arabella beatrice
gadis lugu pendatang baru disebuah kota di sebuah high school alaska. mengalami kejadian mengerikan yang membuatnya kehilangan keluarga . bertemu dengan vampir berusia seratus tahun yang jatuh cinta pada kemurnian hati ara, akankah kisah mereka berakhir bahagia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tari suhendri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Paman baru
Aku keluar dari ingatan dysis. Merasa heran kenapa aku tidak merasa lemas. Itu merupakan visi terpanjang yang pernah kulakukan.
"kau baik-baik saja?" tanya christian khawatir.
"ya aku baik-baik saja" jawabku mantap. aku mengedarkan pandanganku, semua orang menunggu ceritaku dari perjalanan visi tadi.
"apa yang kau temukan sayang?" john bertanya dengan suara lembut, tapi aku punya pertanyaan lain.
"kenapa aku tidak merasa lemas ya?"
"benarkah?" isobel juga heran. "itulah sebabnya aku dan christian berada didekatmu untuk berjaga-jaga,tapi sepertinya kau tidak membutuhkan bantuan energi.
" apa kita bisa transfer energi?" mataku sepertinya melebar takjub.
"tentu sayang" christian menjawab "manusia biasa pun bisa melakukannya asal tau cara mengolah pusat energi dalam tubuh mereka"
"wow, entahlah. tadi itu pengalaman luar biasa" kataku dengan sumringah. tubuhku merasa segar.
Mereka semua tersenyum lega mendengar penuturanku. Dengan semangat aku menceritakan semua yang aku lihat dari visiku. Terdengar suara menarik nafas dalam, menggeram, tertawa, dan terkesiap bersama. mereka mendengarkanku dengan sangat serius,mungkin mata mereka kering karna tidak berkedip.Lalu aku ingat tentang wanita yang melihatku dalam ingatan dysis tadi.
"Dia bisa melihatku, dia bilang Berhati-hatilah", aku berkata dengan nada rendah dan serius. semua orang tampak berpikir keras.
" bisa kau sebutkan ciri-cirinya sayangku?" john bertanya padaku,
"Dia mungkin seumuran dengan ibuku, matanya berwarna cokelat, tajam dan cerdas. rambutnya pirang. dan dilihat dari kulitnya dia keturunan eropa.hanya itu yang aku tau".
" selain mata tajam dan cerdas, dan dia seumuran sandra ,bukan merupakan ciri abigail. tapi aku pastikan hanya ada satu orang yang memiliki kemampuan luar biasa itu, hanya dia yang memiliki nya. dan itu menurun pada alan dan kau sayang". john berkata sambil berpikir tapi dia juga tersenyum senang.
"jika itu benar dia, berarti selama ini dia berada di dekat kami? dan jika memang dia secerdas itu.kemungkinan besar ibuku ada bersamanya saat ini".
" ya, kemungkinan itu ada benarnya, tapi kita harus tetap waspada akan serangan lainnya. Alan sudah pergi dari kastil dan aphrodite pasti memiliki alasan bagus untuk menyerang. aphrodite itu lebih licik dari penjahat manapun. aku sangat mengenal ayahnya. Raja roran"
"bagaimana dengan ayahku?" tanyaku gusar, semoga saja ibu sedang bersama nenek abigail.jadi kekhawatiranku berkurang satu.
"Sudah jelas dia berusaha melindungimu sayang, mungkin sebentar lagi kita akan bertemu. kami masih belum bisa menghubunginya. Alan sama cerdiknya dengan abigail"
Aku mengangguk paham, "ada seseorang yang meneleponku dimalam kematian dysis, kurasa itu ayahku. karna dia memberitahuku bahwa dysis sudah mati".
john tersenyum senang " ya, dia memang alan".
"jadi bagaimana rencana kita sekarang?" Noa bertanya dengan serius,
"kita akan tetap berjaga-jaga, sandra dan alan belum ditemukan, hanya arabel kunci kita", john berkata dengan sangat serius. Kami semua mengangguk paham.
Selama kami berdiskusi hari sudah terang, aku bolos sekolah lagi hari ini. Noa memiliki alasan bagus untuk bolos, sedangkan jack sudah lulus SMA tahun lalu. siang ini christian mengantarku pulang kerumah bersama isobel. Beban di pundak kami sedikit berkurang dengan mengetahui perkembangan masalah yang kami hadapi. Dysis mati, Darius dan dua temannya masih ditahan di pemukiman werewolf, Ayahku berada disekitar north pole, meski aku tidak tau kenapa dia belum menemui kami. Tinggal mencari keberadaan ibuku, dan waspada dengan ancaman terbesar kami,si aphrodite.
"hai ara", charlie menyapaku ketika aku masuk kedapur. aku mengedarkan pandangan dengan bingung.
" lily sedang mandi, kami akan pergi kerumah orang tuaku hari ini" charlie menjelaskan Kebingungan ku.
Aku menganga, "benarkah?" charlie mengangguk sambil tersenyum bahagia.
"well, selamat untuk kalian", kataku sambil bertepuk tangan bahagia, " ngomong-ngomong kapan kau melamarnya?"tanyaku penasaran
"emmm ketika berkano di lake park chena", jawab charlie santai.
" romantis sekali", gumamku iri. "oke, aku akan membantu bibi bersiap".
" oke"
Aku berjingkrak masuk kekamar bibi yang sebelah ruang tamu. tanpa mengetuk pintu aku langsung masuk saja. Benar dugaanku, bibi sedang menatap cermin dengan bingung. Aku berkacak pinggang tak suka,
"apa?" bibi merengut melihat pose ku,
"kenapa tidak meminta bantuanku?" gerutuku pura-pura kesal.
"engg,,, bibi malu menceritakannya", bibi memutar-mutar ujung bajunya gugup
" tak urung aku tau juga bi, dan sekarang apa yang harus kulakukan padamu?
Terima kasih Kakak Author, sudah membuat karya sekeren ini 😍
Sehat, bahagia, banyak rezeki & sukses selalu ya 🌹🌹🌹🌹🌹
Sebentar lagi tamat, aku semakin suka sama novel Kakak. Keren banget ceritanya.. 🥰
Alur & gaya penceritaannya benar2 bagus..
Sebagai penggemar berat genre fantasy sejenis Twilight & Harry Potter, aku benar2 mengagumi Kakak Author ini. Detail dan bisa membuat readers terbawa kedalam ceritanya..
Semangat menulisnya Kakak Author, semoga semakin sukses 🥳