NovelToon NovelToon
Remember Again (Istri Rasa Depkolektor)

Remember Again (Istri Rasa Depkolektor)

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Keluarga & Kasih Sayang / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:97.1k
Nilai: 5
Nama Author: Asma Khan

➦➣ISTRI RASA DEPKOLEKTOR 2↻
☔︎︎_FAV, LIKE, COMMENT_☔︎︎
🧨NO BOOM LIKE!🗡

Mencintaimu adalah kebahagiaan sederhana, tetapi memilikimu tuk jadi duniaku. ~Reyhan Aditya.

Rasa ini seperti baru bagiku, rindu yang membelenggu tak tau tuk siapa. Dia atau seseorang yang tak mampu ku ingat. ~ Asma.

Kamu hanya milikku, tataplah disisiku hingga akhir napasku. ~ Kendrick Al Zafran.

Antara rindu dan belenggu dalam cinta semu, kisah lalu merajut asa dalam penantian—perjuangan sang suami menyadarkan rembulan malamnya.

Bak kupu-kupu tak menemukan jalan pulang, langkahnya tertatih mengharapkan dekapan hangat sang kekasih halal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asma Khan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 28#Ingatan, Mengingat

Apa yang dirasakan Asma sangatlah menyiksa tetapi gadis itu bahkan tidak menyadari bahwa apapun itu yang menjadi kebiasaannya kini mulai kembali hadir. Sisi lain dalam diri seorang Asma yang selalu puitis dengan sikap tegas yang mendominasi. Ciri khas yang membuat ia selalu memiliki tanggung jawab serta dedikasi.

Gadis itu hanya menyadari bahwa ia lupa ingatan dan melupakan fakta siapa dirinya. Padahal dalam keadaan apapun akan tetap menjadi diri sendiri, meski kenyataan itu tertutup kabut kepalsuan. Mencoba mengingat masa lalu yang tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Namun ketika seseorang melupakan dirinya sendiri atau yang kita sebut dengan hilang ingatan. Satu fakta tidak akan berubah yaitu kebiasaan sederhana maupun bagaimana cara menjalani kehidupan tidak akan berubah. Meski terpengaruh oleh kehidupan baru, tetap saja namanya karakter sudah mendarah daging.

Seperti halnya yang dilakukan gadis itu sore ini. Dimana ia merasa sang pria yang selama ini dianggap sebagai suami terlalu begitu over protektif. Tidak masalah untuk menjaga pasangan dengan sebaik-baiknya, tapi Al benar-benar melewati batas yang menghadirkan rasa tak nyaman. Jujur ia tidak masalah ketika Al melarangnya melakukan pekerjaan berat tetapi ketika segala sesuatu diatur lebih ketat lagi.

Rasanya seperti penjara dan ia tak bisa bernapas. Terkadang di saat kebenaran terungkap pasti menyakitkan tapi begitulah kenyataan yang meskipun pahit tapi apa adanya, hanya saja saat ini Asma yang masih mencoba mengingat masa lalu tiba-tiba tidak bisa menahan rasa sakit yang menghantam kepalanya lebih lama lagi.

Tak lagi sanggup hingga pasrah menyerah membuka matanya perlahan, "Astagfirullah, aku ini kenapa? Ingin sekali mengingat kalian tapi apa yang harus aku lakukan untuk mengembalikan Ingatanku. Semua ini semakin tidak tahu arah, apakah ini khayalan atau memang kebenaran asli masih disembunyikan. Ya Allah, sampai kapan ingatanku pudar seperti rasa di hati."

Usahanya untuk mengenang masa lalu sendirian tanpa pantauan dokter menjadi rasa sakit di kepala, kecewa, gundah gulana serta kekhawatiran yang begitu besar. Campur aduk menjadi satu. Sementara di sisi lain, orang yang ingin diingat Asma sibuk melampiaskan amarahnya.

Foto berserakan di lantai dengan serpihan kaca. Ruang galeri yang menjadi sasaran Rey, membuat pria itu bebas melampiaskan semua rasa yang menggebu di dalam hati. Ia tidak tahu apa yang terjadi tetapi suara nyanyian yang membuatnya semakin murka terus terngiang menyusup ke dalam telinga.

Suara itu menyudutkan dia yang seorang mengatakan dirinya tak mampu menjadi suami yang baik. Apalagi dia juga membaca beberapa komentar yang mengatakan romantis dan lain sebagainya. Sakit dan kecewa menjadi satu ketika ia menyadari pria lain mengklaim istrinya sebagai milik seseorang yang tidak seharusnya.

Siapa orang itu yang berani membawa Asma menjauh dari hidupnya. Orang lain mungkin tidak menyadari perjuangannya yang mencari sang istri ke seluruh dunia hanya untuk menemukan jejak kehidupan. Kekacauan di hati kian menjadi karena takdir kembali mempermainkan harapannya.

Tangan kekar terus menyambar bingkai foto, menatapnya sesaat lalu melemparkan ke sembarang arah. Rey hanya melampiaskan amarahnya pada benda yang dianggap sangat mewakili emosi hatinya. Bagas yang berdiam diri di depan pintu hanya menyaksikan bagaimana sang saudara menghantam setiap bingkai hanya untuk mengembalikan ketenangan lagi.

Ia tahu, ketika Rey sadar pasti menyesal telah merusak bahkan menghancurkan ruang gallery. Ruang yang dibangun oleh saudaranya sendiri tetapi ia juga sadar saat ini amarah di dalam diri Rey sudah mencapai batas. Tidak ada orang lain yang bisa menenangkan selain Asma.

Kenyataan itu yang membuat dia merasa harus segera menemukan istri dari Rey yang juga adiknya sendiri. Sementara di sisi lain, Fay selesai membaca setiap nama dari deretan orang-orang terkaya sekaligus pebisnis yang menjadi acuan untuk ia menemukan titik berat dari pencarian.

Namun file terakhir baru saja ingin di baca tapi tiba-tiba suara ponsel berdering mengalihkan perhatian. Diambilnya si benda pipih yang tergeletak di atas meja, lalu melihat siapa yang menelpon. "Axel, aku akan melakukan panggilan telepon dengan adik sepupuku. Kamu bisa pergi, kurasa Bagas lebih membutuhkanmu dibandingkan aku."

"Jangan khawatir aku tidak akan pergi melakukan sesuatu yang bisa membuat kalian khawatir." Fay meyakinkan Axel agar mau meninggalkan ia sendiri.

Pria itu menatap Fay menelisik, dirasa tidak ada yang mencurigakan. Sehingga menyetujui, kemudian beranjak meninggalkan Fay seorang diri. Gadis itu menunggu hingga tidak melihat punggung si pria yang kini memberikan kebebasan untuk melakukan sesuatu.

"Assalamualaikum, Nau. Apakah semuanya sudah selesai seperti keinginanku?" tanya Fay to the point begitu nada sering berganti suara deheman dari seberang.

Nau yang berada di seberang menahan rasa kecewa karena ia merasa tidak dianggap selama beberapa waktu oleh kakak sepupunya sendiri. Entah karena takut mengganggu kesibukan ia belajar atau karena hal lain hingga tiba-tiba saja Fay memberikan kabar yang mengejutkan.

Berita menghilangnya Asma yang membuat dia pun ikut kelimpungan. Lebih tak habis pikir karena Fay terlalu begitu banyak menyembunyikan fakta dari keluarga baru yang kini menjadi rumah kedua. Lalu tiba-tiba memberitahunya setelah semua yang terjadi lebih dari empat minggu. Meski kecewa, sebagai saudara tidak bisa mengabaikan permintaan yang ia sendiri bisa memenuhi.

Apa karena takut mengganggu aktivitas belajarnya atau memang gadis itu merasa sudah sanggup menangani segala sesuatunya sendiri tapi lihat saja sekarang. Tanpa aba-aba langsung memberikan permintaan yang membuat ia terkejut.

Bagaimana tidak terkejut jika tiba-tiba Fay mengirimkan sebuah video romantis yang ia pikir itu adalah orang konser dadakan tapi ternyata semua lamaran di dunia nyata tanpa ada settingan. Awalnya masih loading ketika menonton isi video hingga ia melihat wajah familiar hadir memenuhi layar ponselnya.

Selain video, Fay juga memintanya untuk mencari semua informasi tentang si pemilik akun. Meski informasi tersebut tidak bisa menjadi jalan utama untuk menemukan dari mana dan siapa yang mengunggah video tersebut. Ia sudah mencoba beberapa waktu yang lalu tetapi semua jejak hilang.

Anehnya kekacauan itu terjadi di saat ia hampir saja berhasil menemukan alamat si pemilik akun. Sayangnya ada orang lain yang tak ingin video itu semakin tersebar luas tapi siapa orang itu dan kenapa melakukan itu? Ia sendiri masih belum mencari tahu.

[Nihil, Fay. Alamat ip dari si pemilik akun sudah hilang tanpa jejak.]~ jawab Nau lesu membuat Fay mengernyit karena tidak mungkin semudah itu untuk menghapus jejak.

"Come on, apa sepupuku mau kalah? Lakukan sesuatu, kita harus menemukan si selebgram apapun yang terjadi." timpal Fay dengan informasi minim yang ia punya.

[Andaikan ingin informasi lebih, gue harus melakukannya bersama anggota tim yang bisa saling melengkapi. Hal itu dikarenakan kali ini tidak semudah seperti biasanya. Siapapun dibalik layar pasti lebih hebat dan memiliki kepintaran untuk menghapus sistem tapi kita bisa melakukan sesuatu. Seperti penghancuran dari virus yang kita ciptakan. Bagaimana? Hanya saja untuk itu memerlukan waktu apa kita harus melakukannya.]~ jelas Nau yang tak ingin Fay banyak berpikir berat.

\[Setuju atau gak? Kalau iya, gak usah khawatir karena gue bakal lakuin yang terbaik.\]~ sambung Nau meyakinkan sang kakak sepupu.

Tawaran apapun akan diterimanya karena itu bisa menjadi salah satu jalan untuk menemukan keberadaan sang kakak. "Apapun itu, lakukan secepat mungkin. Aku tidak bisa untuk terus-terusan melihat semua kekacauan ini. Oh iya, aku akan mengirimkan sebuah file yang harus kamu periksa dan berikan informasi yang lebih detail lagi."

"Aku tidak tahu, Ini akan membantu kita atau mungkin juga tidak. Setidaknya kita semua sudah berusaha semaksimal mungkin." Sesaat terdiam memikirkan sesuatu, lalu melanjutkan ucapannya. "Bukankah bisa melakukan sinkronisasi melalui hasil rekaman suara?"

[Bisa, apa elo punya rekaman suara? Jika iya kirimkan saja! Nanti gue akan cari tahu selebihnya.]~ bales Nau membuat Fay manggut-manggut. Padahal sang adik sepupu tidak bisa melihat.

Pembicaran kedua saudara itu masih tentang pencarian Asma. Fay sendiri juga menjelaskan keraguan di dalam hati mengenai beberapa kejadian yang ia anggap saling berkaitan. Dimulai dari berita sang kakak yang sudah berada di Indonesia, lalu di saat ia tak sengaja melihat Asma berada di salah satu mall yang ia kunjungi.

Kemudian obrolan sebuah keluarga tentang menantu yang mengalami amnesia di lorong rumah sakit. Entah kenapa ia merasa harus memeriksa semua itu. Apakah saling berhubungan atau hanya kebetulan saja. Akan tetapi untuk memastikan ia harus mendapatkan bukti dari setiap keraguan di hatinya.

Gadis itu tidak menyadari jika lawan yang ingin ia usik adalah seseorang yang tidak mungkin tinggal diam. Apalagi jika berniat mengambil Asma dari kehidupannya. Pencarian yang semakin lebar hingga rasa ingin tahu jauh lebih besar dari sebelumnya.

"Ini terlalu sepi, aku tidak bisa menemukan siapapun, tapi hanya berbekal suara." Perlahan memejamkan mata, menghirup oksigen perlahan. "Apakah aku sanggup menemukan tanpa arah tujuan dan mengikuti suara asing yang meronta."

1
Abdul Fatah
menjelaskan rumitnya pemikiran perempuan , cerita ny bagus cuma terlalu bertele-tele .
Ela Jutek
tau anak mu gak bisa bertahan gimana kamu Non
Ela Jutek
ahh nyesek lah
Ela Jutek
nona mu pingsan tuh, tapi bugus si pengacau udah tertahan sementara
Ela Jutek
tuh si Kia kemana sih kok gak jagain
Ela Jutek: gak deh kek nya kak
total 4 replies
Ela Jutek
istri mu kan emang keras kepala pak bos, sabar sabar saja🙄
Ela Jutek: Aamiin
total 8 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
si Bagas mulutnya enteng banget, ya kali orang tatap²an dikira gay😩
Ela Jutek
wow keren
Ela Jutek
nggak lope you too deh Al, kamu jahat soal nya
Ela Jutek
masa gak percaya sama Bagas sih Fay
Ela Jutek
war biasa kamu Al🙄
Ela Jutek: semuanyahh
total 2 replies
Ela Jutek
eh si mantan toh
Ela Jutek: harus dan kudu
total 6 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
kira² siapa yg ngikutin Rey sama Bagas ya🤔 apa jgn² Al 😳
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
Bagas Lo gila hah, bisa²nya ngajakin Rey ke bar😒
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
sebentar ini rapat macam apa? perasaan biasanya kalau rapat tahunan ya gk ada pesta khusus istri para pengusaha gini🙄
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
jangan bilang itu si Al🙄 please lah Asma udh bener² di kamar ngapain keluar sih 😩
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
please lah Al, yg Lo harapin tuh udh punya suami, jadi mustahil buat balik sama Lo mana dia lagi hamil juga kan🙄
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
hm, kayaknya Bagas masih ragu buat melangkah ke hubungan yg lebih serius☺️
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
mulai posesifnya, kayaknya Bagas emang hobi sembunyiin masalah, sesekali harus dikasih pelajaran 🙄
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
mau gk mau harus balik ke Jakarta kan, lagian mau sampai kapan menghindari masalah? apa di rapat tahunan itu nantinya Rey ketemu sama Al🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!