NovelToon NovelToon
Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )

Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )

Status: tamat
Genre:Hiburan / Balas dendam. / Tak berguna / Fantasi Urban-Mendadak kaya / Fantasi Urban-Mengubah takdir / Sistem / Tamat
Popularitas:920k
Nilai: 4.8
Nama Author: tompealla kriweall

Jamal, pemuda desa yang tidak diperbolehkan ibunya untuk pergi bekerja ke kota. Mengikuti jejak teman-temannya yang lain.

Alasan ibunya sangat klise. Dia tidak mau jauh-jauh dengan anaknya itu. Padahal Jamal juga tidak bisa melakukan apa-apa di desanya. Karena sedari kecil, Jamal memang anak yang bodoh.

Tapi karena suatu kejadian, Jamal mendapatkan sistem bertani secara tidak sengaja.

Mampukah Jamal yang bodoh mengikuti aturan sistem bertani yang dia miliki?

Atau, dia akan menjadi pongah? hanya karena merasa lebih hebat dari temannya yang lain.

Yuk ikuti perjalanan Jamal. Pemuda desa yang ditolak para gadis-gadis, karena hanya berkubang dalam lumpur sawah saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia Lagi

"Ndah..."

"Ya Ami. Apa Ami butuh sesuatu?"

Indah bertanya pada Umi, yang terbaring lemas di tempat tidur. Dan hanya ada Indah di dalam kamarnya, sebab itulah. Umi ingin meminta bantuan padanya.

Jamal sedang pergi ke apotek membeli obat. Jadi, Umi bisa bicara dengan Indah, tanpa adanya Jamal yang akan tahu perbincangan mereka berdua kali ini. Karena Umi ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting.

"Apakah Kamu berpikir bahwa... emhhh... anakku, maksudnya Jamal itu tidak layak untuk dicintai?"

"Apa dia kurang tampan? jadi tidak menarik untuk seorang gadis?"

Umi bertanya pada Indah. Meminta pendapatnya tentang keadaan Jamal di mata gadis-gadis.

"Ami kenapa ngomong seperti itu? Mas Jamal itu baik. Sopan dan ramah. Pasti banyak gadis yang tertarik dengan mas Jamal. Bahkan bukan hanya sekedar seorang gadis. Tapi semua orang Ami."

Indah menjeda kalimatnya. Setelah dia menarik nafas panjang, barulah melanjutkan kalimatnya lagi.

"Hhh... Ami perhatian tidak? banyak lho para pekerja di kebun jeruk, yang sering membicarakan tentang mas Jamal."

Ami mendengarkan perkataan Indah, dengan wajah sedihnya. Meskipun hatinya menghangat, karena anaknya dipuji, tapi perasaan was-was tetap masih mendominasi.

"Ami kenapa tanya seperti itu? Terus... Ami kenapa bisa sakit seperti ini? Bukannya tadi pergi sama mas Jamal bawa jeruk baik-baik saja? Ada apa Ami?"

Mendengar pertanyaan demi pertanyaan yang diajukan oleh Indah, membuat Umi mengeleng lemah.

"Tidak apa-apa Ndah. Ami hanya capek."

"Ehh..."

"Ami. Kenapa gak tidur? Apa masih ada yang sakit? Ini Jamal bawa obat demam!"

Indah tidak melanjutkan kalimatnya, karena ada Jamal yang tiba-tiba muncul di dalam kamar Ami nya.

"Indah. Ini, bantu Ami minum obat dulu ya!"

Indah pun menganggukkan kepalanya, mengiyakan permintaan Jamal. Sekarang, mereka berdua, Jamal dan Indah, sama-sama membantu Umi untuk bisa duduk dan meminum obatnya terlebih dahulu.

Setelah beberapa saat kemudian, Umi tampak mulai mengantuk. Mungkin karena efek samping obat yang tadi dia minum.

Baru setelah Umi benar-benar tertidur, Jamal dan Indah keluar dari dalam kamar. Membiarkan Umi beristirahat dengan tenang.

Tiba di luar kamar, Jamal bertanya kepada Indah, "apa Ami cerita sesuatu padamu?"

"Tidak ada Mas," jawab Indah pendek.

Tapi sebelum Jamal membuka mulutnya untuk bertanya lagi, Indah sudah bertanya terlebih dahulu padanya. "Ami kenapa tiba-tiba sakit begitu Mas? Bukannya tadi dia baik-baik saja, sewaktu berangkat."

Jamal tidak langsung menjawab pertanyaan tersebut. Dia sendiri tidak tahu apa yang terjadi pada Ami nya. Karena sepulang mereka berdua dari rumah Tuan Wiro, tidak ada sesuatu yang terjadi di tengah jalan.

Mereka hanya saling diam, dan Jamal meminta pada Ami nya untuk tidak bertanya-tanya. Karena dia akan menceritakan sendiri, setibanya di rumah.

"Mungkin Ami kecewa denganku."

Kening Indah mengkerut, karena bingung dengan jawaban yang diberikan oleh Jamal.

"Maksud Mas Jamal... kecewa bagaimana?"

"Duduklah dulu Ndah. Apa Kamu tidak capek, bertanya dengan berdiri seperti ini? Kayak reporter TV yang sedang wawancara di suatu TKP saja Kamu ini!"

"Hehhh..."

Indah membuang nafas kasar, mendengar perkataan Jamal yang menyindirnya.

Akhirnya dia pun duduk di kursi tamu, sesuai dengan permintaan Jamal. Karena saat ini, mereka berdua memang sedang ada di ruang tamu rumahnya Jamal yang baru.

*****

POV Jamal.

Aku tidak tahu, apakah ada yang salah dengan diriku ini. Karena setiap kali ingin menjalin suatu hubungan dengan seorang gadis, ada saja yang menjadi pihak ketiga.

Bukan... bukan seperti percintaan segitiga seperti yang ada di dalam kisah-kisah percintaan pada umumnya. Tapi ada satu orang, yang terlibat dalam lingkup kisah percintaan yang sedang ingin Aku jalani.

Mungkin bukan orang itu yang salah. Tapi Aku sendiri yang salah, karena waktu juga yang tidak tepat membawaku pada kisah percintaan yang rumit ini.

Pertama, kisah cintaku dengan Lina.

Aku salah, karena menyatakan rasa cintaku ini pada Lina di sebuah warung. Dan pada saat itu ada beberapa temanku yang ada di sana juga.

Alih-alih ingin melihat Lina menerima pernyataan cintaku, justru dia mengatai diriku yang dekil dan seperti tidak terawat.

Lina justru memilih temanku Hendra.

Nasib jika sial, Aku pun merasa malu. Karena mendapatkan tatapan menyedihkan dari beberapa pasang mata.

Mungkin mereka merasa kasihan dengan nasibku, termasuk Hendra sendiri. Tapi dia juga tidak menolak pernyataan cinta Lina padanya. Padahal Aku lah yang tadi menembak Lina untuk menjadi pacarku.

Akhirnya Aku putus asa. Cintaku kandas, sawah yang Aku tanami padi pun gagal panen. Bahkan tidak bisa di panen!

Aku marah, kecewa dan meluapkan rasa marahku di sawah sore itu. Hingga akhirnya Aku terjatuh dan tidak sadarkan diri.

Begitu bangun tidur, tenyata Aku sudah ada di dalam kamar. Dan Aku terbangun itu karena sebuah mimpi yang tidak biasa.

Aku pikir itu memang hanya sebuah mimpi. Tapi ternyata tidak.

Aku benar-benar mendapatkan sebuah sistem, yang katanya dari planet XMoon. Bahkan Aku adakah orang ke 1111, yang menerima sistem tersebut, dengan kode series XX1111.

Semua yang Aku lihat dan pelajari dari sistem tersebut, Aku terapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai petani.

Dan sekarang, Aku bahkan bisa dikatakan sebagai satu-satunya pemuda yang berprofesi sebagai seorang petani, dengan semua kekayaan yang tidak tahu berapa jumlahnya. Sebab Aku memang tidak pernah menghitungnya.

Yang pasti, sebagian besar sawah di desa G ini, sekarang adalah milikku.

Kebun jeruk milikku ini juga sudah berhektar-hektar, dengan para pekerja yang hampir seratus orang.

Bahkan kini Aku punya rencana untuk ternak sapi perah juga.

Tapi ternyata semua keberhasilanku ini tidak dibarengi dengan keberhasilan kisah cintaku.

Meskipun pada akhirnya Aku tahu, jika Lina dan Hendra hanya bersandiwara, tapi Aku tidak bisa menerima Lina. Hatiku masih sakit, meskipun tidak lagi sesakit yang dulu.

Kini bahkan Lina yang sering mencari-cari perhatian dariku. Tapi Aku tidak peduli.

Sekarang, di saat Aku ingin membuka hati, dengan rencana Ami yang selalu Aku turuti. Ternyata tidak berjalan seperti pekerjaan yang Aku miliki.

Aku memang berusaha untuk selalu menurut dengan perkataan dan keinginan Ami.

Tapi nyatanya,rencana Ami untuk menjodohkan Aku dengan seorang gadis, anaknya Tuan Wiro dan Nyonya Yenny. Terancam Gagal juga.

Bukan karena Aku yang dekil dan kotor, sama seperti kisahku dengan Lina. Tapi karena Ajeng, gadis yang ingin dijodohkan denganku itu, sudah punya kekasih sendiri. Bahkan mereka berdua sudah melangkah jauh. Tanpa diketahui oleh Tuan Wiro dan Nyonya Yenny sendiri sebagai orang tuanya.

Dan yang lebih menyesakkan dadaku ini adalah, kekasih Ajeng adalah Hendra.

Teman, tetangga, dan juga cowok yang dulu pernah bermain peran dengan Lina, mengerjai perasan hatiku.

Apakah Aku harus menutup pintu hatiku dan hanya fokus pada pekerjaanku saja?

POV Jamal and.

1
Memyr 67
𝖻𝖺𝗋𝗎 𝖺𝗐𝖺𝗅 𝖽𝖺𝗁 𝗍𝗒𝗉𝗈. 𝗍𝖺𝖽𝗂 𝗄𝖺𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗃𝖺𝗆𝖺𝗅 𝗉𝖺𝗇𝗀𝗀𝗂𝗅 𝗂𝖻𝗎𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗆𝗂, 𝗄𝗈𝗄 𝗆𝖺𝗅𝖺𝗁𝖺𝗇 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗎𝗆𝗂? 𝖪𝖤𝖯𝖱𝖨𝖡𝖤𝖭
Hidayat 92a
woy, udah g gadis kalee
Harman Loke
kuaaaaaaaaaaaaaaaaatkaaaaaaaannn teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss tekaaaaaaaaaaaaaaaaadmuuuuuuuuuu Jamal
Fano Jawakonora
dari awal bgs pada dekat"akhir cerita author bikin jengkel dasar kentut, nyesal sdh ikuti dari awal lain kli jgn lg bikin novel ya karwna jelek skl dn amburadul cerita mu
Fano Jawakonora
mls baca cerita jadi awal kmbali dasar author tdk profisional dlm membuat cerita author kentut bau
Fano Jawakonora
ujung lina pura" baik jg ank biar kawin sma jamal dasar murahan
Fano Jawakonora
ternyatanya koq jd jelek diahir ya
Fano Jawakonora
cerita kabualan masa sistim apaan sdh sukses tba"mulai ulg dari awal ceooooooo thor kentut bau, bgt juga dgn kina knp tdk mati sj orgjht bgt
Fano Jawakonora
knp lina tdk ikut meninggal juga
Fano Jawakonora
diundang je planey sistim hny ngeyel gk tau ngapain disitu
Fano Jawakonora
knp dibiarkan lina apem bau mencret dn hendra babi itu bebas, krn mereka jamal kehilangn sitim jamal juga kekewat baik smbagaikn sapi ditusuk hidung
Fano Jawakonora
si lina bau punya perbuatan itu, knp tdk ada yg bisa nebak sih
Fano Jawakonora
ohh hendra biadap, memang
Fano Jawakonora
si hendra juga goblok apa ya atau juga punya rencana hancurkn jamal
Fano Jawakonora
hufff goblok trllu berkebihan hny salamatan empat bulan hamil sj bikin sampai jatuh takabir pada hl dibaluk itu asa yg berencna lick dgn usulan acara tersebut yg tntunya silina bau apem busuk sebusuk"nya
Fano Jawakonora
percuma punya sistim tpi mendekteksi ada bhy datang utk jamal dn indah
Fano Jawakonora
gk kapok" si lina dasar apem bau kentut busuk
Fano Jawakonora
alaaah si lina kentut masih bereaksi
Fano Jawakonora
cerita hanya kawin dan dalam celana aja nih🤣
Fano Jawakonora
si jamal gara"minum susu campur madu kudapannya semakin kuat kaya rudal aja kekuatannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!