NovelToon NovelToon
Bad Boy Agent

Bad Boy Agent

Status: tamat
Genre:Mata-mata/Agen / Bad Boy / Mafia / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:263.3k
Nilai: 5
Nama Author: Naya_handa

Ketenangan seorang gadis depresi bernama Gayatri mulai terusik setelah kedatangan seorang siswa baru yang masuk ke sekolahnya.
Tampan, gagah, keren dan cerdas, membuat sosok Shaka mendadak populer di sekolah.
Shaka mendekati banyak siswi di sekolahnya untuk mencari tahu informasi penting. Tanpa teman-temannya tahu, Shaka adalah seorang agent yang sedang melakukan penyamaran untuk mengungkap kasus pembullyan oleh genk motor yang telah merenggut nyawa adiknya.
Berbeda dari siswi lainnya, Gayatri begitu menghindari sosok Shaka hingga menguji kesabaran sang agent.
Bisakah mereka menemukan pelaku pembunuhan yang sebenarnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naya_handa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Thanks

“Hatchu! Itu kata pertama. AWAS!!! Itu kata kedua. Bertahanlah, itu kata ketiga,” ucap Shaka bersamaan dengan melipat ketiga jarinya satu per satu.

Gayatri tersenyum kecut. “Hatchu bukan sebuah kata,” ucap gadis itu dengan suaranya yang serak dan sedikit besar. Ia juga masih tidak menyangka kalau suaranya akan kembali setelah beberapa lama ini ia hanya bisa berdialog dalam hatinya.

“Hahahaha….” Shaka tertawa lebar, bukan hanya pada timpalan Gayatri, tetapi karena pada isi perkataannya. Lantas laki-laki itu menatap Gayatri dengan lekat. “Makasih udah cemasin gue,” ucapnya dengan sungguh. Ia sangat yakin reflaks Gayatri itu terjadi karena gadis itu mencemaskannya.

Gayatri tidak menimpali. Ia beranjak dari tempatnya untuk mengambil godybag dan berlalu sebentar masuk ke dalam klinik. Entah apa yang dilakukan gadis itu yang jelas sepertinya gadis ini sudah familiar dengan klinik hewan ini.

Tidak lama berselang, Gayatri kembali dengan sebuah mangkuk, piring dan gelas. Lengkap dengan sendok dan garpu. Gadis itu menaruh semuanya di atas meja lipat yang ia pindahkaan ke depan Shaka. Menatanya di sana lalu mengambil sesuatu dari dalam godybag berwarna oranye itu. Sebungkus nasi dan soto yang masih panas.

Shaka cukup terkejut, melihat apa yang Gayatri bawa. Ia terus memandangi sang gadis yang menumpahkan soto itu di dalam mangkuk lalu mengisi piring dengan bungkusan nasi. Sendok yang ia bawa ia sodorkan pada Shaka.

”Lo nyuruh gue makan?” tanya Shaka yang menatap dengan penuh keterkejutan. Ia tidak bisa menyembunyikan senyumnya yang ditahan. Manis juga gadis ini.

“Hem,” hanya itu sahutan Gayatri. Meraih tangan Shaka lalu menjejalkan sendok itu di tangan Shaka.

Shaka tersenyum lebar melihat tangannya yang menggenggam sendok, bukan thor tapi tangannya yang tadi digenggam Gayatri beberapa saat.

“Okey, gue makan,” sahut Shaka pada akhirnya. Laki-laki itu mengambil piringnya, menambahkan kuah soto di atas nasinya yang masih hangat lalu mencampurnya.

“Emmh, enak,” ucap Shaka saat satu suapan nasi sudah masuk ke mulutnya.

Gayatri hanya tersenyum samar, membiarkan Shaka menikmati makanannya sementara ia menyiapkan air minum dan obat yang tadi di beli di apotek.

“Itu obat buat manusia kan? Bukan buat kucing?” Shaka langsung bertanya.

Gayatri tidak lantas menimpali, ia menatap Shaka dengan kesal. Apa laki-laki ini tidak percaya padanya?

“Gue cuma takut lo salah beli obat, jangan marah. Yang penting itu obat buat manusia kan? Manusia ganteng model gue maksudnya.” Shaka seperti paham arti tatapan tajam Gayatri terhadapnya.

“Bukan, ini obat buat beruk,” sahut Gayatri dengan dingin.

“Hahahahaha….” Shaka malah tertawa terbahak-bahak mendengar sahutan Gayatri dengan suaranya yang serak-serak basah itu. Sepertinya pita suara gadis ini belum lurus sepenuhnya. Resonannya masih terganggu.

“Uhuk! Uhuk!” Shaka sampai batuk karena asyik tertawa.

Gayatri segera mengambilkan minum dan menyodorkannya pada Shaka. Membantu lak-laki itu minum hingga menodongkannya ke mulut.

Shaka segera meneguk minumnya, namun di sela itu ia tetap memandangi Gayatri dengan segaris senyum. Tidak masalah ia menunggu lama untuk gadis ini bersuara, karena ternyata suaranya sangat mudah di ingat dan terus berdengung di kepalanya.

Seusai minum, Shaka melanjutkan makannya dengan semangat. Ia masih tetap memandangi Gayatri dan sesekali menggoda gadis itu dengan menyuapinya. Gayatri tidak berreaksi banyak, hanya menepis pelan tangan Shaka lalu memalingkan wajahnya memandangi motor Shaka di luar sana.

“Lo udah biasa naik motor gede ya?” tanya Shaka tiba-tiba. Makanan di piringnya sudah habis dan ia pun sudah meneguk obat antibiotik yang terasa pahit di lidah itu.

“Lo sebaiknya cepetan balik. Gue gak mau istirahat dokter Agung ke ganggu,” ucap Gayatri tanpa menjawab pertanyaan Shaka.

“Hem, okey.” Shaka mengangguk patuh. Ia membiarkan Gayatri membereskan alat makannya, mencucinya beberapa saat di dalam sana dan kembali setelah semuanya selesai. Dengan tangan kanannya gadis itu memberikan syal warna hitam yang ia bawa dalam goodybag. Rasanya hangat karena mungkin terkena hangat dari kuah soto.

“Lo gak mungkin pake helm, jadi pake syal ini biar gak kedinginan,” ucap gadis itu lagi.

Shaka sampai terperangah, malam ini gadis ini memberinya banyak kejutan. Sepertinya, bersama Gayatrilah sebenarnya pesta itu dilalui Shaka. Suara Gayatri yang menjadi melodi yang memberi kehangatan dan ketenangan.

Diambil alihnya syal itu oleh Shaka lalu ia lingkarkan di lehernya. Rasanya hangat terlebih saat terlihat ada tulisan berbentuk rajutan di bagian tepi. ‘Aya’ nama yang tertulis di sana.

“Okey, gue udah siap,” ucap Shaka.

Gayatri mengambil helm Shaka dan memberikannya pada sang empunya bersamaan dengan kunci yang tadi ia pegang.

“Motor lo di mana?” Shaka tidak melihat keberadaan motor matik Gayatri di dekat klinik ini.

“Lo pulang aja, gak usah mikirin gue.” Hanya itu sahutan Gayatri. Ia berencana akan meminjam sepeda dokter Agung untuk kendaraannya pulang.

Tiba-tiba saja Shaka memakaikan helmnya pada Gayatri. “Boncengin gue, kepala gue masih pusing. Nanti setelah sampe rumah lo, baru gue yang bawa motor.” Laki-laki itu pandai memberi alasan.

Mata Gayatri hanya mengerjap di dalam helm full face Shaka, tetapi tidak protes. Ia hanya sedang berpikir, sepertinya kali ini ia tidak bisa berbohong lagi soal alamatnya.

"Jangan berpikir terlalu keras, gue mau pulang," tukas Shaka seraya menepuk bagian atas helmnya dan membuatnya pas di kepala Gayatri.

"Sial!" ada yang kesal rupanya.

****

Tidak ada pilihan, Gayatri benar-benar pulang bersama Shaka. Gadis itu yang memegang kemudi, melajukan motor Shaka dengan kecepatan sedang. Shaka memperhatikan sepanjang perjalanan yang ia lewati. Letak klinik ini sekitar dua ratus meter dari tempat kejadian yang saat ini mereka lewati. Itu artinya Gayatri berjalan cukup jauh untuk menggendongnya.

“Gue berat gak Ya?” pertanyaan penting itu di tanyakan Shaka tanpa ragu.

“Menurut lo?” hanya itu jawaban Gayatri.

Shaka tersenyum sambil memandangi mata Gayatri yang fokus pada jalanan yang mereka lalui. Shaka jadi memperhatikan cara Gayatri mengendalikan kuda besi miliknya. Saat berbelok begitu halus, cara ia mengubah RPM pun begitu lembut. Sepertinya gadis ini benar-benar terbiasa dengan mode transportasi ini.

Meski banyak hal yang mulai Shaka tahu dari seorang Gayatri, gadis ini tetap memberinya rasa penasaran. Terlalu banyak kejutan yang diberikan Gayatri dan membuat sudut bibirnya terus melengkungkan senyum.

Di pertigaan itu, Gayatri berbelok ke kiri, bukan kanan seperti yang pernah ia lakukan. Shaka semakin yakin kalau gadis itu pernah mengecohnya. Dalam jarak beberapa ratus meter, terlihat sebuah kedai soto dengan gambar seorang wanita dengan rol rambut yang memegang spatula, sebagai iconnya. Mungkin wanita itu yang bernama Mpok Mira sesuai nama kedainya.

Tidak terasa, motor Shaka pun berhenti di depan kedai tersebut. Kedainya sudah tutup karena hari sudah cukup malam. Shaka turun lebih dulu, di susul kemudian Gayatri yang mematikan mesin dan menstandarkan motor Shaka beberapa saat.

“Di ujung pabrik ini, lo belok kanan, nanti ketemu sama bundaran lo ambil yang ke kiri. Itu masuk ke jalan utama. Setelah itu lo pasti gak asing lagi buat nyari jalan puang.” penjelasan itu diberikan Gayatri pada Shaka.

“Hem, okey. Gue balik dulu,” timpal Shaka yang kemudian naik ke atas tunggangannya. Ia mematung beberapa saat sambil memandangi Gayatri.

“Kenapa?” tanya gadis itu, bingung karena Shaka tidak juga pergi.

“Helm gue, neng,” sahut Shaka dengan ringan.

“Oh,” Gayatri baru tersadar kalau ia masih memakai helm Shaka. Cepat-cepat Gayatri melepasnya lalu ia berikan pada Shaka.

“Senin scorsing gue selesai. Bantuin gue ngerjain tugas ya,” ujar laki-laki itu seraya mengambil alih helm dari tangan Gayatri.

Gayatri tidak menimpali permintaan Shaka, “Balik gih!” hanya itu kalimat terakhir yang ia ucapkan sebelum kemudian pergi lebih dulu menuju gang rumahnya.

Shaka memperhatikan arah berlalu gadis itu melalui kaca spionnya. Setelah tidak lagi terlihat, barulah ia pergi. Tanpa Shaka tahu, Gayatri masih berdiam diri di gang sempit itu, bersembunyi di balik dinding kedainya dan mengintip Shaka diam-diam. Gadis itu tersenyum kecil sesaat setelah melihat Shaka pergi dari hadapannya.

“Thanks,” ucapnya dari lubuk hati yang paling dalam. Hari ini laki-laki itu telah menolongnya. Ia bahkan telah membantu Gayatri bertemu dengan dirinya yang dulu.

****

1
Eka Kurnia Sari
kereeennn ceritanya 👍👍👍
Siti Nina
Ya ampun ngakak 😂😂😂
Siti Nina
oke 👍👍👍
Anis Mawati
gayatri sekar ayu
Anis Mawati
kyknya jodohnya galih si alya
Anis Mawati
😭😭😭
Anis Mawati
serang
Anis Mawati
ikut tegang
Anis Mawati
kayaknya dion dech,trus si galih dkambing hitamkan
Anis Mawati
ruwet mikirin benang kusut,ceritanya seru thor
Anis Mawati
kakanya aya jd kmbing hitam perbuatan dion deh kuaknya
Anis Mawati
ikut tegang q thor
Anis Mawati
jangan2 itu yg bunuh rasya
Anis Mawati
pa g da dokter dsana smpai dbwa kedokter hewan
Anis Mawati
motor rasya
Anis Mawati
gayatri saksi meninggalnya rasya
Anis Mawati
muka shaka baby face y thot😁😁😁
Supriyatijunaidi Wicaksono
Luar biasa
Kirana di Nabastala
ceritamu keren banget Thor👍🏾
Kirana di Nabastala
keren bingit kak 😱💪🏾💪🏾💪🏾😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!