Alesha sudah menabung untuk pernikahannya bersama dengan Kekasihnya, Devano, tapi semua itu harus batal saat kekasihnya, Devano malah menikahi wanita lain yang merupakan sahabat Alesha.
Sakit hati, Alesha bertemu dengan Bossnya, Ion, yang ternyata merupakan Ayah dari Sahabat Alesha sekaligus Mertua Devano.
Ion memiliki masalah pernikahan yang sama dengan istrinya yang membuat hubungan diantara keduanya semakin dekat dan dimanfaatkan Alesha, untuk balas dendam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28. Andaikan Kamu Jujur
Kini Devano dan Vina berada di rumah sakit, kalo ini Devano yang akan memeriksakan kondisi kesehatannya karena dia takut kalau dia juga terinfeksi penyakit yang serupa.
Cukup lama menunggu, akhirnya Hasil pemeriksaan Devano keluar, sebenarnya tidak harus melakukannya pemeriksaan begini, karena Devano sendiri sudah yakin dengan hasilnya, dia hanya ingin sekedar memastikan.
"Pak Devano, dari hasil pemeriksaan yang kami lakukan, bapak juga terinfeksi penyakit menular yang sama," jelas Dokter itu memberikan secarik kertas kepada Devano yang langsung diterima Devano, Devano kemudian membaca isi kertas itu dan membuang wajah
Devano mengusap wajahnya kesal, dia berdiri kemudian berjalan keluar dari ruangan dokter itu meninggalkan Vina yang masih duduk, Vina yang melihat Devano pergi, juga ikut berdiri berusaha mengejar Devano.
"Van! Tunggu dulu, kamu mau kemana!?" tanya Vina yang membuat Devano menghentikan langkahnya.
Vina meraih tangan Devano yang membuat Devano langsung menyingkirkan tangan Vina. "Lepasin, aku minta kita putus."
"Hah!? Kenapa?" Vina mendelik tidak percaya sedangkan Devano kembali mengusap wajahnya.
"Kamu nanya kenapa? Kamu liat hasilnya, kita hanya menunggu mati, penyakit ini gak ada obatnya, aku mau pulang ke kantor, aku mau ngajak Nisa periksa, aku gamau istri sama anak aku kena penyakit yang sama!"
Vina menahan tangan Devano. "Kamu gila, kamu kamu terang-terangan begitu, yang ada Nisa curiga apalagi kalau dia tahu kita mengidap penyakit menular yang sama."
"Yah bodo amat, kalau dia tahu biarin, seenggaknya aku bisa mati tanpa menyimpan rahasia, lebih baik kamu lupain hubungan kita, ini tuh kesalahan yang seharusnya gak kita lakuin!" ujar Devano kembali melepaskan tangan Vina.
"Kamu gabisa ngelakuin Van, yang nularin penyakit ini kan kamu, kamu gak bisa ninggalin aku gitu aja!"
Devano mendorong Vina yang masih menahannya sehingga membuat Vina terduduk dilantai. "Peduli apa kamu, kamu urus saja pernikahan kamu dengan Papa Ion, aku mau urus pernikahanku sendiri!"
Devano berjalan meninggalkan Vina yang tersungkur dilantai menuju parkiran, sementara itu Vina yang ingin bangkit dari posisinya merasakan sakit yang luar biasa di perutnya yang membuat dia sedikit meringis.
Vina yang memaksakan diri kemudian kembali berjalan dengan keadaan perut yang sangat sakit, berusaha mengejar Devano, sakit diperutnya membuat Vina kesulitan sampai akhirnya dia tiba di parkiran dimana dia melihat mobil Devano sudah berjalan keluar dari parkiran.
"Van! Tungguin aku!"
Vina berusaha mengejar mobil itu sampai ke jalan raya sampai dia tidak sadar bahwa ada sebuah mobil pick up berisi muatan berjalan dengan kecepatan tinggi dan langsung menghempaskan tubuh Vina.
Tubuh Vina terhempas sejauh beberapa jarak dari posisi awalnya yang membuat orang-orang langsung mengerubunginya dimana Vina kini sudah tidak sadarkan diri dengan darah yang memenuhi wajahnya.
•
•
•
Alesha tampak membereskan beberapa berkas yang ada di ruangannya, dia harus melakukan sesuatu hari ini, dia mengambil ponselnya kemudian mencari kontak Daniel karena dia ingin membicarakan sesuatu kepada Daniel.
Cukup lama sampai akhirnya sambungan telepon itu terhubung, yang membuat Daniel akhirnya mengangkatnya.
[Hai, kenapa? Kau berubah pikiran?]
[Daniel! Dengerin aku, aku pengen kita ketemu di kafe xxx sekarang, ada hal yang ingin aku bicarakan sama kamu!]
[Oh, Oke!]
Alesha mematikan sambungan telepon itu sepihak kemudian mengambil tasnya, dia berjalan keluar dari ruangannya tapi langkahnya terhenti saat Darion berada tepat di ambang pintu.
"Kamu mau kemana?"
Alesha terdiam dengan pertanyaan itu, dia tidak tahu harus menjawab apa sekarang, Alesha tampak membuang wajah kemudian menatap kembali Darion.
"Aku ada urusan diluar Mas."
"Sama, siapa?"
"Sama, sama temen aku, kerjaan aku kayaknya udah beres, aku balik lagi nanti sore."
"Temen kamu namanya siapa?"
"Mas gausah tahu, mas juga gak kenal," jawab Alesha meraih tangan suaminya kemudian menyalaminya. "Aku pergi dulu yah, Assalamualaikum."
"Waalakumsalam."
Darion masih menatap Alesha, ia berdiri ditempatnya menatap Alesha yang semakin jauh menghilangkan diri dari pandangannya.
"Kenapa kamu ga jujur sama saya, Sha, kamu mau ketemu Daniel kan?" batin Darion sedikit kecewa.
•
•
•
6 EPISODE TERAKHIR
Assalamualaikum
Btw mau Darion sama Alesha punya baby gak?
bc judul crita karyamu yg opo to judule sih thor. ..mpe bingung.
kyk gk asing nama iki lhoo
tp krn mungkin yg nm nya folos ma bego tuh beda tipis x yeee...😄😄😄