Bebby Daniella Putri menjadi yatim piatu sejak batita akibat korban kecelakaan yang menimpa satu keluarganya, tanpa identitas. Bebby diangkat anak oleh Daniel Frederick, Dokter Muda yang menyelamatkan nyawanya. Daniel mengangkat anak karena rasa kasihan dan sebagai permohonan maaf karena tidak bisa menyelamatkan nyawa kedua orang tuanya.
Dalam perjalanan waktu muncul benih benih cinta di antara mereka berdua. Daniel sebagai orang tua angkat telah menepis perasaan itu. Bagaimana kisah mereka... dan siapa sebenarnya Bebby?
Yuuukkk ikuti kisah mereka guys ♥️♥️♥️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arias Binerkah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 28.
Daniel pun akhirnya masuk ke dalam kamar Bebby dan membersihkan badannya di kamar mandi yang ada di dalam kamar Bebby. Sang pelayan yang datang membawakan foto foto Bebby dan dirinya pun akhirnya disuruh oleh Daniel untuk mengambilkan pakaiannya dan barang barang penting lainnya.
Sementara itu Miranda yang berada di dalam kamar Daniel, melihat sang pelayan mengambil baju baju Daniel dan dibawa ke luar dari kamar justru tersenyum bahagia.
“Hmmm pasti Mama Mertua akan semakin sayang kepada ku.” Gumam Miranda sambil tersenyum licik.
“Lihat saja nanti Dokter Daniel.” Gumam Miranda lagi lalu melanjutkan untuk merias wajahnya agar terlihat cantik sempurna.
Sesaat kemudian pintu kamar Daniel itu terbuka dengan lebar dan muncul sosok Nyonya Frederick.
“Sayang, di mana suami kamu? Apa sedang mandi?” tanya Nyonya Frederick sambil tersenyum menatap Miranda dan terus melangkah masuk.
“Aku akan berbicara pada dia.” Ucap Nyonya Frederick selanjutnya.
“Ehmm itu Ma, tadi dia akan mandi tapi kamar mandi sedang Miranda pakai terus dia ke luar mungkin ke kamar mandi yang lainnya.” Ucap Miranda berbohong demi melanjutkan aktingnya menjadi istri yang melindungi suami dari kemarahan Nyonya Frederick.
Akan tetapi tiba tiba terdengar suara pintu diketuk ketuk.
TOK TOK TOK
“Hah, itu dia. Kenapa harus mengetuk ngetuk pintu kamarnya sendiri.” Ucap Nyonya Frederick lalu melangkah menuju ke pintu kamar itu. Miranda melanjutkan merias wajahnya dan tersenyum di dalam hati.
Nyonya Frederick segera membuka daun pintu dan dia tampak kaget saat yang berdiri di depan pintu bukan Daniel yang dia cari.
“Hah kamu? Ada apa?” tanya Nyonya Frederick pada Sang pelayan yang berdiri di depan pintu.
“Itu Nyonya mau ambil sandal Tuan Muda.” Jawab Sang pelayan dengan jujur. Dan Nyonya Frederick pun mengernyitkan dahi nya.
“Di mana sekarang Daniel?” tanya Nyonya Frederick yang sudah tidak sabar untuk menemui anaknya.
“Di kamar Nona Bebby.” Jawab Sang pelayan dengan suara pelan dan ekspresi wajahnya tampak takut dan bingung, sebab dia tahu pasti Tuan Mudanya akan mendapat marah dari Nyonya Besar, namun jika dia tidak menjawab dirinya yang akan mendapat marah.
“Kamu sekarang pergi ke belakang sana! Tidak usah kamu ambilkan sandalnya .” Ucap Nyonya Frederick lalu dia melangkah keluar dari kamar, tidak lupa dia mencabut anak kunci dan dibawanya. Sang pelayan pun membalikkan tubuhnya dan meninggalkan tempat itu. Miranda yang berada di dalam kamar tersenyum senang penuh kemenangan.
“Dannnnnn!” teriak Nyonya Frederick saat masuk ke dalam kamar Bebby. Mata Nyonya Frederick melotot saat melihat Daniel sedang sibuk mengatur foto foto.
“Dan, kamu itu sudah punya isteri masih sibuk saja dengan hal yang berkaitan dengan anak gemblung itu! Tadi malam kamu sudah pergi meninggalkan Miranda, sekarang juga kamu malah sibuk di sini.” Teriak Nyonya Frederick
“Ma, aku sudah menuruti kemauan Mama untuk menikah dengan Miranda. Tolong izinkan juga aku masih bisa memperhatikan Bebby, bagaimana pun aku sudah mengadopsi Bebby secara resmi aku masih harus bertanggung jawab pada dirinya. Sebelum dia bisa hidup mandiri Ma.”
“Hah! Dia sudah dewasa sudah bukan anak anak lagi, sudah lulus SMA sudah bisa bekerja mencari nafkah sendiri.” Ucap Nyonya Frederick dengan lantang sambil mendekati Daniel.
“Ayo, sekarang juga ke luar dari kamar ini.” Ucap Nyonya Frederick sambil menarik lengan Daniel.
“Awas kalau kamu nanti malam tidur di kamar Bebby. Aku akan tidur di sini. Aku sudah tidak sabar kamu itu punya anak sendiri dari hasil benih kamu sendiri bukan anak angkat.” Ucap Nyonya Frederick sambil terus menarik tangan Daniel agar keluar dari kamar Bebby.
Setelah Daniel keluar dari kamar itu. Nyonya Frederick pun menarik anak kunci yang tergantung di daun pintu. Dan...
KLEK
Nyonya Frederick mengunci pintu kamar itu dari luar dan dia bawa anak kunci kamar Bebby.
“Sial!” gumam Daniel dalam hati.
“Hmm kamu adalah anakku Dan, aku tahu kamu akan menghindari untuk tidur satu kamar dengan Miranda. Tapi aku juga punya akal.” Ucap Nyonya Frederick sambil terus menarik tangan Daniel.
“Kamu itu belum merasakan nikmatnya belah duren, sudah terus saja menghindar. Kalau kamu sudah merasakan kamu akan tuman.” Ucap Nyonya Frederick sambil terus menarik tangan Daniel.
“Sudah masuk sana ke dalam kamar. Kalian berdua di dalam saja tidak usah makan malam di ruang makan, biar nanti pelayan yang mengantar ke dalam kamar.” Ucap Nyonya Frederick sambil mendorong tubuh Daniel dengan sekuat tenaga, dan selanjutnya.
KLEK
Pintu ditutup dengan rapat oleh Nyonya Frederick, dan tidak lupa dia kunci dari luar.
“Ma, apa apaan ini?” teriak Daniel dari dalam kamar.
“Bagaimana kalau aku dapat tugas ke rumah sakit?” teriak Daniel lagi sambil mengedor ngedor pintu.
“Hah, nanti gampang kamu hubungi aku. Kalau kamu butuh apa apa, telepon aku.” Suara Nyonya Frederick yang juga berteriak.
“Kamu pasti lapor pada Mama!” teriak Daniel dengan nada kesal sambil menatap sosok Miranda yang masih duduk di kursi rias.
“Apa Kak Dan, tidak tanya Mama, dari mana dia mendapat tahu kalau Kak Dan pergi ke rumah sakit tadi malam?” Ucap Miranda dengan santai sambil menyisir rambutnya dan terus menatap wajahnya sendiri di pantulan cermin tidak melihat sosok Daniel yang masih berdiri di dekat pintu.
“Aku tidak mengatakan tetapi saudara saudara yang di hotel pasti ada yang tahu. Mama tahu sepulang dari hotel tadi.” Ucap Miranda yang tetap tidak menoleh ke arah Daniel. Akan tetapi di dalam hati Miranda tersenyum puas, sebab kini dia bisa satu kamar dengan Daniel.
“Hmmm nanti malam tunggu saja Dokter Daniel..” gumam Miranda di dalam hati sambil menyusun strategi agar Daniel tergoda pada dirinya.
Sementara itu Nyonya Frederick tersenyum puas karena sudah bisa mengurung Daniel dan Miranda di dalam satu kamar.
“Dan, Dan disuruh enak enak saja kok susahnya minta ampun.” Ucap Nyonya Frederick sambil tersenyum lebar. Lalu dia menyuruh pelayan untuk mengirim makan malam pengantin baru ke dalam kamarnya.
“Jangan lupa ya, beri mereka berdua menu makanan penambah gairah. Kalian tahu kan aku sudah tidak sabar mendapatkan cucu kandung, cucu yang menjadi penerus asli keluarga Frederick. Bukan cucu angkat!” ucap Nyonya Frederick pada pelayan di dapur.
🤣🤣