NovelToon NovelToon
Mine

Mine

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Aliansi Pernikahan / Tamat
Popularitas:256.7k
Nilai: 5
Nama Author: Park Zia

Anna kira hidupnya akan hancur saat di bawa pergi oleh lelaki itu, awal pertemuan yang bisa di bilang tidak biasa, dan penuh drama.
Dia keras kepala, tidak suka dibantah, benci diabaikan dan setumpul hal buruk lainnya.

akankah hidup Anna baik-baik saja? atau malah sebaliknya. ikuti terus kisahnya dengan judul ~~ Mine

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park Zia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

Kembali lagi dengan penulis yang baru mencoba berkarya. Mengharapkan comen dan kritik dari kalian yang berbaik hati. Selamat menbaca dan semoga suka, terima kasih.

Suara langkah kaki terdengar di lorong rumah sakit, keadaan sunyi dan tidak ada orang lewat membuat lelaki itu berjalan dengan santai. Bagaimana tidak, itu lantai 7. Tempat istimewa khusus untuk pemilik rumah sakit.

Tangan dengan dilapisi sarung tangan hitam itu membuka pintu dengan perlahan, melihat dari sedikit celah yang dibukanya. Gadis cantik sedang tertidur dengan selang infus di tangannya, setelah memastikan kalau tidak ada orang. Lelaki itu masuk perlahan, berusaha semaksimal mungkin untuk tidak menimbulkan suara.

Keadaan yang hening, hanya ada gadis itu dan lelaki bermasker hitam dan topi hitam. Nafas gadis itu teratur, matanya masih terpejam. Kaki lelaki itu perlahan mendekat kearah kasur Anna, langkah yang hati-hati serta perlahan membuat suasana semakin mengcengkram.

Saat tangannya akan mengapai Anna, suara dari kenop pintu yang berputar membuat lelaki itu langsung melihat kearah pintu, dan sebelum pintu itu terbuka dia lebih dulu berlari kearah jendela dan keluar. Bersembunyi dibalik jendela yang kapan saja bisa membuatnya jatuh kebawah, tangannya dingin saat melihat kebawah, lantai 7. Coba bayangkan apa yang akan terjadi padanya jika ketahuan? Membayangkannya saja sudah membuat lelaki itu menelan ludahnya kasar.

Alfariel masuk ke ruangan Anna, dia dari kamar mandi, baru selesai membersihkan diri. Mandi dan ganti baju, tapi saat kakinya masuk dia merasakan firasat aneh.

Ruangan itu juga berbau seperti parfun khas lelaki. Mata Alfariel menyorot tajam kesegela penjuru arah. Tidak ada yang menggunakan parfun beraroma seperti ini. Dan dia sendiri juga tidak menggunakan parfun berkelas dari negara romantis ini, dan Alfariel tau dengan jelas kalau ada yang baru masuk ke sini barusan.

Mata Alfariel mengarah pada jendela yang terbuka. Seingatnya dia sama sekali tidak ada membuka jendela, kaki Alfariel berjalan kearah jendela itu. Perlahan tapi pasti, tangannya menyentuh tirai dan membukanya perlahan.

Melihat kearah kanan dan kiri, tidak ada orang? Apakah dia hanya salah sangka? Tapi tidak mungkin, jelas-jelas ruangan ini sudah di masuki oleh orang lain, dan Alfariel tau itu.

Tangan Alfariel merogoh saku di celananya. Menekan angka sembilan dan langsung terhubung dengan orang disebrang sana.

"Ada yang ingin bermain-main denganku. Tangkap seorang lelaki yang menggunakan topi dan masker hitam, dia ada di lantai yang sama denganku," Alfariel menjeda kata-katanya sebentar, senyum miring terbit di bibirnya saat melihat pantulan seorang lelaki yang masuk ke ruangan sebelah. "Jangan biarkan dia lolos, tangkap dan bawa ke ruangan S," ucap Alfariel dingin. Dan sebelum orang disebrang sana menjawab, dia lebih dulu mematikannya. Senyum miring dan dingin tidak hilang di bibirnya.

Alfariel berbalik dan duduk di kursi yang tersedia. Matanya menatap Anna yang masih saja memejamkan mata, entah apa yang gadis itu mimpikan hingga tidak mau membuka matanya. Padahal Alfariel benar-benar merindukan mata cerah gadis itu.

Hufff

"Apa yang kamu mimpikan, Baby? Kenapa lama sekali, tidakkah kamu ingin mendengarkan penjelasanku dulu?" tanya Alfariel dengan parau. Matanya terlihat kecewa karena Anna tidak ingin bangun. Dia masih mengeratkan ngengamannya pada tangan Anna, seolah-olah ingin menyalurkan tenaganya pada gadis itu, mengatakan bahkan dia tidak akan pernah meninggalkan Anna.

Saat Alfariel masih melamunkan Anna, gadis yang sedang dia lamunkan itu tiba-tiba membuka kelopak matanya, mengerjap-ngerjapkan matanya, ingin beradaptasi dengan cahaya disekitar. Setelah yakin kalau matanya sudah kembali normal, Anna baru menyadari kalau tangannya masih sedang dingengam oleh Alfariel.

Anna pov

Mataku terbuka sempurna, uuh kepalaku masih sangat sakit.

Aku melihat kearah Alfariel yang masih menundukkan kepalanya, aku juga merasakan kalau tanganku sedikit basah. Apakah Alfariel menagis? Mustahil, tapi hal itu membuat aku makin ternganga saat badan Alfariel sedikit bergetar. Menandakan kalau Alfariel benar-benar menagis.

Hampir lima menit aku membiarkan Alfariel menagis, aku sama sekali tidak bergerak atau menarik tanganku. Bukannya aku ingin berlama-lama begini, hanya saja aku sedikit kasihan padanya. Aku merasa tidak tega ingin menarik tanganku, jadi aku memutuskan untuk membiarkannya saja.

"Aku mencintaimu Anna,"

Badanku menegang mendengar ngumaman Alfariel. Di bilang apa barusan? Tolong katakan padaku kalau itu benar, ahh apa aku yang salah dengar? Memang tidak mungkin sih kalau Alfariel mencintaiku, dia kan sudah mempunyai istri. Dan Bella juga sangat cantik, ayolah Anna berhenti menghayal.

Dengan satu kali sentakkan, aku berhasil menarik tanganku dari ngengaman Alfariel. Aku juga bisa melihat Alfariel yang terlonjak kaget. Mata caramelnya langsung melihat kearahku, matanya memerah dan berair. Menagis? Huh untuk apa.

"Baby, kamu sudah bangun?" tanya Alfariel dengan mata yang berkilat bahagia. Dia sama sekali tidak menyembunyikan senyum merekah pada bibirnya.

"Hmm," ngumamku pelan. Aku mencoba untuk duduk, dan tanpaku minta, Alfariel dengan sigap langsung membantuku. Menata bantal di punggungku, aku sama sekali tidak menolak. Bukan karena aku mencintainya, emm maksutku aku memamg mencintainya, hanya saja aku sudah tidak akan mengharapkannya lagi. Yahh, bagaimana lagi, dia itu bukan lelaki lajang. Dia beristri.

"Aku akan pangilkan dokter," ujar Alfariel dan ingin menekan tombol yang berada disamping tempat tidur.

Tanganku dengan cepat langsung menahannya, matanya menatapku bingung.

"Ada apa, Baby?"

"Tidak perlu, aku juga akan pergi sebentar lagi."

Aku melihat dari sudut mataku kalau Alfariel menatapku tajam, tangannya mengempal keras. Sepertinya dia emosi, tapi perduli setan. Memangnya dia pikir dia siapa, aku tidak takut.

"Tidal bisa, kamu baru siuman setelah dua hari pingsan. Kamu tidak akan pergi kemana-mana tanpaku," ucap Alfariel tegas dan terkesan dingin.

"Tidak bisa begitu. Memangnya kamu siapa, aku tetap akan pergi," bantahku, mataku juga ikut melotot kearah Alfariel. Huh apakah dia pikir aku ini takut, lihat saja.

"Aku calon suamimu, kamu lupa? Bukankah aku sudah bilang kemaren kalau kita akan menikah."

"Tapi aku tidak pernah setuju, jadi lupakan saja," ujarku datar, kakiku ingin turun dari kasur. Tapi sebelum hal itu terjadi, tangan Alfariel yang menahannya membuat aku tidak jadi menginjak lantai.

Mataku melotot kearah Alfariel, apa-apaan dia. Enak saja, apakah dia pikir aku ini miliknya? Mengelikan.

"Apa yang kamu lakukan, lepaskan aku," tekanku tajam.

Mata Alfariel menatapku tajam, membuat nyaliku menciut. Astaga kenapa mata itu terlihat sangat menyeramkan. Sial.

"Al," ucapku kesal karena tangannya masih saja menahan kakiku untuk turun.

"Jangan membantahku Anna, atau aku akan mengikatmu disini agar kamu tidak bisa kemana-mana," ucapan dingin Alfariel benar-benar membuat nyaliku menghilang.

"Kamu tidak berhak mengaturku, tolong lepaskan aku," ucapku berusaha melawan.

"Kamu tidak dengar? Aku tidak akan pernah melepaskanmu," ujar Alfariel tegas.

"Tidak bisa begitu, kamu bu..."

"Aku calon suamimu," potong Alfariel cepat sebelum aku sempat menyelesaikan ucapanku.

"Ck, aku tidak pernah setuju untuk menikah denganmu. Lagi pula bukankah kamu sudah punya istri," ucapku dingin, sama sekali tidak berani melihat kearah mata Alfariel. Karena demi Tuhan, air mataku hampir saja jatuh saat mengatakan kata itu. Fakta kalau Alfariel sudah mempunyai istri membuat dadaku sesak, seolah-olah paru-paruku sangat sulit menghirup oksigen.

"Apa maksutmu?" tanya Alfariel sambil menatapku bingung. Huh pura-pura tidak tau? Mengelikan, dasar gila.

"Hmm, dasar lelaki. Bukankah kamu sudah menikah, kenapa masih ingin menikah denganku?" tanyaku tajam, mataku kuberanikan untuk menatap mata tajam Alfariel.

"Aku benar-benar tidak paham apa yang kamu katakan, Baby? Menikah? Siapa yang menikah?"

"Bu..."

"Permisi,"

Sontak mataku langsung memanas saat melihat Bella berdiri disana. Astaga apakah Bella begitu takut aku berdua saja dengan suaminya? Ahh membuat cemburu saja.

Aku menatap Alfariel yang juga sedang melihat kearahku. Senyum kecil aku usahakan terbit di bibir tipisku. Sekuat tenaga aku tahan agar air mataku tidak meluruh turun, aku harus bisa.

"See, dia sudah datang bukan. Jadi kamu bisa pergi," ucapku dingin dan langsung membaringkan badan. Menutup selimut keseluruh badanku, aku mempungungi Alfariel. Aku sudah tidak sangup, aku takut menagis dihadapan Alfariel. Ini menyiksaku, sungguh ini sakit.

Next to part 28

1
angel
kurang asyik terakhirnya...masa panggilannya bunda ...paling gk panggilannya mama keh lbh enak di baca ....ceritanya dh bgs2 eeeh akhirnya yg kurang
angel
kog aku tegang ya bacanya
Ulfiah
❤ceritanya bagus pokonya ❤❣💕💞💓💗💖💜💙💚💛🧡🤍🤎
ELi_Sa❤️
g relaaaaa the end😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
kha
gimana ya thor cara mengungkapinya
Urif Nurkhalimah
abis di ajakin nikah ga mau sih..jadi ngedumel sendiri kan ditaman...diculik nyaho loh😋😋😋
Miska Fransiska
bandel bgt ana di culik tau rsa
Hastin Faradilla Hlf
aq hadir membawa boomlike kak ,,,
Ziaa Ryaa
uluulululu. anaknya si Anna. bobrok banget kalian
Amoy Aja
anna kayak gitu kn salahmu sendiri.
Baranzha_Putri
semangat kak aku mampir 🥰
Ziaa Ryaa
Ahhhhhhh Anna kenapa kamu wwwwwkw
Ziaa Ryaa
Suka banget sama bagian ini. suka baca ulang-upang aku tuuy
Baranzha_Putri
semangat kak aku udah bom like jangan lupa mampir dikaryaku 😉
tebing tinggi
♥️♥️♥️
Zia Rya: makasih udah mampir
total 5 replies
tebing tinggi
😘😘😘😘
Hayati
ceritax sangt memuaskn...tp syg kisah romantisx kurng....cerita ini sangt menegnk dan juga sedih..ku hrpkn cerita selanjut lebih2222 baik lg ok 💪💪💪💪💪
Zia Rya: makasih udah baca. Silahkan kalau berkenan mampir ke ceritaku yang lain. semoga suka. saranghae
total 1 replies
Hayati
😲😲😲😲😲😲
Leon and Yuna 😸: Hi baca novel tamatku, dijamin keren dan beda dari novel2 lainnya.

Don't say goodbye (kisah cinta pemain biola)
Don't forget 21++ (kisah pembalasan dendam seorang ketua gangster)

Klik profilku ya..
total 1 replies
Hayati
aku jdi takut...tpi juga seruhhh
Ziaa Ryaa
exol datang yuhuyuhu. Hy Author salam dari exol juga. selalu semangat nulisnya. karyamu terbaik
Zia Rya: hy exol. ayo berpelukkan online
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!