

"Aaaaah kamu nggak seru ah masa kita di Bali cuma di kamar aja, kan kamu yang bilang baru pertama kesini."

"Iya juga sih, terus memangnya kamu mau kemana?"

"Ke diskotik nggak jauh kok dari Hotel."

"Ah males aku ke tempat kayak gitu."

"Ayo dong Dit masa aku pergi sendiri nanti kalau ada yang gangguin aku gimana."

"Ya udah iya tapi sebentar aja ya."

"Ok, aku tunggu di lobby ya."

Lalu aku dan Sinta meninggalkan hotel menuju ke tempat hiburan malam, sesampainya disana lalu kami duduk di sebuah meja yang ada di sudut ruangan.

"Kamu mau minum apa Dit?"

"Air mineral aja Sin."

"Masa air mineral sih."

"Iya, aku nggak suka minuman beralkohol soalnya."

Lalu Sinta pun memesankan minuman untuk kami berdua.

"Eh Dit turun yuk."

"Turun kemana Sin?"

"Itu lho turun kita dance."

"Nggak ah kamu aja, biar aku tunggu disini."

Sintapun memaksa dengan menarik tanganku hingga akhirnya kamipun sudah berada di lantai dansa, tiba-tiba saja alunan musik keras yang dari tadi diputar oleh DJ berganti menjadi musik dansa yang lembut.

Sinta pun menyilangkan kedua tangannya di pundakku, dari mulut nya sudah tercium bau alkohol yang sepertinya membuat dia mabuk.

Kami berdansa malam itu, berdansa dengan terpaksa tentunya, setelah lagu selesai akupun mengajak Sinta kembali ke meja.

Sinta memanggil pelayan dan memesan minuman lagi untuknya.

"Udah Sin cukup, kamu sudah mabuk jangan tambah lagi."

"Aku belum mabuk kok Dit, santai aja segelas lagi ya Dit, boleh ya." Katanya sambil tertawa.

Setelah menghabiskan segelas minuman lagi akhirnya aku memaksanya untuk pulang ke hotel.

Jalan nya sudah sempoyongan, mau tak mau aku menggandeng dan menuntunnya untuk pulang dan ternyata diluar ada sekumpulan pria mabuk yang sedang berkumpul dan menegur kami, namun aku tak menghiraukannya karena fokus membawa Sinta yang sudah mabuk berat hingga salah seorang dari mereka berkata.

"Bos ceweknya biar sama kami aja, kamu minta bayaran berapa bilang aja."

mendengar perkataannya itu lalu aku menghentikan langkahku.

"Ngomong apa lu barusan." Kataku menunjuk orang yang bicara tadi.

Dan itu membuat mereka bangkit dari tempat duduknya.

"Weiiis santai bos, gw bilang lu minta berapa, biar gw bayar." Katanya sambil menunjukan isi dompetnya.

Aku menghampirinya dan mendaratkan pukulanku ke wajahnya.

Keributan pun tak terelakan hingga ada mobil patroli polisi yang lewat disana dan itu membuat para pemuda itu kabur melarikan diri.

Kulanjutkan langkahku dan mencari taxi, tak lama tibalah kami di hotel dan aku membawa Sinta ke kamarnya.

Setelah kurebahkan dia di tempat tidur Sinta pun meracau tak jelas karena mabuk, kemudian menarik tanganku yang membuat aku terjatuh disebelahnya.

Lalu dia memelukku, akupun berusaha melepaskan diri dari pelukannya hingga akhirnya terlepas dan aku kembali ke kamarku.

"Hadeuuuh nggak lagi-lagi deh gw ke tempat begituan...Kapok." Kataku.

kemudian akupun tertidur dan esoknya aku melihat jadwal bahwa seminar hari ini akan dimulai pada sore hari.

"Yes hari ini bisa bangun siang." Pikirku.

tapi tak lama ada ada yang mengetuk kamarku dan ternyata itu adalah Sinta.

"Kenapa Sin?"

"Adit aku pusing banget nih mungkin gara-gara mabuk semalam, antar aku ke pantai yuk cari udara segar."

Memang hotel tempat ku menginap ini sangat dekat dengan pantai bahkan dari kamarku terlihat lautan biru yang indah, kupikir tak ada salahnya menemani Sinta ke pantai, karena memang Bali sangat terkenal dengan Pantai nya yang indah.

1
Ardina L
udH ditungguin dari tadi wkwkwk gagal maning
Ardina L
hebat Ray
Ardina L
kena mental penipunya wkwkw
Heintje Anumpitan
cecunguk mau memetik bintang,,,
Pak Samuel Hutabarat
Kecewa
Pak Samuel Hutabarat
Buruk
Pak Samuel Hutabarat
asik
ceritanya...👍👍👍👍
Pak Samuel Hutabarat
mantap....
Pak Samuel Hutabarat
sejauh ini masih aman lah...
Pak Samuel Hutabarat
awal yg menarik...
Ahmad Fadil
tega kamu ditt andai saja kamu ketemu aku pasti aku bantai kamu ditt
Ahmad Fadil
gue kangane Ririn yg dulu sama Adit yg dulu 🥺🥺🥺
Ahmad Fadil
gue takut banget kalau baca sampai habis cinta nya Adit dan Ririn berantakan 🥺🥺
Ahmad Fadil
Aaaaa gua baca nya sambil salting ...tapi di posisi lain gua pernah ngalamin sama mantan gua pulang hujan😅😅
Fatona Maulana Siddiq
ya Allah, nangis berapa kali gw, pertama tentang Udin sahabat nya Adit, kedua bapaknya Adit ( walau gak sad amat ), and last si Adit pergi,
tapi gw support banget dengan karya lu bg, walau banyak yg bilang mutar mutar tapi gw suka, spesifikasi dari setiap aktor nya jelas dan dapet, jadi bisa memahami hampir seluruh peran yang di bicarakan, dan menurut gw itu sih adrenalin banget.
lupain aja kata orang, mereka belum pernah baca novel one piece, dan lainnya kali lebih panjang dan blibet di tambah flashback nya wkwk
the best, gw support lu
Fatona Maulana Siddiq: sry yak kalau ada kata kata gw yg salah
total 1 replies
Fatona Maulana Siddiq
keren sih, gw baca dari sore berhenti sejenak, lanjut malem Ampe subuh nih, sambil nangis sama takut di rumah gw ada bunyi bunyi, tapi be honest gw kaga bisa ngemendem tangisan gw , parah sih
Fatona Maulana Siddiq
kalau almarhum udin masih hidup, alangkah baiknya Deket sama sinta
Fano Jawakonora
buang ego mu jauh"adit masalah kematian papa mu itu semua sdh srtan tkdir berpikir lah jauh k dpn buang masa llu koq diingt terus yg ada hny jadi bumerang tuk diri sendiri
Fano Jawakonora
tuhan sj maha pamaaf koq cuma ciptaanya manusia biasa gk bisa slg memaafkan ambil hikmahnya sja adit yg dilakukan papanya ririn itu dgn alasan tersendiri jgn egois dong adit kamu terllu bodoh
Fano Jawakonora
jgn" ppanya riri adalah org yg hancurin usahanya ppa adit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!