NovelToon NovelToon
Kenapa Menikahiku, Gus?

Kenapa Menikahiku, Gus?

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Keluarga / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Konflik etika
Popularitas:174.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Danie A

Ini adalah novel religi pertamaku. Banyak banget yang butuh perbaikan sana sini. jika ada yang tidak sesuai, othor terima banget masukannya.

Tiba-tiba dilamar oleh seorang Ustad, membuat Arin berpikir dan melakukan berbagai cara untuk membatalkan pernikahan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danie A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 28

Arin berlari kencang menuju kolam untuk menyelamatkan Riski dari dalam air. Tapi saat wanita itu hendak mengambil Riski, tiba-tiba saja Arin didorong oleh seorang wanita yang sudah terlebih dulu masuk ke air untuk menolong Riski.

Bak seorang pahlawan, wanita itu menggendong Riski keluar dari kolam dan memeluknya erat. Arin nampak tercengang saat melihat wanita yang tak ia kenal, menyelamatkan Riski dan mendorong dirinya dengan kasar.

"Cup, Riski! Diam, ya? Nggak apa-apa, Nak! Riski udah aman." Wanita itu memeluk Riski dan menenangkan Riski yang menangis kencang.

Wanita berhijab lebar itu menatap Arin dengan tatapan tajam. Wanita itu ternyata tak lain ialah wanita berhijab besar yang sempat ia lihat saat ia dibawa pulang ke Tubansari di hari pertama.

"Siapa sih perempuan ini?" batin Arin.

"Riski, kamu nggak apa-apa, kan?" tanya Arin pada sang putra dengan perasaan bersalah.

Arin tak menyangka jika kejadiannya akan menjadi begini. Sebelumya, Arin merasa Riski akan baik-baik saja berada di kolam dangkal ini. Tapi sikap Arin yang agak ceroboh, justru hampir membuat Riski celaka.

"Riski, maafin Umi, ya? Umi kelamaan di belakang tadi," ucap Arin pada Riski, dan mencoba mengambil bocah itu dari gendongan wanita berhijab besar bernama Novi.

"Jangan sentuh Riski!" omel wanita itu.

"Kamu tahu nggak apa yang udah kamu lakuin? Kamu hampir ngebunuh Riski!" sambung Novi.

Arin tahu Arin salah sudah meninggalkan Riski dan mengajak bocah kecil itu bermain di kolam untuk berenang bersama, tapi Arin tak pernah berniat ingin mencelakai Riski. "Mbak, saya nggak sengaja. Saya juga nggak mau anak saya kenapa-napa!" timpal Arin.

"Kalau kamu nggak mau Riski kenapa-napa, ngapain kamu ngajak Riski main air di kolam? Kamu tahu kalau Riski ada trauma, kan?"

Tangisan Riski makin kencang, dan omelan wanita itu juga makin menggelegar. Arin sudah mencoba menjelaskan, tapi wanita itu justru terus-terusan menyalahkan Arin.

"Maksud kamu apa ngajak Riski main air? Kamu emang sengaja mau bikin Riski celaka, kan?"

"Mbak, saya cuma mau ngasuh Riski. Saya cuma mau ngajak dia main. Apa juga untungnya buat saya nyelakain Riski? Riski itu udah jadi anak saya!"

Keributan antara dua wanita itu pun terdengar hingga ke telinga nyai Rosyidah dan Ustadz Wahab. Tangisan Riski juga membuat nyai Rosyidah tak tenang.

"Ada apa ini ribut-ribut?" tanya Nyai Rosyidah. "Riski kenapa menangis?"

Arin langsung menunduk begitu ia melihat mertuanya yang datang. Sementara Novi justru nampak semangat mengadu pada Nyai Rosyidah serta Ustadz Wahab.

"Riski nangis karena menantu Nyai," seru Novi. "Saya beneran nggak habis pikir sama menantu Nyai. Bisa-bisanya dia ngajak Riski berenang di kolam dan ninggalin Riski sendirian. Apa dia nggak tahu soal traumanya Riski?" seru wanita itu sengaja menyudutkan Arin dan membuat Arin seolah menjadi tersangka.

Nyai Rosyidah dan Ustadz Wahab melirik ke arah Arin yang tak berani mengatakan apa pun. Arin benar-benar merasa bersalah sampai-sampai wanita itu tidak membuat pembelaan sedikitpun.

"Riski tenggelam dan gelagapan sendirian di air, Nyai. Harusnya dia bisa jagain Riski dengan baik. Bukannya malah nyelakain Riski begini dan ngajakin Riski masuk ke kolam," seru Novi lagi.

Nyai Rosyidah dan Ustadz Wahab tidak memberikan komentar apa pun. Keduanya lebih memilih untuk membantu menenangkan Riski yang masih menangis.

"Maaf, Umi, Abi." Arin berbicara selirih mungkin. Wanita itu benar-benar menyesal, tapi Novi masih saja memperlakukan dirinya seperti tersangka.

"Kamu bilang kamu cuma ngasuh, kan? Kamu tadi bilang cuma ngajak main. Ini yang kamu sebut ngajak main? Ngajak main-main sama nyawa maksud kamu?" seru Novi sarkas.

"Riski, jangan nangis lagi, ya! Kita ganti baju yuk sama Nenek!" ujar Nyai Rosyidah sembari menggendong cucunya.

Arin ditinggalkan seorang diri di halaman bersama dengan kolam air yang ia beli. Maksud Arin bukan seperti ini. Arin hanya ingin membantu Riski mengobati trauma Riski pelan-pelan. Tapi sepertinya Arin terlalu percaya diri sampai ia bertindak ceroboh.

"Maafkan Umi, Riski."

****

Malam harinya, Huda menemani Riski tidur di kamar. Arin merasa, suaminya itu membenci dirinya karena ia hampir membuat Riski celaka dan traumanya kambuh.

"Mas Huda pasti kesel sama aku," batin Arin.

Arin hanya diam sejak tadi, dan memandangi Riski serta Huda dengan penuh penyesalan. Andai saja Arin lebih berhati-hati, semuanya tidak akan menjadi begini. Andai saja Arin tidak ceroboh, Riski tidak akan celana seperti ini.

Nyai Rosyidah dan Ustadz Wahab memang tak lagi mengungkitnya. Huda juga tidak mengatakan apa pun pada Arin. Tapi Arin masih tenggelam dalam perasaan bersalahnya pada Riski, dan merasa semua orang membenci dirinya karena sudah menaruh Riski dalam bahaya.

Mungkin Arin akan lebih suka jika Huda dan mertuanya mengomeli dirinya. Tapi mereka justru tidak mengatakan apa pun pada Arin. Mereka tidak marah atau meminta penjelasan dari Arin. Hal ini pun membuat Arin makin merasa tak berguna dan dibenci.

"Mas Huda dari tadi diam aja. Apa Mas Huda udah semarah itu ke aku?" batin Arin memandangi Huda sejak tadi tanpa berkedip.

Huda melirik ke arah Arin sejenak usai ia menidurkan Riski. Pria itu nampak tak tega melihat Arin yang sejak tadi hanya diam di sudut kamar tanpa melakukan apa pun dan tidak mengatakan sepatah kata pun.

"Arin!" panggil Huda pada Arin dengan suara lembut. Pria itu menoleh ke arah Arin dan melempar senyum tipis, meskipun wajahnya terlihat lelah.

"I-iya, Mas?" Arin mulai gugup saat ia mendengar suara suaminya.

"Riski udah tidur. Kamu juga harus tidur sekarang. Udah malam," ujar Huda hanya meminta Arin untuk tidur.

Ya, pria itu tidak berkata apa pun lagi. Huda tidak membahas mengenai tenggelamnya Riski siang tadi. Huda tidak bertanya apa pun pada Arin dan tak mengungkitnya. Padahal pria itu tak tahu ceritanya, tapi ia juga tak mencari tahu kronologinya dari Arin.

"Iya, Mas."

Arin berbaring di samping Riski dan menunggu Huda untuk mengajaknya bicara lagi. Tapi ternyata pria itu tidak mengajak arin berbicara lagi. Arin juga tak dapat memberikan penjelasan, karena Huda tidak bertanya. Keduanya pun tertidur tanpa membahas masalah mengenai riski.

Hal ini pun membuat dada Arin sesak. "Kenapa mas Huda nggak nanya apa pun ke aku? Apa mas Huda nggak peduli sama penjelasan dari aku? Atau emang mas Huda nggak mau denger apa-apa lagi dari aku?" batin Arin penuh dengan penyesalan dan kekecewaan.

*****

1
Sur Yanti
ayo thor knpa Lama sekali up nya? semangat lah thor nulis nya 💪💪
Sur Yanti
semangat up thore 💪💪
Lukman Suyanto
welcome back...
Sur Yanti
setelah 2thn akhir nya up lagi thore
semangat up nya thor 💪💪💪
Dek Raraaa
uplagi 2th kakkk ..
Danie a: bisa ae.
total 1 replies
JandaQueen
lha....kalo gini, ga bener ni si wirda. ada gejala mo nikung sptnya...
JandaQueen
lanjut baca, penasaran
JandaQueen
lha itu...
JandaQueen
lanjut baca
JandaQueen
simpan jejak dl
Ade Hadijah
semoga Arin selamat sampai tujuan. Nekad juga
Riza Umi Nurjannah
lama up nya thot
Danie a: hahahh, iya, othor nya lagi ngk jelas nih🤭
total 1 replies
Bayu Priyadi
arin baper
Raudatul zahra
heehhh??? kupikir sudah tamat, karna novel author yg lain yg kubaca episode nya pendek².. ini udah 60 bab belum tamat.. yaa nggak pp siih.. seneng² aja aku.. tp kok lama banget nggak update lg yaa thor????
Raudatul zahra
aku ikut sakit hati mikirin perasaan nya Arin😭😭😭
Raudatul zahra
Arin mendengar isakan novi
Raudatul zahra
menyingkirkan Novi thoorr
Raudatul zahra
maafin yaa mas Huda.. nama nya istri nya baru beranjak dewasa.. masih suka tantrum² gitu dehh.. masih cemburuan..
Raudatul zahra
lanjooootttt
Raudatul zahra
ada yang ngarepin suami orang doonnggg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!