NovelToon NovelToon
Satu-satunya Yang Kuinginkan

Satu-satunya Yang Kuinginkan

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Tamat
Popularitas:9.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: viiyovii

Mengandung konten dewasa 21+ dan banyaknya misteri serta intrik sesuai genre, harap bijak dalam membaca !!

#MantanTerindahSeries : NOVEL KETIGA BAGIAN CERITA DARI MANTAN TERINDAH BY VIIYOVII

Claudia merupakan tetangga kecil Viena (mantan terindah) dan Egnor di Legacy. Mereka selalu bermain bersama dan beranjak remaja, Claudia selalu bersekolah sama dengan Egnor. Egnor sudah seperti kakak baginya. Egnor selalu melindungi Claudia dan akhirnya tumbuh perasaan pada Claudia.

Karna suatu kejadian Claudia harus pindah rumah dan meninggalkan Egnor yang sudah mencintainya. Tanpa alasan yang jelas Egnor yang belum sempat menyatakan perasaannya harus memupuk dalam dalam rasa cintanya pada Claudia. Hal ini membuat Egnor kecewa karna selama ini Claudia memperlakukannya dengan sangat lembut.

Selang beberapa tahun Claudia melamar pekerjaan pada perusahaan lawyer milik Egnor sebagai asisten pribadi. Apakah Egnor menerima Claudia menjadi asistennya? Apakah Egnor masih memiliki perasaan pada Claudia? Dan, bagaimana Claudia menghadapi Egnor yang semakin tampan dan menawan namun tidak memperhatikannya seperti dulu?

Kisah ini sangat pelik dan penuh drama. Perasaan menyesal dan cinta menjadi satu. Cerita ini merupakan kisah cinta antara Claudia dan Egnor, kakak dari Viena Jovanca (mantan terindah)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon viiyovii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 28: Sensitif

"Claudia, cepat bangun, kau tidak dandan atau semacamnya?" Egnor yang sudah bersiap dengan setelan jas nya membangunkan wanitanya. Entahlah, Claudia sudah menjadi kekasihnya atau tidak. Tapi, mereka berdua sudah mengumbar perasaan mereka.

Nampaknya Claudia sulit tidur semalam. Kemarin memang hari pertama datang bulannya. Perutnya keram dan dia tidak berani membangunkan Egnor. Namun, pada akhirnya tengah malam Egnor bangun membuatkan teh hangat dan mengompres perutnya.

Belum ada tanda tanda Claudia bangun. Waktu sudah menunjukan pukul 6 pagi. Egnor menghampiri Claudia dan mengelus perutnya. Tak lama Claudia sedikit terperanjat dan membuka matanya perlahan. Dia mencium aroma tubuh Egnor yang telah menggunakan parfum. Dia baru tersadar kalau sekarang adalah acara pernikahan Viena. Claudia lalu beranjak dan terduduk. Dia menoleh ke arah Egnor sesaat.

"Oh God, Kak Egnor, you're so handsome!" Pekik Claudia. Egnor tetap dalam wajah datarnya.

"Perutmu masih sakit?" Tanya Egnor kemudian. Claudia langsung memegang perutnya. Masih agak melilit namun lebih membaik karna teh hangat yang Egnor berikan semalam.

"Sudah membaik kak." Jawab Claudia tersenyum.

"Ya sudah cepat bersiap, aku menunggumu di lobby hotel, aku akan sarapan. Acara pukul 9, kita harus tiba pukul 8, Clau!" Kata Egnor kemudian dan beranjak. Lagi lagi tidak ada cium mencium atau peluk memeluk.

"Sangat tidak mesra!" Gumam Claudia pelan namun Egnor mendengarnya dan kembali menatap Claudia tajam.

"Kakak! Kau tidak menungguku di sini?!" Tanya Claudia muram.

"Cih, kau jangan terus menggodaku Clau. Kau akan menggunakan gaun dan berias. Jangan sampai aku terpikat olehmu!" Decak Egnor kembali berbalik dan hendak keluar dari kamar hotel mereka.

"Sudah tau sedang datang bulan, senang sekali membuatku tersiksa!" Gumam Egnor lagi membuat Claudia semakin merasa bersalah. Sebenarnya dia hanya ingin dimanjakan Egnor yang super super dingin itu, tapi dia juga masih takut jika Egnor terlalu bernafsu padanya. Dia jadi serba salah.

Akhirnya Claudia beranjak dari tempat tidurnya dan membersikan dirinya. Dia berdandan sedikit dan membiarkan rambut hitamnya yang sedikit bergelombang terurai. Dia sudah siap dan akhirnya menemui Egnor di bawah. Tidak lupa ia menggenggam dompet kecil hitam yang dia gunakan khusus untuk pesta.

Dia melihat Egnor duduk membelakangi tempat dia berdiri sekarang. Dia lalu menghampiri Egnor. Lagi lagi Claudia hendak mengharapkan respon baik dari pria nya itu. Claudia menepuk bahu Egnor.

"Aku sudah siap kak!" Kata Claudia dan Egnor menoleh. Egnor melihatnya dari bawah sampai keatas betapa dia terpukau dengan senyum Claudia yang membuat wanitanya itu semakin cantik. Egnor lalu tersenyum. Dia lalu berdiri dan menatap Claudia.

"Clau, aku tidak mau kau marah marah hari ini, jadi jangan beranggapan lain jika aku hanya bisa mengatakan padamu kalau dirimu cantik. Tidak apa kan?" Kata Egnor memegang kedua lengan Claudia. Claudia tersenyum. Menurutnya ini lebih baik ketimbang mendengar Egnor mendecak kasar padanya.

"Tidak apa kak. Terimakasih atas pujianmu. Jadi, apakah aku bisa makan sedikit roti dan meminum teh hangat?"

"Makanlah agar perutmu tidak sakit." Egnor agak membimbing Claudia menuju kursi makannya.

Egnor jadi mengingat tadi malam. Claudia begitu tersiksa ketika menahan rasa sakitnya. Claudia tidak mau mengatakan padanya. Dia terus memegang perutnya dengan sesekali merintih. Egnor sangat takut jika terjadi sesuatu pada Claudia. Tanpa sepengetahuan Egnor, ketika Egnor membuat teh hangat, dia mencari tahu di internet penanganan pertama jika sedang datang bulan. Sesuatu yang tadinya hanya ia terka ternyata Claudia memang sedang datang bulan. Oleh sebab itu dia tahu meng-kompres perut Claudia ini.

Setelah mereka sarapan, mereka segera bergegas ke gereja tempat Viena dan Dion mengadakan pemberkatan. Claudia agak kesal karna Egnor mengenalkan dirinya pada Dion dengan biasa saja dan mengatakan dirinya adalah asisten nya bukan seperti kekasih pikir Claudia. Namun, hal ini malah membuat kesempatan Claudia untuk menggoda tuan kutub utara nya itu.

Berbeda dengan Claudia bertemu dengan Lexa dan Leon. Claudia merasakan suasana kekeluargaan yang mendalam ketika dirinya memeluk Lexa dan melihat gurauan Leon. Claudia jadi sedikit iri melihat keakraban Lexa dan Leon yang katanya masih berteman, namun sudah seperti sepasang kekasih. Sungguh berbeda dengan dirinya yang sejak tadi saja, Egnor bahkan tidak menggandeng tangannya..

Pemberkatan pernikahan akhirnya dimulai. Egnor duduk di baris kedua bersama Claudia. Entah mengapa Claudia jadi yang sangat tegang. Dia melihat Viena berjalan bersama Johanes. Hatinya bergidik. Dia membayangkan kalau dirinya juga nantinya akan berjalan di sana, tapi jika Egnor menghendaki secepatnya. Hem, dia kembali menekuk wajahnya. Namun, ketika dia sedikit mencengkram gaunnya, Egnor menyentuh tangannya agar tetap tenang.

"Kak, kenapa jadi aku yang gugup?" Bisik Claudia kemudian.

"Gugup kenapa?" Egnor kembali bertanya.

"Aku takut suatu saat nanti aku tidak bisa menikah seperti Viena!" Sebenarnya Claudia ingin mengatakan sebaliknya, dia ingin mendengar respon Egnor dengan pernyataan ini.

"Bicara apa kau?" Egnor seperti mengerti maksud pernyataan Claudia.

"Aku takut kau tidak menikahiku!" Claudia memperjelas, namun Egnor malah membalikan keadaan sulit Claudia.

"Bukannya kau pernah menikah?"

Seketika pertanyaan Egnor malah membuatnya melebihi kata malu. Egnor belum mengetahui kenapa dia menikah. Dan Egnor juga belum mengetahui kalau dirinya masih perawan. Semuanya ini dia jaga untuk pria yang dicintainya yang kini sedang menunggu jawabannya. Claudia belum bisa mengatakannya. Claudia takut Egnor akan semakin membenci pamannya. Dan lagi, Claudia ingin tahu seberapa besar Egnor akan menerima apa adanya dirinya.

"Hem, Clau? Mengapa kau terdiam?" Tanya Egnor lagi menunggu jawaban Claudia.

"Aku hanya tidak bisa menjelaskannya. Aku sudah bercerai dengannya dan tidak mau mengingat semua tentangnya. Lagipula kami menikah hanya dengan sebuah catatan sipil. Tidak lebih. Aku menginginkan pernikahan seperti acara pertunangan, pemberkatan dan sebuah resepsi. Pasti semua wanita sangat menantinya. Tentu saja dengan orang yang kita cintai. Aku harap kau mengerti kak!" Jawab Claudia akhirnya. Egnor terdiam mendengar kata kata Claudia. Egnor pun menyadari kalau Claudia juga membalas cintanya.

Mereka kembali terdiam. Claudia mencoba menahan dirinya untuk tidak kembali sensitif tapi begitu sulit. Ketika Viena dan Dion mengatakan janji pernikahan mereka, Claudia benar benar terharu. Dia sampai mengalungkan tangannya pada lengan Egnor. Membuat egnor sedikit terkejut.

"Jangan lepas kak! Aku benar benar terharu dengan janji pernikahan di altar sana!" Kata Claudia yang mengetahui kalau Egnor memandangnya. Egnor tersenyum dan menyentuh punggung tangan Claudia.

"Bersandarlah," Egnor mengarahkan kepala claudia kepada bahunya. Claudia menurut karna dia benar benar merasakan keromantisan kasih yang ditunjukan Dion dan Viena.

"Jangan menangis! Kau pasti akan merasakannya. Aku yang memastikan, kau percaya padaku kan?" Kata Egnor lagi mengelus pipi Claudia yang sepertinya sudah membasah.

"Percaya kak! Terimakasih kak, aku pasti menunggu." Saut Claudia dan semakin mendekatkan dirinya pada Egnor.

...

Setelah acara pemberkatan selesai, mereka pindah ke taman samping gereja. Viena dan Dion mengadakan resepsi sederhana di samping gereja karna Viena tidak mau terlalu mewah. Claudia sungguh bangga dengan Viena. Mereka lalu bersama sama makan dalam satu meja. Mereka berbincang dan saling menebar gurauan sampai Lexa memberitahu sebuah masalah yang membuat Egnor hendak naik pitam. Beberapa waktu Lexa dan tadi saja setelah pemberkatan, Lexa sudah memberitahu akar pahit yang dialami adiknya Viena. Di mana Dion meninggalkan bekas kekasihnya yang masih mencintainya untuk menikah dengan adiknya.

Lexa memberitahu kalau mantannya Dion datang dan tak sadarkan diri. Viena bersih keras hendak melihat kondisi wanita itu bersama Dion, namun Dion menolaknya. Untung saja Dion menolak, kalau tidak, entah apa yang akan dilakukan Egnor pada pria yang kini telah menajdi adik iparnya. Egnor pun sempat kesal dengan Viena karna sifatnya yang naif, sementara Claudia hanya memegang tangan Egnor dari bawah meja ketika Egnor membentak Viena. Claudia hanya mencoba menenangkan amarah Egnor yang terkadang muncul walaupun hanya masalah kecil.

"Dia sungguh naif Clau!" Bisik Egnor tak senang.

"Tenanglah, Viena hanya khawatir. Ini pestanya. Takut terjadi apa apa!" Claudia mencoba menjelaskan isi hati Viena yang sebenarnya.

"Ah, biar saja! Sekali kali Viena itu tidak usah terlaku baik. Dia itu senang sekali tersakiti, terkadang sepertimu!" Egnor juga malah berdecak pada Claudia.

"Sudah kau diam dan tenang. Habiskan juga cemilanmu, lihatlah adikmu menjadi murung seperti itu!" Claudia kembali menarik jas lengan Egnor agar tidak memarahi Viena lagi.

Ketika semua resepsi selesai, mereka semua menuju ke apartemen Dion dan Viena. Di sana mereka sedikit membicarakan keadaan Pevi, mantan kekasih Dion.

"Viena! Aku tak mau tahu, kau harus tetap diam disini bersama Dion! Tuan Jeremy, aku minta maaf harus memperingati anakmu!" Egnor sudah tidak tahan hendak mengeluarkan apa yang terganjal di hatinya sejak resepsi, sejak Lexa memberitahukan kejadian tak sadarkan diri Pevi.

"Dion! Kalau satu kali ini kau menyakiti Viena lagi, aku bisa mengurus perceraian kalian! Terserah, kalian mau atau tidak!" Ancam Egnor serius dengan tangan di sakunya. Lagi lagi Claudia di samping Egnor sudah mengelus punggung Egnor agar tenang.

"Iya kak, aku mengerti, lagi pula, siapa juga yang mau menemui Pevi, lebih baik kau juga beritahu pada adikmu ini. Kau juga mendengarnya kan kalau sejak tadi dia yang memaksaku untuk menemui wanita itu." Bela Dion memberanikan diri. Dia juga sudah kesal sejak tadi melihat tingkah Viena yang mencemaskan Pevi dengan berlebihan.

"Untuk kau juga Viena! Terserahmu bagaimana perasaan cintamu yang besar pada suamimu, kalau kau bertindak sok baik begini melulu aku akan urus perceraian kalian! Untuk apa kalian bersama kalau kalian masih memikirkan mantan! Untung saja aku tidak memiliki mantan, menyusahkan!" Tambah Egnor lagi. Claudia yang mendengarnya terasa tersindir. Egnor memang tidak pernah mempunyai pacar. Dia hanya mencintai Claudia dan Claudia merasakan itu.

Akhirnya Rika menengahi ketegangan antara mereka. Johanes pun sudah berserah dengan kehidupan cinta putrinya. Dia hanya bisa berdoa karna sekarang semua tanggung jawab ada di tangan Egnor. Egnor yang berperan menjaga dan membiayai Viena sampai Viena bisa berdiri sendiri.

Rika menenangi mereka dan memutuskan untuk kembali ke tempat istirahat mereka masing masing. Johanes dan Anne menuju hotel bersama Rika dan Jeremy. Sementara Egnor dan Claudia hendak diantar Lexa dan Leon. Di tengah perjalanan mereka kembali ke hotel, Lexa mengajak Claudia berjalan jalan. Awalnya Egnor menolak namun akhirnya menyetujui karna Claudia merajuk padanya.

Lexa mengajak Claudia dan Egnor ke Big Plaza. Di sana mereka berkaraoke ria sampai puas.

(Bagian ini sampai insiden Lexa bisa di baca di Assistant Love Assistant part 53)

Karna ada sebuah insiden setelah karaoke mengenai masalah Lexa, mereka harus pulang lebih awal. Egnor juga sudah mengkhawatirkan kondisi Claudia yang bagian atas tubuhnya terbuka walaupun sudah mengenakan jas nya.

"Tidak apa kan kita pulang Clau? Kau tampak sedih." Tanya Egnor seperjalanan mereka menuju basement parkir.

"Aku hanya kasihan dengan anak angkatmu kak! Begitu banyak sekali masalahnya dan dia tidak memiliki orang tua sepertiku. Kita seperti senasib."

"Tidak apa apa. Dia ada Leon dan Viena. Kau juga memilikiku. Aku juga tidak akan membuat orang orang menyakitimu, percaya padaku ya?" Balas Egnor dan mengecup pelipis Claudia. Hati Claudia seketika berbunga bunga akhirnya sejak kemarin Egnor merangkul dirinya dan menciumnya. Claudia lalu mendongakan kepalanya dan tersenyum.

Sesampainya di hotel, Egnor menarik tangan Claudia yang hendak menuju ke kamar mandi untuk masuk ke dalam pelukannya. Claudia terkejut karna saat ini bibir prianya sedang menjamah bibirnya. Egnor mendekatkan pinggang Claudia pada tubuhnya dengan sangat erat. Claudia pun kini mengalungkan tangannya pada leher Egnor dan mencengkram sedikit rambu belakangnya. Mereka berciuman dengan rasa rindu yang sudah tertahan selama beberapa hari ini.

Tak lama, mereka melepas ciuman mereka dan saling bertatapan.

"Clau, kau sungguh sudah percaya diri sekali mengatakan diriku adalah suami tadi ketika membela Lexa! Aku sungguh menyukainya!" Kata Egnor sesaat.

"Hem, maaf kak, aku sudah sangat kesal dengan wanita tua itu. Aku sangat yakin kalau dia pasti mengenalmu. Maafkan aku." Claudia agak takut sebenarnya.

"Aku menyukainya Claudia." Egnor memperjelas.

"Segera nikahkan aku kak. Aku mau menjadi istrimu." Kata Claudia dengan wajah berbinar binar.

"Tunggu saja!"

Dan mereka kembali berciuman lalu terus berpelukan ketika tidur malam hari seperti yang diinginkan Claudia sejak kemarin.

...

...

...

...

lagi lagi masalah si mantan bikin bapak pengacara naik pitam haha yaa maafkan y bung egnor, namanya juga anda masuk dalam kisah #MantanTerindahSeries 😝😝😂😂

.

next part 29

siap siap konflik mulai bermunculan

jaga hati biar ga dag dig dug hatikuu 😁😁

.

Jangan lupa LIKE dan KOMEN YAAA

Kasih RATE dan VOTE juga di depan profil

Dukungan kalian merupakan semangat besar akuu 😍😍

.

Selamat membaca

I love you in the morning and everytime

Good to me ayaya 😁😁

1
anti pebinor pelakor
Aku berharap egnor punya sifat kayak richard (yang kalian bangga2kan), akun harap egnor selalu mencari tau masalah mantannya, menjaga mantannya, jadi pahlawan bagi mantannya, melindungi mantannya biar mantan udah menikah egnor tetap sok jadi pahlawan bagi mantannya, biar bisa jadi salah paham pada rumah tangga mantan, egnor jangan pedulikan itu, egnor harus terus baik dan melindungi mantanya, egnor harus mencontohi richard, karena istrimu (author dan readernya juga) saja sangat membanggakan richard, jadi mulai dari sekarang egnor harinya mencari tau kondisi mantannya, lindungin mantan mu, beri perhatian pada mantanmu, biar istrimu juga membanggakan dirimu kayak richard

Coba author punya suami kayak richard, selalu peduli pada mantannya, melindungi mantannya, selalu jadi pahlawan mantannya, apakah kalian akan suka punya suami kayak gitu??? Dan kalau kalian anggap sifat richard itu pahlawan, dan mudah saja kalian tidak punya suami kayak richard tapi kalau kalian mau midah2an saja punya suami tapi masih sangat peduli pada mantannya
Dwi Tyass PasukanArmada Sllusyangibu
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭selamat jalan mitha, aku pun sama dg mu gabe, aku mencintai adik mu, love you mitha bhagialh disurga
Hap£!π
cerita yg luar biasa, konflik yg tertata sangat runtut memguras emosi dan airmata
Cucu Siti Rodiah
dasar plakor
Amyamore
Makanya jd istri jgn bodoh
Amyamore
Muak bgt ma kelakuannya Claudia
Apit Haryanto
euajajfajtihcajgkfaj
Tut Eny
lanjut
acih aja
tegang euy... claudia terlalu polos
acih aja
aw... aw... aw 😄😄
acih aja
janda tapi perawan ya clau,,,,,
acih aja
aq padamu claudia 😘😘😁😁😁
acih aja
aq suka cara claudia menggoda egnor 😆😆😆😆
acih aja
sabar clau,,,,,,,
acih aja
meriang euy 😅😅😅😅
acih aja
goood claudia 😘
acih aja
claudia 😍😍
acih aja
hem.... hem 😘
acih aja
kangen egnor claudia, baru ketemu lg 😊
acih aja
baru ketemu lg, aq pernah baca sampe selesai tapi gak aq kasih jempol... skrg mau baca ulang lg, , ,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!