NovelToon NovelToon
Visionaries Of The Sacred

Visionaries Of The Sacred

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Slice of Life / Keluarga / Action / Persahabatan / Fantasi / Tamat
Popularitas:167
Nilai: 5
Nama Author: Nakuho

menceritakan sang pangeran bernama iglesias Lucyfer seorang pangeran yang manja dan kekanak-kanakan suatu hari dia dan kakak perempuan Lucyfer iglesias Elice ingin menjadi penyihir high magnus dan bertahun tahun berlalu di mana saat sang kakak kembali lagi ke kerajaan vantier Elice berubah pesat dan menjadi sangat dingin, perfeksionis,fokus dan tak peduli dengan siapapun bahkan Elice malah menantang sang adik dan bertarung dengan sang adik tetapi sang adik tak bisa apa apa dan kalah dalam satu teknik sihir Elice,dan Elice mulai menyadarkan Lucyfer kalau penyihir seperti nya tak akan berkembang dan membuat lucyfer tetap di sana selama nya dan sang adik tak menyerah dia ke akademi yang sama seperti kakak nya dan mulai bertekad menjadi high magnus dan ingin membuktikan kalau diri nya sendiri bisa jadi high magnus tanpa kakak nya dan Lucyfer akan berjuang menjadi yang terhebat dengan 15 teman teman nya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nakuho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

janji yang segera di ingkari

Enam tahun telah berlalu sejak janji itu terucap di bawah langit taman kerajaan.

Kini, anak kecil berambut putih itu telah tumbuh menjadi seorang pangeran berusia dua belas tahun.

Iglesias Lucyfer.

Sihir esnya—yang dulu liar dan tak terkendali—kini telah jinak. Kloning elemen yang dulu muncul tanpa kendali sekarang bisa ia panggil dengan presisi. Es tidak lagi membeku tanpa perintah, dan bayangannya tak lagi terpecah dengan berbahaya.

Namun satu hal tetap tak berubah.

Sifatnya.

Lucyfer masih tetap seperti anak kecil—manja, ceria, dan terlalu bergantung pada orang-orang yang ia percayai. Di balik kekuatan sihirnya, mentalnya rapuh. Jika suatu hari semua yang ia sandari menghilang… Lucyfer mungkin akan runtuh tanpa mampu berdiri sendiri.

Lorong menuju kamar pangeran Kerajaan Vantier tampak sunyi. Dinding batu putih memantulkan cahaya pagi, sementara tirai-tirai mahal bergoyang pelan tertiup angin.

Di dalam kamar, Lucyfer duduk di ranjang sambil membaca sebuah buku tebal—terbalik.

“Hmm…”

Ia memiringkan kepala, alisnya berkerut.

Kenapa huruf-huruf ini tidak mau masuk ke otakku?

Tok. Tok. Tok.

Lucyfer langsung tersenyum cerah.

“Elviera ya? Masuk saja!” katanya riang.

Pintu terbuka perlahan.

Seorang gadis berambut biru pendek dan mata biru dengan mata biru dingin melangkah masuk dengan sopan.

Posturnya tegap, pakaiannya rapi—seragam maid kerajaan. Sikapnya disiplin, auranya dingin, namun gerakannya terlatih seperti seorang penjaga profesional.

Elviera Noctane.

Pelayan pribadi Lucyfer sejak ia berusia delapan tahun.

Tangan kanan, pelindung, dan pengawas kesehariannya.

Di tangannya, sebuah nampan perak berisi sarapan Lucyfer.

“Sesuai dugaan saya,” ucapnya datar.

“Tuan Muda Lucyfer belum sarapan.”

Ia membuka penutup nampan. Aroma daging sapi panggang langsung memenuhi ruangan. Kentang goreng tersusun rapi, salad segar, serta segelas jus jeruk—minuman kesukaan Lucyfer.

“Koki kerajaan menggunakan daging kualitas terbaik,” lanjut Elviera.

“Minuman juga sesuai kesukaan Anda.”

Ia berhenti sejenak, lalu menatap Lucyfer.

“Apakah… seperti biasa?”

“Perlu saya menyuapi Anda?”

Mata Lucyfer langsung berbinar.

“Jelas! Elviera yang nyuapin dong!”

Elviera menghela napas kecil.

“Baiklah.”

“Tuan Muda, mohon buka mulut.”

Lucyfer langsung membuka mulut lebar-lebar seperti anak kecil.

“Waaah!”

“Rasanya meleleh di dalam!”

Elviera menyuapinya dengan gerakan halus dan tenang, hampir seperti seorang ibu yang terbiasa merawat bayi. Namun di balik ekspresi datarnya, pikirannya bergejolak.

"Kenapa Tuan Muda tidak pernah berubah…"

"Terlalu manja… terlalu polos…"

Elviera menyuapi sendok makan ke Lucyfer lagi.

"Pipi anda menggembung seperti tupai saat mengunyah kacang."

"Anda tidak pantas untuk seorang pangeran…"

"Tapi menjadi suami dan ayah dari anak anak kita."

Ia cepat-cepat menegakkan ekspresinya kembali.

Ini hanya rasa tanggung jawab.

Loyalitas. Proteksi. Tidak lebih.

Tepat saat itu—

Tap. Tap. Tap.

Langkah kaki terdengar dari lorong.

Lucyfer langsung menoleh. Ia tahu siapa yang datang.

Pintu terbuka tanpa ketukan.

Seorang gadis berambut putih melangkah masuk. Tubuhnya lebih tinggi, sikapnya lebih dewasa, namun senyumnya masih sama seperti enam tahun lalu.

Iglesias Elice.

Kini berusia enam belas tahun.

“Lucyfer,” katanya sambil tersenyum.

“Disuapi lagi? Benar-benar adik paling manja sedunia.

Lucyfer menelan makanannya dengan cepat lalu berdiri dari kasur kemudian memeluk kakaknya.

“Kakak!”

Elice membalas pelukan itu, lalu menatap adiknya dengan lembut—namun ada keseriusan di matanya.

“Ada yang ingin kakak bicarakan, Lucyfer.”

Lucyfer mendongak.

“Kakak sudah memutuskan,” lanjut Elice.

“Kakak akan melanjutkan ke Akademi Sihir Agreta.”

Lucyfer membeku.

“Di sana,” Elice melanjutkan pelan,

“kakak akan menempuh jalan untuk menjadi High Magnus.”

Ruangan terasa hening. Bahkan Elviera menahan napas.

“Besok,” kata Elice,

“adalah hari terakhir kita bertemu… untuk sementara waktu.”

Lucyfer menunduk. Matanya mulai berkaca-kaca.

“Hei…” suaranya bergetar.

“Tapi kakak sudah berjanji kan…?”

“Kita bakal jadi High Magnus bersama…”

Elice terdiam. Ia teringat janji mereka di bawah pohon itu.

Ia mengelus rambut Lucyfer dengan lembut.

“Tentu saja,” katanya hangat.

“Janji itu tidak pernah kakak lupakan.”

Namun jauh di dalam hatinya, Elice tahu—

Jalan untuk menjadi High Magnus tidaklah sederhana.

Ia harus merintis dari nol.

Dan suatu hari… jalan itu mungkin akan menjauhkan mereka lebih dari yang Lucyfer bisa bayangkan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!