Kemala adalah seorang wanita mandiri yang masih memiliki suami. Namun karena suami yang sangat pelit ia terpaksa bekerja sambil membawa anak nya yang masih kecil. setiap hari Burhan suaminya hanya memberi uang sebesar 10.000 rupiah beserta uang jajan untuk nya. Selama menikah dengan Burhan ia hanya tahu bahwa Burhan adalah seorang supir truk pengangkut sawit, tanpa ia ketahui suaminya itu adalah manajer di perusahaan kelapa sawit terbesar di kota itu. bagaimana kah kelanjutan rumah tangga Kemala? akan kah badai itu terus menerus datang ataukah akan ada pelangi setelah hujan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uul Dheaven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28 Hidup baru
Beberapa tahun kemudian..
"Bunda, hari ini Aska dapat hadiah dari Ibu guru. Kata nya Gambar Aska bagus dan bisa ikut lomba nanti."
"Benarkah? Berarti tanda nya anak Bunda anak yang istimewa."
"Iya dong. Sampai kapan pun Aska akan buat Bunda bangga." Ucap Aska dengan memukul dada nya.
Setelah beberapa tahun tinggal di daerah ini, Kemala sudah mampu membeli rumah dan menyicil hutang nya kepada Arga. Arga terpaksa menerima karena Kemala mengancam tidak mau lagi bekerja sama dengan nya.
Usaha Kemala berkembang pesat saat ini sehingga banyak pengangguran yang telah ia pekerjakan. Warga sangat bersyukur karena Kemala perekonomian mereka terbantu.
Siang itu dengan mengendarai kendaraan roda empat nya, Kemala pulang dari menjemput Aska.
"Bunda, bukannya itu Tante Tiwi? Kok sama Kakek-kakek ya. Trus pipi nya Tante Tiwi di ci-um."
"Aska, besok-besok kalau Aska nampak yang kayak gitu lagi, Bunda mohon Aska jangan lihat ya nak. Berdosa."
"Maaf Bunda, Aska nggak sengaja karena kan Aska kenal sama Tante Tiwi."
"Iya, kita nggak usah bahas lagi hal itu ya. Kata nya Aska mau makan."
"Iya ni. Aska pengen rendang daging sapi."
"Oke,, kita meluncur..."
Kemala sangat bahagia saat ini. Rendang daging? Bahkan rumah makan padang pun bisa ia beli sekarang.
Usaha dan cabang nya sukses dimana-mana. Bukan itu saja, Kemala juga sudah memiliki Mini market besar di daerah nya.
Semua usaha itu berkat kegigihannya selama beberapa tahun ini. Ia memang pekerja keras. Selain itu ada Arga dan juga Ramadhan yang ikut andil di dalam usaha nya.
Jika ditanya apakah Kemala akan menikah lagi, jawaban nya tidak untuk saat ini. Ia begitu sibuk dengan usaha milik nya. Belum lagi ada Aska yang harus ia perhatikan.
Hubungan Kemala dengan Ramadhan pun hanya seperti teman biasa. Tiada lagi rasa seperti dahulu. Ramadhan pun tidak ingin membahas masa lalu lagi.
"Kemala?"
Kemala begitu terkejut saat mendengar nama nya di panggil. Ternyata itu adalah Tiwi yang sedang bergelayut manja di lengan seorang Pria Tua. Kemala sangat mengenal Pria di depan nya ini.
Istri nya adalah langganan tetap di mini market milik nya. Bagaimana jika istri nya tahu kalau suami nya malah berada di pelukan wanita lain.
"Iya. Aku Kemala. Aska duluan aja ya sayang pesan makanan nya." Ucap Kemala kepada anak nya. Ia takut anak nya melihat pemandangan buruk yang ada di depan mereka.
"Wah, kamu sudah sangat berubah ya Kemala. Tidak seperti dulu. Kamu jual diri ya sampai bisa seperti ini." Ucap Tiwi tanpa tahu malu sambil memindai penampilan Kemala.
Bukan hanya penampilannya saja yang sudah berubah. Kemala juga sudah kembali cantik. Kemala yang sekarang juga sudah glowing berkat produk kecantikan yang ia beli.
"Kamu nyindir diri sendiri?"
"Jangan kurang a-jar kau Kemala. Baru bisa pakai baju yang bagus saja sudah sombong."
"Aku tidak punya waktu meladenimu. Maaf kami mau makan."
"Emang nya kau punya uang? Kalau gaya sih oke ya. Tapi isi dompet gimana? Jangan nanti harus cuci piring di belakang. Ups, aku lupa. Kamu kan cocok jadi pembantu."
Kemala hanya menggelengkan kepala nya melihat tingkah laku Tiwi. Bahkan pakaian nya juga kekurangan bahan. Kemala sampai malu melihat belahan da-da milik Tiwi yang seperti nya sengaja di pertontonkan.
" Hay Kemala, boleh minta nomor kamu?"
Tiba-tiba pria tua yang berada di pelukan Tiwi meminta nomor ponsel Kemala.
"Apaan sih yank. Dia itu mantan ipar aku."
"Ya kenapa rupanya. Dia lebih cantik dari kau. Wajah nya sangat alami. Apalagi kecantikan nya itu." Ucap Pria tua itu sambil menji-lat bi-bir nya sendiri.
Seketika Kemala merasa merinding dan sangat mual. Apa Pria tua ini tidak sadar diri atau ia merasa memiliki banyak uang sehingga bisa seenak nya saja memperlakukan seorang wanita.
" Kamu sengaja ya Kemala ingin menggoda suami ku? " Ucap Tiwi yang tidak terima.
" Suami? Kalian sudah menikah?"
"Menikah siri. Tapi Abang bisa menceraikan Tiwi jika dek Kemala mau menikah dengan Abang."
"Apa? Tolong ya pak. Di sana ada kaca. Permisi, saya sudah lapar dan mau makan."
"Eh Kemala, tidak usah sombong kau. Tunggu dulu aku belum selesai bicara."
Kemala langsung pergi begitu saja. Ia tidak ingin berlama-lama melihat pasangan yang tidak jelas itu. Membuat asam lambung milik nya kumat saja. Tiwi masih saja berteriak-teriak seperti orang yang kese-tanan.
" Bunda lapar ya. Kok makan nya kayak gitu."
"Iya sayang. Bunda lapar sekali." Ucap Kemala sambil terus memakan nasi dan lauk semur daging itu.
"Kata Bunda kan nggak boleh makan terburu-buru. Tapi kalau Bunda lapar di maafkan kok."
Bukan apa-apa, Kemala hanya ingin cepat makan dan langsung pulang. Ia juga memesan beberapa nasi bungkus untuk Ramadhan dan pegawai nya yang lain.
Selama ini, Ramadhan menjadi orang kepercayaan Kemala dalam mengelola bisnis nya. Di tangan Ramadhan bisnis itu berkembang pesat. Ramadhan yang memang pernah kuliah di jurusan ekonomi itu bisa menguntungkan usaha Kemala.
wajar di siksa burhan