NovelToon NovelToon
My Fake Knight

My Fake Knight

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Roman-Angst Mafia
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di bawah langit Las Angeles, Scarlett Langford bertarung melawan kemiskinan dengan kecerdasan dan percaya diri.

Demi mempertahankan harga dirinya di High School, gadis yatim ini nekat menciptakan sebuah kebohongan besar sebagai kekasih rahasia Millian Vale-Knight—Pria yang tak pernah ia temui.

Namun, takdir gemar bercanda.

Saat bekerja paruh waktu sebagai pelayan pesta borjuis, Scarlett terlibat bentrokan sengit dengan seorang pemuda kaya yang angkuh dan bermata heterochromia.

Tanpa rasa takut, Scarlett memaki pria tersebut seraya berteriak bahwa ia hanya takut jika pria itu adalah Millian Vale-Knight .

Scarlett tidak pernah tahu bahwa pria 'brengsek' yang baru saja ia maki di depan mukanya justru adalah Millian yang sesungguhnya.

Ketika tameng kebohongan menabrak realitas, akankah kepalsuan ini berubah menjadi jerat cinta, atau justru menjadi awal dari kehancuran Scarlett?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#19

Fajar menyingsing di balik punggung Pegunungan Los Angeles, membawa semburat warna merah muda dan keemasan yang menembus sela-sela kabut tebal hutan pinus.

Suhu pagi itu masih terasa menusuk tulang, memaksa para mahasiswa baru keluar dari tenda mereka dengan pakaian berlapis-lapis dan wajah yang masih dilingkupi sisa kantuk.

Di area tengah perkemahan, aroma mengepul dari piring-piring makanan siap saji dan seduhan kopi hitam mulai membubung ke udara, memicu cacing di perut ratusan peserta untuk berdemo.

Scarlett Langford melangkah keluar dari tendanya dengan penampilan yang tetap terlihat segar dan anggun, meski di dalam hatinya ia masih mengutuk sisa-sisa memori mimpi gila dan konfrontasi tengah malamnya bersama Millian Vale-Knight.

Sesi sarapan pagi itu diatur dalam format semi-formal di mana para mahasiswa baru dan mentor duduk berbaur di atas bangku-bangku kayu panjang yang mengitari meja logistik.

Scarlett duduk berdampingan dengan Delaney, menikmati kehangatan cangkir kertas berisi kopi hitam tanpa gula yang mengepulkan uap putih.

Tepat di seberang mejanya, berjarak hanya sekitar dua meter, Millian Vale-Knight duduk dengan tenang bersama James dan Arthur.

Pria itu mengenakan kaos sweater rajut tebal berwarna kelabu yang membungkus tubuh tegapnya dengan sempurna. Sembari menyesap kopinya perlahan, sepasang mata heterochromia milik Millian sesekali melirik ke arah Scarlett dengan kilat jenaka yang sangat tipis, seolah mengingatkan gadis itu pada insiden "taruhan lidah" beberapa jam yang lalu.

Scarlett sengaja mengabaikan tatapan itu. Ia menyibukkan diri mengunyah roti panggangnya dan mendengarkan Delaney yang kembali mengoceh riang tentang betapa enaknya kopi di perkemahan ini.

Setelah menyelesaikan sarapan dan kopinya, Scarlett bangkit berdiri. Ia mengambil sikat gigi dan odol dari tas kecilnya, lalu berjalan menuju area wastafel darurat yang terletak di dekat pembatas pohon pinus untuk melakukan rutinitas paginya.

Wastafel darurat itu berupa jajaran keran air yang dialirkan dari tangki penampungan, menghadap langsung ke arah lapangan utama.

Scarlett dengan santai mulai menggosok giginya, menggerakkan sikatnya dengan ritme teratur sembari matanya menatap pemandangan pagi dengan pikiran yang melayang-layang. Ia sama sekali tidak menyadari ada sesuatu yang tidak beres pada dirinya pagi ini.

Di dekat meja logistik, Millian yang kebetulan baru saja meletakkan cangkir kopi kosongnya, mengedarkan pandangan.

Matanya tanpa sengaja menangkap siluet tubuh Scarlett yang sedang berdiri membelakanginya di area wastafel.

Scarlett pagi itu mengenakan celana training katun berwarna abu-abu muda yang cukup ketat.

Saat itulah, manik mata ganjil Millian menangkap sebuah pemandangan yang membuat gerakan tubuhnya mendadak terkunci.

Tepat di bagian belakang celana abu-abu Scarlett, terdapat sebuah noda merah pekat berbentuk lingkaran kecil yang mulai melebar.

Noda darah segar yang sangat kontras dengan warna celana mudanya.

Sebagai seorang pria yang memiliki rasa tanggung jawab dan tumbuh di lingkungan yang realistis, Millian langsung tahu dalam satu kali lihat: Scarlett sedang mengalami datang bulan, dan gadis itu sama sekali tidak menyadarinya karena noda itu sudah tembus ke luar.

Millian melirik ke sekeliling lapangan.

Beberapa mahasiswa laki-laki dari kelompok lain tampak mulai berjalan ke arah wastafel.

Jika mereka melihat noda tersebut, taring harga diri Scarlett yang setinggi langit itu dipastikan akan hancur lebur menjadi bahan tertawaan dan gosip baru yang memalukan di hari kedua perkemahan.

Tanpa membuang waktu satu detik pun, Millian mengambil keputusan ekstrem.

Dengan gerakan cepat yang sangat efisien, ia menyambar ujung bawah kaos sweater kelabu tebal yang dikenakannya, lalu menariknya ke atas melewati kepala.

Sret!

Dalam hitungan detik, Millian Vale-Knight kini berdiri bertelanjang dada di tengah cuaca pagi yang membekukan.

Kulitnya yang berwarna madu sehat tampak kontras dengan udara dingin, mengekspos bentuk perutnya yang rata dan bidang dada yang proporsional, meski tidak berbentuk binaragawan yang kekar berlebihan.

Pria itu mengabaikan tatapan syok dari James dan Arthur, lalu melangkah lebar-lebar memotong lapangan menuju ke arah Scarlett.

Scarlett sedang fokus berkumur dengan air dingin ketika sebuah bayangan tinggi besar mendadak menyelimuti tubuhnya dari belakang.

Sebelum ia sempat berbalik untuk melihat siapa yang datang, sepasang lengan kekar yang terasa hangat dan beraura maskulin kuat maju ke depan, melingkarkan sepasang lengan kain sweater kelabu tebal tepat di sekeliling pinggang rampingnya, lalu mengikat kedua ujung lengan itu dengan simpul mati yang cukup kencang di bagian depan perutnya.

"Eh?! Apa yang kau lakukan, Brengsek?!" pekik Scarlett tertahan, hampir saja tersedak air kumurannya.

Scarlett berbalik dengan sentakan kasar, matanya langsung melotot sempurna saat mendapati sosok Millian berdiri tepat di depannya dalam kondisi bertelanjang dada di tengah kepungan angin pagi yang menggigit.

Kaos sweater kelabu milik pria itu kini sudah berpindah tempat, melilit erat pinggang Scarlett hingga menutupi seluruh bagian bokong dan paha belakangnya layaknya rok darurat.

Millian memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya sendiri, memasang wajah sedatar dan secuek mungkin seolah-olah tindakannya bertelanjang dada di luar ruangan adalah hal yang paling normal di dunia.

"Aku? Memangnya aku sedang melakukan apa, hm?" tanya Millian balik dengan nada suara baritonnya yang santai, menaikkan sebelah alisnya.

Melihat ekspresi tidak berdosa itu, ditambah dengan pemandangan dada bidang Millian yang terekspos jelas tepat di depan matanya, ingatan Scarlett tentang mimpi erotis semalam mendadak berputar tanpa izin.

Wajahnya dalam sekejap menghangat. Namun, taring kesinisannya langsung bekerja untuk menutupi rasa gugupnya.

"Wah, kurang ajar! Kau pasti sengaja sedang mencoba mengodaku dengan bertelanjang dada di depanku seperti ini, kan?!" seru Scarlett dengan lancar, menatap Millian dengan pandangan menghina yang dibuat-buat.

"Asal kau tahu ya, Tuan Vale-Knight, aku sama sekali tidak berselera pada dadamu yang sama sekali tidak kekar dan biasa saja itu! Jadi pakai kembali bajumu dan jangan bersikap menjijikkan!"

Millian menahan tawa rendah di dalam tenggorokannya mendengar omelan panjang Scarlett yang salah sasaran itu.

Gadis ini benar-benar luar biasa; dalam kondisi terdesak pun, mulutnya tetap bisa meluncurkan serangan verbal yang tajam.

Untuk menyadarkan gadis gila di depannya, Millian tidak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya diam, lalu menggerakkan kepalanya sedikit, memberikan kode mata yang sangat kentara dengan mengarahkan pandangan matanya turun ke bawah, menatap tepat ke arah pangkal paha dan bagian belakang celana Scarlett yang tertutup kain lilitan.

"Lihat itu... di bagian belakangmu. Tembus," ucap Millian dengan gerakan bibir yang minimalis.

Namun, Scarlett yang tingkat kewaspadaannya sedang berada di puncaknya karena mengira pria itu sedang bertindak mesum, justru salah mengartikan kode mata tersebut.

Scarlett memundurkan tubuhnya satu langkah, menatap Millian dengan binar mata penuh amarah dan kejengkelan.

"Dasar pria mesum sialan! Kenapa mata anehmu itu malah melihat ke arah pahaku seperti itu, hah?!" bentak Scarlett dengan suara berbisik yang sarat akan ancaman.

"Buang jauh-jauh pikiran kotormu itu dari tubuhku, Brengsek!"

Melihat tingkat kekepala-batuan Scarlett yang sudah melampaui batas kewajaran, tingkat kesabaran Millian akhirnya habis. Ia mendengus pekat, memajukan tubuhnya selangkah hingga dada telanjangnya yang hangat nyaris bersentuhan dengan ujung jaket Scarlett, memaksa gadis itu untuk menghentikan racauannya.

"Bukankah kau saat ini sedang menstruasi, Nona Langford yang Pintar?" desis Millian tepat di depan wajah Scarlett, menyuarakan fakta medis itu dengan intonasi yang sangat datar namun menusuk.

Deg!

Kata-kata Millian meluncur layaknya hantaman palu besar yang seketika menghancurkan seluruh taring kepercayaan diri Scarlett. Kata-kata "menstruasi" dan "tembus" berputar di otaknya, menyalakan alarm kepanikan masal.

Scarlett mendadak membeku seketika. Seluruh pasokan kata-kata makian di mulutnya lenyap tanpa sisa. Ia melirik ke bawah, lalu dengan gerakan patah-patah mencoba meraba bagian belakang celananya sendiri di balik lilitan sweater tebal milik Millian. Jemarinya merasakan sedikit kelembapan yang asing di balik kain katun abu-abunya.

"A... Apa...?" suara Scarlett mendadak mencicit kecil, kehilangan seluruh keangkuhannya dalam satu detik. "Jadi... aku... bocor?"

Millian mengangguk pasti dengan ekspresi wajah yang masih tetap cuek, namun ada binar kepuasan tersendiri di matanya karena berhasil membuat gadis gila ini mati kutu untuk kedua kalinya.

"Ya. Noda merahnya sudah sebesar buah apel di bagian belakang celanamu. Jika aku tidak mengikat sweater-ku di sana, dalam waktu tiga menit lagi seluruh angkatan baru akan menjadikanmu sebagai topik utama majalah dinding kampus."

Oh, astaga... matilah aku! batin Scarlett menjerit histeris dalam keputusasaan yang teramat sangat.

Wajahnya yang semula memerah karena marah, kini berubah menjadi merah padam karena tingkat rasa malu yang sudah menembus ubun-ubun.

Rasa malu ini jauh lebih mengerikan daripada saat bualannya terbongkar kemarin siang.

Tanpa berani menatap wajah heterochromia Millian lagi, Scarlett dengan gerakan super cepat langsung membetulkan letak ikatan lengan sweater kelabu di pinggangnya, memastikannya melilit dengan sangat rapat dan aman untuk menutupi noda sialan tersebut.

"Terima kasih," bisik Scarlett dengan suara yang sangat pelan—nyaris menyerupai cicitan tikus—sebelum ia membalikkan tubuhnya dan berlari kencang menuju tendanya dengan kepala tertunduk, meninggalkan Millian yang kini berdiri bertelanjang dada di tepi lapangan dengan senyuman sinis yang perlahan berubah menjadi kekehan geli yang tertahan.

1
Mita Paramita
nih pasti sih Ana yang lagi jadi paparazi dadakan 😈😈😈
Rosdianah 🌷: hihihi author up besok lanjutan nya kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
delaney cemburu liat Scarlett jadi pacar palsu millian 🤨 itu nama Moore mungkin kah masih keluarga sama Scarlett sama sama klan moore
Mita Paramita: kirain mereka satu klan abis nama belakang delaney ada Moore ny sama kayak nama belakang nenek scarlet 🤨
total 2 replies
Mita Paramita
susahkan dapetin hati Scarlett 🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: wkwkwk Aman kata yang🤣🤣
total 1 replies
Mita Paramita
😍😍😍lovestruck nih mereka
Rosdianah 🌷: semoga tetap stay dan gak bosan ya kak reader
total 1 replies
Mita Paramita
millian bisa jadi gentleman juga🤣🤣🤣🤣 buat dapetin hati scarlet
Rosdianah 🌷: hihihi 🤣
total 1 replies
Mita Paramita
lagi Thor yang banyak 😈😈😈
Rosdianah 🌷: Author sibuk dunia nyata 🙏🏾🫶🫶 besok Double Up 🥰
total 1 replies
Ainun Mahya
gk doble up nih kak🤭?
Rosdianah 🌷: huhu maapin author 🫶 author Sibuk dunia nyata 🙏🏻
total 1 replies
Ainun Mahya
halloooo kak, mana lanjutannya nih???
Rosdianah 🌷: author Up hari ini ya kak🫶
total 1 replies
Debu Nakal
thor... daku lagi mager bgt hari ini
apa bisa up yg banyak biar aku semakin mager
pleaseeee
Rosdianah 🌷: Huhuhu author Hari ini ada acara keluarga. ada si Di Draff nanti author up ya kak. ma'aciww banget kak Readers undah selalu tungguin up🫶🏻🫶🏻🥰
total 1 replies
Mita Paramita
pasti ibu scarlet udah diculik Nene lampir nih😈😈😈
Rosdianah 🌷: Author silent 🤭🤣
total 1 replies
Ainun Mahya
😍😍😍😍 bagusssss
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak 🫶🥰
total 1 replies
Ainun Mahya
lanjut terus, doble up🤭
Rosdianah 🌷: Huhuhu blm bisa double Up untuk Minggu ini kak🙏🏻🫶
total 1 replies
Mia Camelia
nah gitu dong mereka akur😂🤣
Rosdianah 🌷: sesuai maunya kak Readers 🤭
total 1 replies
Mita Paramita
wah udah mulai Deket nih pasangan ini🤣🤣🤣 tinggal nunggu jadian aja
Rosdianah 🌷: wkkwkw 🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Pulang kamp scarlett ketempelan,, masak titisan setan ketempelan,, jd yg titisan setan siapa sebenernya🤭
Rosdianah 🌷: entahlah author mau menghilang 🤣
total 1 replies
Ayusha
sekalian modus si kadrun😄
Rosdianah 🌷: modus terus dia 🤣
total 1 replies
Ayusha
kadrun beraksi 🤭
Rosdianah 🌷: plish dia harus dibawa pulang 🤣
total 1 replies
Mita Paramita
first kiss dua dua nya nih😍😍😍
tinggal ketahap talking stage 🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: uhu🥳🤣
total 1 replies
Ayusha
bukan nya "ayo pergi ke altar" /Sleep/
Rosdianah 🌷: Hihihi 😅
total 1 replies
Ayusha
yaelah, belom juga digigit udah sarimaman aja
Rosdianah 🌷: wkwk🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!