NovelToon NovelToon
Senja Yang Ku Perjuangkan

Senja Yang Ku Perjuangkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Orang Disabilitas / Penyesalan Suami / Romantis
Popularitas:51.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Tiga tahun menjalani pernikahan tanpa cinta, Alya bertahan hanya karena menghormati wanita yang telah menyatukan mereka.

Namun, tepat setelah sang nenek meninggal dunia, suaminya menjatuhkan talak dan mengakhiri hubungan yang selama ini hanya dianggap sebagai kewajiban.

Dengan satu kaki palsu dan hati yang hancur, Alya meninggalkan rumah yang tak pernah benar-benar menerimanya. Ia tak menyadari bahwa di dalam rahimnya sedang tumbuh kehidupan baru.

Saat dunia seolah menutup semua pintu untuknya, Alya memilih bertahan demi seorang anak yang bahkan belum lahir. Anak itu ia beri nama Senja.

Ini adalah kisah tentang seorang ibu yang berjuang melawan keterbatasan, kesepian, dan kerasnya kehidupan. Sebab bagi Alya, Senja bukan sekadar anak. Senja adalah alasan mengapa ia terus hidup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pria Itu Lagi

Tak terasa waktu cepat berjalan. Sejak siang tadi tangan Alya hampir tak berhenti bergerak. Satu persatu pesanan buket dan suvenir satu persatu berhasil ia selesaikan bersama karyawan lainnya.

Di luar sana langit berubah menjadi kelabu, awan hitam mulai menggantung pertanda hujan mau turun. Namun kesibukan di Cintami Carf membuat mereka tak ada yang menyadarinya.

Hingga menjelang malam saat pesanan terakhir akhirnya rampung ia dan para karyawan lain bisa menghembuskan napas lega.

"Alhamdulillah akhirnya selesai juga," gumam Alya sambil menggerakkan bahunya yang sedikit pegal.

 Ia pun mulai mendongak ke arah jam dinding, yang menunjukkan pukul 8 malam, seketika Alya terkejut karena tak terasa waktu sudah semalam ini.

  Ia pun segera membereskan meja kerjanya, lalu berpamitan pada rekan yang lain. Namun saat pintu kaca baru dibuka.

Brak!

Kilatan petir membela langit. Alya langsung tersentak. Di hadapannya hujan turun seketika mengguyur jalanan tanpa henti membuat lampu-lampu kota terlihat samar dibalik guyuran yang pekat.

  Alya terlihat bingung malam ini mana ada ojek online, mana ada taksi lewat. Ia pun memejamkan mata sambil menyilangkan tangan diatas dada. Sementara hujan tidak berhenti seolah menggempur atap-atap ruko.

Karena tidak mau berlama-lama di luar. Ia pun memutuskan untuk mengambil payung kecil di dalam tasnya yang selalu disediakan.

Tangannya mulai menekan tombol kecil di ujung payung, saat terbuka angin malam berhembus kencang mengibaskan air hujan dan payung yang ia kenakan.

  Alya terkejut saat payung yang ia gunakan malah terbalik keatas tertiup angin, bahkan kakinya hampir terpeleset kebawa tiupan angin yang cukup kencang.

 Refleks perempuan itu menjerit ketakutan, wajahnya mulai basah dengan air hujan, namun yang membuat hatinya sedikit lega ada cahaya dari lampu mobil yang mendekat ke arahnya.

Alya seketika mengernyit. Mobil itu beberapa kali membunyikan klakson membuat hatinya kesal. Lalu beberapa menit kemudian kaca mobil terbuka tangan pria di dalam mobil itu melambai seolah menyuruhnya masuk ke dalam.

  Alya yang bingung langsung menunjuk dirinya sendiri. "Aku!" teriaknya di tengah-tengah suara hujan.

  Pria itu tidak menjawab ia hanya menganggukkan kepala dengan wajah dinginnya.

  Alya segera masuk, tapi sebelum masuk ia mengusap cepat bajunya agar tetesan air hujan tidak mengenai jok mobil.

 Pria yang membukakan mobilnya itu sedikit mendengus karena menunggu Alya yang cukup lama.

  "Cepetan hujan deras nanti tubuhmu akan sakit," perintahnya.

  Alya terkejut mendengar kalimat itu. Bahkan pria yang terlihat dingin itu tidak mempermasalahkan bajunya yang basah.

"Ayo tunggu apa lagi, mau tubuhmu masuk angin!" sarkasnya.

Seketika Alya langsung memasuki mobil tersebut dengan perasaan canggung karena sebagian celana dan atasannya sudah basah terkena air hujan.

 "Maaf mobilmu jadi basah," ucap Alya.

"Jangan pedulikan mobil yang penting kesehatanmu," sahutnya meskipun tidak menoleh ke arahnya.

  Alya menunduk sambil merapatkan kedua tangannya. Tubuhnya sedikit menggigil karena pakaian yang dikenakannya masih basah akibat hujan.

Dari balik kemudi, pria itu melirik sekilas ke arahnya.

"Ganti baju."

Sontak Alya menoleh. "Hah?"

Pria itu mengambil sebuah paper bag dari kursi sebelah lalu menyodorkannya tanpa menatap Alya.

"Pakai ini."

Alya menerimanya dengan bingung. Saat membuka sedikit isi paper bag itu, matanya langsung membulat.

"Mas... ini kan baju kamu?"

"Lalu?" sahut pria itu singkat.

Alya menggigit bibir bawahnya. "Aku nggak mungkin ganti di sini."

Pria itu mengembuskan napas panjang seolah kesabarannya mulai diuji. "Kau pikir aku mau melihatmu ganti baju?"

Belum sempat Alya menjawab, pria itu langsung mematikan lampu kabin mobil.

Klik.

Suasana di dalam mobil seketika menjadi lebih redup. "Nah. Sekarang sudah gelap."

Alya masih memeluk paper bag itu erat. "Tapi tetap saja..."

Pria itu memalingkan wajahnya ke arah jendela yang dipenuhi rintik hujan. "Aku tidak akan melihat. Jadi cepat ganti sebelum masuk angin."

Dengan cepat Alya mulai membuka atasannya lalu memakai kaos oblong over size itu di badannya, setelah mengganti semua akhirnya tubuh Alya sedikit menghangat, dan pria itu mulai menyalakan kembali lampu kabin.

"Gimana rasanya?" tanya pria itu.

  "Alhamdulillah yang ini lebih hangat."

"Iyalah, di musim penghujan seperti ini usahakan bawa baju ganti biar gak muda sakit," ujarnya.

Mobil pun melaju dan Alya pun sudah kembali duduk di jok depan, di tengah perjalanan entah kenapa ia merasa lelah dan matanya begitu berat hingga akhirnya tertidur di sandaran mobil.

Pria yang berada di balik kemudi itu melirik sekilas ke arahnya. Untuk pertama kalinya sejak tadi, wajah cerewet dan canggung perempuan itu terlihat tenang.

Napasknya terdengar teratur.

Tangannya bahkan masih memeluk tas kecil di pangkuannya seolah takut kehilangan sesuatu.

Pria itu mengembuskan napas pelan.

"Ceroboh," gumamnya.

Namun beberapa detik kemudian, tangannya justru bergerak mengecilkan volume musik agar tidak mengganggu tidur Alya.

Mobil kembali melaju dalam keheningan.

Sesekali Alya mengernyit dalam tidurnya sambil mengusap perutnya secara refleks.

Gerakan kecil itu membuat pria tersebut mengerutkan kening.

Pandangannya jatuh pada perut Alya yang masih belum terlalu terlihat.

"Jadi benar dia hamil," pikirnya.

Entah kenapa ada rasa tidak nyaman yang muncul saat membayangkan perempuan itu berjalan sendirian di tengah hujan, bekerja sampai malam dalam kondisi mengandung.

Namun ia segera membuang pikiran tersebut dan kembali fokus pada jalanan. Beberapa menit kemudian mobil memasuki area kost. Pria itu menghentikan kendaraannya tepat di depan gerbang.

"Alya."

Tidak ada jawaban.

"Alya."

Perempuan itu masih tertidur pulas sementara pria itu memijat pelipisnya pelan.

"Luar biasa. Naik mobil orang malah tidur nyenyak."

Meski begitu, untuk pertama kalinya sudut bibirnya sedikit terangkat melihat wajah polos Alya yang tertidur tanpa beban.

Mobil kembali melaju masuk ke dalam dan berhenti tepat di halaman dekat kamar kost Alya. Ingin berteriak tapi penghuni kost sudah menutup semua pintunya.

Dengan terpaksa akhirnya pria itu menghubungi adiknya. Panggilan terhubung terdengar suara cempreng dari seberang sana.

"Apa sih Kak!" dengus Emil.

"Kamu keluar langsung bawa kunci serep kamar kost perempuan hamil yang kau ceritakan tadi," ujar kakaknya.

"Emangnya kenapa dengan Alya, apa dia pingsan?" tanya Emil.

"Bukan pingsan tapi tidur di mobil udah gitu susah dibangunin," keluh Kakaknya.

Bukannya berempati gadis cantik itu malah tertawa sekencang-kencangnya.

"Kamu malah ketawa sih," dengusnya kesal.

"Biarin saja, aku mau lihat kakakku gendong perempuan," ucap Emil sambil membuka pintu keluar.

Ia pun terlihat sedikit berlari sambil terbahak-bahak, entah kenapa melihat sang kakak seperti itu niat jahilnya mulai meronta-ronta.

"Kak, ini kunci duplikatnya," ujar Emil.

Lalu ia melihat wajah Alya yang tertidur pulas dan yang bikin ia terkejut ternyata Alya mengenakan kaos dan celana kakaknya yang kebesaran.

"Kak, ini beneran."

"Banyak tanya gue jitak ya," sahutnya terdengar menggemaskan di telinga adiknya.

"Sudah Kak gendong aja mungkin Alya kecapean," rayu gadis itu.

Pria itu hanya mendengus tapi perlahan tangannya mengangkat tubuh Alya dan membawanya ke kamar kost. Entah kenapa saat menatap wajah teduh perempuan itu seperti ada sesuatu asing yang merayap.

Bersambung ....

1
Nar Sih
arlann ..gk segaja kmu ketemu putri mu yg blm kamu kenal
Lisa
ya nih gmn y reaksinya Arlan ketika bertemu dgn Alya
Nar Sih
padahal sdh penasaran lihat reaksi arlan saat ketemu alya,tpi...sabarr lgi blm waktu nya kata kak ayu😂
Lisa
Selamat malam Kak Ayu..terimakasih y utk updatenya..wah berarti waktu acara gala dinner itu Alya pasti bertemu dengan Arlan.
Yati Susilawati
tak sabar nunggu al dan ar.. bertemu
Nar Sih
sore kak ayuu,dan aku slalu suka dgn senja🥰🥰
Lisa
Semangat y Alya & team..kalian pasti bisa 🙏💪
Nar Sih
semagat alya ,kmu pasti bisa dan semoga kmu berhasil💪
falea sezi
kenapa belom hamil lagi 😒
Ayumarhumah: sabar kak ...
total 1 replies
Nar Sih
sore kak ayu ,makasih ya udah updet 2kali sehari senja nya🙏🥰
Lisa
👍 Sukses y Alya
Nar Sih
waah...alya kmu bnr,,👍🥰🥰
Lisa
Jadi deg²an nih..pertanyaan terakhirnya apa nih 🤔
Suanti
semoga, aja viral dan masuk acara tv biar menyesal sekeluarga mantan alya membuang berlian demi kerikir 🤭🤣
Nar Sih
mlm kak ayu,selamat alya ahir nya presentasi berjln lsncar👍🥰
Adinda
semoga alya Dan dewa punya anak kembar
Nar Sih
pagi kak ayu,semagatt alya dan senja florist siap melangkah menuju sukses dan bahagia
Nar Sih
kasihan kmu arlan ,karma mu yg telah menyia,,kan alya kmu gk bisa punya keturunan dri amara
Lee Mba Young
Syukurin arlan gk akn punya anak lagi 🤣. karma tak semanis kurma.
Asphia fia
mampir
Kayla Rane: KA bila berkenan mampir di novel on going ku terimakasih banyak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!