Pernikahan terpaksa ini sungguh menyakitkan..
Apalagi jika benih cinta mulai muncul secara sepihak..
ah begitu sakit rasanya..
Tapi aku harus kuat, Aku tak ingin membuat banyak hati kecewa karena sikapnya padaku..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mynamei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PSH - 28
"Saya mau tanya, reservasi atas nama Rico dimana ya mba" ucap Fely sopan
"Pak Rico.... di Room 2 ya mbak, sebelah sana" ucap pelayan setelah membaca sesuatu di tab nya
"oh iya baiklah.. makasih ya mbak" ucapnya sopan lalu melangkah menuju ruangan tersebut...
Felly bertemu sosok perempuan di depan pintu room kaca tersebut, ia mempersilakan Fely masuk setelah ia memberi tahu kedatangan Fely pada atasannya di dalam...
Masya Allah tampannya....
Batin Fely ...
" saya Rico" ucapnya sambil menyodorkan tangan
"Felysia"
"Silakan duduk" ucap Rico setelah mereka berjabat tangan
"hemm maaf pak, kita Hanya berdua?" Tanya Fely resah
Rico mengangguk,
"Apa kamu ga nyaman?" Tanya nya
"Sedikit" ucap Fely tertunduk
"Baik saya panggil asisten saya" ucap Rico memencet layar ponselnya
masuklah...
dihh males banget si, tinggal melangkah ke depan pintu aja pake nelfon segala... Apa orang kaya se males itu yaa? - Batin Fely
Kini di dalam ruangan itu ada seseorang wanita yang merupakan sekertaris Rico...
Rico langsung membicarakan soal konsep yang telah ia buat untuk di persatukan dengan konsep Fely yang telah ia buat dan memenangkan uang sebesar Seratus Juta Rupiah....
"Kita mulai Minggu depan untuk meninjau lokasi, Bagaimana?"
"Maaf pak, bukannya saya hanya sebatas perancang konsep ya pak, kenapa saya harus ikut berkecimpung sampai ke lokasi?" Tanya Fely heran
"ah saya hampir lupa, saya ingin kamu menjadi bagian dari proyek saya kali ini. bagaimana? saya akan bayar kamu sesuai dengan pekerjaan kamu dan pastinya di luar dari nominal yang saya janjikan untuk pemenang" ucap Rico menjelaskan
Fely merasa haru, kali ini ia akan mendapatkan pekerjaan di bidangnya, dan kemungkinan besar ia akan mendapatkan gaji yang cukup besar..
"Bagaimana Fell?" tegur Rico
"Ahhh iya , hemm.. tapi saya masih kuliah, tentu saya tidak bisa bekerja dalam waktu penuh" Jawabnya jujur
"Tidak masalah, untuk sekelas proyek seperti ini kamu gaperlu tinjau dari pagi sampai petang, dari Senin sampai Minggu.. kamu cukup memberi dua sampai empat jam sehari, hemm nanti akan mengerti sendiri" ucapnya sambil menatap Fely..
"ah baiklah jika Bapak mempercai saya tentu saya merasa sangat senang dan sangat berterimakasih atas kesempatan yang bapak berikan" kata Fely membuat Rico tersenyum lebar...
Rico kemudian memberikan sebuah buku tabungan juga ATM card dengan nominal seratus juta rupiah..
"Ini hadiah muu.. semoga bermanfaat" ucap Rico
"jangan bingung, saya sengaja membuka rekening baru, dan ternyata benar kan kamu menjadi karyawan saya sekarang, jadi saya tau kemana saya harus mengirimkan gaji untuk mu" kata Rico beralasan...
Fely pun mengerti dan memahami hal tersebut...
mereka kemudian menyantap makanan kecil dan minum bersama...
Merekapun memutuskan untuk pulang, sampai di luar restoran hujan lebat mengguyur kota Jakarta,..
bagaimana aku pulang...
"Fely rumahnya dimana? mari saya antar?"
tanya Rico dengan Berani
"tidak apa pak, saya nunggu hujan reda aja" kata Fely sopan
"gapapa saya juga mau pulang, Risca sekertaris saya juga hendak pulang sama pacarnya" kata Rico
duh gimana ini, kalo aku pulang kesorean pasti aku jadi kemaleman bahas materi untuk besok UAS.. kalo aku di Anter Pak Rico apa itu pantas? Batin Fely sambil menggit bibirnya
Yaa Allah, Gemes nya... Batin Rico
"Bagaimana fel?" tanya Rico
"hemm boleh pak, tapi maaf sebelumnya kalo merepotkan" kata Fely tak enak
"ENGGAKKK..." kata Rico tegas sambil terkekeh
Merekapun satu persatu masuk kedalam mobil mewah di antar oleh petugas resto menggunakan payung..
Rico menatap Fely penuh kagum,...
sebelumnya Rico sudah tertarik pada Fely saat mereka bertemu disaat pertama kali Fely presentasi di kampusnya, namun nampaknya Fely tidak mengingat sosok Rico berada disana, karena sejak tadi Fely tidak menanyakan hal tersebut ...
"ini rumah mu?" tanya Rico heran melihat rumah megah berlantai du itu dengan pilar besar..
"bukan Pak, ini rumah kerabat saya, saya hanya rantau disisni, karena suatu hal saya pindah dari kost kesini, doakan saya bisa punya rumah sendiri ya pak, barangkali uang dari bapak bisa beranak pinang" kata Fely seraya penuh dengan harapan
"Aamiin... kalo begitu sampai bertemu satu Minggu lagi ya di proyek, saya akan menghubungi kamu nanti" kata Rico
"baik pak, terimakasihhhh tumpangannya, hati-hati pak, Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam..." Rico tersenyum senang, entah mengapa jantungnya berdebar, mata Fely benar-benar menyimpan keteduhan bagi hati Rico ....
***
Fely masuk kedalam kamarnya, membersihkan tubuhnya lalu bergegas beribadah, ia menangis bahagia mendapati sebuah hadiah yang tak terduga..
ia sudah bertekad untuk membuka usaha sendiri agar bisa menjadi lebih mandiri...
****